Tanggung Jawab Hukum atas Pencemaran Lingkungan Hidup yang Berasal dari Limbah Sampah Plastik di Kota Ambon
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v5i6.5699Keywords:
Sampah Plastik, Pencemaran Lingkungan, Ambon, Tanggung Jawab Hukum, Pengelolaan Sampah, Kebijakan PemerintahAbstract
Pencemaran sampah plastik di Kota Ambon menjadi masalah serius, terutama akibat tingginya penggunaan plastik sekali pakai. Meskipun Ambon pernah dikenal sebagai Kota Bersih, saat ini permasalahan sampah plastik semakin meningkat. Sampah plastik yang sulit terurai mencemari lingkungan darat dan laut, mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab pencemaran sampah plastik di Kota Ambon. Menganalisis tanggung jawab pemerintah daerah dalam menangani pencemaran sampah plastik. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan studi kepustakaan. Data dikumpulkan melalui analisis undang-undang, peraturan, dan dokumen terkait, serta doktrin hukum tentang pencemaran sampah plastik. Penyebab utama pencemaran adalah penggunaan plastik sekali pakai yang tinggi dan minimnya aktivitas daur ulang. Meskipun kebijakan pelarangan plastik sekali pakai telah diterapkan, kurangnya kesadaran masyarakat dan infrastruktur pengelolaan sampah yang terbatas masih menjadi kendala utama. Pencemaran sampah plastik di Ambon memerlukan perbaikan dalam pengelolaan sampah, peningkatan fasilitas daur ulang, serta kesadaran masyarakat. Pemerintah daerah harus lebih tegas dalam mengimplementasikan kebijakan dan mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
References
Borrelle, S. B., Ringma, J., Law, K. L., Monnahan, C. C., Lebreton, L., McGivern, A., Murphy, E., Jambeck, J., Leonard, G. H., & Hilleary, M. A. (2020). Predicted growth in plastic waste exceeds efforts to mitigate plastic pollution. Science, 369(6510), 1515–1518. https://doi.org/10.1126/science.aba3656
Clayton, C. A., Walker, T. R., Carlos, J., & Adam, I. (2021). Policy responses to reduce single-use plastic marine pollution in the Caribbean. Marine Pollution Bulletin, 162, 111833. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2020.111833
Conlon, K. (2020). Adaptive injustice: Responsibility to act in the plastics economy. Resources, Conservation and Recycling, 153, 104563. https://doi.org/10.1016/j.resconrec.2019.104563
Cordova, M. R., Nurhati, I. S., Riani, E., Nurhasanah, & Iswari, M. Y. (2021). Unprecedented plastic-made personal protective equipment (PPE) debris in river outlets into Jakarta Bay during COVID-19 pandemic. Chemosphere, 268, 129360. https://doi.org/10.1016/j.chemosphere.2020.129360
Cordova, M. R., Purwiyanto, A. I. S., & Suteja, Y. (2019). Abundance and characteristics of microplastics in the northern coastal waters of Surabaya, Indonesia. Marine Pollution Bulletin, 142, 183–188. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2019.03.040
Cordova, M. R., Riani, E., & Shiomoto, A. (2020). Microplastics ingestion by blue panchax fish (Aplocheilus sp.) from Ciliwung Estuary, Jakarta, Indonesia. Marine Pollution Bulletin, 161, 111763. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2020.111763
Deng, H., Wei, R., Luo, W., Hu, L., Li, B., Di, Y., & Shi, H. (2020). Microplastic pollution in water and sediment in a textile industrial area. Environmental Pollution, 258, 113658. https://doi.org/10.1016/j.envpol.2019.113658
Fahmi, S. (2011). Asas tanggung jawab negara sebagai dasar pelaksanaan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 18(2), 212–228. https://doi.org/10.20885/iustum.vol18.iss2.art4
Ferraro, G., & Failler, P. (2020). Governing plastic pollution in the oceans: Institutional challenges and areas for action. Environmental Science and Policy, 112, 453–460. https://doi.org/10.1016/j.envsci.2020.06.015
Fiona, D., & Mulyadi, M. (2023). Efektivitas hukum lingkungan dalam mengurangi sampah plastik di lautan Indonesia pada era globalisasi. Gorontalo Law Review, 6(1). https://doi.org/10.32662/golrev.v6i1.2636
Larasati, G. P. (2022). Penerapan prinsip pencemar membayar terhadap pencemaran limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Jurnal Pacta Sunt Servanda, 3(2), 183–193. https://doi.org/10.23887/jld.v3i2.1611
Leiwakabessy, D. C., Rugebregt, R. V., & Yoseph, H. M. (2025). Tanggung jawab pemerintah daerah Kota Ambon dalam penyediaan tempat pembuangan sampah berskala reduce, reuse dan recycle di kawasan pemukiman. Jurnal Saniri. https://doi.org/10.30598/saniri.2025.1.3520
Lestari, P., & Trihadiningrum, Y. (2019). The impact of improper solid waste management to plastic pollution in Indonesian coast and marine environment. Marine Pollution Bulletin, 149, 110505. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2019.110505
Li, W., Tse, H. F., & Fok, L. (2016). Plastic waste in the marine environment: A review of sources, occurrence and effects. Science of the Total Environment, 566–567, 333–349. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2016.05.084
Listiyani, N., Hayat, M. A., & Mandala, S. (2018). Penormaan pengawasan izin lingkungan dalam pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dalam eksploitasi sumber daya alam. Jurnal Media Hukum, 25(2). https://doi.org/10.18196/jmh.2018.0113
Lubis, A. L. (2021). Kebijakan penghapusan sanksi pidana terhadap tindak pidana lingkungan hidup dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum Dan Kemasyarakatan, 3(1), 1–17. https://doi.org/10.24014/je.v3i1.12467
Novianti, N. N. A. T., Karma, N. M. S., & Sutama, I. N. (2019). Tanggung jawab pidana korporasi dalam tindak pidana lingkungan. Kertha Wicaksana, 13(2), 113–121. https://doi.org/10.21143/jhp.vol19.no3.1145
Nurlaily, N. Y., & Supriyo, A. (2022). Pertanggungjawaban korporasi dalam kasus pencemaran lingkungan hidup. Media of Law and Sharia, 3(3), 255–269. https://doi.org/10.18196/mls.v3i3.14384
Sasradinata, A. (2023). Pengaturan hukum laut internasional dan nasional dalam pencemaran lingkungan hidup di perairan Indonesia akibat sampah plastik. ARBITER: Jurnal Ilmiah Magister Hukum, 5(1). https://doi.org/10.31289/arbiter.v5i1.1645
Wahyudin, G. D., & Afriansyah, A. (2020). Penanggulangan pencemaran sampah plastik di laut berdasarkan hukum internasional. Jurnal IUS Kajian Hukum Dan Keadilan, 8(3), 529–550. https://doi.org/10.29303/ius.v8i3.773
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rommy Pradipta, Merry Tjoanda, Revency V Rugebreght

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




