Sengketa Hak Atas Tanah Adat Akibat Klaim Kepunahan Marga Plakay di Distrik Senggi Kabupaten Keerom
Downloads
Meskipun sengketa tanah adat di Papua telah banyak dikaji melalui perspektif batas wilayah dan hak ulayat, peran narasi genealogis dalam melegitimasi penguasaan tanah adat masih belum banyak mendapat perhatian. Penelitian ini menganalisis bagaimana narasi kepunahan Marga Plakay direproduksi sebagai instrumen kekuasaan simbolik serta mengkaji implikasi disfungsi kelembagaan adat terhadap pengakuan hak-hak genealogis masyarakat adat di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Indonesia. Penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis dan antropologis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta diinterpretasikan melalui konsep arena (field), modal simbolik (symbolic capital), kekuasaan simbolik (symbolic power), habitus, dan doxa dari Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi kepunahan Marga Plakay direproduksi secara sosial untuk melegitimasi pengalihan penguasaan tanah adat, sementara ketiadaan putusan adat yang bersifat final telah memperkuat ketidakpastian hukum, dominasi simbolik, dan eksklusi sosial terhadap Marga Plakay. Temuan ini memperkaya kajian antropologi hukum dengan menunjukkan bahwa narasi genealogis tidak hanya merepresentasikan memori kolektif, tetapi juga berfungsi sebagai sumber daya simbolik yang membentuk dan mempertahankan legitimasi, relasi kuasa, serta distribusi hak atas tanah adat dalam masyarakat adat.
Benda-Beckmann, F. V. (1979). Properti dan Kesinambungan Sosial. PT Grasindo.
Bourdieu, P. (1977a). An Outline of Theory of Practice. Cambridge University Press.
Bourdieu, P. (1977b). Outline of a Theory of Practice. Cambridge University Press.
Bourdieu, P. (1986). The Forms of Capital (Handbook of theory and research for the sociology of education (ed.); In J. Rich). Greenwood Press.
Bourdieu, P. (1991a). Language and Symbolic Power. Polity Press.
Bourdieu, P. (1991b). Language and Symbolic Power (Edited by). Polity Press.
Bourdieu, P., & Wacquant, L. J. D. (1992). An Invitation to Reflexive Sociology (I. T. U. of C. P. Chicago (ed.)).
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books.
James Yoseph Palenewen, & Tom Alfa Samuel Reumi. (2024). Settlement of Customary Law Community Land Disputes Regarding the Construction of the Lukas Enembe Stadium in Kampung Harapan Jayapura Regency. Journal of Law, Politic and Humanities, 4(5), 1295–1304. https://doi.org/10.38035/jlph.v4i5.515
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (C. S. P. Thousand Oaks (ed.); 3rd ed).
Mulyadi, T., Kamsi, K., Surwandono, S., & Raharjo, T. (2019). The Legitimacy of Ondoafi in Conflict Settlement of Customary Land Tenure in Sentani, Papua. Jurnal Media Hukum, 26(1). https://doi.org/10.18196/jmh.20190127
Soepomo, R. (2003). Bab-bab tentang Hukum Adat. Pradnya Paramita.
Ter Haar, B. (1981). Prinsip dan Pengertian Sistem hukum Adat (Beginselen en stelsel van Adatrecht) (Terjemahan). Pradnya Paramita.
Wutwensa, B. M., Lobubun, M., Rato, D., & Anggono, B. D. (2024). A Hybrid Model for Resolving Customary Land Disputes in Papua’s Indigenous Communities. JIHK, 6(2), 1–12. https://doi.org/10.46924/jihk.v6i2.231
Yaluwo, B., & Frank, S. A. K. (2021). Penyelesaian Sengketa Tanah (Adat) Suku Korowai. CENDERAWASIH: Jurnal Antropologi Papua, 2(1), 48–56. https://doi.org/10.31957/jap.v2i1.2001)
Copyright (c) 2026 Fandi Sunawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





