Dinamika dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Main Article Content

Ridwan Apriansyah
Institut Pertanian Bogor
Harianto Harianto
Institut Pertanian Bogor
Achmad Suryana
Institut Pertanian Bogor

Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga pangan di tingkat lokal, dengan beras sebagai komoditas pokok terpenting dalam struktur sosial-ekonomi masyarakat Indonesia. Namun, volume CPPD beras di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih jauh di bawah standar acuan pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi pengelolaan CPPD beras di Provinsi NTB serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan di tingkat provinsi dan 10 kabupaten/kota menggunakan data bulanan periode 2023-2025 dari sumber primer (survei dan wawancara) dan sekunder (BPS, Kementerian Pertanian, Bapanas, Dinas Pangan, dan BULOG). Analisis kondisi CPPD berpedoman pada Peraturan Bapanas No. 3 Tahun 2025, sementara faktor-faktor yang mempengaruhi dianalisis melalui kebijakan nasional, regulasi daerah, dinamika harga beras, serta intervensi pemerintah (SPHP dan bantuan beras). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan CPPD beras di Provinsi NTB saat ini berpedoman pada Peraturan Bapanas No. 3 Tahun 2025, dengan total kebutuhan CPPD tahun 2025 ditetapkan sebesar 666,78 ton, sementara realisasi mencapai 393,30 ton atau 58,98% dari target. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan, meskipun pemenuhan normatif yang diamanatkan peraturan belum sepenuhnya terpenuhi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan dan kinerja CPPD meliputi kerangka regulasi daerah yang beragam antar kabupaten/kota, peningkatan disparitas harga pasokan antar wilayah, serta kebijakan intervensi yang bersifat adaptif seperti distribusi SPHP dan bantuan beras.


Keywords: Cadangan Beras Pemerintah Daerah, Dinamika Harga, Intervensi Pemerintah, Nusa Tenggara Barat, Regulasi
Agustian A, Darwis V, Muslim C, Sunarsih, Septanti KS, Aldillah R, Swastika DKS, Suryana A. (2021). Analysis of regional government food reserves in West Java Province. IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci. 892(1):012060.doi:10.1088/1755-1315/892/1/012060.
Bapanas. (2023). Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 7 Tahun 2023 tentang Harga Eceran Tertinggi Beras. Jakarta: Badan Pangan Nasional.
Bapanas. (2023). Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 15 Tahun 2023 tentang Tata Cara Penghitungan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah. Jakarta: Bapanas.hlm 1–6.
Bapanas RI. (2025). Rencana Aksi Badan Pangan Nasional Tahun 2025. Jakarta: Badan Pangan Nasional Republik Indonesia.hlm 78.
Bapanas. (2025). Penugasan bantuan pangan beras kepada Bulog. [diakses 2026 Apr 1] https://badanpangan.go.id/blog/post/resmi-badan-pangan-nasional-beri-penugasan-bantuan-pangan-beras-ke-bulog
Bapanas. 2025. Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 15 Tahun 2023 tentang Tata Cara Perhitungan Jumlah Cadangan Beras Pemerintah Daerah. Jakarta: Badan Pangan Nasional.hlm 5.
Barrett CB. 2010. Measuring Food Insecurity. Science. 327(5967):825–828.doi:10.1126/science.1182768.
Barrett CB. 2013. Food Security and Sociopolitical Stability. Oxford: Oxford University Press, Incorporated.
Belesky P. 2014. Regional governance, food security and rice reserves in East Asia. Glob. Food Secur. 3(3–4):167–173.doi:10.1016/j.gfs.2014.09.002.
[BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi NTB. 2025. Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin (ribu jiwa) di Provinsi Nusa Tenggara Barat, 2025. Mataram: BPS Provinsi NTB.
[BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi NTB. 2026. Luas Panen dan Produksi Padi Nusa Tenggara Barat 2025 (Angkas Sementara, Hasil Amatan KSA September 2025). Mataram: BPS Provinsi NTB. hlm 39.
[BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi NTB. 2026. Luas Panen dan Produksi Padi Nusa Tenggara Barat 2025 (Angka Tetap). Mataram: BPS Provinsi NTB. hlm 2.
CFS. 2011. Policy Roundtable: Food Price Volatility. Rome: FAO
Chopra S, Meindl P, Vir Kalra D. 2016. Supply Chain Management: Strategy, Planning, and OPeratiOn. Sixth Edition. Noida, India: Pearson India Education Services Pvt. Ltd.
Dawe D, editor. 2010. The Rice Crisis: Markets, Policies and Food Security. Volume ke-35. London: Earthscan / FAO.
Dawe D, Peter Timmer C. 2012. Why stable food prices are a good thing: Lessons from stabilizing rice prices in Asia. Glob. Food Secur. 1(2):127–133.doi:10.1016/j.gfs.2012.09.001.
FAO. 2011. How Does International Price Volatility Affect Domestic Economies and Food Security? Rome: FAO. (The state of food insecurity in the world).
FAO. 2013. The State of Food Insecurity in the World 2013: The Multiple Dimensions of Food Security. Rome: FAO.
Ginting NLB, Erlina Y, Anggreini T. 2025. Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Beras Sphp (Stabilisasi Pasokan Dan Harga Pangan) Di Kantor Perum Bulog Kalimantan Tengah. J. SOCIO Econ. Agric. 20(1):216–223.doi:10.52850/jsea.v20i1.19547.
Ihsan AN, Rahma RA. 2024. Comparative Analysis of Rice Prices at Johar Market Karawang Before and After the Supply and Food Price Stabilization Program (SPHP) Using the Paired Sample T-Test Method. Manag. Stud. Entrep. J. 5(2).
Ifa F, Rahayu NS. 2025. Evaluasi Kebijakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Perum BULOG Kantor Wilayah Jakarta dan Banten. COSTING J. Econ. Bus. Account. 8(5).
Ikhsan M. 2026. Understanding Indonesia’s High Rice Prices: Structural Costs, Protection, and the Political Economy of Persistence.
Itsna R N, Nirwana A I, Widya P R, Bastomi M. 2023. Analisis Metode Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point, dan Cost of Inventory dalam Mengoptimalkan Manajemen Persediaan Umkm Bakso Pedas. Indones. J. Contemp. Multidiscip. Res. 2(1):29–44.doi:10.55927/modern.v2i1.2750.
Lassa JA, Teng P, Caballero-Anthony M, Shrestha M. 2019. Revisiting Emergency Food Reserve Policy and Practice under Disaster and Extreme Climate Events. Int. J. Disaster Risk Sci. 10(1):1–13.doi:10.1007/s13753-018-0200-y.
OECD, Food and Agriculture Organization of the United Nations. 2025. OECD-FAO Agricultural Outlook 2025-2034. OECD Publishing. (OECD-FAO Agricultural Outlook).
OECD. 2025. Agricultural Policy Monitoring and Evaluation 2025: Making the Most of the Trade and Environment Nexus in Agriculture. OECD Publishing. (Agricultural Policy Monitoring and Evaluation).
Peraturan Bupati Bima. 2014. Peraturan Bupati Bima No. 22 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten Bima. Bima.
Peraturan Bupati Lombok Tengah. 2017. Peraturan Bupati Lombok Tengah No. 18.a Tahun 2017 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Praya.
Peraturan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat. 2018. Peraturan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat No. 33 Tahun 2018 tentang Penjabaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Nusa Tengara Barat. Mataram.
Peraturan Walikota Bima. 2023. Perwali No. 40 Tahun 2023 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Operasional Cadangan Pangan Pemerintah Kota Bima. Kota Bima.
Peraturan Presiden Republik Indonesia. 2022. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 125 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah. Jakarta.
Perum BULOG. 2025. Bulog NTB salurkan bansos beras untuk 511 ribu warga NTB.
Prakash A, editor. 2011. Safeguarding Food Security in Volatile Global Markets. Rome: FAO.
[Pusdatin] Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2024. Buletin Konsumsi Pangan. Jakarta: Kementerian Pertanian, Sekretariat Jenderal. Buletin Konsumsi Pangan.hlm 15.
[PSEKP] Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. 2021. Strategi Penguatan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah dan Masyarakat. Jakarta: Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian Date: 2021. Report No.: PSEKP/2020/4992.001.101.I.D.hlm 144.
Rozaki Z. 2021. Food security challenges and opportunities in indonesia post COVID-19. Di dalam: Advances in Food Security and Sustainability. [internet] Vol. 6. Elsevier. hlm. 119–168.
Simanjuntak LF, Adella R, Marpaung DG, Pandia AH. 2025. Analisis Perubahan Harga Beras di Indonesia Tahun 2024 Menggunakan Statistik Deskriptif. Account. Res. Unit ARU J. 6(2):165–174.doi:10.30598/arujournalvol6iss2pp165-174.
Suryana A. 2008. Menelisik ketahanan pangan, kebijakan pangan, dan swasembada beras. Pengemb. Inov. Pertan. 1(1):1–16.
Suryana A. 2014. Menuju Ketahanan Pangan Indonesia Berkelanjutan 2025: Tantangan dan Penanganannya. Forum Penelit. Agro Ekon. 32(2):123.doi:10.21082/fae.v32n2.2014.123-135.
Suryana A, Rachman B, Hartono MD. 2014. Dinamika Kebijakan Harga Gabah Dan Beras dalam Mendukung Ketahanan Pangan Nasional. Pengemb. Inov. Pertan. 7(4):155–168.
Suryana A. 2025. Isu/Topik Strategis dalam Pembangunan Sistem Pangan Nasional. RDPU Komisi IV DPR-RI mengenai Penyusunan RUU tentang Perubahan Ketiga atas UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Jakarta.
Sutopo W, Bahagia SN, Cakravastia A, Arisamadhi TMA. 2012. A Buffer Stock Model to Ensure Price Stabilization and Availability of Seasonal Staple Foods under Free Trade Considerations. ITB J. Eng. Sci. 44(2):128–148.doi:10.5614/itbj.eng.sci.2012.44.2.3.
Timmer CP. 2010. Reflections on food crises past. Food Policy. 35(1):1–11.doi:10.1016/j.foodpol.2009.09.002.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. 2012. Pemerintah Republik Indonesia.
Warr P, Yusuf AA. 2014. World food prices and poverty in Indonesia. Aust. J. Agric. Resour. Econ. 58(1):1–21.doi:10.1111/1467-8489.12015.
Widyaloka, Syuhada FA, Jarlis R, Supriyanti J. 2024. Ketahanan dan Kerentanan Pangan di Kabupaten Sijunjung. J. Agriness. 2(3):1–6.doi:https://doi.or/ 10.24036/agrnes.v2i3.49.