Help Seeking Behavior Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kota Tangerang
Downloads
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pencarian bantuan (help seeking behavior) pada perempuan korban KDRT, termasuk faktor pendukung, hambatan, pemilihan sumber bantuan formal dan informal, serta evaluasi terhadap bantuan yang diterima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di UPTD PPA Kota Tangerang. Informan ditentukan melalui purposive sampling yang meliputi perempuan korban KDRT dan pihak-pihak yang terlibat dalam pelayanan perlindungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui pengorganisasian data, pembacaan dan pencatatan gagasan, pengkodean dan pengembangan tema, interpretasi, serta penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pencarian bantuan berlangsung secara bertahap dan dinamis, melalui tahap pre help seeking, decision, help seeking, dan evaluasi. Pada tahap pre help seeking, korban belum segera mengenali pengalaman yang dialaminya sebagai KDRT karena kebingungan, kecenderungan memaafkan, harapan terhadap perubahan pasangan, dan keterbatasan informasi. Keputusan mencari bantuan semakin kuat ketika kekerasan berulang, ancaman meningkat, serta keselamatan diri dan anak semakin terancam. Pemilihan sumber bantuan bergerak dari keluarga dan lingkungan terdekat, kader dan UPTD PPA sebagai layanan formal. Dukungan yang empatik, tidak menghakimi, informatif, dan disertai pendampingan menjadi faktor penting yang mendorong korban mengakses layanan. Bantuan formal memberikan perubahan positif berupa rasa didengar, meningkatnya pemahaman mengenai hak dan perlindungan, serta keberanian dalam mengambil keputusan. Meskipun demikian, ancaman pasangan, kerentanan ekonomi, pengasuhan anak, dan kebutuhan tempat tinggal aman masih menjadi hambatan. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa keberhasilan help seeking behavior ditentukan oleh keterkaitan kapasitas individual, dukungan sosial, akses informasi, dan respons kelembagaan yang berpusat pada korban serta berkelanjutan.
Ashley, O. S., & Foshee, V. A. (2005). Adolescent help-seeking for dating violence: Prevalence, sociodemographic correlates, and sources of help. Journal of Adolescent Health, 36(1), 25–31. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2003.12.014
Beaulieu, M., McQuiller Williams, L., & Porter, J. L. (2017). Intimate Partner Violence in a U.S. College Sample: Do Auditory Status and Gender Predict Victimization? Psychology, 08(03), 387–411. https://doi.org/10.4236/psych.2017.83024
Campbell, J.C., Kub, J., & Belknap, R.A. (1997). Predictors of Depression in Battered Women. Violence Against Women, 3(3), 271-293.
Cornally, N., & Mccarthy, G. (2011). Help-seeking behaviour: A concept analysis. International Journal of Nursing Practice, 17(3), 280–288. https://doi.org/10.1111/j.1440-172X.2011.01936.x
Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dufour, G. K., Gerhardt, E., McArthur, J., & Ternes, M. (2023). Help-Seeking Behavior and Domestic Violence. In Encyclopedia of Domestic Violence (pp. 1–13). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-85493-5_741-1
Fanslow, J. L., & Robinson, E. M. (2010). Help Seeking Behaviors And Reasons For Help Seeking Reported By Representative Sample Of Women Victims Of Intimate Partner Violence In New Zealand. Journal of Interpersonal Violence, 25 No. 5.
Fugate, M., Landis, L., Riordan, K., Naureckas, S., & Engel, B. (2005). Barriers To Domestic Violence Help Seeking Implications For Intervention.
Heise, L. L. (1998). Violence Against Women: An Integrated, Ecological Framework: An Integrated, Ecological Framework. Violence Against Women, 4(3), 262-290. https://doi.org/10.1177/1077801298004003002 (Original work published 1998)
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) RI. (2024). SIMFONI-PPA. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), B. P. S. (BPS), dan L. D. (FEB L. U. (2024). Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024.
Liang, B., Goodman, L., Tummala-Narra, P., & Weintraub, S. (2005). A theoretical framework for understanding help-seeking processes among survivors of intimate partner violence. In American Journal of Community Psychology (Vol. 36, Issues 1–2, pp. 71–84). https://doi.org/10.1007/s10464-005-6233-6
Meyer, S. (2010). Seeking Help to Protect the Children?: The Influence of Children on Women’s Decisions to Seek Help When Experiencing Intimate Partner Violence. Journal of Family Violence, 25(8), 713–725. https://doi.org/10.1007/s10896-010-9329-1
Meyer, S. (2011). “Acting in the Children’s Best Interest?”: Examining Victims’ Responses to Intimate Partner Violence. Journal of Child and Family Studies, 20(4), 436–443. https://doi.org/10.1007/s10826-010-9410-7
Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 31 Tahun 2022. (2022). Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 31 Tahun 2022.
Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 42 Tahun 2023. (2023). Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 42 Tahun 2023.
Rickwood, D., & Thomas, K. (2012). Conceptual measurement framework for help-seeking for mental health problems. In Psychology Research and Behavior Management (Vol. 5, pp. 173–183). https://doi.org/10.2147/PRBM.S38707
Rickwood, D., Thomas, K., & Bradford, S. (2012). Help-seeking measures in mental health: a rapid review. http://www.saxinstitute.org.au)
Copyright (c) 2026 Agung Prawesti, Binahayati Rusyidi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





