Evaluasi Dampak Perubahan Tutupan Lahan dan Rencana Tata Ruang Wilayah terhadap Fluktuasi Debit Banjir di DAS Mampang
DOI:
https://doi.org/10.58344/locus.v5i6.5948Keywords:
tutupan lahan, debit limpasan, scs-cn (curve number), hec-hms, evaluasi tata ruangAbstract
Studi ini dilakukan di DAS Mampang yang memiliki kerentanan banjir tinggi akibat urbanisasi masif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak perubahan tutupan lahan terhadap debit limpasan permukaan melalui studi komparatif implementasi regulasi tata ruang (RTRW Kota Depok dan RDTR Provinsi DKI Jakarta). Analisis dilakukan dengan memodelkan nilai CN historis periode 2000–2024 serta peta rencana tata ruang menggunakan metode SCS-CN yang diintegrasikan ke dalam model HEC-HMS. untuk mengukur peningkatan debit limpasan puncak sebagai konsekuensi dari perubahan fisik lahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan nilai CN yang konsisten, dari 82,830 (tahun 2000) melonjak menjadi 89,853 (tahun 2024). Temuan krusial menunjukkan bahwa kondisi eksisting tahun 2024 telah melampaui ambang batas nilai CN rencana (89,813) yang diproyeksikan sebagai instrumen pengendalian jangka panjang hingga tahun peruntukannya. Fenomena ini membuktikan terjadinya rekonstruksi fisik yang berjalan lebih cepat daripada konsepsi regulasi, sehingga DAS Mampang mencapai "titik jenuh" hidrologi secara prematur. Simulasi HEC-HMS mengonfirmasi dampak tersebut, di mana debit banjir puncak kala ulang 25 tahun meningkat dari 188,6 m³/s (tahun 2000) menjadi 225,9 m³/s (tahun 2024), atau naik sebesar 37,3 m³/s (19,8%) selama 24 tahun. Lonjakan ini membuktikan secara kuantitatif bahwa kapasitas pengendalian banjir yang dirancang berdasarkan dokumen tata ruang berisiko mengalami kegagalan fungsi akibat deviasi pemanfaatan lahan aktual. Hal ini membuktikan bahwa perubahan lahan aktual melampaui regulasi, sehingga diperlukan peninjauan berkala tata ruang berbasis daya dukung air serta penerapan infrastruktur biru-hijau.
References
Abighail, S. H., Kridasantausa, I., Farid, M., & Moe, I. R. (2022). Pemodelan banjir akibat perubahan tata guna lahan di daerah aliran sungai Ciliwung. J. Tek. Sipil, 29(1), 61–68.
Asdak, C. (2010). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Yogyakarta: UGM Press.
Babí Almenar, J., Elliot, T., Rugani, B., Philippe, B., Navarrete Gutierrez, T., Sonnemann, G., & Geneletti, D. (2021). Nexus between nature-based solutions, ecosystem services and urban challenges. Land Use Policy, 100. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2020.104898
Chow, V. T., Maidment, D. R., & Mays, L. W. (1988). Applied Hydrology. McGraw-Hill Book Company.
Guzha, A. C. et al., 2018. Impacts of land use and land cover change on surface runoff, discharge and low flows: Evidence from East Africa. Journal of Hydrology: Regional Studies, pp. 49-67.
Hidayat, Ryan. 2021. Efektivitas Fasilitas Stormwater untuk Mengurangi Limpasan Permukaan dan Aliran Puncak Di JIExpo Kemayoran Menggunakan Site Evaluation Tools (SET). Depok: Universitas Indonesia.
Jonker, Alexandra. https://www.ibm.com/id-id/think/topics/geographic-information-system.
Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 9 Tahun 2022 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Depok Tahun 2022-2042.
Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta Tahun 2024-2044.
Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang DKI Jakarta.
Rohyanti, S.; Ridwan, I.; Nurlina. (2015). Analisis Limpasan Permukaan dan Pemaksimalan Resapan Air Hujan Di DTA Sungai Besar Kota Banjarbaru Untuk Pencegahan Banjir. Jurnal Fisika FLUX, Vol. 12 No.2.
Sobirin, Ahmad. (2019). Peran Infrastruktur Hijau Dalam Mengurangi Limpasan Di Daerah Tangkapan Air Perkotaan Di Jakarta Timur. Depok: Universitas Indonesia.
Sosrodarsono, S. & Takeda, K. (2003). Hidrologi Untuk Pengairan, Cetakan Kesembilan. Jakarta: Pradnya Paramita.
Suherman, H. & Firmansyah, Arief. 2017. Analisis Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir Di Wilayah Hilir Aliran Kali Angke. Jurnal Konstruksi: Vol. 8 Nomor 2
Supratman, Maman. (2025). Potensi Pengurangan Resiko Banjir Melalui Pengembangan Infrastruktur Tata Kelola Air Di Kawasan Kemang dan Pondok Karya DKI Jakarta. Bandung: UPT Perpustakaan ITB.
Suripin, Dr.Ir., M. Eng, (2004). Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan, 1st ed. Andi Offset, Yogyakarta.
Suroso. (2006). Analisis Curah Hujan untuk Membuat Kurva Intensity Duration Frequency (IDF) Di Kawasan Rawa Banjir Kabupaten Banyumas. Jurnal Teknik Sipil Vol. 3 No. 1, 37.
Triatmodjo, Bambang. 2008. Hidrologi Terapan. Yogyakarta: Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.
Wesli. (2018). Drainase Perkotaan. Yogyakarta: Beta Offset.
Widodo, A. 2017. Analyzing Indonesia’s NCICD Project to Stop the Capital City Sinking. Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 7(2). https://doi.org/10.26618/ojip.v7i2.769
Yunita, Ratna. (2024). Pemodelan Banjir Sungai Dengan Model Hidrodinamik 2D Di Sungai Mampang DKI Jakarta. (Tesis Magister Teknik Geodesi dan Geomatika, Institut Teknologi Bandung). https://digilib.itb.ac.id.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dianah Sarah, Evi Anggraheni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




