Transformasi Digital BUMN Energi: Integrasi Artificial Intelligence dalam Komunikasi Korporat Strategis PT Pertamina (Persero) di Era Ketidakpastian Global
Downloads
Kebijakan Kementerian BUMN yang mendorong "Kepemimpinan Teknologi" dan pelembagaan big data serta Artificial Intelligence (AI) di seluruh entitas BUMN berhadapan dengan realitas budaya birokrasi Indonesia yang cenderung berhati-hati secara prosedural dan mewarisi pola patrimonial sejak masa kolonial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif untuk membandingkan dua insiden krisis operasional PT Pertamina (Persero), yaitu kebakaran Kilang Balongan (2021) dan kebakaran Depo Plumpang (2023), guna menjawab dua pertanyaan: sejauh mana integrasi teknologi analitik berbasis AI membantu mempercepat dan menyelaraskan komunikasi krisis lintas anak usaha, dan bagaimana budaya kerja birokratis memengaruhi kecepatan tindak lanjut atas sinyal krisis. Data dikumpulkan dari pemberitaan media massa nasional terverifikasi dan dianalisis melalui dua satuan ukur, yakni jeda publikasi (publication time-lag) dan pola penyelarasan naratif antar-subholding, dengan mengacu pada kerangka Situational Crisis Communication Theory (Coombs), sosio-materialitas (Orlikowski), budaya organisasi (Schein), Digital Era Governance (Dunleavy dkk.), dan legitimasi organisasi (Suchman). Hasil penelitian menunjukkan jeda respons yang bervariasi tajam, sekitar lima jam pada kasus Balongan dan sekitar sembilan puluh menit pada kasus Plumpang, yang lebih meyakinkan dijelaskan oleh faktor non-teknologis seperti tekanan eksposur publik dan konteks lokasi operasional dibandingkan peran spesifik AI. Temuan paling tajam berasal dari kasus Balongan, di mana keluhan warga yang disampaikan langsung ke kantor Humas Pertamina tiga jam sebelum ledakan belum sempat ditindaklanjuti, menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan kecanggihan alat deteksi, melainkan ketiadaan jalur eskalasi yang responsif terhadap sinyal krisis dari sumber mana pun.
Alboji, M. (2025). AI-Powered Social Listening for Strategic Crisis Management in the Digital Era. Journal of ?stanbul School of Technology, 1(1), 69–80.
Buzoianu, C., & Bîr?, M. (2021). Using Social Media Listening in Crisis Communication and Management: New Methods and Practices for Looking into Crises. Sustainability.
Coombs, W. T. (2007). Protecting organization reputations during a crisis: The development and application of situational crisis communication theory. Corporate Reputation Review.
Coombs, W. T. (2015). The value of communication during a crisis: Insights from strategic communication research. Business Horizons.
Dunleavy, P., Margetts, H., Bastow, S., & Tinkler, J. (2006). Digital era governance: IT corporations, the state, and e-government. Oxford University Press.
Eriyanto. (2011). Analisis isi: Pengantar metodologi untuk penelitian ilmu komunikasi dan ilmu-ilmu sosial lainnya. Kencana.
Febriandy, R. K., & Wahyutama. (2024). Kebocoran Data PDNS Analisis Strategi Komunikasi Krisis Pemerintah Berdasarkan Image Repair Theory. Jurnal Communicology .
Firnas, M. A. (2018). The Dynamics of Politics Indonesia: Patrimonial Bureaucracy Model in Indonesia Period of Reform. Proceedings of the 1st International Conference on Recent Innovations (ICRI 2018) (pp. 1667–1674). SCITEPRESS.
Gabrillin, A. (2021, Maret 29). Kilang Minyak Pertamina di Balongan Indramayu Terbakar. Retrieved from Kompas.com: https://regional.kompas.com/read/2021/03/29/054533678/kilang-minyak-pertamina-di-balongan-indramayu-terbakar
Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia. (2020). Rencana Strategis Kementerian BUMN 2020-2024.
Krippendorff, K. (2004). Content Analysis: An Intoduction to its Methodology. Sage Publications.
Kronologi Kebakaran Depo Pertamina Plumpang. (2023, Maret 4). Retrieved from cnnindonesia.com: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230304070523-20-920733/kronologi-kebakaran-depo-pertamina-plumpang
Orlikowski, W. J. (2010). The Sociomateriality of Organizational Life: Considering Technology in Management Research. Cambridge Journal of Economics.
Pertamina Kerahkan Upaya Pemadaman Insiden Kebakaran Tangki Kilang Balongan. (2021, Maret 29). Retrieved from Pertamina.com: https://www.pertamina.com/en/news/siaran-pers-pertamina-kerahkan-upaya-pemadaman-insiden-kebakaran-tangki-kilang-balongan
Schein, E. H. (2010). Organizational Culture and Leadership (4th ed.). Jossey-Bass.
Suchman, M. (1995). Managing legitimacy: Strategic and institutional approaches. The Academy of Management Review.
Tohali, Juniansyah, O., & Sudarmanti, R. (2025). Analisis Aktivitas Komunikasi Korporat Melalui Media Sosial. Cerdika: JurnalIlmiah Indonesia.
Umah, A. (2021, April 14). Ombudsman Ungkap Hasil Investigasi Kebakaran Kilang Balongan. Retrieved from cnbcindonesia.com: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210414142944-4-237828/ombudsman-ungkap-hasil-investigasi-kebakaran-kilang-balongan
Winarni, A. T., & Bundianto, D. (2024). Digitalization of bureaucracy and good governance: A literature review of Indonesian public administration reforms in the post–New Order era. International Journal of Social Welfare and Family Law.
Yin, R. (2018). Case Study Research and Applications: Design and methods (6th Ed ed.). Sage Publications.
Copyright (c) 2026 Ratu Dyah Ayu Widyaswari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.





