Pemanfaatan NDVI Berbasis Penginderaan Jauh untuk Menilai Keberhasilan Reklamasi Tambang Batubara
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v5i5.5893Keywords:
ndvi, reklamasi tambang batubara, penginderaan jauh, kesuburan tanah, revegetasiAbstract
Reklamasi lahan pascatambang batubara merupakan kewajiban perusahaan pertambangan dalam memulihkan fungsi ekologis lahan yang terdegradasi. Evaluasi keberhasilan reklamasi secara konvensional masih bersifat administratif dan belum mampu menggambarkan kualitas ekologis lahan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keberhasilan reklamasi tambang batubara PT XYZ di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dengan mengintegrasikan analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) berbasis citra satelit Sentinel-2 dan pengukuran parameter kesuburan tanah secara laboratorium. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis spasial digunakan pada area reklamasi periode 2017–2019. Sebanyak 31 titik sampel tanah diambil berdasarkan kelas vegetasi NDVI (rendah, sedang, tinggi) untuk diuji parameter pH, C-organik, N-total, P?O?, K?O, dan KTK. Hasil pemetaan NDVI periode 2021–2025 menunjukkan tren peningkatan signifikan pada kelas vegetasi tinggi dari 23,02% (2022) menjadi 54,51% (2025), mengindikasikan keberhasilan proses revegetasi secara spasial. Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa nitrogen (N) merupakan satu-satunya parameter yang berkorelasi positif signifikan dengan NDVI (r = 0,530; p = 0,002), sedangkan fosfor (r = ?0,360; p = 0,047) dan kalium (r = ?0,567; p = 0,001) berkorelasi negatif signifikan. Parameter pH, C-organik, KTK, Na, dan Ca tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa NDVI efektif memantau tutupan vegetasi secara spasial, namun tidak sepenuhnya merepresentasikan kualitas kimia tanah. Pendekatan integratif NDVI dan kesuburan tanah menghasilkan evaluasi reklamasi yang lebih komprehensif dan diagnostik dibandingkan penggunaan NDVI sebagai indikator tunggal.
References
Adawiah, R. (2024). Analisis Keberhasilan Reklamasi Berdasarkan Aspek Kesehatan Pohon Pada Tambang Batubara di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinisi Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Terapan, 1.
Alfina, R., Siregar, V. P., & Nugroho, S. (2022). Analisis hubungan indeks vegetasi (NDVI) dengan kesuburan tanah pada lahan reklamasi tambang. Jurnal Degradasi Lahan dan Manajemen Hutan, 9(3), 345–354. https://doi.org/10.15243/jdmlm.2022.093.345
Brus, D. J., & Heuvelink, G. B. M. (2019). Sampling design optimization for soil mapping with random forest. Geoderma, 355, Article 113913.
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara. (2024). Reklamasi dan pascatambang. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. https://iesr.or.id/wp-content/uploads/2024/01/Reklamasi-dan-Pascatambang-Koordinator-PPNS-Minerba.pdf
Ghazali, I. (2016). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 23. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hartono, B. (2022). Strategi kebijakan reklamasi lahan bekas tambang yang berwawasan lingkungan di Kabupaten Kolaka Utara (Tesis Magister, Universitas Hasanuddin, Makassar).
Iffah, N. P. (2024). Evaluasi keberhasilan reklamasi dengan metode skoring pembobotan dan metode NDVI pada blok SCM Balangan Coal subsidiary Adaro Energy Indonesia, Kalimantan Selatan (Skripsi, UPN "Veteran" Yogyakarta).
Juanda, E. T., Martono, D. N., & Saria, L. (2021). Analisis perubahan vegetasi pada reklamasi tambang batubara menggunakan indeks vegetasi perbedaan ternormalisasi (NDVI). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 716, 012035. https://doi.org/10.1088/1755-1315/716/1/012035
Karan, S. K., Samadder, S. R., & Maiti, S. K. (2016). Assessment of the capability of remote sensing and GIS techniques for monitoring reclamation success in coal mine degraded lands. Journal of Environmental Management, 182, 272–283. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2016.07.070
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. (2023). Edaran tentang basisdata spasial perencanaan, pelaksanaan, serta pelaporan reklamasi dan pascatambang pada kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara (Surat Edaran No. 9.E/MB.07/DBT.PL/2023).
Lasaiba, M.A. dan Tetelepta, E.G. (2023). "Analisis spasial kerapatan vegetasi kota Ambon berbasis NDVI." Jurnal Pengelolaan Kebumian, Vol. 11 No. 2, hlm. 124-139
Mustika, A. Y., Lukito, H., & Asrifah, R. D. (2021). Evaluasi keberhasilan reklamasi pertambangan batu bara di area reklamasi Pit 2 PT. Dutadharma Utama, Sumber Jaya, Kintap, Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian Ke-III, 54–68.
Nursaputra, M., Deni, A., Fitria, N., & Rizki, A. (2021). Pemanfaatan penginderaan jauh dalam penilaian keberhasilan reklamasi di lahan pasca tambang PT Vale Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 11(1), 39–48. http://dx.doi.org/10.29244/jpsl.11.1.39-48
Pusat Penelitian Tanah. (1983). Term Of Reference Survei Kapabilitas Kesuburan
Tanah. Departemen Pertanian Bogor
Pratama Putra, M. A. R. (2022). Kesehatan tanaman revegetasi berbasis NDVI di lahan pascatambang batubara di Tanjung Enim (Skripsi, Universitas Sriwijaya).
Rachmad, A. F., Santoso, Y. P., Nopita, L., & Hakim, F. (2024). Penegakan hukum terhadap upaya reklamasi lahan bekas pertambangan sebagai bentuk keberlanjutan fungsi lingkungan: Studi kasus Danau Kaolin. Jurnal Bevinding, 2(1), 74–83. https://doi.org/10.37279/bevinding.v2i1.173
Rahayu Ramadhanti Jatmiko, N., Lukito, H., Suharwanto, & Kristanto, W. A. D. (2023). Arahan reklamasi lahan pascatambang tanah liat (clay) PT X, Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Jurnal Lingkungan Kebumian Indonesia, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.47134/kebumian.v1i1.2060
Rouse, J. W., Haas, R. H., Schell, J. A., & Deering, D. W. (1974). Monitoring vegetation systems in the Great Plains with ERTS. In Proceedings of the Third Earth Resources Technology Satellite-1 Symposium (Vol. 1, pp. 3010–3017). NASA SP-351.
Sari, R., & Pangkung, Y. G. (2020). Penilaian keberhasilan reklamasi lahan bekas tambang pada blok area Paringin High Wall 2 PT Adaro Indonesia Kalimantan Selatan. INTAN Jurnal Penelitian Tambang, 3(2), 145–153.
Silaban, M. U. E., Kumolontang, W. J. N., Purbopuspito, J. (2024). Soil Phosphorus and Potassium Nutrient; C-organic; and pH at PT J Resources Bolaang Mongondow Mine Reclamation Land. Soil and Agricultural Environmental Journal
Sui, X., Zhao, Y., Chen, L., & Wang, H. (2025). Long-term monitoring of ecological restoration in post-mining landscapes using remote sensing and soil indicators. Ecological Indicators, 162, 112345. https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2025.112345
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Triantoro, A. (2017). Studi reklamasi lahan bekas tambang batubara PT Bhumi Rantau Energi di Rantau Kalimantan Selatan. Jurnal GEOSAPTA, 3(2), 107–110.
United States Geological Survey. (2020). NDVI: Normalized difference vegetation index. https://www.usgs.gov/landsat-missions/ndvi-normalized-difference-vegetation-index
Wang, J., Liu, Y., Zhang, Q., & Li, X. (2023). Evaluation of land reclamation effectiveness based on ecological indicators in mining areas. International Journal of Mining Science and Technology, 33(2), 345–356. https://doi.org/10.1016/j.ijmst.2023.01.005
Weier, J., & Herring, D. (2000). Measuring vegetation (NDVI & EVI). NASA Earth Observatory. https://earthobservatory.nasa.gov/features/MeasuringVegetation/measuring_vegetation_2.php
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Oktarina Anggereyni, Eddy Ibrahim, Muhammad Said

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




