Pengaruh Implementasi E-Government (Government-to-Employees/G2E) terhadap Efektivitas Kinerja Aparatur di Balai POM Jambi

E-Government G2E DeLone & McLean Efektivitas Kinerja Administrasi Publik

Authors

October 8, 2026

Downloads

Transformasi tata kelola digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menempatkan Government-to-Employees (G2E) sebagai pilar strategis manajemen administrasi internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi G2E melalui dimensi kualitas terhadap efektivitas kinerja aparatur di Balai POM Jambi dengan menggunakan Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone & McLean. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksplanatori, menerapkan metode sensus terhadap seluruh populasi aparatur sebanyak 76 responden. Data diolah secara rigor menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil empiris menunjukkan bahwa Kualitas Informasi dan Kualitas Sistem bertindak sebagai determinan utama yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat penggunaan sistem dan kepuasan pengguna. Secara khusus, Kepuasan Pengguna diidentifikasi sebagai prediktor terkuat bagi efektivitas kinerja (koefisien 0,583) sekaligus berfungsi sebagai mediator esensial yang menjembatani input teknis terhadap manfaat bersih organisasi. Sebaliknya, penelitian menemukan anomali di mana Kualitas Layanan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan maupun penggunaan. Selain itu, ditemukan fenomena mandatory use, di mana frekuensi penggunaan yang tinggi tidak berkontribusi pada peningkatan kepuasan pengguna, mengindikasikan bahwa kepatuhan administratif lebih dominan daripada motivasi sukarela. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kinerja aparatur di era digital bukan sekadar produk dari adopsi teknologi, melainkan sangat bergantung pada akurasi data dan pengalaman pengguna yang memuaskan dalam ekosistem yang terintegrasi. Rekomendasi kebijakan menekankan kebutuhan kritis untuk memperkuat interoperabilitas data dan menjaga stabilitas sistem pada periode beban puncak guna menjamin produktivitas administrasi yang berkelanjutan.