Implementasi Model Pembelajaran Beraksi untuk Meningkatkan Akses Literasi Sains Materi Klasifikasi Makhluk Hidup pada Siswa Berisiko Slow Learner di Kelas VII SMP Negeri 1 Kaubun

Authors

  • Maulida Laila Sari Universitas Negeri Yogyakarta
  • Indriyana Rachmawati Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v5i8.6228

Keywords:

Model Pembelajaran BERAKSI, Literasi Sains, Slow Learner, Klasifikasi Makhluk Hidup, Penelitian Tindakan Kelas

Abstract

Literasi sains merupakan kompetensi penting dalam pendidikan abad ke-21 karena berkaitan dengan kemampuan siswa memahami konsep ilmiah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, rendahnya capaian literasi sains masih menjadi permasalahan, terutama bagi siswa berisiko slow learner yang mengalami hambatan dalam memahami konsep abstrak, membaca teks ilmiah, dan mempertahankan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran BERAKSI (Berbasis Visual, Alam, dan Komunikasi Sederhana) dalam meningkatkan akses literasi sains pada materi klasifikasi makhluk hidup bagi siswa berisiko slow learner di kelas VII SMP Negeri 1 Kaubun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah satu siswa kelas VII yang teridentifikasi berisiko slow learner. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan belajar dari skor pre-test 38 menjadi 60 pada siklus I dan 80 pada siklus II dengan nilai N-Gain kumulatif sebesar 0,68. Akses literasi sains juga meningkat dari skor 13 menjadi 18 dari maksimal 20 poin. Implementasi model BERAKSI terbukti membantu siswa melalui penggunaan media visual, pengalaman belajar berbasis lingkungan, serta komunikasi sederhana yang sesuai dengan karakteristik belajarnya. Dengan demikian, model BERAKSI dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inklusif untuk meningkatkan akses literasi sains siswa berisiko slow learner.

References

Amala, R., & Y. (2022). Hubungan literasi sains dengan kemampuan pemecahan masalah pada materi zat aditif dan zat adiktif. Jurnal Pendidikan Sains.

Ayu, N., et al. (2025). Analisis capaian literasi sains siswa Indonesia berdasarkan hasil PISA terbaru. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 14(1), 25–34.

Bybee, R. W. (2020). Scientific literacy and science education reform. Routledge.

Chen, L., & Hu, X. (2022). Inquiry-based learning and its impact on students' scientific literacy. International Journal of Science Education, 44(5), 789–805.

Dewanti, R., Aprilia, D., & Susanti, E. (2023). Penerapan problem based learning berbasis mind mapping untuk meningkatkan literasi sains siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 9(2), 112–120.

Durasa, I. W., Sudiatmika, A. A. I. A. R., & Subagia, I. W. (2022). Analisis literasi sains siswa pada materi pemanasan global. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA, 12(3), 210–218.

García-Martínez, I., et al. (2021). Active learning strategies and their impact on science literacy. Journal of Science Education, 32(4), 567–579.

Gordon, D. (Ed.). (2024). Universal design for learning: Principles, framework, and practice. CAST Professional Publishing.

Hadiani, S., Arum, D., & Jariyah, A. (2025). Analisis kemampuan literasi sains siswa SMP pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati. Jurnal Pendidikan Biologi, 17(1), 56–65.

Hwang, G. J., et al. (2023). Exploration-based learning in science education: Effects on student understanding. Computers & Education, 190, 104–115.

Kemendikbud. (2023). Panduan penguatan literasi sains dalam Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Kim, H., & Kim, M. (2022). Collaborative learning and scientific literacy improvement. Educational Research Review, 35, 100–112.

Le, H., et al. (2021). Digital learning and its influence on science literacy. Education and Information Technologies, 26(3), 345–360.

Limiansih, K., Sulistyani, N., & Melissa, Y. (2024). Pemahaman guru terhadap literasi sains dan implementasinya dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan IPA, 13(1), 78–86.

Mellyzar, M., Zahara, R., & Alvina, S. (2023). Tingkat literasi sains siswa SMP dan faktor yang mempengaruhinya. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 11(2), 98–107.

Nugroho, A., et al. (2021). Strategi pembelajaran untuk siswa slow learner. Jurnal Pendidikan Khusus, 15(2), 120–130.

OECD. (2023). PISA 2022 results: What students know and can do. OECD Publishing.

Pennington, R. C., Ault, M. J., Courtade, G., Jameson, J. M., & Ruppar, A. (2023). High leverage practices and students with extensive support needs. Routledge.

Rahman, F., et al. (2023). The role of social support in slow learners' academic achievement. Journal of Special Education Research, 18(1), 44–52.

Sharma, U., & Salend, S. (2022). Inclusive education and differentiated instruction. International Journal of Inclusive Education, 26(5), 523–538.

Surur, M., et al. (2025). Pengaruh media visual terhadap pemahaman konsep pada siswa slow learner. Jurnal Pendidikan Inklusif, 9(1), 33–42.

UNESCO. (2022). Global education monitoring report: Inclusion and education. UNESCO.

Zhang, Y., et al. (2024). Active learning approaches for slow learners in science education. Journal of Educational Psychology, 116(2), 210–225.

Downloads

Published

2026-08-10