Peran Bahasa Jawa Krama dalam Penguatan Kompetensi Afektif Remaja Berbasis Budaya Lokal

Main Article Content

Aneke Dewi Rahayu
Universitas Teknologi Yogyakarta

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran bahasa Jawa ragam krama dalam penguatan kompetensi afektif remaja melalui seni pertunjukan tradisional kethoprak. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan budaya. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan subjek sebanyak 10 remaja yang tergabung dalam komunitas seni kethoprak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni kethoprak masih berperan sebagai media pelestarian budaya lokal dan pengenalan nilai afektif, seperti sopan santun, penghormatan, dan tata krama sosial melalui penggunaan bahasa Jawa krama. Namun, penggunaan bahasa Jawa krama pada remaja cenderung bersifat situasional dan hanya digunakan saat latihan maupun pementasan. Dalam kehidupan sehari-hari, remaja lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa ngoko. Selain itu, minat remaja terhadap komunitas kethoprak juga mengalami penurunan akibat pengaruh budaya modern dan media digital. Dengan demikian, penguatan kompetensi afektif melalui bahasa Jawa krama memerlukan pembiasaan sosial yang berkelanjutan.


Keywords: bahasa Jawa krama, budaya lokal, ketoprak, kompetensi afektif, remaja
Ambarwati, R., Alfarisy, F., Marginingtiastuti, S., & Ambarsari, L. (2022). Penyebab pergeseran penggunaan bahasa Jawa Krama oleh kalangan muda di Desa Banyudono. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 6(1), 10–22.
Bandura, A. (1977). Social Learning Theory. Englewood Cliffs: Prentice Hall.
Chaer, A., & Agustina, L. (2014). Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Djazari, M. (2011). Pendidikan karakter dalam perspektif ranah afektif. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1), 1–12.
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and Crisis. New York: Norton.
Geertz, C. (1983). Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Jaya.
Hidayah, N., Suryanto, & Rahmawati, D. (2023). Penggunaan bahasa Jawa krama dalam pembentukan karakter komunikatif peserta didik. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Budaya, 8(2), 115–126.
Kayam, U. (1981). Seni, Tradisi, Masyarakat. Jakarta: Sinar Harapan.
Kemala, A. A., Ghozi, A., Murad, T., Hidayatullah, A. S., & Dewi, A. L. (2024). Krisis penggunaan bahasa Jawa krama di generasi muda: Studi kasus pada mahasiswa Gen Z di Kota Malang. Maliki Interdisciplinary Journal.
Khoiroh, A. U., Wardani, F. J., & Fauziah, A. R. (2025). Pengaruh Globalisasi Budaya terhadap Penggunaan Bahasa Jawa Krama Mahasiswa PGMI Semester 5 UIN Sunan Ampel Surabaya. Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Krathwohl, D. R., Bloom, B. S., & Masia, B. B. (1973). Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals Handbook II: Affective Domain. New York: David McKay Company.
Lickona, T. (2013). Educating for Character: Mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Makrifah, L., & Ciptaningsih, T. A. (2023). Implementasi pendidikan karakter melalui pembelajaran bahasa daerah. Maras: Jurnal Penelitian Multidisiplin, 1(1), 20–29.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). California: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Noerharyanti, D., Putri, A. R., & Kurniawan, M. (2025). Penguatan pendidikan karakter melalui penggunaan bahasa Jawa krama pada generasi muda. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 9(1), 45–57.
Putri, R. M., & Ramdhani, N. (2021). Pengaruh media sosial terhadap perilaku komunikasi remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 19(2), 115–126.
Rizky, K. H. C., Ramadani, N. L., Fitri, N. B., Suryani, S., Oktaviani, I. P., Sahiroh, T., & Wulandari, A. P. (2025). Analisis Rendahnya Penggunaan Bahasa Jawa Krama terhadap Identitas Budaya Anak Gen Alpha di Wilayah Pantura (Tengah dan Timur). Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(3), 41435–41442.
Rusniah. (2017). Peranan bahasa dalam kehidupan manusia. Jurnal Tarbiyah, 24(2), 45–54.
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Supeni, S., Widodo, A., & Lestari, R. (2023). Pengembangan pendidikan karakter berbasis budaya daerah pada peserta didik. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 13(2), 88–97.
Sukowati, D., & Subrata, H. (2022). Pembelajaran bahasa Jawa sebagai sarana pendidikan karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan Daerah, 5(1), 33–42.
Twenge, J. M., & Martin, G. N. (2020). Gender differences in associations between digital media use and psychological well-being: Evidence from three large datasets. Journal of Adolescence, 79, 91–102.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.
Wongarso, A., Prasetyo, B., & Ningsih, E. (2022). Pendidikan berbasis budaya lokal dalam penguatan karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan Sosial, 7(3), 201–210.