Transformasi Digital BUMN Energi: Integrasi Artificial Intelligence dalam Komunikasi Korporat Strategis PT Pertamina (Persero) di Era Ketidakpastian Global

Komunikasi Krisis Artificial Intelligence BUMN Energi

Authors

October 20, 2026

Downloads

Kebijakan Kementerian BUMN yang mendorong "Kepemimpinan Teknologi" dan pelembagaan big data serta Artificial Intelligence (AI) di seluruh entitas BUMN berhadapan dengan realitas budaya birokrasi Indonesia yang cenderung berhati-hati secara prosedural dan mewarisi pola patrimonial sejak masa kolonial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif untuk membandingkan dua insiden krisis operasional PT Pertamina (Persero), yaitu kebakaran Kilang Balongan (2021) dan kebakaran Depo Plumpang (2023), guna menjawab dua pertanyaan: sejauh mana integrasi teknologi analitik berbasis AI membantu mempercepat dan menyelaraskan komunikasi krisis lintas anak usaha, dan bagaimana budaya kerja birokratis memengaruhi kecepatan tindak lanjut atas sinyal krisis. Data dikumpulkan dari pemberitaan media massa nasional terverifikasi dan dianalisis melalui dua satuan ukur, yakni jeda publikasi (publication time-lag) dan pola penyelarasan naratif antar-subholding, dengan mengacu pada kerangka Situational Crisis Communication Theory (Coombs), sosio-materialitas (Orlikowski), budaya organisasi (Schein), Digital Era Governance (Dunleavy dkk.), dan legitimasi organisasi (Suchman). Hasil penelitian menunjukkan jeda respons yang bervariasi tajam, sekitar lima jam pada kasus Balongan dan sekitar sembilan puluh menit pada kasus Plumpang, yang lebih meyakinkan dijelaskan oleh faktor non-teknologis seperti tekanan eksposur publik dan konteks lokasi operasional dibandingkan peran spesifik AI. Temuan paling tajam berasal dari kasus Balongan, di mana keluhan warga yang disampaikan langsung ke kantor Humas Pertamina tiga jam sebelum ledakan belum sempat ditindaklanjuti, menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan kecanggihan alat deteksi, melainkan ketiadaan jalur eskalasi yang responsif terhadap sinyal krisis dari sumber mana pun.