Mewariskan Bisnis Melalui Komunikasi: Studi Kasus pada Loenpia Gang Lombok Semarang

Authors

  • Husna Fadhila Universitas Padjadjaran, Indonesia
  • Atwar Bajari Universitas Padjadjaran, Indonesia
  • Edwin Rizal Universitas Padjadjaran, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v5i3.5428

Keywords:

Suksesi Bisnis Keluarga, Pewarisan Nilai Bisnis, Komunikasi Antargenerasi, Loenpia Gang Lombok

Abstract

Fenomena kegagalan suksesi, yang sering disebut "kutukan generasi ketiga" (fubu guo san dai), menunjukkan suksesi bukan hanya masalah teknis tetapi juga proses kompleks yang melibatkan hubungan interpersonal, emosi, dan yang terpenting, pewarisan nilai bisnis. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan literatur dengan mengkaji secara mendalam bagaimana komunikasi berperan dalam pewarisan nilai bisnis, khususnya di sektor kuliner tradisional, dengan mengambil kasus Loenpia Gang Lombok Semarang yang telah berhasil bertahan hingga lima generasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam dengan informan kunci (generasi kelima pengelola saat ini dan kerabat yang juga berbisnis lumpia), serta kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai bisnis utama yang diwariskan dan menjadi kunci keberlanjutan Loenpia Gang Lombok adalah: Konsistensi: Menjaga kualitas resep warisan, mempertahankan citra rasa, dan menggunakan pengemasan tradisional (besek), serta keputusan untuk tidak membuka cabang dan berfokus pada satu tempat. Kejujuran dan Transparansi: Proses memasak dilakukan di tempat dan dapat dilihat langsung oleh pelanggan, serta kejujuran dalam menangani komplain. Adaptasi Bertahap: Melakukan penyesuaian operasional seperti bergabung dengan layanan pesan antar (GrabMart) dan mengubah bahan bangunan, terutama sebagai respons terhadap tantangan seperti Pandemi COVID-19. Kesimpulannya, keberhasilan Loenpia Gang Lombok mengatasi tantangan suksesi terletak pada komitmen teguh terhadap nilai konsistensi, kejujuran, dan transparansi yang didukung oleh pola komunikasi antargenerasi yang baik dan kemampuan beradaptasi secara bertahap dengan teknologi modern. Penelitian ini memberikan wawasan praktis bagi bisnis keluarga lain yang menghadapi tantangan serupa.

References

Anggadwita, G., Profityo, W. B., Alamanda, D. T., & Permatasari, A. (2020). Cultural values and their implications to family business succession: A case study of small Chinese-owned family businesses in Bandung, Indonesia. Journal of Family Business Management, 10(4), 281–292. https://doi.org/10.1108/JFBM-03-2019-0017

Bernadine, B. (2022). Kajian intensitas komitmen generasi ketiga pada perusahaan bisnis keluarga di Jakarta.

Cahyadi, H. (2024). GO perpetuate: Cara mematahkan kutukan generasi ketiga. Gramedia Pustaka Utama.

Destrianita. (2017). Nyonya Meneer bangkrut diduga dipicu masalah warisan. https://www.tempo.co/ekonomi/nyonya-meneer-bangkrut-diduga-dipicu-masalah-warisan-1251023

Elven, E., & Margaretha, Y. (2025). Dampak praktik manajemen keuangan yang efektif terhadap pertumbuhan bisnis keluarga di sektor pelayaran. Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (JEMSI), 6(3).

Kriyantono, R. (2020). Teknik praktis riset komunikasi kuantitatif dan kualitatif. Prenadamedia Group.

Leiß, G., & Zehrer, A. (2018). Intergenerational communication in family firm succession. Journal of Family Business Management, 8(1), 75–90. https://doi.org/10.1108/JFBM-09-2017-0025

Lestari, R. A. W. D. (2018). Studi fenomenologi: Memaknai tata kelola perusahaan pada bisnis keluarga beretnis Tionghoa di Indonesia. Inventory: Jurnal Akuntansi, 2(2), 307–335.

Marpa, N. (2020). Kiat sukses bisnis keluarga: Pembahasan 50 kasus bisnis keluarga, tantangan & jawaban. Pantera Publishing.

Rahadi, D. R. (2017). Transformasi inovasi bisnis keluarga dalam mendukung ekonomi kreatif. Jurnal Ecoment Global, 2(1), 1–11.

Rizki, T., & Dwita, S. (2019). Memaknai penerapan sistem pengendalian manajemen pada perusahaan keluarga etnis Tionghoa di Minangkabau. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 1(1), 50–63.

Sathe, V., Enrione, A., & Finley, D. (2022). Avoiding the best practices trap in family business succession. Organizational Dynamics, 51(3), 100876. https://doi.org/10.1016/j.orgdyn.2021.100876

Setiawan, F. Y. (2016). Analisis perencanaan proses suksesi bisnis keluarga pada pt xyz group. Agora, 4(1), 736–747.

Sukamdani, N. B. (2022). Mengelola bisnis keluarga. Penerbit NEM.

Sukamdani, N. B. (2023). Great family business: Strategi membangun nilai bisnis keluarga lintas generasi. Kepustakaan Populer Gramedia.

Susanti, I. E. (2015). Lumpia Semarang pada masa Orde Baru (Lumpia sebagai identitas budaya etnis Tionghoa peranakan Semarang). 3(3).

Suwarno, H. L., & Harianti, A. (2022). Family business: Membangun bisnis keluarga. Penerbit Andi.

Teofilus, T., Ardyan, E., Sutrisno, T. F. C. W., Sabar, S., & Sutanto, V. (2022). Managing organizational inertia: Indonesian family business perspective. Frontiers in Psychology, 13. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.839266

Thewelis, F. S. (2018). Sistem pengendalian manajemen dan budaya organisasi antara bisnis keluarga Tionghoa dan Jawa. Jurnal Manajemen: Untuk Ilmu Ekonomi Dan Perpustakaan, 3(2).

Wiyono, P. (2023). Begini sejarah lumpia hingga jadi jajanan populer Semarang dengan beragam merek. https://regional.espos.id/begini-sejarah-lumpia-hingga-jadi-jajanan-populer-semarang-dengan-beragam-merek-1586502

Downloads

Published

2026-03-05