Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat DM dengan Kadar Gula Darah dan HBA1C dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Royal Prima Medan

Diabetes Melitus Tipe 2 Kepatuhan Minum Obat Kadar Gula Darah HBA1C Kualitas Hidup

Authors

August 27, 2026

Downloads

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) didefinisikan sebagai hiperglikemia yang disebabkan oleh resistensi insulin, produksi insulin yang tidak mencukupi, atau kombinasi keduanya. Pemantauan terapeutik yang tepat dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan sangat penting untuk pengendalian glikemik yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kadar glukosa darah, persentase HbA1c, kepatuhan pengobatan, dan kesejahteraan pada pasien yang didiagnosis DMT2 di RSU Royal Prima di Medan. Studi deskriptif dan analitik potong lintang ini melibatkan seratus pasien DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan. Informasi klinis mengenai kadar glukosa darah dan HbA1c diperoleh dari rekam medis pasien, sedangkan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dasar tentang kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup. Dengan menggunakan perangkat lunak SPSS, kami menganalisis data dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan pada 0,05. Menurut statistik, 68% peserta melaporkan kepatuhan pengobatan yang buruk. Pada saat yang sama, 58% dari mereka yang disurvei memiliki kadar glukosa darah yang terkontrol. Sementara setengah dari peserta memiliki kadar HbA1c yang stabil, setengah lainnya tidak. Distribusi nilai HbA1c seragam. Analisis statistik menunjukkan korelasi signifikan antara kepatuhan pengobatan dan kadar glukosa darah (p = 0,000; OR = 34,077), kadar HbA1c (p = 0,000), dan kualitas hidup (p = 0,000; OR = 100,000). Pengamatan ini menunjukkan bahwa, pada individu dengan DMT2, terdapat korelasi yang kuat antara pengelolaan glukosa dan kualitas hidup, di satu sisi, dan kepatuhan pengobatan, di sisi lain. Oleh karena itu, peningkatan edukasi pasien, rekomendasi yang dipersonalisasi, dan pemantauan kepatuhan yang sering merupakan komponen penting dalam pengelolaan diabetes. Pendekatan ini dapat mendukung pasien dengan DMT2 dalam mengatur glukosa mereka, meningkatkan efektivitas pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.