Pergulatan Identitas Perempuan Suku Badui Luar dalam Arus Media Sosial: Studi Etnografi Tentang Adaptasi Teknologi
Downloads
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penetrasi media sosial ke dalam komunitas adat, termasuk perempuan Suku Badui Luar, yang selama ini hidup dalam sistem nilai dan aturan budaya yang ketat. Kondisi tersebut memunculkan fenomena pergulatan identitas antara nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun dengan tuntutan serta daya tarik budaya digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pergulatan identitas yang dialami perempuan Badui Luar dalam menghadapi arus media sosial serta kendala yang menyertainya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi realis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap perempuan Badui Luar serta perangkat desa. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Badui Luar melakukan negosiasi identitas melalui akulturasi selektif, yaitu mengadopsi media sosial secara terbatas untuk kepentingan ekonomi dan ekspresi diri, namun tetap mempertahankan nilai inti adat Pikukuh. Media sosial berfungsi sebagai ruang baru negosiasi identitas yang mempertemukan tradisi dan modernitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pergulatan identitas perempuan Badui Luar bukan bentuk penolakan budaya, melainkan strategi adaptif dalam menjaga keberlanjutan identitas budaya di tengah perubahan sosial digital.
Abduh, M., Ma’arif, A. S., Ari, D., Nurmalawati, N. N., & Unaedi, R. (2023). Implementasi gaya hidup berkelanjutan masyarakat Suku Baduy Banten. Jurnal Citizenship Virtues, 3(2), 607–614.
Andriani, A., & Munawaroh, M. (2025). Pengaruh digitalisasi terhadap masyarakat Suku Baduy dalam mempertahankan adat dan tradisi leluhur. Masman Master Manajemen, 3(1), 74–86.
Aprianti, S. A., Indriyanti, A. P., Lestari, P. N., & Fatihah, M. N. (2024). Perubahan sosial masyarakat Suku Baduy Luar sebagai akibat modernisasi. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 572–582.
Barreda-Ángeles, M., & Hartmann, T. (2022). Psychological benefits of using social virtual reality platforms. Computers in Human Behavior, 127, 107047. [https://doi.org/10.1016/j.chb.2021.107047](https://doi.org/10.1016/j.chb.2021.107047)
Fitri, M. R. (2023). Keselarasan kehidupan masyarakat Baduy untuk pencapaian SDGs. Prosiding Konferensi Nasional Sosiologi, 1(2), 245–250.
Guerriche, A., & Grimshaw, T. (2024). Revisiting Kim’s integrative theory of communication and cross-cultural adaptation (ITCCA). Journal of Intercultural Communication Research, 53(1–2), 45–62. [https://doi.org/10.1080/17475759.2023.2282476](https://doi.org/10.1080/17475759.2023.2282476)
Hadinah, N., Wardani, N. K., Rambi, S. O., & Sambodja, E. (2025). Komunikasi bisnis yang berakar budaya dan tradisi dalam masyarakat Baduy Luar. Jurnal Riset Ilmu Ekonomi, 1(2), 118–128.
Liliweri, A. (2019). Konfigurasi dasar teori-teori komunikasi antarbudaya. Bandung: Nusamedia.
Liu, Y., Song, Y., & Yan, Y. (2022). Problems and countermeasures associated with intercultural adaptation in international education. Frontiers in Psychology, 13, 942914. [https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.942914](https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.942914)
Muchtar, K., Koswara, I., & Setiaman, A. (2016). Komunikasi antarbudaya dalam perspektif antropologi. Jurnal Manajemen Komunikasi, 1(1), 113–124.
Muhibah, S., & Rohimah, R. B. (2023). Mengenal karakteristik Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar. Jurnal Pendidikan Karakter Jawara, 9(1).
Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Nasrullah, R. (2022). Etnografi virtual: Riset komunikasi, budaya, dan sosioteknologi di internet. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Nurfalah, L., De Claresya, C. S., & Bidjaksono, M. B. (2023). Adaptasi masyarakat Suku Baduy Luar terhadap perkembangan global berbasis kearifan lokal. Journal of Socio-Cultural Sustainability and Resilience, 1(1).
Nurmaulida, A. (2023). Potensi memudarnya budaya Suku Baduy Luar terhadap era globalisasi. Jurnal Sitakara, 8(1), 43–53.
Copyright (c) 2026 Dinanti Riski Oktafia, Halomoan Harahap

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





