Budaya Caring dalam Implementasi Interprofessional Collaboration di Rumah Sakit: A Scoping Review

Main Article Content

Nilam Fauziah
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Risnah Risnah
UPT RSUD Rumbia
Musdalifah Musdalifah
UPT RSUD Rumbia
Widya Amraeni
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Interprofessional Collaboration (IPC) di rumah sakit merupakan strategi kritis untuk meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan. Namun, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi yang melandasinya, khususnya budaya caring. Tujuan: Memetakan dan mensintesis bukti ilmiah mengenai peran budaya caring dalam mendukung implementasi IPC di rumah sakit, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan Scoping review dilakukan mengikuti kerangka Arksey and O'Malley yang disempurnakan Levac et al. dan panduan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, Scopus, CINAHL, Google Scholar, dan SINTA periode 2021–2026. Sebanyak 55 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan narrative synthesis dan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi Lima tema utama teridentifikasi: (1) komunikasi efektif berbasis SBAR; (2) budaya organisasi, kepercayaan, dan kepemimpinan kolaboratif; (3) budaya caring dan kepuasan pasien; (4) integrasi teori caring Jean Watson dalam praktik kolaboratif; dan (5) hambatan struktural IPC. Internalisasi nilai-nilai caring terbukti memperkuat koordinasi interprofesional dan menurunkan hambatan hierarki profesi. Budaya caring merupakan fondasi esensial yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam IPC di rumah sakit. Pengembangan standar perilaku kolaboratif berbasis caring dan penguatan Interprofessional Education (IPE) sangat direkomendasikan.


Keywords: Budaya Caring, Interprofessional Collaboration (IPC), Rumah Sakit, Scoping Review, Jean Watson
Davis, Fred D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 319–340.
Escobar-Rodríguez, T. (2012). Acceptance of e-prescriptions and automated medication-management systems in hospitals: An extension of the technology acceptance model. Journal of Information Systems, 26(1), 77–96. https://publications.aaahq.org/jis/article-abstract/26/1/77/1555
Fawaati, T. M. (2020). Hubungan antara kemudahan penggunaan SIM dan produktivitas karyawan. Jurnal Multimedia dan Android.
Fernando, N., Rosa, T., & Bakrie, B. (2020). Pengaruh kemudahan dan kemanfaatan penggunaan TAM terhadap produktivitas kerja. Repository Universitas Respati Indonesia. https://repository.urindo.ac.id/files/original/dc2c74e0fc402b15354f1b1d7c13b92caba97673.pdf
Ghozali, I. (2021). Structural equation modeling dengan metode alternatif partial least squares (PLS) (Edisi 5). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Sage Publications.
Hamner, M. (2009). Expanding the technology acceptance model to examine personal computing technology utilization in government agencies in developing countries. Information & Management. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0740624X08001093
Hasan, N. N., Maulana, F., & Wiguna, A. P. (2025). Pemanfaatan teknologi informasi untuk efisiensi operasional UMKM. Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Hukum, 2(4). https://doi.org/10.60126/sainmikum.v2i4.1094
Hernanto, M. Z. R., & Cahyono, D. (2024). In-depth review of perceived usefulness, ease of use, and usage intent as mediating factors in digital marketing technology adoption. http://proceeding.unmuhjember.ac.id/index.php/issh/article/view/704
Jackson, D., & Allen, C. (2024). Technology adoption in accounting: the role of staff perceptions and organisational context. https://www.emerald.com/insight/content/doi/10.1108/jaoc-01-2023-0007/full/html
Kurniawan, E. P., Rusdianti, E., & Sulistyawati, A. I. (2021). Pengaruh penggunaan teknologi informasi dan karakteristik individu terhadap kinerja karyawan. Sustainable Business Journal. https://doi.org/10.26623/sbj.v1i2.6695
Meneses, J. L., Mabuting, R. E., & Amago, J. (2024). Influencing the behavioral intention to use the human resource information system (HRIS): An extended TAM. Springer. https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-031-80943-9_105
Muslimah Umi Kalsum & Mangasi Panjaitan. (2025). Pengaruh penggunaan teknologi informasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. IKRAITH-EKONOMIKA. https://doi.org/10.37817/ikraith-ekonomika.v8i3.6193
Nath, R., Bhal, K. T., & Kapoor, G. T. (2013). Factors influencing IT adoption by bank employees: An extended TAM approach. Vikalpa, 38(4).
Nissinen, S., Pesonen, S., Toivio, P., & Sormunen, E. (2023). Occupational health professionals’ experiences with telehealth services: Usage, perceived usefulness and ease of use. https://link.springer.com/article/10.1007/s12553-023-00776-w
Nurhayati, S. (2020). Efisiensi kerja dalam organisasi berbasis teknologi. Jurnal Ilmu Manajemen, 8(2), 77–89.
Ramadhani, N. N., Jubaidi, J., & Karhab, R. S. (2025). Pengaruh pemanfaatan teknologi informasi terhadap produktivitas karyawan di Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Ilmiah Manajemen dan Kewirausahaan, 4(2). https://doi.org/10.55606/jimak.v4i2.4685
Rizky, M. C. (2022). Pengaruh penggunaan teknologi terhadap fleksibilitas dan kinerja karyawan di era new normal pada PT Kalfaz Sadhara. Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, dan Informatika (REMik), 6(4). https://www.jurnal.polgan.ac.id/index.php/remik/article/view/11831
Shihab, M. R., Meilatinova, N., & Hidayanto, A. N. (2017). Determinants of CAATT acceptance: Insights from public accounting firms in Indonesia. Procedia Computer Science, 124, 238–245. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877050917329538
Sholikhin, R. D., & Nasir, M. (2023). Pengaruh teknologi informasi dan keterampilan terhadap efisiensi kerja dengan kinerja karyawan sebagai variabel mediasi. Jurnal Innovative Research, 4(2). http://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/5758
Siedl, S. M., & Mara, M. (2021). Exoskeleton acceptance and its relationship to self-efficacy enhancement, perceived usefulness, and physical relief. Wearable Technologies.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Tevera, C. M., & Ruhode, E. (2024). Adoption of library information systems using the Technology Acceptance Model: A South African study. International Journal of Managing Information Technology.
Utari, I. G. A. N. D., & Wirakusuma, M. G. (2024). Kemanfaatan, kemudahan, kompetensi penggunaan teknologi informasi dan kinerja auditor di masa pandemi Covid-19. E-Jurnal Akuntansi. https://doi.org/10.24843/EJA.2024.v34.i05.p11