Construction-Led Recovery and Spatial-Economic Restructuring in Palu after the 2018 Disaster

Main Article Content

Annisa Putri Magfira
Universitas Indonesia
Hendricus Andy Simarmata
Universitas Indonesia
Moh. Miradj
Universitas Hasanuddin

Bencana 2018 di Kota Palu menyebabkan kerusakan besar pada permukiman, infrastruktur, dan jaringan ekonomi kota. Dalam fase pemulihan, konstruksi pascabencana menjadi pintu masuk paling nyata melalui pembangunan hunian tetap, rehabilitasi jalan, pemulihan utilitas dasar, dan penyediaan fasilitas publik. Artikel ini mengajukan kerangka construction-led recovery, yang menegaskan bahwa konstruksi pascabencana bukan sekadar output fisik rehabilitasi, melainkan mekanisme pemulihan konektivitas ruang, pengaktifan kembali ekonomi lokal, dan restrukturisasi spasial-ekonomi kota. Celah penelitian yang diisi artikel ini terletak pada kecenderungan kajian pascabencana untuk memisahkan rekonstruksi fisik, pemulihan ekonomi, dan transformasi spasial, alih-alih membacanya sebagai satu rangkaian proses yang saling membentuk. Dengan pendekatan studi kasus kualitatif yang didukung analisis spasial dan data ekonomi sekunder, artikel ini menelaah bagaimana konstruksi pascabencana di Palu berkontribusi terhadap pemulihan konektivitas kota, pengaktifan aktivitas ekonomi lokal di sekitar kawasan rekonstruksi, serta kemungkinan terbentuknya pusat aktivitas dan koridor ekonomi baru. Analisis dilakukan melalui tahapan: construction input, spatial reconnection, economic reactivation, dan spatial-economic restructuring. Artikel ini berargumen bahwa construction-led recovery dapat menghasilkan growth path economy pascabencana, apabila pembangunan fisik dihubungkan dengan tata ruang, kebutuhan masyarakat terdampak, dan strategi ekonomi lokal. Temuan diharapkan menghasilkan model konseptual yang dapat diterapkan pada kota menengah pascabencana di Indonesia dan konteks yang lebih luas.


Keywords: Pemulihan Pascabencana, Konstruksi-Led Recovery, Restrukturisasi Spasial-Ekonomi
Calderón, C., & Servén, L. (2010). Infrastructure and economic development in Sub-Saharan Africa. Journal of African Economies, 19(suppl_1), i13–i87.
Hamit, I., Saputra, A., & Siswanto, M. F. (2023). The effectiveness of the rehabilitation and reconstruction program for post-earthquake community houses in North Lombok Regency in 2018. Jurnal PenSil: Pendidikan Teknik Sipil, 12(3), 322–336. https://doi.org/10.21009/jpensil.v12i3.35114
Jailani, M. A., Ali, M., & Hasanah, S. (2020). Implementasi rehab-rekon perumahan pasca gempa bumi di Nusa Tenggara Barat. Journal of Government and Politics (JGOP), 2(2), 127–140. https://doi.org/10.31764/jgop.v2i2.2812
Kusumawati, R. D., Arviansyah, A., Nurmala, N., & Wibowo, S. S. (2021). Knowledge management and natural disaster preparedness: A systematic literature review and a case study of East Lombok, Indonesia. International Journal of Disaster Risk Reduction, 58, 102223. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2021.102223
Lizarralde, G., Johnson, C., & Davidson, C. (Eds.). (2010). Rebuilding After Disasters: From Emergency to Sustainability. London: Spon Press.
Mannakkara, S., & Wilkinson, S. (2014). Re-conceptualising "Build Back Better" to improve post-disaster recovery. International Journal of Managing Projects in Business, 7(3), 327–341.
Olshansky, R. B., & Chang, S. (2009). Planning for disaster recovery: Emerging research needs and challenges. Progress in Planning, 72(4), 200–209.
Putra, I. K. A. D. A., Ismail, D. R., & Prihandono, D. E. (2024). Rekonstruksi pasca bencana dengan metode POKMAS: Studi kasus Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Jurnal Teknik Gradien, 16(2), 104–116. https://doi.org/10.47329/teknik_gradien.v16i02.1308
Puri, A., Elkharboutly, M., & Ali, N. A. (2024). Identifying major challenges in managing post-disaster reconstruction projects: A critical analysis. International Journal of Disaster Risk Reduction, 107, 104491. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2024.104491
Rouhanizadeh, B., Kermanshachi, S., & Nipa, T. J. (2020). Exploratory analysis of barriers to effective post-disaster recovery. International Journal of Disaster Risk Reduction, 50, 101735. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2020.101735
Straub, S. (2011). Infrastructure and development: A critical appraisal of the macro-level literature. Journal of Development Studies, 47(5), 683–708.
Tierney, K., & Oliver-Smith, A. (2012). Social dimensions of disaster recovery. International Journal of Mass Emergencies and Disasters, 30(2), 123–146.http://dx.doi.org/10.21831/cp.v5i1.1259
UNDRR. (2015). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. Geneva: United Nations Office for Disaster Risk Reduction.http://dx.doi.org/10.30998/formatif.v6i1.747
Winarso, H., & Firman, H. (2014). Urban spatial dynamics in Indonesia. Indonesian Journal of Urban and Environmental Technology, 2(1), 1–12.
World Bank. (2019). Palu Disaster Recovery: Rapid Assessment of Key Sectors. Washington DC: World Bank Group.