Pertunjukan Wayang Potehi Dan Wayang Daun Sebagai Media Dalam Pembentukan Karakter Budaya Lisan Depok Jawa Barat

Authors

  • Gusti Muhammad Iqbal Universitas Udayana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.58344/locus.v2i3.930

Keywords:

Wayang Potehi, Wayang Daun, Ekstensi, Tradisi Lisan dan Bentuk Karakter

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pertunjukkan wayang potehi dan wayang daun sebagai media dalam pembentukan karakter budaya lisan Depok Jawa Barat. Dalam penelitian ini membahas mengenai wayang potehi dan wayang daun yang merupakan kedua kebudayaan yang mampu bertahan di era globalisasi masa sekarang ini sebagai sesuatu yang digandrungi di masa perannya kedua wayang sangat menentukan bagaimana jiwa masyarakat Depok itu sendiri. Perayaan pecinaan atau hari besar orang Tionghoa menjadi tonggak sejarah setelah sebelumnya tidak diperbolehkan untuk dipertunjukkan. Kegiatan pelarangan yang massive menyebabkan mereka kehilangan rasa dan karsa dalam jiwa pemain wayang orang tersebut. Berbeda halnya dengan wayang daun sendiri hadir karena adanya inovasi dari wayang-wayang sebelumnya, hal ini merupakan hal baru yang ada di dalam dunia pewayangan karena terbuat dari daun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yakni menggunakan hasil data berupa buku, jurnal, artikel, internet dan bahkan pula melakukan wawancara di lapangan penelitian. Data yang diperoleh dari lapangan penelitian kemudian disajikan dengan apa adanya sehingga data yang diperoleh tidak jauh berbeda dengan lapangan penelitian. Dengan metode tersebut diharapkan mampu menjawab rumusan masalah yang telah disusun yakni 1) Mengapa wayang potehi dan wayang daun tetap eksis hingga saat ini ? 2) Bagaimana peranan masyarakat dan komunitas pecinta wayang dalam melestarikan wayang potehi dan wayang daun ? 3) Apa implikasi yang diperoleh dari kedua wayang tersebut ?. Dengan adanya pertanyaan tersebut mampu memberikan jawaban yang efesien dalam membahas wayang potehi dan wayang daun terutama dalam eksistensi kedua wayang tersebut dan pembentukan karakter melalui budaya lisan.

References

Antonius, S. H. (2021). Wayang Potehi: Eksistensi, fungsi, dan pelestariannya. Penerbit Lutfi Gilang.

Arafatun, Sasih K., & Sugiyarti, Sri. (2019). Penggunaan Media Wayang Daun dalam Mengembangkan Interaksi Siswa Terhadap Lingkungan Belajar Di SD Negeri 10 Pangkalapinang. Cendekiawan, 1(2), 43–50.

Danandjaja, James. (1991). Folklor Indonesia: Ilmu gosip, dongeng, dll. Jakarta: PT Grafiti.

DI, GOLONGAN ETNIS TIONGHOA. (1979). Golongan Etnis Tionghoa di Indonesia: Suatu Masalah Pembinaan Kesatuan Bangsa. PT. Gramedia.

Ermawan, Donny. (2017). Pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah di indonesia. Jurnal Kajian Lembahas RI, 1–56.

Fakhrurozi, Jafar. (2016). Pemertahanan Tradisi Lisan Gaok di Desa Kulur Majalengka. Teknosastik, 14(2), 28–38.

Halim, Chandra. (2021). Kehidupan Wayang Potehi di Era Industri 4.0. HISTORIA VITAE, 1(2), 35–45.

Holt, Claire. (2000). Melacak jejak perkembangan seni di Indonesia. (No Title).

Juhanda, Juhanda. (2019). Menjaga Eksistensi Budaya Lokal Dengan Pendekatan Komunikasi Lintas Budaya. Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata, 2(1), 56–63.

Kholidah, Neneng Rika Jazilatul. (2020). Eksistensi Budaya Lokal Sebagai Penguat Nasionalisme. Prosiding SNP2M (Seminar Nasional Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat) UNIM, (2), 168–174.

LUSIA, DAMU. (2020). KAJIAN MAKNA DAN FUNGSI TOROK SERTA RITUSMASYARAKAT MANGGARAI DI KECAMATAN KUWUS NTT. UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM.

Madjid, Muhammad Saleh. (n.d.). Abd Rahman Hamid. Pengantar Ilmu Sejarah.

Natalia, Natalia, & Widayatmoko, Widayatmoko. (2018). Pelestarian Kebudayaan Peranakan Tionghoa Wayang Potehi melalui media digital. Koneksi, 2(2), 479–485.

Nurgiyantoro, Burhan. (2011). Wayang dan pengembangan karakter bangsa. Jurnal Pendidikan Karakter, 1(1).

Purnama, Yuzar. (2017). RAJA TANPAINGAN, KAJIAN NILAI DALAM TRADISI LISAN BULENG. Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah Dan Budaya., 18(3), 341–356.

Ramazan, R., & Riyani, Mufti. (2020). ANALISIS KEARIFAN LOKAL MELALUI KAJIAN FOLKLOR ASAL USUL KOTA LANGSA. Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 11(1), 88–95.

Suparno, Antonius. (2017). Memaknai kembali tradisi wayang potehi. Litera, 16(2).

Suwanto, Yohanes, & Kurniawan, Budi. (2017). Pelestarian Seni Pertunjukan Wayang Potehi Di Jawa Timur. Century: Journal of Chinese Language, Literature and Culture, 5(1), 18–27.

Wasino, M., & Endah Sri, Hartatik. (2018). Metode Penelitian Sejarah: dari Riset hingga Penulisan.

Widyani, Trisna, Tjaturrini, Dyah, & Sutanto, Felix. (2017). Wayang Potehi: Makna Ragam Hias Hewan pada Dekorasi Panggung Pertunjukan. PARAFRASE: Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan, 17(2).

Downloads

Published

2023-03-25