Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi dengan Kejadian Stunting (Studi Kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Kabupaten Brebes)
Downloads
Stunting merupakan masalah gizi kronis pada balita yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Brebes. Penyakit infeksi dan kualitas air minum diduga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan riwayat penyakit infeksi dan kualitas air minum dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 balita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pengukuran antropometri, serta pemeriksaan laboratorium kandungan Coliform pada air minum. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penyakit diare, sumber air minum, pengolahan air minum, serta kandungan Coliform dengan kejadian stunting, sedangkan riwayat ISPA, kecacingan, TBC, dan penyimpanan air minum tidak berhubungan signifikan. Analisis multivariat menunjukkan bahwa sumber air minum merupakan faktor paling dominan yang berpengaruh terhadap kejadian stunting. Temuan ini mengimplikasikan bahwa upaya penurunan stunting tidak cukup hanya dengan intervensi gizi, tetapi harus diintegrasikan dengan program penyediaan air minum yang layak, pengawasan kualitas air secara berkala, serta pengendalian penyakit infeksi, khususnya diare. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas air minum dan pencegahan penyakit infeksi, khususnya diare, sangat penting dalam upaya penurunan stunting.
Amalina, A., & Ratnawati, L. Y. (2023). Hubungan kualitas air konsumsi, higiene dan sanitasi rumah tangga dengan kejadian stunting (studi case control pada balita stunting di Kabupaten Lumajang). Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(1), 28–37. https://doi.org/10.14710/jkli.22.1.28-37
Bagus Pratama, B. P., Dian Isti Angraini, D. I. A., & Khairun, N. B. (2019). Penyebab langsung (immediate cause) yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 299–303.
Barri, S. G., Akili, R. H., & Joseph, W. B. S. (2020). Overview of knowledge about personal hygiene in mothers who have stunting toddlers in the work area of Pineleng Health Center, Minahasa Regency. Public Health Science Journal, 9(4), 168–173.
Cameron, L., Chase, C., Haque, S., Joseph, G., Pinto, R., & Wang, Q. (2021). Childhood stunting and cognitive effects of water and sanitation in Indonesia. Economics & Human Biology, 40. https://doi.org/10.1016/j.ehb.2020.100944
Cumming, O., & Cairncross, S. (2016). Can water, sanitation and hygiene help eliminate stunting? Current evidence and policy implications. Maternal & Child Nutrition, 12(S1), 91–105. https://doi.org/10.1111/mcn.12258
Desyanti, C., & Nindya, T. S. (2017). Hubungan riwayat penyakit diare dan praktik higiene dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Simolawang, Surabaya. Amerta Nutrition, 1(3). https://doi.org/10.20473/amnt.v1i3.6251
Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes. (2023). Data kualitas air minum. E-Monev PKAM.
Ernawati, A. (2020). Gambaran penyebab balita stunting di desa lokus stunting Kabupaten Pati. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan Dan IPTEK, 16(2), 77–94.
Global Hunger Index. (2024). Global Hunger Index scores by 2024 GHI rank. https://www.globalhungerindex.org/ranking.html
Irianto, J. (2020). Studi kualitas air minum rumah tangga di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Buletin stunting. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Buku saku hasil studi status gizi Indonesia (SSGI) tingkat nasional, provinsi dan kabupaten tahun 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pedoman pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Neherta, N. M. (2023). Faktor-Faktor Penyebab Stunting Pada Anak. Penerbit Adab.
Nurhayati, A., Wahyuniar, L., Suparman, R., & Badriah, D. L. (2022). Hubungan antara faktor air minum, sanitasi dan riwayat diare dengan stunting pada anak baduta di Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang 2021. Journal of Health Research Science, 2(2).
Nurjazuli, N., Budiyono, B., Raharjo, M., & Wahyuningsih, N. E. (2023). Environmental factors related to children diagnosed with stunting 3 years ago in Salatiga City, Central Java, Indonesia. Toxicology Analysis and Clinical, 1–8. https://doi.org/10.1016/j.toxac.2023.01.003
Peraturan Presiden Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Republik Indonesia.
Prüss-Ustün, A., Wolf, J., Bartram, J., Clasen, T., Cumming, O., Freeman, M. C., et al. (2019). Burden of disease from inadequate water, sanitation and hygiene for selected adverse health outcomes: An updated analysis with a focus on low- and middle-income countries. International Journal of Hygiene and Environmental Health. https://doi.org/10.1016/j.ijheh.2019.05.004
Solin, A. R., Hasanah, O., & Nurchayati, S. (2019). Hubungan kejadian penyakit infeksi terhadap kejadian stunting pada balita 1–4 tahun. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Keperawatan, 6(1), 65–71.
UNICEF, World Health Organization, & World Bank. (2023). Levels and trends in child malnutrition: Key findings of the 2023 edition of the joint child malnutrition estimates. World Health Organization.
World Health Organization. (2021). Compendium of WHO and other UN guidance on health and environment. https://www.who.int/publications/i/item/WHO-HEP-ECH-EHD-21.02
Copyright (c) 2026 Ida Fitria, Tri Joko, Mursid Raharjo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





