Penanganan Aksi Separatisme Organisasi Papua Merdeka di Wilayah Kabupaten Nduga Melalui Strategi Operasi Intelijen F3ead (Studi Kasus: Penangkapan Yomse Lokbere)

Operasi Intelijen F3EAD Separatisme Papua OPM Kabupaten Nduga

Authors

April 14, 2026

Downloads

Separatisme bersenjata di Papua, khususnya yang dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), merupakan ancaman keamanan nasional yang bersifat kompleks dan multidimensional. Kabupaten Nduga menjadi salah satu wilayah dengan intensitas konflik tinggi akibat kombinasi faktor geografis ekstrem, dinamika sosial-budaya lokal, serta struktur organisasi separatis yang adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kendala dan strategi operasi intelijen aparat intelijen gabungan dalam penanganan aksi separatisme OPM melalui penerapan metode F3EAD (Find, Fix, Finish, Exploit, Analyze, dan Disseminate), dengan studi kasus penangkapan Yomse Lokbere pada periode 2022–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui analisis dokumen, laporan operasi, dan kerangka konseptual intelijen strategis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasi intelijen di Nduga menghadapi kendala signifikan berupa keterbatasan akses wilayah, resistensi sosial masyarakat lokal, fragmentasi internal OPM, serta tantangan koordinasi lintas lembaga. Namun demikian, penerapan F3EAD terbukti efektif dalam meningkatkan presisi penargetan, mempercepat siklus pengambilan keputusan, dan meminimalkan eskalasi kekerasan. Dari perspektif analisis intelijen, penelitian ini menegaskan bahwa F3EAD mendukung fungsi intelijen secara komprehensif, meliputi deteksi dini, peringatan dini, peramalan ancaman, dan pemecahan masalah operasional. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian intelijen domestik dengan menegaskan relevansi pendekatan intelijen berbasis siklus operasional dalam penanganan separatisme bersenjata di Papua.