Implementasi Program Rujuk Balik pada Pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Lalang Kabupaten Batubara

Authors

  • Wafi Aqilah Yafa Universitas Prima Indonesia, Indonesia
  • Chrismis Novalinda Ginting Universitas Prima Indonesia, Indonesia
  • Sri Wahyuni Nasution Universitas Prima Indonesia, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v5i4.5478

Keywords:

Program Rujuk Balik, Diabetes Melitus Tipe 2, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Implementasi Program

Abstract

Program Rujuk Balik (PRB) bertujuan memindahkan pemantauan pasien penyakit kronis yang stabil dari rumah sakit ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan seperti kepatuhan pasien yang rendah, keterbatasan edukasi, serta ketidakkonsistenan obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi PRB pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Lalang Kabupaten Batubara berdasarkan aspek masukan, proses, dan keluaran. Penelitian menggunakan desain kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tenaga kesehatan, petugas rujukan, apoteker, dan pasien. Analisis dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi, dan triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDM dan proses layanan sudah berjalan sesuai prosedur, serta fasilitas dinilai cukup memadai. Namun, ketersediaan obat PRB masih kurang stabil dan tidak tersedianya media edukasi tertulis menghambat pemahaman pasien. Kepatuhan kunjungan ulang hanya mencapai 58%, menunjukkan perlunya penguatan edukasi dan perbaikan koordinasi program. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi PRB di Puskesmas Lalang cukup efektif, tetapi belum optimal karena dukungan informasi dan ketersediaan obat belum konsisten. Peningkatan edukasi, stabilitas obat, dan koordinasi lintas layanan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan program.

References

Airlangga, U. (2022). Problematika rujuk balik pasien diabetes mellitus tipe 2 di puskesmas. UNAIR Press.

Aminah, S. (2025). Pengaruh pemberian media lembar balik terhadap pengetahuan pencegahan diabetes melitus. TSCD3Kep Journal, 10(1), 18–26.

Batubara, D. K. K. (2023). Profil Kesehatan Kabupaten Batubara 2023. Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara.

Dianingsih, T. M., Utarini, A., & Bismantara, H. (2022). Strategi optimalisasi pelaksanaan program rujuk balik pasien diabetes melitus peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Kecamatan Pancoran. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 25(4), 145–152.

Federation, I. D. (2024). IDF Diabetes Atlas 11th edition. International Diabetes Federation.

Fortuna, F. F. (2021). Identifikasi media edukasi yang sesuai dengan kebutuhan penderita diabetes melitus dalam upaya meningkatkan manajemen diri pada wilayah kerja Puskesmas Koto Panjang Ikur Koto Kota Padang. Politeknik Kesehatan Kemenkes Padang.

Hadiyanti, E. C., Dewi, S., & Ramadhani, R. F. (2021). Chronic care model in Indonesian referral back program for diabetes mellitus: theory and practice. Asia Pacific Journal of Public Health, 33(8), 951–958.

Harbuwono, D. S., Handayani, D. O. T. L., Wahyuningsih, E. S., Koesnoe, S., & Yunir, E. (2022). Impact of diabetes mellitus on COVID-19 clinical symptoms and mortality: Jakarta’s COVID-19 epidemiological registry. Primary Care Diabetes, 16(1), 65–68. https://doi.org/10.1016/j.pcd.2021.11.002

Hidayat, B., Ramadani, R. V, Rudijanto, A., Soewondo, P., Suastika, K., & Siu Ng, J. Y. (2022). Direct Medical Cost of Type 2 Diabetes Mellitus and Its Associated Complications in Indonesia. Value in Health Regional Issues, 28, 82–89. https://doi.org/10.1016/j.vhri.2021.04.006

Indonesia, P. R. (2018). Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Khairani, M., Rasyid, A., & Putri, R. (2021). Analisis pelaksanaan program rujuk balik di Puskesmas Kota Bukittinggi tahun 2021. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 10(2), 65–72.

Nkhoma, D. E., Soko, C. J., Bowrin, P., Manga, Y. B., Greenfield, D., Househ, M., Li, Y. C. J., & Iqbal, U. (2021). Digital interventions self-management education for type 1 and 2 diabetes: A systematic review and meta-analysis. Computer Methods and Programs in Biomedicine, 210. https://doi.org/10.1016/j.cmpb.2021.106370

Nurhapsari, S., Nugraheni, W. P., & Widjanarko, B. (2023). Faktor risiko diabetes melitus tipe 2 pada masyarakat Indonesia: analisis Survei Kesehatan Indonesia 2023. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 8(3), 145–154.

Putra, A. R., & Marlina, R. (2022). Effectiveness of chronic care model-based patient education in diabetes self-management. Journal of Diabetes Care in Primary Health, 5(1), 45–52.

Putri, D. F. (2023). Tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan program rujuk balik di Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(3), 234–241.

Rakhmilla, L. E., Syam, A. F., Nurdin, S., & Setiati, S. (2023). The prevalence of type 2 diabetes mellitus in Indonesia: findings from a cohort study. Diabetes, Metabolic Syndrome and Obesity, 16, 1021–1030.

Ramli, A. (2024). Prevalence and trends of type 2 diabetes in Indonesia: Systematic review 2021-2024. International Journal of Diabetes in Developing Countries, 44(1), 15–22.

Safitri, N., & Puspitasari, D. (2022). Evaluasi program rujuk balik pasien penyakit kronis di Kecamatan Pancoran Jakarta tahun 2020–2021. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 25(1), 33–42.

Saputra, F. (2023). Factors influencing the implementation of referral back program for diabetes: Indonesian multicenter study. Primary Health Care Research and Development, 24. https://doi.org/10.1017/S1463423622000743

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Downloads

Published

2026-04-08