Karakteristik Konjungtivitis Di Puskesmas Besikama Kabupaten Malaka – Nusa Tenggara Timur Maret 2019 – Mei 2020

Authors

  • Lisa Berliani Tanaya Dokter Umum Puskesmas Besikama, Kab. Malaka, Nusa Tenggara Timur

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v2i3.917

Keywords:

Konjungtivitis, Karakteristik, Antibiotik, Mata Merah

Abstract

Pendahuluan: Konjungtivitis adalah suatu penyakit yang terdapat pada mata yang paling banyak dan sering di temui di masyarakat yang mengenai konjungtiva dari mata. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerakteristik konjungtivitis di Puskesmas Besikama, Kabupaten Malaka, Nusa tenggara Timur periode maret 2019 sampai mei 2020. Metode penelitian:  penelitian deskriptif retrospektif cross sectional dengan mengumpulkan data dari rekam medis di Puskesmas Besikama pada bulan September 2020. Hasil: Dari 108 kasus konjungtivitis di Puskesmas Besikama pada periode maret 2019 sampai mei 2020 didapatkan kasus terbanyak pada umur 0-19 tahun, pada perempuan, gejala klinis yang timbul mata merah, lokasi gejala klinis bilateral, dan terapi terbanyak adalah antibiotik tetes mata. Diskusi: Konjungtivitis dapat terjadi pada semua orang baik jenis kelamin laki – laki maupun perempuan, terdapat di semua kelompok usia yang bervariasi dan dengan gejala yang berbeda pada setiap individu, pengobatannya pun dapat disesuaikan dengan penyebab konjungtivitis pada pasien yang berobat. Pemilihan obat yang tepat pada konjungtivitis dapat mempercepat proses penyembuhan, serta edukasi kepada pasien untuk menjaga kebersihan dengan tidak memegang daerah mata yang sakit dengan tangan yang tidak higienis ataupun menggaruk mata maupun mengucak mata saat mata terasa gatal.

References

Sjamsu Budiono, Trisnowati Taib Saleh, Moestidjab, Eddyanto. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Mata. Surabaya: Airlangga University Press (AUP), 2013

Alfonso SA, Fawley JD, Alexa Lu X. Conjunctivitis. Prim Care Clin Off Pract. 2015;42(3):325–45. Available from:https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0095454315000342

Vaughan D, Asbury J. Oftalmologi Umum. Konjungtiva dan air mata: Konjungtivitis. Edisi ke-19. Jakarta: EGC. 2018:95-119.

Chiang CC, Liao CC, Chen PC, Tsai YY, Wang YC. Population study on chronic and acute conjunctivitis associated with ambient environment in urban and rural areas. J Expo Sci Environ Epidemiol. 2012; 22(5): 533-538.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2010. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 2011. h. 41-42.

Insani ML, Adioka IGM, Artini IGA, Mahendra AN. Karakteristik dan manajemen konjungtivitis pasien rawat jalan di rumah sakit indera Denpasar periode januari – April 2014. E-Jurnal Medika, Vol 6 no 7. 2017.

Alloyna D. Prevalensi Konjungtivitis di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Tahun 2009 dan 2010. Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara; 2011.

https://www.aao.org/eye-health/diseases/pink-eye-conjunctivitis

Karpecki PM. Kanski’s Clinical Ophthalmology: a systematic approach. Optometry and Vision Science. 2019;92(10): e386.Doi:10.1097/opx.0000000000000737

Ilyas HS, Yulianti SR. Ilmu Penyakit Mata Edisi 5. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2019. p. 124

Downloads

Published

2023-03-24