Perumusan Model Integrasi Sistem MEP dalam Mendukung Fungsi dan Konservasi Bangunan Cagar Budaya Studi Kasus: Museum Bank Indonesia, Jakarta

sistem MEP bangunan cagar budaya konservasi intervensi fisik Museum Bank Indonesia

Authors

September 23, 2026

Downloads

Bangunan cagar budaya yang dialihfungsikan menjadi museum menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan sistem Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) tanpa mengurangi nilai historis dan arsitektural yang melekat pada bangunan. Sistem MEP diperlukan untuk menunjang fungsi ruang, kenyamanan pengunjung, keamanan koleksi, kualitas pencahayaan, ventilasi, pengendalian kelembapan, sanitasi, serta keberlanjutan operasional bangunan. Namun, instalasi sistem tersebut berpotensi menyebabkan perubahan fisik pada elemen arsitektur utama seperti dinding, lantai, dan plafon, sehingga diperlukan strategi integrasi yang mampu menyeimbangkan kebutuhan utilitas dan prinsip konservasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan model integrasi sistem MEP dalam mendukung fungsi operasional sekaligus menjaga nilai konservasi bangunan cagar budaya dengan studi kasus Museum Bank Indonesia, Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui observasi lapangan, inventarisasi perangkat MEP, dokumentasi visual, serta pengukuran tingkat intervensi pada delapan ruang sampel. Analisis dilakukan dengan mengukur tiga parameter utama, yaitu Intervensi Dinding (ID), Intervensi Lantai (IL), dan Intervensi Plafon (IP), yang kemudian dikembangkan menjadi Model Intervensi MEP (MI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa plafon merupakan elemen dengan tingkat intervensi tertinggi akibat kebutuhan instalasi utilitas, sedangkan lantai menunjukkan tingkat intervensi paling rendah. Ruang dengan kebutuhan teknis yang lebih kompleks memiliki kecenderungan tingkat intervensi lebih besar. Model integrasi MEP dirumuskan melalui persamaan IMEP = f(E, P, T, H, A, C, R), yang menghubungkan aspek utilitas, performa ruang, konservasi, dan regulasi. Model ini menegaskan bahwa penerapan prinsip minimum intervention, reversibility, dan authenticity menjadi pendekatan penting dalam perencanaan integrasi MEP pada bangunan cagar budaya yang berfungsi sebagai museum.