Analisis Kontrastif Tindak Tutur Imperatif dalam Bahasa Jepang dan Bahasa Melayu

Main Article Content

Devi Haryanti Oktavia
Universitas Pendidikan Indonesia
Nuria Haristiani
Universitas Pendidikan Indonesia
Susi Widianti
Universitas Pendidikan Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan bentuk tindak tutur imperatif serta strategi kesantunan yang digunakan dalam bahasa Jepang dan bahasa Melayu dialek Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kontrastif. Data penelitian berupa tuturan imperatif bentuk perintah yang diperoleh dari dialog film berbahasa Jepang dan film berbahasa Melayu dialek Rokan Hulu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan bentuk imperatif berdasarkan teori Makino dan Tsutsui serta Takashi untuk bahasa Jepang, dan teori Rahardi untuk bahasa Melayu, serta strategi kesantunan menurut Brown dan Levinson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bahasa Jepang ditemukan 112 tuturan imperatif yang terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu perintah tegas, perintah biasa, dan perintah halus, dengan variasi bentuk yang sangat beragam. Sementara itu, dalam bahasa Melayu Rokan Hulu ditemukan 127 tuturan imperatif yang terbagi ke dalam dua kategori utama, yaitu perintah tegas dan perintah halus, dengan dominasi kuat pada perintah tegas. Dari segi strategi kesantunan, kedua bahasa sama-sama menggunakan keempat strategi kesantunan, namun bahasa Jepang lebih dominan menggunakan strategi kesantunan positif serta lebih sering memanfaatkan strategi kesantunan negatif dan off record, sedangkan bahasa Melayu Rokan Hulu didominasi oleh strategi bald on record. Perbedaan ini mencerminkan karakter budaya komunikasi masing-masing, di mana bahasa Jepang menekankan hierarki dan kehati-hatian dalam bertutur, sedangkan bahasa Melayu Rokan Hulu lebih mengutamakan kejelasan dan kelugasan dalam penyampaian perintah.


Keywords: tindak tutur imperatif, strategi kesantunan, bahasa Jepang, bahasa Melayu, analisis kontrastif
Afreselia, B., & Alber, A. (2023). Reduplikasi bahasa Melayu Riau dialek Belilas Indragiri Hulu. Sajak: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Sastra, Bahasa, dan Pendidikan, 2(2). https://doi.org/10.25299/s.v2i2.11120
Andriana, M., Auzar, A., & Charlina, C. (2020). Reduplikasi bahasa Melayu Riau dialek Kampar Kiri. GERAM, 8(1). https://doi.org/10.25299/geram.2020.vol8(1).4848
Basyarsyah, T. L. S. (2020). Adat budaya Melayu: Jati diri dan kepribadian. Forkala.
Collins, J. T. (2005). Bahasa Melayu bahasa dunia. Yayasan Obor Indonesia.
Dirgantara, M. W., Rahayu, N., & Isnaini, Z. L. (2017). Imperative sentence meirei in Great Teacher Onizuka drama (A review of sociolinguistics). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau.
Fransiska, W., & Habibi, A. (2021). Investigating the impact of interlanguage on adult EFL learners in Indonesia: Strengths and weaknesses. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v5i4.8722
Fredy, M., Amalijah, E., & Hasanah, L. U. (2023). Bentuk kebahasaan ungkapan makian dalam drama Great Teacher Onizuka. Mezurashii, 4(2). https://doi.org/10.30996/mezurashii.v4i2.8285
Gunawan, G. (2020). Bentuk dan fungsi kategori fatis dalam komunikasi lisan bahasa Melayu dialek Sungai Rokan serta implikasi terhadap pendidikan. Jurnal Pendidikan Rokania, 5(1), 1–16. https://doi.org/10.37728/jpr.v5i1.272
Haristiani, N., Septiana, A., Nor, N. F. M., & Ryota, N. (2023). The politeness of criticism speech acts in Japanese and Minangkabau films. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 13(1), 134–151. https://doi.org/10.17509/ijal.v13i1.58272
Hayati, N. (2012). Analisis kontrastif kotowari hy?gen antara pembelajar bahasa Jepang dan penutur asli. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 12(2). https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v12i2.3701
Kasmawati, K., & Harisal, H. (2021). Konstruksi kalimat imperatif ajakan dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Kiryoku, 5(2), 257–264. https://doi.org/10.14710/kiryoku.v5i2.257-264
Khansir, A. A. (2012). Error analysis and second language acquisition. Theory and Practice in Language Studies, 2(5), 1027–1032. https://doi.org/10.4304/tpls.2.5.1027-1032
Leech, G. (1983). Principles of pragmatics. Longman.
Lismarni, L., Sinaga, M., & Hermandra, H. (2016). Reduplikasi bahasa Melayu Riau dialek Rokan Hulu. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, 3(2).
Makino, S., & Tsutsui, M. (1994). A dictionary of basic Japanese grammar. The Japan Times.
Rahardi, K. (2005). Pragmatik: Kesantunan imperatif bahasa Indonesia. Erlangga.
Rahmi, A., Faizah, H., Elmustian, E., & Syafrial, S. (2023). Basa-basi dalam bahasa Melayu dialek Kampar sebagai bentuk kesantunan berbahasa. Jurnal Pendidikan Bahasa, 3(6), 6578–6586.
Saeed Al-Sobhi, B. M. (2019). The nitty-gritty of language learners’ errors: Contrastive analysis, error analysis, and interlanguage. International Journal of Education and Literacy Studies, 7(3), 49–60. https://doi.org/10.7575/aiac.ijels.v.7n.3p.49
Takashi, Y. (2007). A study of imperative sentences in the Japanese language education. Buletin Universitas Hokuriku (??????), 31, 193–200.
Tarigan, D. (1990). Proses belajar mengajar pragmatik. Angkasa.
Thamimi, M., & Wiranty, W. (2019). Tindak tutur imperatif bahasa Melayu dialek Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu (kajian pragmatik). Jurnal Pendidikan Bahasa, 8(1), 155–170. https://doi.org/10.31571/bahasa.v8i1.1142
Wulandari, A. D. (2013). Komparatif keigo bahasa Jepang dengan krama bahasa Jawa. Proceeding PESAT, 5, 67–74.
Yani Saputri, Y., & Ermawati, S. (2021). Reduplikasi bahasa Melayu Riau dialek Rokan Hulu di Desa Rantau Kasai Kecamatan Tambusai Utara. J-LELC: Journal of Language Education, Linguistics, and Culture, 1(3). https://doi.org/10.25299/j-lelc.2021.7963
Yesserie, Y. (2015). Imperative sentences in the film Great Gatsby [Skripsi].
Yoshida, T. (1968). Japanese imperative constructions. Canadian Journal of Linguistics, 13(2), 110–121. https://doi.org/10.1017/S0008413100006186
Zaim, M. (2018). Metode penelitian bahasa: Pendekatan struktural. UNP Press.