Hubungan Tingkat Kepatuhan Minum Obat DM dengan Kadar Gula Darah dan HBA1C dan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Royal Prima Medan
Downloads
Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) didefinisikan sebagai hiperglikemia yang disebabkan oleh resistensi insulin, produksi insulin yang tidak mencukupi, atau kombinasi keduanya. Pemantauan terapeutik yang tepat dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan sangat penting untuk pengendalian glikemik yang efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kadar glukosa darah, persentase HbA1c, kepatuhan pengobatan, dan kesejahteraan pada pasien yang didiagnosis DMT2 di RSU Royal Prima di Medan. Studi deskriptif dan analitik potong lintang ini melibatkan seratus pasien DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditentukan. Informasi klinis mengenai kadar glukosa darah dan HbA1c diperoleh dari rekam medis pasien, sedangkan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data dasar tentang kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup. Dengan menggunakan perangkat lunak SPSS, kami menganalisis data dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan pada 0,05. Menurut statistik, 68% peserta melaporkan kepatuhan pengobatan yang buruk. Pada saat yang sama, 58% dari mereka yang disurvei memiliki kadar glukosa darah yang terkontrol. Sementara setengah dari peserta memiliki kadar HbA1c yang stabil, setengah lainnya tidak. Distribusi nilai HbA1c seragam. Analisis statistik menunjukkan korelasi signifikan antara kepatuhan pengobatan dan kadar glukosa darah (p = 0,000; OR = 34,077), kadar HbA1c (p = 0,000), dan kualitas hidup (p = 0,000; OR = 100,000). Pengamatan ini menunjukkan bahwa, pada individu dengan DMT2, terdapat korelasi yang kuat antara pengelolaan glukosa dan kualitas hidup, di satu sisi, dan kepatuhan pengobatan, di sisi lain. Oleh karena itu, peningkatan edukasi pasien, rekomendasi yang dipersonalisasi, dan pemantauan kepatuhan yang sering merupakan komponen penting dalam pengelolaan diabetes. Pendekatan ini dapat mendukung pasien dengan DMT2 dalam mengatur glukosa mereka, meningkatkan efektivitas pengobatan, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Adikusuma, W., & Qiyaam, N. (2017). Hubungan tingkat kepatuhan minum obat antidiabetik oral terhadap kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) pada pasien diabetes melitus tipe 2. JIIS (Jurnal Ilmiah Ibnu Sina): Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 2(2), 279–286.
American Diabetes Association. (2017). Standards of medical care in diabetes—2017. Diabetes Care, 40(Suppl. 1), S1–S135.
Amir, A., et al. (2020). [Judul dan sumber belum dapat diverifikasi — mohon dikonfirmasi ulang oleh penulis].*
Anshari, A. F., Ichsan, B., & Cholisoh, Z. (2023). Hubungan kepatuhan minum obat terhadap HbA1C dan kualitas hidup pasien diabetes di RSI Purwodadi. JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 8(3), 317–328. https://doi.org/10.20961/jpscr.v8i3.73753
Arsana, P. M. (2016). Konsensus pengelolaan dan pencegahan diabetes melitus tipe 2 di Indonesia. PB PERKENI.*
Bulu, A., Wahyuni, T. D., & Sutriningsih, A. (2019). Hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II. Nursing News, 4(1), 181–189.
Fandinata, S. S., & Darmawan, R. (2020). Pengaruh kepatuhan minum obat oral anti diabetik terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II. Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, 10(1), 23–31. https://doi.org/10.52643/jbik.v10i1.825
Fitriani, S. A., Noormartany, & Mauludin, A. (2022). Hubungan kepatuhan konsumsi obat antidiabetik dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Kabupaten Garut. Bandung Conference Series: Medical Science, 2(1), 316–317. https://doi.org/10.29313/bcsms.v2i1.754
Handayani, N. (2019). [Judul dan sumber belum dapat diverifikasi secara pasti — mohon dikonfirmasi ulang oleh penulis].*
International Diabetes Federation. (2015). IDF diabetes atlas (7th ed.). International Diabetes Federation.
Lapau, B. (2013). Metodologi penelitian kesehatan: Metode ilmiah penulisan skripsi, tesis, dan disertasi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Marliana, M., Utami, R. S., & Pramadhani, W. (2023). Hubungan kepatuhan minum obat dengan kontrol kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di RSUD Kota Tanjungpinang. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 24033–24042. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.10423
Mpila, D. A., Wiyono, W. I., & Lolo, W. A. (2024). Hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Imanuel Manado. Medical Scope Journal, 6(1), 116–123. https://doi.org/10.35790/msj.v6i1.51696
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Pertiwi, M. V., Alfian, R., Nita, Y., & Athiyah, U. (2022). Medication adherence of diabetes mellitus patients in Indonesia: A systematic review. Pharmacy Education, 22(2), 188–193. https://doi.org/10.46542/pe.2022.222.188193
Pratita, N. D. (2012). Hubungan dukungan pasangan dan health locus of control dengan kepatuhan dalam menjalani proses pengobatan pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 1(1).
Puspitasari, N., & Septiawan, T. (2022). Hubungan kepatuhan minum obat terhadap nilai kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2: Literature review. Borneo Student Research, 3(2), 1579–1597.
Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2017). Buku ajar keperawatan medikal bedah Brunner & Suddarth (Monica Ester, Penerjemah). EGC.
Wandilla, I., Juliyanti, J., & Anwar, A. (2025). Hubungan kepatuhan minum obat dan efektifitas pengobatan melalui nilai HbA1C pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Journal of Sustainable Transformation, 3(2). https://doi.org/10.59310/jst.v3i02.37
Zulfhi, H., & Muflihatin, S. K. (2020). Hubungan kepatuhan minum obat dengan terkendalinya kadar gula darah pada pasien DM tipe II di IRNA RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Borneo Student Research, 1(3), 1679–1686.
Copyright (c) 2026 Elviyanti br. Tarigan, Dellanta br. Surbakti , Juliana Lina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





