Studi Tingkat Slaking Index pada Batulempung Formasi Balikpapan Daerah Samarinda dan Kutai Kartanegara

Main Article Content

Yogi Budi Utama
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Samarinda
Revia Oktaviani
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Samarinda
Windhu Nugroho
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Samarinda
Shalaho D. Devy
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Samarinda
Tommy Trides
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman, Samarinda

Batulempung merupakan batuan dialam yang dalam rekayasa geoteknik seringkali membuat permasalahan. Hal ini berkaitan dengan karakteristik batulempung yang mudah hancur dalam waktu singkat ketika tersingkap ke permukaan dan atau saat berinteraksi dengan air. Karena permasalahan tersebut, batulempung selalu mengalami penurunan durabilitas dari waktu ke waktu. Durabilitas batulempung dapat dihitung dengan menggunakan nilai indeks slaking. Indeks slaking merupakan persentase nilai tingkat daya tahan batuan yang dihitung berdasarkan berat material batuan yang terdegradasi. Slaking sendiri merupakan perilaku batuan yang apabila kontak langsung dengan air dan temperatur sering menyebabkan hancurnya partikel, retakan-retakan serta mengelupasnya lapisan permukaan batuan dalam waktu tertentu. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengamati reaksi pelapukan dan kehancurkan sampel batulempung yang direndam kedalam air. Sampel batulempung akan digolongkan pada masing-masing tingkat kehancuran sesuai dengan tingkatannya yang terbagi kedalam 6 kelas yaitu 0-5% very low, 5-10% low, 10-25% medium, 25-50% high, 50-75% very high, dan 75-100% extremely high. Dari hasil pengujian 12 sampel batulempung, diperoleh nilai indeks slaking dengan rentang nilai paling rendah sebesar 84,77% pada sampel JW CS2 dan paling tinggi sebesar 100% untuk sampel LD CS1 – LD CS3 dan BK CS1 – BK CS3. Dengan rentang nilai persentase indeks slaking seperti itu, sampel pengujian termasuk kedalam kelas 6 dengan klasifikasi indeks slaking extremely high yang berarti sampel batuan yang diuji mengalami tingkat disintegrasi atau kehancuran yang tinggi akibat proses perendaman air dan pengeringan.


Keywords: Batulempung, Durabilitas, Static Slaking, Slaking Index
Abdillah, Fauzan Umarah. (2020). ANALISIS KARAKTERISASI LERENG BATUAN DAN KEMANTAPAN LERENG MENGGUNAKAN METODE SLOPE MASS RATING DAN LIMIT EQUILIBRIUM DI LERENG SIDEWALL UTARA (Studi Kasus Longsoran Pit Merandai, PT Cipta Kridatama Site BBE, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur)= ROCK SLOPE CHARACTERIZATION AND SLOPE STABILITY ANALYSIS USING SLOPE MASS RATING AND EQUILIBRIUM LIMIT METHODS ON THE NORTH SIDEWALL SLOPES (Case Study of Pit Merandai Landslide, PT Cipta Kridatama BBE site, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province). Universitas Hasanuddin.

Abdurohman, Abdurohman. (2021). ANALISIS PENGARUH AIR HUJAN TERHADAP KINERJA CAMPURAN BERASPAL PANAS TIPE LASTON (AC-WC). Universitas Siliwangi.

Andriyanto, M. P., & Rahman, M. S. Khabibur. (2020). Kerawanan Longsor Pada Lereng Tanah Lunak dan Penanganannya. Penerbit Lakeisha.

BASARI, ACHMAD, & Suryo, Sumar Hadi. (2012). PENGARUH PADUAN ABU VULKANIK DAN TANAH LIAT TERHADAP SIFAT ABRASIF DAN KUAT TEKAN DINGIN SEBAGAI BAHAN REFRACTORY. mechanical engineering department, faculty engineering of Diponegoro university.

Dibyosaputro, Suprapto, & Haryono, Eko. (2020). Geomorfologi dasar. UGM PRESS.

Dwi Kurniawan, Riko. (2022). GEOLOGI DAN PENGARUH STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP POLA SEBARAN DAN KEMENERUSAN SEAM BATUBARA PT. SEBUKU TANJUNG COAL PADA CEKUNGAN ASEM-ASEM, FORMASI TANJUNG, PULAU LAUT, KABUPATEN KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN. UPN" Veteran Yogyakarta.

Dwikasih, Finanti P., & Koesnaryo, S. Koesnaryo S. (2020). Pengaruh Struktur Ketidakmenerusan Pada Kestabilan Lereng Penggalian Batuan. Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN), 2(1), 443–450.

Ekaputra, Fiqri Sanubari. (2017). Studi Pengaruh Variasi Jenis Binder Terhadap Derajat Reduksi dan Morfologi Briket Pasir Besi Dalam Pembuatan Sponge Iron. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Juliandi, Azuar, & Manurung, Saprinal. (2014). Metodologi Penelitian Bisnis, Konsep dan Aplikasi: Sukses Menulis Skripsi & Tesis Mandiri. Umsu Press.

MUHAMMAD, BUDIMAN. (2012). Geologi dan Studi Kestabilan Lereng Daerah Dlingo dan Sekitarnya Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. UPN" Veteran" Yogyakarta.

Oktaviani, Revia, Rahardjo, Paulus P., & Sadisun, Imam A. (2018). The Clay Shale Durability Behavior of Jatiluhur Formation Based on Dynamic and Static Slaking Indices. International Journal of Scientific and Engineering Journal, 9(5), 1266–1281.

Ridha, Agustina Elfira, Farian, Yulius Romario, & Koesnaryo, S. Koesnaryo S. (2020). KAJIAN PENGARUH TINGAT PELAPUKAN TERHADAP KEKUATAN BATUAN PADA BATU ANDESIT, PARANGTRITIS, KEC. KRETEK, KAB. BANTUL, PROV. DI YOGYAKARTA. Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN), 2(1), 349–358.

Rukin, S. Pd. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia.

Sadisun, Imam A., Shimada, Hideki, Ichinose, M., & Matsui, K. (2005). Study on the physical disintegration characteristics of Subang claystone subjected to a modified slaking index test. Geotechnical & Geological Engineering, 23(3), 199–218.

Setiawan, Denny Adhiharta. (2010). Kajian sifat teknis agregat lokal di sekitar kabupaten Blora terhadap durabilitas campuran laston. UNS (Sebelas Maret University).