Relevansi Maqasid Syari’ah terhadap Kontroversi Perilaku Merari’ di Kabupaten Sumbawa: Telaah Kritis atas Praktek Sosial dan Legitimasi Hukum Adat dan Hukum Islam

Authors

  • Ahmad Arifin International Open University, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v5i3.5489

Keywords:

Merari’, Maqasid Syari‘ah, hukum adat, hukum islam, sumbawa

Abstract

Penelitian ini menganalisis relevansi Maqasid Syari‘ah terhadap prilaku Merari’—tradisi kawin lari tanpa restu keluarga—di Kabupaten Sumbawa. Fokus kajian diarahkan pada praktik dan mekanisme penyelesaiannya, pandangan tokoh adat–agama serta pelaku, dan peluang integrasi hukum adat–Islam. Metode kualitatif sosio-legal diterapkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 informan di tiga kecamatan; data dianalisis tematik dengan peta lima maqasid (hifz al-din, al-nafs, al- 'aql, al-nasl/al-'ird, al-mal). Hasil mengidentifikasi pendorong utama Merari’: beban ekonomi uang pabeli, penolakan lamaran, tekanan sosial, dan kehamilan pranikah. Penyelesaian lazimnya melalui musyawarah adat (mis. bakatoan/tokal basai) yang ditindaklanjuti pencatatan nikah. Analisis maqasid menunjukkan maslahat tingkat daruriyyat lebih dominan daripada mafsadah tingkat hajiyyat/tahsiniyyat: legalisasi perkawinan melindungi agama dan nasab/'ird, mediasi menekan eskalasi konflik yang mengancam jiwa; sementara risiko pada 'aql (ketidakdewasaan) dan mal (denda/biaya) dimitigasi lewat verifikasi persetujuan, pendampingan keluarga, dan penyesuaian beban ekonomi. Secara teoretis, studi ini memformulasikan maqasid sebagai model penilaian sekaligus kerangka mediasi adat-syar‘i dalam konteks Indonesia; secara praktis, direkomendasikan penguatan edukasi dan pencatatan nikah serta pembentukan balai mediasi adat-syar‘i untuk mengharmoniskan adat dan hukum Islam. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan mengembangkan penggunaan Maqasid Syari’ah sebagai kerangka analisis operasional dalam menilai praktik adat perkawinan Merari’, khususnya melalui penimbangan aspek maslahat dan mafsadah berdasarkan hirarki maqasid.

References

Acha, A. N. H. (2024). Mîtsâqan Ghalîzan dan Problematika Kotemporer dalam Pernikahan: Kajian Tafsir terhadap Ayat-ayat Al-Qur’an. Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law, 6(1), 44–67.

Apriyanita, T., Suntana, I., & Syafe’i, R. (2023). Tinjauan kaidah-kaidah fiqhiyah terhadap adat Merariq (kawin culik) pada Perilaku perkawinan adat suku Sasak. Al-Maq??id i: Journal Hukum Islam Nusantara, 6(2), 104–112. https://doi.org/10.xxxx/alm-2023.v6i2.26205084.

Fairiza, A., & Widyatama, R. (2023). “Merariq dalam Pernikahan Suku Sasak: Analisis Komunikasi dan Dinamika Sosial dalam Ritual Penculikan.” Jurnal Analisa Sosiologi 12(4), 222-244.

Faizin, K. (2020). “Akar Perilaku Merariq: Dari Perlawanan hingga Akulturasi.” Jurnal Arif Lam 01(01), 45-59.

Fauzi, M. A., Septiani, H., & Sholehah, Z. (2023). Harmonisasi hukum adat dengan hukum Islam. COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 3(07), 2483–2489. https://doi.org/10.59141/comserva.v3i07.993.

Farohah, N. (2021). Perkawinan anak dan dinamisasi hukum Islam: Analisis Maq??id Syar?’ah terhadap argumen organisasi nirlaba yang menentang perkawinan anak (Tesis Magister, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sekolah Pascasarjana).

Ghoni, A. (2021). Putusnya Perkawinan Karena Li’an dalam Pasal 162 Kompilasi Hukum Islam (KHI) Perspektif Maq??id Syariah. Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam, 2(2), 147-162. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/al-syakhsiyyah/article/download/14329/6180

Hakim, A. (2020). Tinjauan antropologi hukum dan Maq??id Al-Syariah tentang perkawinan usia dini. Bilancia: Jurnal Studi Ilmu Syariah dan Hukum, 14(2), 283–302. https://doi.org/10.24239/blc.v14i2.570.

Hakim, M. S. (2024, Oktober 12). Hadis: Bolehkah wanita dipaksa menikah? Muslimah.or.id. https://muslimah.or.id/19416-hadis-bolehkah-wanita-dipaksa-menikah.html[_{{{CITATION{{{_1{](file:///C:/Users/warda/Downloads/MAKMUR%20DONGORAN_SPs%20SADDUDZ%20DZARIAH.pdf). Diakses pada 27 Juli 2025.

Hamdani, F., & Fauzia, A. (2022). “Merariq Tradition in Customary Law and Islamic Law Perspective.” Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis3(6), 433-447.

Hasan, H., Jubba, Hasse., Abdullah, I., Pabbajah, M., & Rahman R, Abd. (2022). “Londo Iha: Elopement and Bride Kidnapping Amongst the Muslim of Monta, Bima, Indonesia.” Cogent Social Sciences 8, 1-13.

Hirlan. (2016). ”Perilaku Merariq Suku Sasak dalam Perspektif Pendidikan Islam (Studi Kasus di Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah).” Tesis tidak diterbitkan, Yogyakarta: Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Irham & Arifuddin. (2021). “Relasi Kekerabatan Antar Bahasa Sasak-Sumbawa-Bima ditinjau dari Letak Geografisnya.” EduSociata 4(2), 1-22.

Isman, M., Zaim, M. A., & Eldeen, A. B. (2024). Maq??id sharia and harmonizing law in Indonesia: Impact for SDGs global context. In R. K. Hamdan & A. Buallay (Eds.), Artificial intelligence (AI) and customer social responsibility (CSR) (pp. 745–759). Springer Nature Switzerland. https://doi.org/10.1007/978-3-031-50939-1_60.

Jauhar, A. M. H. (2023). Maq??id Syariah. Amzah

Khalim, A. D. N., Chailani, M. I., & Solakhudin, S. (2024). Relevansi Maq??id u Shariah dan kompilasi hukum Islam dalam pandangan pernikahan wanita hamil di luar nikah. Muhammadiyah Law Review, 8(2). https://doi.org/10.24127/mlr.v8i2.3565.

Mahastuti, D. (2021). Pengembangan konsep mashlahah Izzuddin bin Abdissalam [Makalah tugas mata kuliah Ushul Fiqh, Magister Studi Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia].

Marzuqi, M. Ali., & Trigiyatno, A. (2024). “Kajian Sosiologi dan Antropologi terhadap Praktik Praktik Hukum Perilaku Merariq Adat Suku Sasak Lombok.” Jurnal Hukum & Hukum Islam 11(2), 429-445.

Muhamad, S., Rahman, R. M., & Hakim, R. (2023). Al-Maqâshid al-Syarî’ah: Teori dan implementasi. Sahaja: Journal Shariah and Humanities, 2(1), 153–170. https://ejournal.darunnajah.ac.id/index.php/sahaja

Musafir, M., & Wahid, S. H. (2023). Adat Mappaccing pada masyarakat Bugis Sinjai: Studi perbandingan hukum adat dan Maq??id Syariah. Jurnal Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam, 5(1), 41–62. https://doi.org/10.47435/al-ahkam.v5i1.1652.

Putra, A. P., & Burhanusyihab, A. (2023). Normalisasi trend nikah muda: Analisis struktural fungsional dan Maq??id Syariah. Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law, 5(1), 104–119. https://doi.org/10.19105/al-manhaj.v5i1.9725.

Rahmin, Hamzanwadi. (2023). “Adat Merariq dalam Perkawinan Suku Sasak Perspektif Hukum Islam.” Tesis tidak diterbitkan, Makassar: Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.

Rais, Sasli. (2023). “Harmonisasi Hukum Islam Dengan Hukum Adat Simah Nikah Adat Dayak Kalimantan Tengah,” Sultan Adam: Jurnal Hukum Dan Hubungan Sosial 1, no. 2 (2023): 158–64.

Sabir, Muhammad. (2021). “Maqasid Syariah dan Metode Penetapan Hukum dalam Konteks Kekinian (Memahami Korelasi Antara Keduanya),” dalam Jurnal Tahkim XVII (1), hlm. 49-61.

Sipayung, Ardhina Shafa. (2022). “Maq??id Syari’ah sebagai Pendekatan dalam Hukum Islam”, dalam Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora 9(5), hlm. 2605-2616.

Sulihkhodin, M. A. (2021). Maqashid Al-Syari’ah perspektif ‘Izzudin Abdi Al-Salam. El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 7(1), April 2021. https://ejournal.iaifa.ac.id/index.php/faqih

Sutisna, D., Hasanah, N., Dewi, A. P., Nugraha, I., Katmas, E., Mutakin, A., Nurhadi, N., Suparnyo, S., Arsyad, K., & Triyawan, A. (2021). Panorama Maq??id Syariah. Media Sains Indonesia.

Downloads

Published

2026-03-05