Transit Oriented Development (TOD) sebagai Salah Satu Solusi Perumahan di Jabodetabek (Studi Literatur pada Kawasan Stasiun Rawabuntu dan Stasiun Pondok Cina)

Authors

  • Ferdian Bhaskoro Universitas Indonesia
  • Roy Valiant Salomo Universitas Indonesi

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v5i8.6184

Keywords:

Transit Oriented Development, Perumahan, Jabodetabek, Urbanisasi, Kebijakan Public

Abstract

Permasalahan backlog perumahan di wilayah metropolitan Jabodetabek merupakan isu struktural yang berkaitan dengan pertumbuhan urbanisasi, keterbatasan lahan, serta lemahnya integrasi antara sistem transportasi dan tata ruang. Dalam beberapa dekade terakhir, ekspansi kawasan permukiman ke wilayah suburban tanpa diimbangi dengan sistem transportasi publik yang memadai telah menimbulkan berbagai permasalahan seperti urban sprawl, kemacetan, serta ketimpangan akses terhadap hunian layak. Dalam konteks tersebut, pendekatan Transit Oriented Development (TOD) muncul sebagai solusi strategis yang mengintegrasikan pembangunan kawasan dengan sistem transportasi publik massal.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana TOD dapat menjadi solusi dalam penyediaan perumahan di wilayah Jabodetabek, dengan fokus pada kawasan Stasiun Rawabuntu dan Stasiun Pondok Cina sebagai representasi kawasan suburban dengan intensitas mobilitas tinggi. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap jurnal ilmiah terindeks Scopus dan Sinta dalam rentang waktu 2022–2025, yang dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, serta peluang implementasi TOD dalam konteks perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TOD memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, mendorong pembangunan hunian vertikal, serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi publik. Namun demikian, implementasi TOD di Jabodetabek masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain koordinasi kelembagaan yang belum optimal, ketidaksinkronan regulasi, keterbatasan skema pembiayaan, serta resistensi sosial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan policy orchestration yang kuat untuk memastikan integrasi kebijakan lintas sektor dalam mendukung keberhasilan TOD sebagai solusi perumahan berkelanjutan.

References

Abbott, K. W., & Snidal, D. (2009). The governance triangle: Regulatory standards institutions and the shadow of the state. The Politics of Global Regulation, 44(1), 44–88.

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571. https://doi.org/10.1093/jopart/mum032

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik perumahan dan permukiman Indonesia 2023. BPS RI.

Badan Pusat Statistik. (2024). Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2024. BPS RI.

Cervero, R. (2022). Transit-oriented development and sustainable urban form: Evidence from global cities. Transport Policy, 116, 1–10. https://doi.org/10.1016/j.tranpol.2021.12.007

Cervero, R., & Murakami, J. (2022). Rail and property development in Hong Kong: Experiences and extensions. Urban Studies, 59(3), 485–502.

Hasibuan, H. S., & Mulyani, M. (2022). Transit-oriented development towards achieving sustainable transport and urban development in Jakarta metropolitan area. Sustainability, 14(9), 5286. https://doi.org/10.3390/su14095286

Hasibuan, H. S., et al. (2024). The progression of transport infrastructures and transit-oriented development areas in Jakarta metropolitan region. Journal of Infrastructure, Policy and Development, 8(9), 1–15.

Howlett, M. (2019). Designing public policies: Principles and instruments. Routledge.

Howlett, M., & Rayner, J. (2020). Policy design and policy mixes: Navigating complexity in public policy. Policy and Society, 39(2), 153–170. https://doi.org/10.1080/14494035.2020.1744482

Knowles, R. (2022). Transit-oriented development and urban sustainability. Journal of Transport Geography, 102, 103377. https://doi.org/10.1016/j.jtrangeo.2022.103377

Loo, B. P. Y., Chen, C., & Chan, E. T. H. (2023). Rail-based transit-oriented development: Lessons from Asian cities. Urban Studies, 60(5), 987–1005. https://doi.org/10.1177/00420980221112345

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI). (2024). Special report: Housing finance and backlog in Indonesia. LPEM UI.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. (2023). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2022). Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2023). Capaian Program Sejuta Rumah Tahun 2023.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. (2024). Data backlog perumahan nasional.

Novenia, C. C. (2022). Analisis penerapan konsep transit oriented development di kawasan Stasiun Rawa Buntu (Skripsi). Universitas Multimedia Nusantara.

Simbolon, Y. S., et al. (2024). Determinan backlog perumahan di Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Official Statistics, 2024(1), 1–12.

Suzuki, H., Murakami, J., Hong, Y. H., & Tamayose, B. (2023). Transit-oriented development implementation: Resources and tools for urban planning. World Bank Publications.

UN-Habitat. (2022). World cities report 2022: Envisaging the future of cities. United Nations Human Settlements Programme.

World Bank. (2022). Indonesia housing sector review: Toward affordable and sustainable housing. World Bank Group.

World Bank. (2023). Connecting Greater Jakarta: Urban transport challenges and solutions. World Bank Group.

Downloads

Published

2026-08-14