Tinjauan Yuridis terhadap Ecocide dalam Perspektif Hukum Pidana Internasional dan Prospeknya dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v5i4.5631Keywords:
Ecocide, Hukum Pidana Internasional, Perlindungan Lingkungan Hidup, Statuta RomaAbstract
Kerusakan lingkungan hidup yang semakin parah menjadi salah satu tantangan global terbesar yang dihadapi umat manusia. Dalam konteks hukum internasional, konsep ecocide muncul sebagai bentuk kejahatan lingkungan yang serius, yang dapat mengancam kelangsungan hidup manusia dan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi dan prospek penerapan ecocide dalam sistem hukum pidana Indonesia, dengan membandingkan peraturan internasional yang diatur dalam Statuta Roma 1998 dan perundang-undangan Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, komparatif, dan perundang-undangan, serta analisis kualitatif terhadap norma hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ecocide dalam hukum pidana Indonesia sangat penting untuk memperkuat perlindungan lingkungan hidup, mengatasi kesenjangan hukum, dan memberikan efek jera bagi pelaku perusakan lingkungan. Konsep ecocide juga dapat menjadi dasar hukum yang lebih efektif untuk menuntut pertanggungjawaban pidana terhadap korporasi dan pejabat yang terlibat dalam perusakan ekologis skala besar. Kesimpulannya, integrasi konsep ecocide dalam hukum pidana Indonesia dapat memperkuat upaya pelestarian lingkungan dan menanggulangi kerusakan ekologis yang semakin merugikan generasi mendatang.
References
Aminuddin, M. F. (2019). Penegakan hukum lingkungan di Indonesia: Antara harapan dan tantangan. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 6(1).
At?lgan Pazvanto?lu, C. (2025). Ecocide as a separate crime under the Rome Statute: A legal analysis of the discourse. International Journal of Law in Context, 21(2), 1–24. https://doi.org/10.1177/18785395251351171
Boseke, Y. C. (2021). Kajian hukum UU No. 32 Tahun 2009 terhadap peran pemerintah dalam mencegah kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan. Lex Administratum, 9(8).
Cassese, A. (2013). International criminal law (3rd ed.). Oxford University Press.
Drumbl, M. A. (2021). Ecocide as an international crime: Perspectives and challenges. International Criminal Law Review, 21(3).
Gillett, M. (2024). Ecocide, environmental harm and framework integration at the International Criminal Court. International Journal of Human Rights, 28(7), 1–37. https://doi.org/10.1080/13642987.2024.2433660
(Catatan: entri duplikat dihapus.)
Guzman, A., Lindgren, T., & Sands, P. (2023). A call for ecocentrism and inclusion of all relevant voices within codification efforts. Promise Institute Symposium. https://ecocidelaw.com/wp-content/uploads/2023/08/6-Guzman-et-al
Higgins, P. (2014). Eradicating ecocide: Why it is the fifth crime against peace. Journal of Genocide Research, 16(4).
Johar, O. A. (2021). Realitas permasalahan penegakan hukum lingkungan di Indonesia. Jurnal Ilmu Lingkungan, 15(1), 54–65. https://doi.org/10.31258/jil.15.1.p.54-65
Killean, R., & Newton, E. (2025). From ecocide to ecocentrism: Conceptualising environmental victimhood at the International Criminal Court. Punishment & Society, 27(1), 1–26. https://doi.org/10.1177/14614529221107740
Minkova, L. (2024). Ecocide, sustainable development and critical environmental law insights. Journal of International Criminal Justice, 22(1), 81–115. https://doi.org/10.1093/jicj/mqae003
Muladi. (2021). Pengembangan konsep ecocide sebagai bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi. Jurnal Legislasi Indonesia, 18(2).
Muhyidin, W., & Rahmi. (2020). Upaya penerapan ekosida sebagai kejahatan luar biasa di Indonesia. Jurnal Dinamika Hukum, 20(1).
Permatasari, D. A. (2017). Penerapan sanksi pidana terhadap korporasi dalam tindak pidana lingkungan hidup. Jurnal Cakrawala Hukum, 8(2).
Purnomo, M. (2021). Ecocide dalam pandangan kriminalisasi internasional dengan menguatnya impunitas korporasi berdasarkan hukum pidana internasional. Mimbar Hukum, 33(2).
Rinaldi, A., et al. (2024). Dinamika penegakan hukum lingkungan di Indonesia dalam menghadapi problematika lingkungan hidup. Journal Presumption of Law, 6(2). https://doi.org/10.31949/jpl.v6i2.8788
Riyadi, E., & Suparno. (2025). UU lingkungan hidup dan tindak pidana korporasi: Antara regulasi dan penegakan hukum. JUSTLAW: Journal Science and Theory of Law, 2(02), 68–82. https://doi.org/10.57235/justlaw
Sands, P. (2022). Protecting the planet: The proposed crime of ecocide and the International Criminal Court. European Journal of International Law, 33(1).
Schabas, W. A. (2022). Ecocide and the Rome Statute: Legal feasibility and political will. Journal of International Criminal Justice, 20(2).
Setiadi, W. (2019). Efektivitas penegakan hukum pidana lingkungan hidup di Indonesia: Studi kasus pertambangan ilegal. Jurnal Hukum Lingkungan, 10(1).
Sjöstedt, J. (2022). National developments in ecocide law: France and Belgium. Environmental Policy Journal, 10(2).
Steiner, A. (2024). Rights of nature and ecocide: A literature review. Earth Law Center. https://www.earthlawcenter.org/blog-entries/2024/6/rights-of-nature-and-ecocide-a-literature-review
Suparno, E. R., & Riyadi, E. (2024). Environmental law enforcement in the perspective of Law No. 32 of 2009. In Proceedings of the 4th International Conference on Law, Social Sciences, Economics, and Education (ICLSSEE 2024). EAI. https://doi.org/10.4108/eai.25-5-2024.2348941
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Metia Metia, Mutia Evi Kristhy, Rizki Setyobowo Sangalang, Claudia Yuni Pramita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




