Karakteristik Hidrogeokimia dan Evaluasi Kualitas Air Sungai dan Air Tanah di Kawasan Braga, Kota Bandung
Downloads
Kawasan perkotaan dengan aktivitas domestik dan komersial yang intensif berpotensi mempengaruhi kualitas air permukaan dan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik, komposisi ion mayor, fasies hidrogeokimia, serta kesesuaian kualitas air terhadap standar baku mutu di kawasan Braga, Kota Bandung. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga titik air permukaan Sungai Cikapundung dan dua titik air tanah dari sumur warga. Parameter fisik diukur secara in situ, sedangkan analisis kimia dilakukan menggunakan metode Ion Chromatography (IC) untuk anion dan Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS) untuk kation. Evaluasi kualitas data kimia dilakukan menggunakan perhitungan ion balance error, sedangkan interpretasi fasies hidrogeokimia menggunakan diagram Piper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel air memiliki fasies hidrogeokimia Ca–Mg–HCO?, yang mencerminkan dominasi proses interaksi air–batuan pada endapan vulkanik Cekungan Bandung. Evaluasi terhadap standar baku mutu menunjukkan bahwa beberapa parameter, terutama pH dan nitrat pada air sungai serta TDS dan mangan pada salah satu sampel air tanah, tidak memenuhi batas yang ditetapkan. Analisis neraca air menggunakan metode F.J. Mock menunjukkan bahwa dinamika hidrologi wilayah dipengaruhi oleh pola curah hujan musiman yang mengontrol limpasan permukaan dan potensi interaksi antara air permukaan dan air tanah. Secara keseluruhan, kualitas air di kawasan Braga dipengaruhi oleh kombinasi proses geogenik dari interaksi air–batuan serta tekanan antropogenik dari aktivitas perkotaan.
Alloway, De Vries, W., Groenenberg, J. E., Lofts, S., Tipping, E., & Posch, M. (2012). Critical loads of heavy metals for soils. In Heavy metals in soils: trace metals and metalloids in soils and their bioavailability (pp. 211–237). Springer.
American Public Health Association (APHA). (2017). Standard methods for the examination of water and wastewater (23rd ed.). American Public Health Association.
Appelo, C. A. J., & Postma, D. (2005). Geochemistry, groundwater and pollution (2nd ed.). CRC Press.
Edmunds, W. M., Shand, P., Hart, P., & Ward, R. S. (2003). The natural (baseline) quality of groundwater: A UK pilot study. Science of the Total Environment. https://doi.org/10.1016/S0048-9697(02)00639-2
Freeze, R. A., & Cherry, J. A. (1979). Groundwater. Prentice-Hall.
Hutasoit, L. M. (2009). Kondisi permukaan air tanah dengan tanpa peresapan buatan di daerah Bandung: Hasil simulasi numerik. Jurnal Geologi Indonesia, 4(3), 177–188. https://doi.org/10.17014/ijog.4.3.177-188
Kabata-Pendias, A. (2011). Trace elements in soils and plants (4th ed.). CRC Press. https://doi.org/10.1201/b10158
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang peraturan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang kesehatan lingkungan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Mock, F. J. (1973). Land capability appraisal Indonesia: Water availability appraisal. FAO.
Piper, A. M. (1944). A graphic procedure in the geochemical interpretation of water analyses. Transactions, American Geophysical Union, 25, 914–928. https://doi.org/10.1029/TR025i006p00914
Puradimaja, D. J., & Lubis, R. F. (2006). Hydrodynamic relationships between groundwater and river water: Cikapundung River stream, West Java, Indonesia. Geological Society of London.
Putra, R. E., Rustini, A., & Badhurahman, A. (2018). Persebaran kualitas air di daerah aliran Sungai Cikapundung hilir.
Reimann, C., & de Caritat, P. (2017). Chemical elements in the environment. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-642-72016-1
Sutherland, R. A. (2000). Bed sediment-associated trace metals in an urban stream, Oahu, Hawaii. Environmental Geology, 39, 611–627. https://doi.org/10.1007/s002540050473
Taufiq, A., Hosono, T., Ide, K., Kagabu, M., Iskandar, I., Effendi, A. J., Hutasoit, L. M., & Shimada, J. (2018). Impact of excessive groundwater pumping on rejuvenation processes in the Bandung basin (Indonesia) as determined by hydrogeochemistry and modeling. Hydrogeology Journal, 26, 1263–1279. https://doi.org/10.1007/s10040-017-1696-8
Tchobanoglous, G., Stensel, H. D., Tsuchihashi, R., & Burton, F. L. (2014). Wastewater engineering: Treatment and resource recovery (5th ed.). McGraw-Hill Education.
Triatmodjo, B. (2008). Hidrologi terapan. Beta Offset.
World Health Organization (WHO). (2017). Guidelines for drinking-water quality (4th ed.). World Health Organization.
World Water Assessment Programme. (2018). The United Nations world water development report 2018: Nature-based solutions for water. UNESCO.
Copyright (c) 2026 Ahrish Firman Syah, Nur Vira Suneth, Ahmad Sholeh Sianturi, Mhd. Isfahan Fadyasha, Maria Christine Rosaria, Rifda Amara Aulia, Abyaz Nawfaldhiyaa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





