Pengembangan Buku Saku Mengenal Huruf Hijaiyah Berbasis Bahasa Isyarat dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Quran Murid dengan Hambatan Pendengaran

Buku Saku Al-Qur'an Isyarat Hambatan Pendengaran ADDIE Ekstrakurikuler Baca Tulis Al Quran

Authors

August 13, 2026

Downloads

Peserta didik dengan hambatan pendengaran masih menghadapi berbagai kendala dalam mempelajari baca tulis Al-Qur'an karena proses pembelajaran konvensional umumnya mengandalkan komunikasi verbal dan pendengaran. Meskipun Kementerian Agama Republik Indonesia telah menyediakan Mushaf Al-Qur'an Isyarat, media pembelajaran praktis yang mendukung kegiatan ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) bagi peserta didik dengan hambatan pendengaran masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta mengevaluasi buku saku mengenal huruf hijaiyah berbasis bahasa isyarat sebagai media pembelajaran dalam kegiatan ekstrakurikuler BTQ. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk divalidasi oleh ahli materi Al-Qur'an, ahli media pembelajaran, dan ahli ortopedagogik, kemudian diujicobakan secara terbatas kepada tiga peserta didik dengan hambatan pendengaran di SLBN 02 Jakarta. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons pengguna, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku memperoleh nilai validasi ahli sebesar 90,80% dengan kategori sangat layak, sedangkan respons pengguna mencapai rata-rata 92,00% dengan kategori sangat praktis. Hasil implementasi juga memperlihatkan peningkatan kemampuan peserta didik dalam mengenali huruf hijaiyah, memahami harakat, serta mempraktikkan aturan bacaan mad melalui bahasa isyarat. Dengan demikian, buku saku berbasis bahasa isyarat merupakan media pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif untuk mendukung pembelajaran Al-Qur'an yang inklusif bagi peserta didik dengan hambatan pendengaran.