Analisis Faktor Risiko Kesehatan Kerja dan Gangguan Metabolik pada Karyawan PT XXX Kantor Pusat Tahun 2024

Kesehatan Kerja MCU Penyakit Metabolik Wellness Program

Authors

October 16, 2026

Downloads

Penyakit tidak menular (PTM) semakin meningkat pada kelompok usia produktif dan terkait secara erat dengan gaya hidup serta karakteristik pekerjaan. Pemeriksaan kesehatan berkala (Medical Check Up/MCU) menjadi instrumen penting untuk memantau risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil MCU karyawan PT XXX Kantor Pusat tahun 2024 dan mengidentifikasi faktor risiko sindroma metabolik. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan memanfaatkan data sekunder hasil MCU dari 3.730 karyawan yang menjalani pemeriksaan fisik, laboratorium, dan kuesioner pajanan kerja. Analisis dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan perhitungan Prevalence Ratio (PR). Hasil menunjukkan tiga gangguan kesehatan utama, yaitu gangguan status gizi (80,6%), metabolisme lemak (74,7%), dan tekanan darah (46,1%). Pola kerja sedentari mendominasi, dengan 84,0% karyawan bekerja di depan monitor ?4 jam dan 69,1% duduk dalam durasi panjang. Analisis bivariat menemukan bahwa laki-laki (PR= 2,165; 95% CI: 1,797–2,609; p= 0,000), usia ?35 tahun (PR= 2,337; 95% CI: 2,002–2,727; p= 0,000), dan merokok (PR= 1,437; 95% CI: 1,221–1,691; p= 0,000) berhubungan signifikan dengan sindroma metabolik. Aktivitas fisik bersifat protektif (PR= 0,817; 95% CI: 0,697–0,958; p= 0,013), sedangkan konsumsi alkohol tidak signifikan (p= 0,610). Kesimpulannya, gangguan metabolik menjadi isu kesehatan utama pada karyawan PT XXX dan diperburuk oleh paparan sedentari. Diperlukan wellness program terintegrasi yang mencakup intervensi gizi, aktivitas fisik, ergonomi, dan monitoring berkala untuk menurunkan risiko PTM.