Inklusivitas Gender Atau Strategi Dinasti?: Membaca Ulang Suksesi Politik di Kesultanan Yogyakarta
Downloads
Keputusan Sultan Hamengku Buwono X pada tahun 2015 untuk menetapkan putrinya, GKR Mangkubumi, sebagai calon pewaris takhta Kesultanan Yogyakarta memunculkan perdebatan yang luas di masyarakat. Sebagian pihak menyambut langkah ini sebagai bentuk kemajuan kesetaraan gender dalam institusi kerajaan yang selama berabad-abad didominasi oleh laki-laki. Namun sebagian lain mempertanyakan apakah keputusan tersebut benar-benar lahir dari semangat inklusivitas, ataukah semata-mata merupakan respons pragmatis terhadap situasi dinasti yang tidak memiliki keturunan laki-laki. Artikel ini bertujuan membaca ulang peristiwa suksesi tersebut secara kritis dengan menggunakan pendekatan teori strukturasi Anthony Giddens dan teori konstruksi gender Mansour Fakih. Analisis dilakukan terhadap perubahan paugeran (aturan adat keraton) yang terjadi dalam rentang waktu 1988 hingga 2015, pernyataan-pernyataan resmi Sultan, serta dinamika respons sosial yang berkembang di masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan paugeran ini bersifat ganda: di satu sisi ia membuka ruang bagi perempuan dalam tatanan suksesi, namun di sisi lain tidak sepenuhnya melepaskan diri dari logika pelestarian dinasti. Artikel ini berargumen bahwa suksesi di Kesultanan Yogyakarta tidak bisa dibaca secara hitam-putih sebagai reformasi gender semata, melainkan perlu dipahami sebagai proses negosiasi yang kompleks antara nilai-nilai tradisi, kepentingan kekuasaan, dan tekanan perubahan sosial.
Aripurnami, S. (2009). Perempuan dalam politik: Antara kuota dan kualitas. Jurnal Perempuan, 63, 11–27. https://www.jurnalperempuan.org
Aspinall, E., & Sukmajati, M. (Eds.). (2015). Politik Uang di Indonesia: Patronase dan Klientelisme pada Pemilu Legislatif 2014. PolGov UGM.
Assyaukanie, L. (2014). Land, law and politics in the Special Region of Yogyakarta. Indonesia Law Review, 4(1), 45–63.
Bourdieu, P. (1977). Outline of a Theory of Practice. Cambridge University Press.
Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. G. Richardson (Ed.), Handbook of Theory and Research for the Sociology of Education (pp. 241–258). Greenwood.
Bourdieu, P., & Passeron, J.-C. (1977). Reproduction in Education, Society and Culture. Sage.
Bourdieu, P., & Wacquant, L. J. D. (1992). An Invitation to Reflexive Sociology. University of Chicago Press.
Bubandt, N., & van Beek, M. (Eds.). (2012). Varieties of Secularism in Asia: Anthropological Explorations of Religion, Politics and the Spiritual. Routledge.
Chemba, N. (2014). Tradition, agency and social change. International Sociology, 29(3), 209–226.
Djatikusumo, G. P. H. (1980). Adat Istiadat Keraton Yogyakarta. Sekretariat Keraton.
Fakih, M. (1996). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar.
Fakih, M. (2013). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Insist Press.
Foucault, M. (1972). The Archaeology of Knowledge. Pantheon Books.
Foucault, M. (1980). Power/Knowledge. Pantheon Books.
Giddens, A. (1984). The Constitution of Society. Polity Press.
Gondodiprojo, D. (2018). Giyanti 1755: Perjanjian yang Membelah Mataram. Kompas.
Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY, (2012).
Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan Jawa. Balai Pustaka.
Kurniadi, B. D. (2017). Ratu Bukan Permaisuri: Suksesi dan Perubahan Konstitusi di Kesultanan Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
Mardianto, H. (Ed.). (2003). Biografi Sultan Hamengku Buwono X. Yayasan Pustaka Nusatama.
Margana, S. (2004). Kraton Surakarta dan Yogyakarta 1769–1874. Pustaka Pelajar.
Margana, S. (2009). Keraton Yogyakarta dan politik identitas pada era reformasi. Jurnal Humaniora, 21(2), 145–158. https://jurnal.ugm.ac.id/jurnal-humaniora
Nordholt, H. S. (2004). Decentralisation in Indonesia: Less state, more democracy? In J. Harriss (Ed.), Politicising Democracy: The New Local Politics of Democratisation (pp. 29–50). Palgrave Macmillan.
Ricklefs, M. C. (2008). A History of Modern Indonesia Since c. 1200 (4th ed.). Stanford University Press.
Ritzer, G., & Goodman, D. J. (2010). Sociological Theory (8th ed.). McGraw-Hill.
Scott, J. W. (1986). Gender: A useful category of historical analysis. American Historical Review, 91(5), 1053–1075.
Weber, M. (1978). Economy and Society (G. Roth & C. Wittich (Eds.)). University of California Press.
Yogyakarta, K. (2015). Dhawuh Dalem tentang Perubahan Gelar Gusti Kanjeng Ratu Pembayun. Keraton Yogyakarta.
Copyright (c) 2026 Alia Maisarah, Singgih Tri S, Yety Rochwulaningsih, Haryono Rinardi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





