Edukasi “Menjadi Orang Tua Hebat di Era Gadget” pada Yayasan Ciarylene
Main Article Content
Pandemi Covid-19 belum berakhir, masyarakat harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Kebiasaan baru tersebut antara lain bekerja, beribadah dan belajar dari rumah. Begitu pun dengan siswa/I di TK Ciarylene. Anak menghabiskan waktu bersekolah atau bermain di dalam rumah. Orang tua sering kewalahan dalam membersamai anaknya belajar di rumah, apalagi orang tua yang masih harus bekerja. Untuk mengurangi kewalahan orang tua, mereka sering memberikan gadget kepada anak sebagai cara untuk anak diam, tidak mengganggu aktivitas orang tua. Gadget selain sebagai alat elektronik yang berfungsi untuk komunikasi dan mencari informasi, gadget juga dilengkapi dengan aplikasi dan fitur yang menarik sehingga anak-anak dapat tenang ketika memainkan gadget. Saat pemberian gadget tidak dikontrol dengan baik oleh orang tua, maka akan mengakibatkan terjadi kecanduan gadget pada anak. Kecanduan gadget ini akan berdampak pada fisik maupun psikis anak. Hal ini mendasari dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat di Yayasan Ciarylene sebagai langkah sederhana memberikan edukasi kepada orang tua terkait bahaya penggunaan gadget. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah dan diskusi. Kesimpulan yang diperoleh setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, adalah peserta sangat antusian mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan tertib
Essau, C. (2008). Adolescent Addiction: Epidemiology. Assessment and Treatment. Oxford: Academic Press.
Fatimah, Dewi. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.
Harfiyanto, Doni, Utomo, Cahyo Budi, & Budi, Tjaturahono. (2015). Pola interaksi sosial siswa pengguna gadget di SMA N 1 Semarang. Journal of Educational Social Studies, 4(1). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jess
Novianti, Ria, Hukmi, Hukmi, & Maria, Ilga. (2019). Generasi Alpha–Tumbuh Dengan Gadget Dalam Genggaman. Jurnal Educhild: Pendidikan Dan Sosial, 8(2), 65–70.
Novitasari, Wahyu, & Khotimah, Nurul. (2016). Dampak penggunaan gadget terhadap interaksi sosial anak usia 5-6 tahun. Jurnal PAUD Teratai, 5(3), 182–186.
Nurjanah, Nunung. (2015). Pengaruh penkes stimulasi perkembangan anak terhadap pengetahuan dan sikap orangtua di rumah bintang islamic pre school. Jurnal Keperawatan BSI, 3(2).
Paturel, Amy. (2014). Game Theory: How do video games affect the developing brains of children and teens? Neurology Now, 10(3), 32–36.
Setianingsih, S. (2018). Dampak penggunaan gadget pada anak usia prasekolah dapat meningkatan resiko gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Gaster, 16(2), 191–205. https://doi.org/10.30787/gaster.v16i2.297
Suana, Suana, & Firdaus, Firdaus. (2014). Pola Asuh Orangtua Akan Meningkatkan Adaptasi Sosial Anak Prasekolah di RA Muslimat NU 202 Assa’adah Sukowati Bungah Gresik. Journal of Health Sciences, 7(2). https://doi.org/10.33086/jhs.v7i2.509
Warisyah, Yusmi. (2019). Pentingnya “pendampingan dialogis” orang tua dalam penggunaan gadget pada anak usia dini. Seminar Nasional Pendidikan 2015, 130–138.
Wulandari, Retno, Ichsan, Burhannudin, & Romadhon, Yusuf Alam. (2017). Perbedaan perkembangan sosial anak usia 3-6 tahun dengan pendidikan usia dini dan tanpa pendidikan usia dini di Kecamatan Peterongan Jombang. Biomedika, 8(1). https://doi.org/10.23917/biomedika.v8i1.2900
Yuniati, Yenni, Yuningsih, Ani, & Nurahmawati, Nurahmawati. (2015). Konsep diri remaja dalam komunikasi sosial melalui “Smartphone.” MIMBAR: Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 31(2), 439–450. https://doi.org/10.29313/mimbar.v31i2.1552
