Ketertinggalan Regulasi Perbankan Syariah: Analisis Substansi UU 21/2008 dalam Era Digital Banking dan Fintech Syariah
Downloads
Digitalisasi perbankan syariah melalui mobile banking, e-KYC, dan integrasi fintech telah mengubah operasional industri secara signifikan, namun inovasi ini tidak diimbangi kesiapan regulasi. UU No. 21/2008 masih berbasis asumsi layanan tatap muka dan fisik, sehingga belum mengatur akad elektronik maupun transaksi digital. Akibatnya, terjadi regulatory lag yang menimbulkan ketidakpastian hukum, ketidaksinkronan fatwa-regulasi, serta ketiadaan standar nasional keamanan data dan tata kelola layanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan keterbatasan UU Nomor 21 Tahun 2008 dalam mengakomodasi digitalisasi perbankan syariah, mengidentifikasi kesenjangan regulasi yang muncul akibat perkembangan teknologi, serta merumuskan arah reformulasi hukum yang mampu menjawab tantangan era digital banking dan fintech syariah. Melalui pendekatan normatif-yuridis serta analisis konsep hukum perbankan syariah, penelitian ini menemukan bahwa kesenjangan regulasi tidak hanya berkaitan dengan isu teknis digitalisasi, tetapi juga menunjukkan lemahnya hubungan antara hukum positif, fatwa DSN-MUI, dan struktur kelembagaan regulator. Kurangnya integrasi antar unsur tersebut membuat inovasi berjalan lebih cepat daripada pembaruan norma hukum, sehingga industri menghadapi tantangan dalam menjaga kepastian hukum sekaligus memastikan kesesuaian syariah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya pembaruan norma hukum berbasis teknologi, integrasi yang lebih kuat antara regulasi dan fatwa melalui revisi UU atau pembentukan lex specialis, serta model koordinasi yang lebih terstruktur antara OJK, Bank Indonesia, dan DSN-MUI untuk merumuskan standar nasional layanan perbankan syariah digital. Rekomendasi ini diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat kerangka hukum yang lebih adaptif, responsif, dan tetap selaras dengan prinsip syariah dalam menghadapi era transformasi digital industri keuangan Indonesia.
Abdul, A. R., Mandiri, D. P., Astuti, W., & Arkoyah, S. (2022). Tantangan perkembangan perbankan syariah di Indonesia. Jurnal Tabarru’: Islamic Banking and Finance, 5(2), 352–365. https://doi.org/10.25299/jtb.2022.vol5(2).9505
Alam, M., Rahman, A., & Khan, M. A. (2024). Digital technologies and Islamic economic law: Trends and impacts. Journal of Islamic Economics, Banking and Finance, 20(1), 1–20.
Alhalimi, K., & Andrini, R. (2024). Kekuatan dan kelemahan sistem pengawasan dan pengendalian perbankan syariah di Indonesia. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 2(5).
Alshater, M. M., Saba, I., Supriani, I., & Rabbani, M. R. (2022). Fintech in Islamic finance literature: A review. Heliyon, 8(9), e10385. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2022.e10385
Faadilah, I., & Ilham, A. (2024). Prospek pengembangan perbankan syariah di Indonesia dalam era digital. Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat, 7(1), 20–29.
Fajri, A. A. (2021). Perkembangan perbankan syariah dalam era digital. UIN FAS Bengkulu.
Fhadilah, A. (2025). Mengkonstruksi makna akad dalam produk digital bank syariah: Analisis fikih kontemporer, 7(2).
Gayo, A. A., & Taufik, A. I. (2012). Kedudukan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia dalam mendorong perkembangan bisnis perbankan syariah (Perspektif hukum perbankan syariah). Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 1(2), 257–270. https://doi.org/10.33331/rechtsvinding.v1i2.100
Ichsan, M., Fitriyanti, F., Setiorini, K. R., & Al-Qudah, A. M. (2024). Digitalization of Islamic banking in Indonesia: Justification and compliance to Sharia principles. Jurnal Media Hukum, 31(2), 244–261. https://doi.org/10.18196/jmh.v31i2.22485
Kurniawan, D., & Rojabi, M. A. (2026). Muamalat DIN: Transformasi aplikasi perbankan syariah digital. Afdan Rojabi Publisher.
Muryanto, Y. T. (2023). The urgency of Sharia compliance regulations for Islamic fintechs: A comparative study of Indonesia, Malaysia and the United Kingdom. Journal of Financial Crime, 30(5), 1264–1278. https://doi.org/10.1108/JFC-06-2022-0131
Nurkholidah, S., Mursid, F., Kamaruddin, A. M., & Mahardika, S. G. (2024). Implementation of smart contracts in Sharia finance: Maslahah mursalah's perspective. Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 17(1), 1–18. https://doi.org/10.62568/jomn.v1i4.198
Putra Rulanda, S., Zaini, Z. D., & Safitri, M. (2020). Kedudukan hukum pengawas bank syariah yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Jurnal Supremasi, 36–51. https://doi.org/10.35457/supremasi.v10i2.1148
Rozy, V. (2024). Hierarki hukum dan hukum perbankan syariah Indonesia, 2(1).
Rulindo, R., & Rifqi, M. (2022). In search of Sharia-compliant resolution framework for Islamic banks: The case of Indonesia. Jurnal Ekonomi & Keuangan Islam, 280–296. https://doi.org/10.20885/JEKI.vol8.iss2.art10
Sakinah, N., Arafah, L., Darman, D. M., & Kenedi, J. (2024). Inovasi digitalisasi produk perbankan dan dampaknya pada pertumbuhan dan perkembangan perbankan syariah. Jurnal Tabarru’: Islamic Banking and Finance, 7(2), 802–812.
Saputra, B. S. P., Nasrullah, M. H., Muslim, N. A., & Abdul Hakim, M. H. (n.d.). Relevansi legalitas akad syariah dalam mewujudkan kepastian hukum dan keadilan ekonomi Islam.
Syukron, A. (2013). Dinamika perkembangan perbankan syariah di Indonesia, 3(2).
Utama, A. S. (2020). Perkembangan perbankan syariah di Indonesia. UNES Law Review, 2(3), 290–298. https://doi.org/10.31933/unesrev.v2i3.121
Wahyuni, S. S., Maulana, M. I. A., Tuburpon, A., & Azizah, N. (2025). Hukum material dan hukum formal fiqih muamalah dalam akad mudharabah pada produk perbankan syariah di Indonesia, 7.
Zainal Asyiqin, I. (2025). Islamic economic law in the digital age: Navigating global challenges and legal adaptations. Media Iuris, 8(1), 1–22. https://doi.org/10.20473/mi.v8i1.61800
Copyright (c) 2026 Ayyasy Muhammad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





