Perilaku Slaking Statik dan Plastisitas pada Batulempung Formasi Pulaubalang (Slaking and Plasticity Behavior In Claystone In Pulaubalang Formation)
Main Article Content
Slaking merupakan interaksi batulempung dengan udara bebas dan cuaca yang dapat menyebabkan batulempung untuk mengalami penurunan durabilitas dan ketahanannya seiring waktu. Batulempung juga memiliki sifat elastis dan plastis, dan hal ini menyebabkan ia memiliki batas-batas pada keadaan elastis maupun plastis sebelum hancur dan menjadi tanah lepas. Untuk itu, perilaku slaking statik dan plastisitas yang dimiliki batulempung dapat berpengaruh terhadap tingkat ketahanan dari batulempung tersebut. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perilaku slaking statik dengan indeks plastisitas pada sampel batulempung di Kota Samarinda pada Formasi Pulaubalang. Dari hasil uji Indeks Plastisitas, Tingkat plastisitas pada sampel batulempung berada pada kategori plastisitas rendah dengan nilai Indeks Plastisitas terendah 5,84 sampai dengan kategori plastisitas sedang dengan nilai Indeks Plastisitas tertinggi 14,91. Daya slaking statik yang pada batulempung berada pada kategori tinggi sampai dengan ekstrim tinggi dengan nilai indeks 41,47% sampai dengan 70,22%, dan jumlah siklus berada pada dua sampai empat siklus. Antara indeks plastisitas dan indeks slaking statik menunjukkan tingkat korelasi yang lemah dengan angka koefisien korelasi 0,282 dengan arah positif, namun nilai R Tabel 0,666 lebih tinggidari nilai R Hitung menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara variabel Indeks Plastisitas dengan nilai daya slaking statis pada batulempung. Hasil analisis model regresi linear sederhana yang dilakukan adalah didapatkan nilai Koefisien determinasi sebesar 0,0795, yang artinya 7,95% variasi indeks slaking statik yang dapat dijelaskan oleh faktor plastisitas, dan sisanya ditentukan oleh faktor lainnya.
Hardiyatmo, Hary Christady. (2002). Mekanika Tanah I. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.
Koncagül, Engin C., & Santi, Paul M. (1999). Predicting the unconfined compressive strength of the Breathitt shale using slake durability, Shore hardness and rock structural properties. International Journal of Rock Mechanics and Mining Sciences, 36(2), 139–153.
Prasetyo, Erinna Melina, Hendrawan, Andre Primantyo, & Yuliani, Emma. (2022). Identifikasi Karakteristik Fisik Dan Mineralogi Tanah Dan Batuan Material Longsoran Di Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek. Jurnal Teknologi Dan Rekayasa Sumber Daya Air, 3(1), 409.
Sadisun, Imam A., Shimada, Hideki, Ichinose, M., & Matsui, K. (2005). Study on the physical disintegration characteristics of Subang claystone subjected to a modified slaking index test. Geotechnical & Geological Engineering, 23(3), 199–218.
Saptono, Singgih. (2019). Sistem Klasifikasi Massa Batuan untuk Tambang Terbuka. LPPM UPN" Veteran" Yogyakarta.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (PT Alfabet). Bandung.
Supardi, U. S. (2013). Aplikasi statistika dalam penelitian. Jakarta: Change Publisher.
Utama, Yogi Budi, Oktaviani, Revia, Nugroho, Windhu, Devy, Shalaho D., & Trides, Tommy. (2022). Studi Tingkat Slaking Index pada Batulempung Formasi Balikpapan Daerah Samarinda dan Kutai Kartanegara. Journal Locus Penelitian Dan Pengabdian, 1(9), 738–748.
Utami, Dyah Nursita. (2018). KAJIAN JENIS MINERALOGI LEMPUNG DAN IMPLIKASINYA DENGAN GERAKAN TANAH STUDY OF CLAY MINERAL TYPE AND ITS IMPLICATION TOWARD LANDSLIDE. Jurnal Alami (e-ISSN: 2548-8635), 2(2).
