Mengidentifikasi Fenomena Perceraian di “Kota Seribu Satu Gereja” dalam Kompleksitas Fakta Sosial Religiusitas dan Liquid Modernity
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v5i1.5238Keywords:
Fenomena Perceraian, Kota Seribu Satu Gereja, Komplekstias Fakta Sosial Religiusitas, Liquid Modernity, Kebijakan Strategis PastoralAbstract
Julukan kota Manado sebagai "Kota Seribu Satu Gereja" memberi kesan kentalnya kekristenan di daerah ini. Idealnya nilai- nilai kekristenan dihayati dan dihidupi dalam praksis sehari-hari, termasuk nilai dan norma perkawinan sebagai sesuatu yang sakral, sakramental, dan tak dapat diceraikan. Tetapi kenyataannya, angka perceraian dari tahun ke tahun semakin meningkat di daerah ini. Pertanyaannya, apa penyebab yang memicu peningkatan ini? Data dari Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara tahun 2024 menunjukkan beberap faktor seperti perselingkuhan, kekerasan di dalam rumah tangga, ekonomi, dan lain-lain. Kita sementara berada dalam sebuah masyarakat yang oleh Zygmunt Bauman disebut sebagai masyarakat cair (Liquid Modernity) yang mengandung di dalamnya ada yang namanya Liquid Love (cinta yang cair). Apakah kondisi liquid modernity ini ikut memicu peningkatan angka perceraian ini? Karena itu lewat pendekatan fenemonologi yang menjadi metode kerja di dalam penelitian ini, peneliti hendak menemukan bagaimana pasangan-pasangan nikah yang akhirnya bercerai memaknai, menghayati dan mempraktekkan nilai-nilai dan norma perkawinan kekristenan (yang tidak dapat cerai) di dalam kondisi masyarakat cair dengan cinta yang cair ini. Urgensi memahami fenomena perceraian di Kota dengan julukan “kota Seribu Satu Gereja” tidak hanya terbatas pada pengenalan dan pemahaman tentang penyebabnya tetapi memberikan ruang untuk rethinking tentang model pembinaan dan kebijakan strategis pastoral Gereja yang efektif dan efisien sesuai perubahan sosial-budaya yang terjadi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ignasius Welerubun, Antonius Bayu Nujartanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




