Analisa Jejak Karbon Produk pada Industri Gas Bumi dengan Metode Life Cycle Assessment (LCA)

Authors

  • Yudit Ratania Purwaningrum Institut Teknologi Sepuluh November
  • Adhi Yuniarto Institut Teknologi Sepuluh November
  • Bara Awanda Marhendra Institut Teknologi Sepuluh November
  • Bimo Agung Wicaksono PT Pertamina EP Cepu
  • Prawinda Fitri PT Pertamina EP Cepu

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v5i8.6091

Keywords:

Dampak lingkungan, Industri Hulu Gas Bumi, Life Cycle Assesment (LCA), Sales Gas

Abstract

Penelitian ini menilai potensi dampak lingkungan dari proses produksi sales gas di PT XYZ, Kabupaten Bojonegoro, menggunakan pendekatan Life Cycle Assessment (LCA) sebagai metode standar evaluasi kinerja lingkungan produk secara menyeluruh. Dengan meningkatnya kebutuhan energi nasional, industri gas bumi menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan peningkatan produksi dengan upaya keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menghitung jejak karbon serta dampak lingkungan lainnya dari seluruh tahapan produksi gas bumi dengan metode LCA berbasis ISO 14040/14044. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SimaPro versi 10.3.0.1 dengan metode ReCiPe 2016 pada level midpoint (H), mencakup cradle-to-gate dari eksplorasi hingga gas siap jual. Unit fungsional yang digunakan adalah 1 m³ sales gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi 1 m³ sales gas berkontribusi terhadap global warming sebesar 3,22 kg CO? eq, terrestrial acidification sebesar 0,008 kg SO? eq, dan freshwater eutrophication sebesar 0,00030 kg P eq. Identifikasi hotspot mengungkapkan bahwa Gas Turbine Generator (GTG) dan Dew Point Control Unit (DPCU) merupakan unit proses dengan kontribusi terbesar terhadap seluruh kategori dampak, terutama global warming, di mana GTG menyumbang 46,52% dari total emisi dihasilkan. Analisis ketidakpastian melalui simulasi Monte Carlo menunjukkan bahwa kategori global warming memiliki sensitivitas tertinggi terhadap variasi data konsumsi energi, dengan rentang ketidakpastian sebesar ±8%. Penelitian ini memberikan implikasi praktis penting bagi perusahaan migas untuk memprioritaskan strategi efisiensi energi dan pengendalian emisi pada unit GTG dan DPCU guna menurunkan dampak lingkungan secara signifikan. Temuan ini juga berkontribusi pada pengembangan literatur akademik mengenai penerapan LCA di sektor energi Indonesia yang hingga saat ini masih relatif terbatas.

References

Abhijeet, Ibrahim Raj, S., & Jagannath, A. (2020). Combustion kinetics of H2S and other sulfurous species with relevance to industrial processes. Progress in Energy and Combustion Science, 80, 100848.

Bayer, C., Gambel, M., Gentry, R., & Joshi, S. (2010). AIA guide to building life cycle assessment in practice. The American Institute of Architects.

Donsius, D., & Fuadi, A. (2017). Studi absorpsi CO2 dalam larutan MDEA-TEA dengan katalis PZ [Skripsi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember]. Surabaya.

Edelen, A., & Ingwersen, W. (2016). Guidance on data quality assessment for life cycle inventory data. US Environmental Protection Agency. https://www.epa.gov/research

Finnveden, G., Hauschild, M. Z., Ekvall, T., Guinee, J., Heijungs, R., Hellweg, S., ... Suh, S. (2009). Recent developments in life cycle assessment. Journal of Environmental Management, 91(1), 1–21. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2009.06.018

Hamonangan, S. P., Handayani, N. U., & Bakhtiar, A. (2017). Evaluasi dampak proses produksi dan pengolahan limbah minuman isotonik Mizone terhadap lingkungan dengan metode life cycle assessment. Jurnal Teknik Industri, 6(2).

Harjanto, T. R., Fahrurrozi, M., & Bendiyasa, I. M. (2012). Life cycle assessment pabrik semen PT Holcim Indonesia Tbk. Pabrik Cilacap: Komparasi antara bahan bakar batubara dengan biomassa. Jurnal Rekayasa Proses, 6(2).

Herprayoga, R. (2014). Kajian life cycle assessment (LCA) untuk mereduksi dampak pencemaran udara PT. Semen Bosowa Maros dengan pendekatan analytical hierarchy process (AHP) [Skripsi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember]. Surabaya.

Hidayat, R., & Prabowo, A. (2019). Dampak emisi gas dari sektor energi terhadap kualitas udara. Jurnal Energi dan Lingkungan, 15(2), 35–50.

Huijbregts, M. A. J., Steinmann, Z. J. N., Elshout, P. M. F., Stam, G., Verones, F., Vieira, M., ... van Zelm, R. (2017). ReCiPe2016: A harmonised life cycle impact assessment method at midpoint and endpoint level. The International Journal of Life Cycle Assessment, 22(2), 138–147. https://doi.org/10.1007/s11367-016-1246-y

Irsyaduzzaqi, & Ariadji, T. (2010). Teknik penghilangan gas karbon dioksida dan penanganan limbah karbon dioksida di lapangan. Jurnal Institut Teknologi Bandung.

Kautzar, G. Z., Yeni, S., & Rahmi, Y. (2015). Analisis dampak lingkungan pada aktivitas supply chain produk kulit menggunakan metode LCA dan ANP. Jurnal Rekayasa dan Manajemen Sistem Industri, 3(1), 200–211.

Kementerian Lingkungan Hidup. (2012). Pedoman penyelenggaraan inventarisasi gas rumah kaca nasional. Buku II Volume 1: Metodologi penghitungan tingkat emisi gas rumah kaca pengadaan dan penggunaan energi. Kementerian Lingkungan Hidup.

Kidnay, A., & Parrish, W. (2006). Fundamentals of natural gas processing. CRC Press, Taylor and Francis Group.

Kong, S. (2014). Life cycle assessment of gas to liquid fuel on energy balance and GHG emission [Tesis, Department of Civil Engineering and Geomatic Engineering]. London.

Marsella, V., & Maharani, Y. (2012). Simulasi optimalisasi regenerasi amine menambahkan flash tank dan reboiler di CO2 removal plant PT. Rekayasa Industri-Pertamina EP Field Subang [Skripsi, Politeknik Negeri Bandung]. Bandung.

Menoufi, K. A. I. (2011). Life cycle analysis and life cycle impact assessment methodologies: A state of the art. Universitat de Lleida.

NEED. (2018). Natural gas. https://www.need.org/Files/curriculum/infobook/NGasS.pdf

Nigri, E. M., Barros, A. C., Rocca, S. D. F., & Filho, E. R. (2014). Assessing environmental impacts using a comparative LCA of industrial and artisanal production processes: "Minas Cheese" case. [Journal Name], 34(3), 522–531.

Saaty, T. L. (2008). Decision making with the analytic hierarchy process. International Journal of Services Sciences, 1(1), 83. https://doi.org/10.1504/ijssci.2008.01759

Samiaji, T. (2011). Gas CO2 di wilayah Indonesia. Jurnal Komposisi Atmosfer, 12(2), 68–75.

Sari, D., et al. (2020). Sejarah dan pertumbuhan industri gas alam di Indonesia. Jurnal Ekonomi Energi, 8(1), 12–25.

SNI ISO 14040. (2016). Manajemen lingkungan - Penilaian daur hidup - Prinsip dan kerangka kerja. Badan Standarisasi Nasional.

SNI ISO 14044. (2017). Manajemen lingkungan - Penilaian daur hidup - Persyaratan dan panduan. Badan Standarisasi Nasional.

Sonnemann, G., Tsang, M., & Schuhmacher, M. (2019). Integrated life-cycle and risk assessment for industrial processes and products (2nd ed.). CRC Press.

Spath, P., & Mann, M. K. (2000). Life cycle assessment of a natural gas combined-cycle power generation system. National Renewable Energy Laboratory.

Sulistyono. (2015). Pemanasan global (global warming) dan hubungannya dengan penggunaan bahan bakar fosil. Swara Partra, 2(2).

Tiruta-Barna, L. (2021). A climate goal-based, multicriteria method for system evaluation in life cycle assessment. The International Journal of Life Cycle Assessment. https://doi.org/10.1007/s11367-021-01956-4

Utina, R. (2015). Pemanasan global: Dampak dan upaya meminimalisasinya. Jurnal Saintek Universitas Negeri Gorontalo, 3(3), 1–11.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. (2001). Sekretariat Kabinet RI.

Downloads

Published

2026-08-14