Pelaksanaan Otonomi Daerah Terkait Pembentukan Administrasi Wilayah Distrik di Kabupaten Manokwari Selatan
Downloads
enelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Manokwari Selatan terkait pembentukan wilayah administrasi distrik serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan sebagai variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama bagi daerah hasil pemekaran terletak pada kemampuan untuk mendanai dan mengelola keuangan secara mandiri. Dalam dua tahun, kabupaten/kota baru diharapkan mampu mengurangi ketergantungan finansial terhadap daerah induk dan provinsi. Dari segi regulasi, pemekaran daerah dimungkinkan sejak era Orde Baru hingga pasca Orde Baru, dengan perbedaan signifikan pada proses pengusulan pemekaran. Di masa Orde Baru, pemerintah pusat berperan dominan dalam menyiapkan pembentukan daerah otonom. Sementara itu, di era pasca Orde Baru, regulasi menekankan pada usulan pemekaran dari daerah sendiri, dengan proses penyaringan yang mempertimbangkan kapasitas daerah yang akan dibentuk. Selain pemekaran, penggabungan beberapa daerah juga menjadi opsi dalam pembentukan daerah otonom. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, pembentukan daerah bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Pemekaran wilayah diharapkan mendekatkan layanan pemerintahan kepada masyarakat yang sebelumnya terabaikan. Temuan ini menekankan pentingnya pemenuhan syarat administratif, teknis, dan fisik dalam proses pembentukan kecamatan sesuai dengan peraturan yang ada.
Abdullah, Rozali. (2005). Pelaksanaan otonomi luas dengan pemilihan kepala daerah secara langsung. Jakarta: Raja Grafindo.
Abdullah, Rozali. (2011). Pelaksanaan otonomi luas dengan pemilihan kepala daerah secara langsung. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Agustina. (2015). Evaluasi pemekaran Desa Kudung Kecamatan Lingga Timur Kabupaten Lingga tahun 2014. Universitas Maritim Raja Haji, Tanjungpinang.
Fauzi, Fadhli Zul, Mayor, David Erwin, & Liauw, Gasper. (2023). The direction of Papua development: Is a new autonomous region the answer? Policy & Governance Review, 7(1), 1–20. https://doi.org/10.30589/pgr.v7i1.609
Hidayat, Andi Rahmat, Hospes, Otto, & Termeer, Catrien J. A. M. (2025). Why democratization and decentralization in Indonesia have mixed results on the ground: A systematic literature review. Public Administration and Development, 45(2), 159–172. https://doi.org/10.1002/pad.2095
Hilmawan, Rian, Aprianti, Yesi, Yudaruddin, Rizky, Bintoro, Ratih Fenty Anggraini, Suharsono, Fitrianto, Yuli, & Wahyuningsih, Noor. (2023). Public sector innovation in local government and its impact on development outcomes: Empirical evidence in Indonesia. Heliyon, 9(12), e22833. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e22833
Hummel, Daniel, & Kusumasari, Bevaola. (2025). Local government financial performance and decentralization in Indonesia. State and Local Government Review. https://doi.org/10.1177/0160323X251364379
Indonesia, Pemerintah Republik. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia, Vol. 2014.
Jati, Wasisto Raharjo. (2012). Inkonsistensi paradigma otonomi daerah di Indonesia. Jurnal Konstitusi.
Mendy, Ousu. (2024). Regional autonomy in Indonesia after the second constitutional amendment: Assessing its developmental delivery. Constitutionale, 5(1), 39–52. https://doi.org/10.25041/constitutionale.v5i1.3279
Moenir, H. A. S. (2002). Manajemen pelayanan umum di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Nisa, Nur Sholekhatun, & Samputra, Palupi Lindiasari. (2020). Analisis ketimpangan pendidikan di Provinsi Papua Barat. Jurnal Perspektif Ekonomi Darussalam, 6(2).
RI, Undang Undang. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Sapri. (2014). Dampak pemekaran kecamatan dalam pembangunan sarana dan prasarana di Kecamatan Beutong Ateuh Banggala Kabupaten Nagan Raya. Universitas Teuku Umar.
Selvia, Okti. (2009). Pengaruh pemekaran kecamatan terhadap pemberian pelayanan di Kecamatan Sentajo Raya Kabupaten Kuantan Singingi (Studi kasus seksi pemerintahan). Universitas Riau, Pekanbaru.
Setiawan, Arif, Tjiptoherijanto, Prijono, Mahi, Benedictus Raksaka, & Khoirunurrofik, Khoirunurrofik. (2022). The impact of local government capacity on public service delivery: Lessons learned from decentralized Indonesia. Economies, 10(12), 323. https://doi.org/10.3390/economies10120323
Setiawan, Hendy, Widiono, Genut Wahyu, & Hikmah, Galuh. (2023). The formation of the new autonomous region of Papua and welfare guarantees in the decentralization policy. Jurnal Borneo Administrator, 19(3). https://doi.org/10.24258/jba.v19i3.1181
Syaifulloh. (2017). Implementasi pemekaran Desa Gading Kencana dalam peningkatan sosial ekonomi masyarakat. Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2012 tentang Pembentukan Kabupaten Manokwari Selatan di Provinsi Papua Barat. , (2012).
Copyright (c) 2026 Anthon Hendrikus Rumbruren, Max Bonsapia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





