https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/issue/feedJurnal Locus Penelitian dan Pengabdian2026-08-10T07:11:09+00:00Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdianlocus.rivierapublishing@gmail.com Open Journal Systems<h3>About the Journal</h3> <p>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian is an international scientific journal, double-blind peer-reviewed, open acces journal published monthly by CV. Riviera Publishing</p> <p>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be empirically examined. This journal publishes research articles covering health sciences, which includes: communication, management, economics, culture, Education, law, Social Health and religion that belong to the Social Science context.</p> <p>Journal has become a member of Crossref (Prefix:<a href="https://search.crossref.org/?q=2829-7334&from_ui=yes">10.36418</a>) with Online ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220512410981008" target="_blank" rel="noopener">2829-7334</a> and Print ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220426131073047" target="_blank" rel="noopener">2829-5439</a></p> <p><strong>Publication Frequency: </strong>Monthly</p> <p><strong>Language: </strong>Indonesian<strong>, </strong>English</p> <p><strong>Level of Publication:</strong> National</p> <div>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian is indexed and abstracted in the following databases:<br /><br /></div> <div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://search.crossref.org/?q=2829-7334&from_ui=yes">Crossref</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://scholar.google.com/citations?user=XliyCXkAAAAJ&hl=id">Google Scholar</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/24840">Garuda</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://openurl.ebsco.com/results?bquery=2829-5439&page=1&link_origin=www.ebsco.com">EBSCO</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"> </div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;">The journal has been listed in:</div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2829-7334">ROAD</a></strong></div> </div>https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6077Analysis of The Causes of Workplace Accidents in The Oil and Gas Industry at PT X in 2023 Using The Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) Method2026-07-30T09:18:34+00:00Theresia Iin Wulandaritheresiaiinwulandari@gmail.comZulkifli Djunaidi zul@ui.ac.id<p>The oil and gas industry is recognized as one of the highest-risk industrial sectors due to its complex operations, hazardous technologies, and intensive interactions among human, technical, and organizational factors. Despite the implementation of occupational safety management systems, fatal workplace accidents continue to occur, indicating that conventional investigations focusing solely on human error are insufficient to identify the underlying causes of incidents. This study aimed to identify patterns of human and organizational failures contributing to fatal workplace accidents at PT X during 2023 using the Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). A descriptive-analytical research design with a retrospective approach was employed. The analysis focused on three fatal accident cases documented in 2023 using accident investigation reports, incident records, and occupational safety performance data. Each accident was systematically classified into four HFACS levels: unsafe acts, preconditions for unsafe acts, supervisory factors, and organizational influences. The findings revealed that all fatal incidents involved causal factors across the four HFACS levels. Organizational culture, operational processes, resource management, inadequate supervision, tools and technology, communication, coordination, and planning were identified as dominant latent conditions across all cases. At the operational level, decision errors and routine violations consistently emerged as the primary active failures directly contributing to fatal accidents. These results demonstrate that workplace fatalities are primarily driven by systemic organizational weaknesses rather than isolated worker errors. Therefore, strengthening safety culture, improving supervisory effectiveness, enhancing competency management, and reinforcing risk-based operational planning are essential strategies for preventing future fatal accidents and improving sustainable safety performance in the oil and gas industry.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Theresia Iin Wulandari, Zulkifli Djunaidi https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6239Mitigasi Perlindungan Profesi Dokter Melalui Professional Liability Insurance di Rumah Sakit Umum Daerah2026-08-06T08:58:48+00:00Chusni Mubarakhchusnihz@yahoo.comArohendi Arohendiarohendi@ars.ac.idBudi Santosodrsantoso@yahoo.comFitri Kartikafitrikartika_dr@yahoo.com<p>Peningkatan sengketa medis, kompleksitas tanggung jawab hukum tenaga medis, dan belum terintegrasinya perlindungan hukum dalam tata kelola rumah sakit daerah menuntut sistem mitigasi risiko yang lebih komprehensif. Penelitian ini menganalisis implementasi, kendala, dan strategi penguatan perlindungan profesi dokter melalui asuransi tanggung gugat profesi (<em>professional liability insurance</em>) di rumah sakit umum daerah yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi profesi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain normatif-empiris. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan telaah literatur dengan melibatkan manajemen rumah sakit, dokter, unit hukum, dan pihak asuransi. Peneliti menganalisis data melalui pengodean tematik dan triangulasi sumber. Rumah sakit telah menerapkan asuransi profesi secara institusional melalui kepesertaan kolektif dokter sebagai bagian dari mitigasi risiko hukum. Asuransi profesi tidak hanya mengalihkan risiko finansial, tetapi juga menyediakan pendampingan hukum dan mendukung penyelesaian sengketa melalui mekanisme nonlitigasi. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi rendahnya literasi hukum tenaga medis, belum optimalnya integrasi kebijakan rumah sakit, keterbatasan sistem digital hukum, dan perubahan regulasi kesehatan. Penelitian ini merumuskan model terintegrasi perlindungan profesi dokter dari risiko hukum yang menyatukan regulasi kesehatan, tata kelola klinis, manajemen risiko hukum, asuransi tanggung gugat profesi, pendampingan hukum, dan penyelesaian sengketa nonlitigasi. Model tersebut dapat memperkuat perlindungan profesi dokter melalui sistem kelembagaan rumah sakit yang terkoordinasi, preventif, responsif, dan berkelanjutan.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Chusni Mubarakh, Arohendi Arohendi, Budi Santoso, Fitri Kartikahttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6112Peningkatan Kompetensi Bimbingan dan Konseling Mahasiswa melalui Project Based Learning2026-08-01T04:58:42+00:00Tjhin Kindella Yuniakindella.yunia@gmail.com<p>Pembelajaran Bimbingan dan Konseling di perguruan tinggi masih didominasi oleh penyampaian materi secara teoritis sehingga kesempatan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktik yang autentik relatif terbatas. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan mahasiswa dalam melaksanakan praktik konseling, menyusun dokumentasi layanan, serta merancang Program Bimbingan dan Konseling secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam praktik konseling, identifikasi masalah konseli, penyusunan dokumentasi layanan, serta penyusunan Program dan Rancangan Layanan Bimbingan dan Konseling melalui penerapan <em>Project Based Learning</em> (PjBL). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 18 mahasiswa Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha yang mengikuti mata kuliah Bimbingan dan Konseling I. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian praktik, dan penilaian produk, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi mahasiswa pada setiap siklus. Pada Siklus II, seluruh mahasiswa (100%) mampu menyusun Program Bimbingan dan Konseling serta rancangan layanan, sementara sebagian besar mencapai kategori baik hingga sangat baik pada aspek kelengkapan program, kesesuaian dengan kebutuhan, dan sistematika penyusunan. Penerapan PjBL juga meningkatkan keterampilan praktik konseling, kemampuan mengidentifikasi masalah konseli, serta kualitas dokumentasi layanan. Dengan demikian, <em>Project Based Learning</em> terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi akademik dan profesional mahasiswa pada mata kuliah Bimbingan dan Konseling I melalui pengalaman belajar yang autentik, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian proyek.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Tjhin Kindella Yuniahttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6242Implementasi Pengawasan Pengelolaan Keuangan Desa Berdasarkan Teori Integritas Institusional di Kabupaten Kepulauan Aru2026-08-05T03:21:48+00:00Julista Mustamulithamustamu27@gmail.comSherly Siahaijasherlys2024@gmail.comA. D. Bakarbessylithamustamu27@gmail.com<p>Pengelolaan keuangan desa merupakan bagian dari otonomi desa yang harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, partisipatif, tertib, dan disiplin anggaran. Namun, pengawasannya di Kabupaten Kepulauan Aru masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kapasitas aparatur desa, belum optimalnya fungsi pengawasan oleh APIP, Camat, dan BPD, rendahnya partisipasi masyarakat, lemahnya transparansi dan akuntabilitas, serta kondisi geografis kepulauan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pengawasan pengelolaan keuangan desa berdasarkan Teori Integritas Institusional dan merumuskan strategi penguatannya. Penelitian hukum empiris ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan dukungan data kualitatif pada 13 desa sampel purposive, melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi, yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan oleh APIP berada pada kategori sangat baik, sedangkan pengawasan oleh Camat, BPD, dan masyarakat berada pada kategori baik hingga sangat baik. Pengawasan telah didukung oleh integritas individu dan kelembagaan yang kuat, kejelasan dasar hukum, mekanisme berjenjang, serta penerapan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan kepatuhan terhadap peraturan. Meski demikian, masih terdapat kelemahan berupa keterbatasan SDM dan anggaran pengawasan, kendala geografis, belum optimalnya koordinasi antar lembaga pengawas, rendahnya transparansi informasi keuangan desa, serta keterbatasan akses informasi. Strategi penguatan integritas institusional diarahkan pada penguatan kelembagaan pengawasan, peningkatan kapasitas SDM, optimalisasi koordinasi, pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan transparansi dan partisipasi masyarakat, serta penegakan sanksi dan kepatuhan hukum secara konsisten guna mewujudkan tata kelola keuangan desa yang berintegritas dan berorientasi pada good governance.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Julista Mustamu, Sherly Siahaija, A. D. Bakarbessyhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6135Perancangan Aplikasi Simulasi Deteksi Serangan DDoS Berbasis Dataset Trafik Menggunakan Metode Random Forest yang Dioptimasi Grey Wolf Optimizer untuk Meningkatkan Akurasi2026-07-28T03:24:39+00:00Lukas Febrian Laufralukas.febrian_ti22@nusaputra.ac.idSomantri Somantrisomantri@nusaputra.ac.idLusiana Sani Parwati lusiana.sani@nusaputra.ac.id<p>Serangan <em>Distributed Denial of Service</em> (DDoS) merupakan salah satu ancaman keamanan siber yang paling signifikan pada lingkungan <em>Internet of Things</em> (IoT) akibat meningkatnya jumlah perangkat yang saling terhubung dan kompleksitas lalu lintas jaringan. Kondisi tersebut menuntut tersedianya mekanisme deteksi yang tidak hanya memiliki tingkat akurasi yang baik, tetapi juga efisien dan mudah diimplementasikan sebagai media evaluasi sebelum diterapkan pada lingkungan nyata. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi simulasi deteksi serangan DDoS berbasis dataset trafik dengan mengintegrasikan algoritma Random Forest dan optimasi <em>Grey Wolf Optimizer</em> (GWO). Penelitian menggunakan pendekatan rekayasa dengan metode deskriptif-kualitatif dan eksperimen kuantitatif melalui model pengembangan <em>Waterfall</em>. Dataset CICIIOT2025 digunakan sebagai data pelatihan dan pengujian setelah melalui tahapan <em>preprocessing</em>, sedangkan evaluasi dilakukan menggunakan metrik akurasi, presisi, <em>recall</em>, dan <em>F1-score</em>, serta pengujian fungsional aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi GWO menghasilkan model dengan akurasi sedikit lebih tinggi dibandingkan model <em>Random Forest</em> dasar, sekaligus membentuk arsitektur model yang lebih efisien melalui pengurangan kompleksitas tanpa menurunkan kinerja klasifikasi. Seluruh fitur aplikasi juga berfungsi sesuai kebutuhan sistem dan mampu memvisualisasikan proses deteksi secara interaktif. Dengan demikian, aplikasi yang dikembangkan berpotensi menjadi media pendukung evaluasi dan simulasi deteksi serangan DDoS pada jaringan IoT secara lebih sistematis dan efisien sebelum implementasi pada lingkungan operasional.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Lukas Febrian Laufra, Somantri Somantri, Lusiana Sani Parwati https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6285Pengaruh Partisipasi Masyarakat, Modal Sosial, Persepsi Manfaat, dan Dukungan Pemerintah terhadap Dampak Ekonomi Masyarakat Pesisir pada Kawasan Restorasi Mangrove di Desa Mulyorejo, Kabupaten Pekalongan2026-08-10T07:11:09+00:00Yulia Dwi Handayaniyuliadh@gmail.comYanuar Luqmanyuliadh@gmail.comFuad Muhammadyuliadh@gmail.comSunarsih Sunarsihyuliadh@gmail.com<p>Restorasi mangrove merupakan upaya pemulihan ekosistem pesisir yang bertujuan memperbaiki fungsi ekologis sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai manfaat ekonomi. Keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan oleh aspek biofisik, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor sosial, seperti partisipasi masyarakat, modal sosial, persepsi manfaat, dan dukungan pemerintah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keempat faktor tersebut terhadap dampak ekonomi masyarakat pesisir di kawasan restorasi mangrove Desa Mulyorejo, Kabupaten Pekalongan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan wawancara terhadap 30 responden yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi memenuhi seluruh asumsi klasik sehingga layak digunakan. Secara simultan, partisipasi masyarakat, modal sosial, persepsi manfaat, dan dukungan pemerintah berpengaruh signifikan terhadap dampak ekonomi masyarakat pesisir (F = 6,697; p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,5173 menunjukkan bahwa 51,73% variasi dampak ekonomi dapat dijelaskan oleh keempat variabel tersebut, sedangkan 48,27% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Secara parsial, tidak terdapat variabel yang berpengaruh signifikan pada taraf 5%, meskipun partisipasi masyarakat memiliki koefisien positif terbesar. Hasil penelitian menegaskan bahwa peningkatan manfaat ekonomi restorasi mangrove memerlukan sinergi antara partisipasi masyarakat, penguatan modal sosial, peningkatan persepsi manfaat, dan dukungan pemerintah yang berkelanjutan agar manfaat ekologis dapat dikonversi menjadi kesejahteraan masyarakat pesisir.</p>2026-08-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yulia Dwi Handayani, Yanuar Luqman, Fuad Muhammad, Sunarsih Sunarsihhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6166Analisis Konvergensi Ukuran Sampel Baseline untuk Penetapan Statistically-Derived Threshold pada Sistem Monitoring Kondisi Motor Induksi Tiga Fasa Berbiaya Rendah2026-07-29T03:45:01+00:00Ratna Hartayurhartayu@untag-sby.ac.idSantoso Santosorhartayu@untag-sby.ac.idLutfi Agung Swarga rhartayu@untag-sby.ac.idAditiya Veri Nashrudin rhartayu@untag-sby.ac.id<p>Metode <em>statistically-derived threshold</em> (SDT) berbasis ? ± k? banyak digunakan pada sistem monitoring kondisi motor induksi berbiaya rendah, namun jumlah sampel baseline N umumnya ditentukan secara ad-hoc tanpa kriteria konvergensi eksplisit. Makalah ini menganalisis konvergensi parameter statistik (?, ?) dan threshold (?+2?, ?+3?) terhadap N pada tiga parameter kondisi motor induksi tiga fasa—suhu (DS18B20), arus (SCT013+ADS1115), dan magnitude getaran (MPU6050)—menggunakan dataset baseline 600 sampel dari sistem <em>monitoring real-time</em> berbasis Arduino/Modbus TCP/SCADA. Analisis menggunakan running statistics pada N = 30–600, kriteria konvergensi ganda yang diusulkan (perubahan relatif lokal < 1% dan deviasi global terhadap nilai akhir < 2% selama lima evaluasi berturut-turut), serta selang kepercayaan <em>bootstrap</em> 95% (B = 2000). Hasil menunjukkan perilaku konvergensi yang sangat berbeda: threshold arus konvergen pada N ? 40 dan getaran pada N ? 150, sedangkan threshold suhu tidak konvergen sejati dalam 600 sampel akibat transien warm-up termal yang membuat data non-stasioner (pergeseran threshold ?13%). Kriteria lokal saja terbukti menghasilkan konvergensi semu pada data yang drift perlahan. Dua rekomendasi praktis dihasilkan: panjang baseline harus ditetapkan per parameter, dan baseline termal hanya boleh diakuisisi setelah kondisi tunak termal tercapai. Kerangka analisis yang diusulkan dapat direplikasi untuk sistem monitoring kondisi berbiaya rendah lainnya.</p>2026-08-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ratna Hartayu, Santoso Santoso, Lutfi Agung Swarga , Aditiya Veri Nashrudin https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5973Elevating Communication Skills Through Service Recurrent Training for Garuda Indonesia Cabin Crew2026-08-05T06:47:08+00:00Stephen Natanaelstep.nathan@gmail.comSylvan Zikri Rahman sylvan.zikri@gmail.com<p>In the hypercompetitive airline industry, cabin crew communication serves as a critical determinant of brand equity and passengers’ satisfaction. Even though Garuda Indonesia has been awarded “The World’s Best Cabin Staff” for six years by Skytrax, the internal data shows passengers’ complaints regarding communication. To address this, Garuda Indonesia mandates annual Service Recurrent Training. However, empirical evaluation of the influence to communication skills remains absent. This study examined the impact of Service Recurrent Training on the communications skills of Garuda Indonesia Cabin Crew using quantitative explanatory survey design. The data were collected from 91 active cabin crew members through Likert-scale closed-ended questionnaires. Pearson correlation and simple linear regression analysis reveal a positive and significant effect (r=0.796, p<0.05). The coefficient of determination (R2=0.0634) indicates that training contributes to 63.4% of the variance in communication skills, with each unit increase in training quality predicting an improvement of 0.692 point. The study concludes the strong and significant impact of Service Recurrent Training on Garuda Indonesia Cabin Crew communication skill. It is advisable to extend the duration of simulation, develop facilitators’ competencies, implement post-training mentoring, and continuous evaluation.</p>2026-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Stephen Natanael, Sylvan Zikri Rahman https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6173Pengaruh Pembiasaan Salat dalam Keluarga terhadap Pembentukan Perilaku Religius Anak2026-08-01T04:58:55+00:00Aisyah Cintya Fatekahaisyahcf020403@gmail.comDzulfikar Akbar Romadlon dzulfikar@umsida.ac.id<p>Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang berperan penting dalam membentuk karakter religius anak melalui pembiasaan ibadah secara konsisten. Namun, perubahan gaya hidup, kesibukan orang tua, dan meningkatnya penggunaan media digital menyebabkan pembiasaan keagamaan di lingkungan keluarga semakin menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiasaan salat dalam keluarga terhadap pembentukan perilaku religius anak pada siswa kelas IV, V, dan VI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif yang melibatkan 45 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang mengukur variabel pembiasaan salat dalam keluarga dan perilaku religius anak. Instrumen diuji menggunakan uji validitas <em>Pearson Product Moment</em> dan uji reliabilitas <em>Cronbach's Alpha</em>. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji prasyarat, regresi linear sederhana, uji t, uji F, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan salat dalam keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku religius anak (? = 0,694; p < 0,001). Model regresi juga dinyatakan layak (F = 34,280; p < 0,001), dengan nilai koefisien determinasi sebesar 44,4%, yang menunjukkan bahwa pembiasaan salat dalam keluarga mampu menjelaskan 44,4% variasi perilaku religius anak. Temuan ini menegaskan bahwa keteladanan, pengawasan, dan pembiasaan salat yang dilakukan secara konsisten oleh orang tua berkontribusi penting dalam pembentukan karakter religius anak. Oleh karena itu, penguatan pembiasaan salat di lingkungan keluarga perlu menjadi strategi utama dalam membangun karakter religius generasi sejak usia dini.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Aisyah Cintya Fatekah, Dzulfikar Akbar Romadlon https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6003Pengembangan Buku Saku Mengenal Huruf Hijaiyah Berbasis Bahasa Isyarat dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Quran Murid dengan Hambatan Pendengaran2026-07-30T09:18:07+00:00Novita Nur Samiadikirey.az@gmail.com<p>Peserta didik dengan hambatan pendengaran masih menghadapi berbagai kendala dalam mempelajari baca tulis Al-Qur'an karena proses pembelajaran konvensional umumnya mengandalkan komunikasi verbal dan pendengaran. Meskipun Kementerian Agama Republik Indonesia telah menyediakan Mushaf Al-Qur'an Isyarat, media pembelajaran praktis yang mendukung kegiatan ekstrakurikuler Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) bagi peserta didik dengan hambatan pendengaran masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta mengevaluasi buku saku mengenal huruf hijaiyah berbasis bahasa isyarat sebagai media pembelajaran dalam kegiatan ekstrakurikuler BTQ. Penelitian menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap <em>Analysis, Design, Development, Implementation, </em>dan<em> Evaluation.</em> Produk divalidasi oleh ahli materi Al-Qur'an, ahli media pembelajaran, dan ahli ortopedagogik, kemudian diujicobakan secara terbatas kepada tiga peserta didik dengan hambatan pendengaran di SLBN 02 Jakarta. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons pengguna, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku memperoleh nilai validasi ahli sebesar 90,80% dengan kategori sangat layak, sedangkan respons pengguna mencapai rata-rata 92,00% dengan kategori sangat praktis. Hasil implementasi juga memperlihatkan peningkatan kemampuan peserta didik dalam mengenali huruf hijaiyah, memahami harakat, serta mempraktikkan aturan bacaan mad melalui bahasa isyarat. Dengan demikian, buku saku berbasis bahasa isyarat merupakan media pembelajaran yang valid, praktis, dan efektif untuk mendukung pembelajaran Al-Qur'an yang inklusif bagi peserta didik dengan hambatan pendengaran.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Novita Nur Samiadihttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6193Kewenangan Pembatalan Peraturan Daerah Provinsi dalam Sistem Hubungan Pusat dan Daerah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi2026-08-07T06:37:38+00:00Apriando Darisa Limbarianlimba23@gmail.comJulista Mustamulithamustamu27@gmail.comAndress Deny Bakarbessyrianlimba23@gmail.com<p>Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 137/PUU-XIII/2015 dan Nomor 56/PUU-XIV/2016 mengubah fundamental mekanisme pengawasan Peraturan Daerah (Perda) dengan mencabut kewenangan eksekutif membatalkan Perda sepihak dan mengalihkannya ke ranah yudisial di Mahkamah Agung, menimbulkan konsekuensi hukum kompleks terkait efektivitas pengawasan produk hukum daerah dalam kerangka NKRI. Penelitian ini bertujuan menganalisis dasar kewenangan pembatalan Perda Provinsi pasca-putusan MK serta implikasi hukumnya terhadap pengawasan hubungan pusat-daerah. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, dengan bahan hukum primer (UUD NRI 1945, UU No. 23 Tahun 2014, Putusan MK No. 137/PUU-XIII/2015 dan No. 56/PUU-XIV/2016), sekunder, dan tersier, dianalisis kualitatif-preskriptif melalui interpretasi gramatikal, sistematis, dan teleologis. Hasil menunjukkan Putusan MK menggeser dasar kewenangan pembatalan Perda dari executive review ke judicial review berdasarkan Pasal 24A ayat (1) UUD NRI 1945, menurunkan efektivitas pengawasan produk hukum daerah secara signifikan. Hilangnya instrumen represif eksekutif cepat menyebabkan institutional overload pada pengawasan preventif (executive preview) di pusat, serta kemandulan fungsi Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat (GWPP) mengawal regulasi daerah, khususnya wilayah kepulauan seperti Maluku. Infrastruktur hukum acara Mahkamah Agung berdasarkan PERMA No. 1 Tahun 2011 pun belum siap karena lambat, tertutup (chamber system), dan formalistik-legalistik tanpa mekanisme putusan sela (interim order), menciptakan kekosongan instrumen kendali tengah responsif yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum (rechtsonzekerheid) berkepanjangan bagi masyarakat sipil dan pelaku usaha selama litigasi. Penelitian ini merekomendasikan reformasi hukum acara Mahkamah Agung melalui revisi PERMA No. 1 Tahun 2011, penguatan kapasitas kelembagaan pengawasan preventif, revitalisasi.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Apriando Darisa Limba, Julista Mustamu, Andress Deny Bakarbessyhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6019Analisis Pengungkapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Laporan Keberlanjutan Perusahaan pada Industri Kelapa Sawit Periode 2022–20242026-07-27T05:03:24+00:00Fitri Iriantifitri.irianti@office.ui.ac.idFatma Lestari fatma@ui.ac.id<p>Industri kelapa sawit merupakan salah satu sektor dengan tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang tinggi, sehingga kualitas pengungkapan K3 dalam laporan keberlanjutan menjadi aspek penting dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas pengungkapan K3 pada perusahaan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta menganalisis faktor-faktor karakteristik perusahaan dan tata kelola yang berhubungan dengan kualitas pengungkapan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode content analysis terhadap laporan keberlanjutan, laporan tahunan, dan laporan keuangan dari 28 emiten kelapa sawit selama periode 2022–2024. Kualitas pengungkapan diukur menggunakan indeks yang dikembangkan berdasarkan GRI 403:2018 dan POJK No. 51/POJK.03/2017. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat terhadap variabel ukuran perusahaan, profitabilitas, leverage, independensi dewan komisaris, kepemilikan institusional, external assurance, dan kerangka pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kualitas pengungkapan K3 mencapai 61,25, yang mengindikasikan tingkat pengungkapan yang relatif memadai, meskipun masih terdapat variasi yang cukup lebar antarperusahaan. Pengungkapan K3 juga cenderung didominasi oleh informasi mengenai kebijakan, sistem, dan program, sementara informasi yang merefleksikan hasil aktual pelaksanaan K3 masih relatif terbatas. Analisis multivariat menunjukkan bahwa kerangka pelaporan, external assurance, dan leverage berhubungan positif dan signifikan dengan kualitas pengungkapan K3, sedangkan ukuran perusahaan, profitabilitas, kepemilikan institusional, dan independensi dewan komisaris tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas pengungkapan K3 lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan tata kelola pelaporan, kredibilitas informasi, dan akuntabilitas eksternal dibandingkan karakteristik ekonomi maupun struktur tata kelola formal perusahaan.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fitri Irianti, Fatma Lestari https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6214LRU-Based Caching Optimization for REST API and GraphQL in a PBB-P2 Information System2026-07-29T04:30:21+00:00Rudi Setiawan Samosirrudisetiawansamosir@gmail.comDavid JM Sembiring davidjms366@gmail.comRoberto Kaban roberto.kaban@yahoo.com<p>The increasing demand for fast and reliable access to taxpayer, tax object, billing, and payment information requires efficient data retrieval mechanisms in PBB-P2 information systems. Repeated database access for frequently requested data can increase server workload and prolong response times. Application-level caching can reduce redundant database operations; however, cache performance depends on the replacement policy applied when memory capacity is limited. This study aimed to evaluate the performance impact of Least Recently Used (LRU) caching compared with simple bounded caching and no-cache conditions in REST API- and GraphQL-based PBB-P2 information systems. A quantitative comparative experimental method was employed using a Node.js prototype connected to a MySQL/MariaDB database. The experiment evaluated three cache conditions (no cache, simple cache, and LRU cache) across four workload patterns: random, repeat, mixed, and pressure. Performance was assessed using response time, throughput, cache hit ratio, database query count, CPU utilization, and eviction accuracy. The results showed that LRU provided the most significant improvement under high cache eviction pressure conditions. In REST API testing, LRU reduced response time from 10.41 ms to 7.89 ms and decreased database queries by 74.66%. In GraphQL testing, LRU reduced response time from 19.58 ms to 17.03 ms and decreased database queries by 74.96%. However, LRU was not consistently superior, particularly when workloads had sufficient cache capacity or irregular access patterns. The study concludes that LRU caching is effective when temporal locality and cache pressure are present; however, its implementation should be guided by workload characteristics and system telemetry.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rudi Setiawan Samosir, David JM Sembiring , Roberto Kaban https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6044Dari Kerentanan ke Agensi: Solidaritas Perempuan Pengungsi di Negara Transit2026-07-27T04:37:58+00:00Ratu Dyah Ayu GendiswardaniRatu.Dyah@ui.ac.idHariati Sinaga hariati.sinaga@ui.ac.idRiska Sri Handayani riska.sri@ui.ac.id<p>Tulisan ini mengkaji bagaimana perempuan pengungsi di negara transit menggunakan komunitas sebagai strategi kolektif untuk bertahan hidup di tengah <em>protection gap</em> dan ketidakpastian hukum yang bersifat struktural. Dengan menggunakan pendekatan penelitian feminis berbasis studi literatur kritis, tulisan ini menganalisis empat konteks komparatif—Jakarta (Indonesia), Malaysia, Lebanon, dan Belfast (Irlandia Utara)—untuk menunjukkan bagaimana komunitas perempuan pengungsi berfungsi bukan sekadar sebagai ruang sosial, melainkan sebagai arena <em>politics of care</em> yang mengisi kekosongan negara. Kerangka analisis yang digunakan mencakup <em>feminisme transnasional Mohanty, interseksionalitas Crenshaw</em>, konsep <em>sisterhood bell hooks</em>, dan etika perawatan Tronto untuk membaca solidaritas lintas etnis dan agama sebagai bentuk agensi kolektif. Temuan menunjukkan bahwa meski <em>protection gap</em> termanifestasi secara berbeda di setiap konteks—dari <em>partial protection</em> di Indonesia hingga ketiadaan total kerangka hukum di Malaysia—perempuan pengungsi secara konsisten membangun komunitas sebagai mekanisme perlindungan tandingan. Solidaritas yang terbentuk bukan berbasis kesamaan identitas biologis, melainkan kesadaran kolektif atas penindasan struktural bersama. Kajian ini juga mengakui ketegangan internal: solidaritas komunitas pengungsi tidak selalu sempurna dan dapat mereproduksi hierarki patriarkal dari dalam. Tulisan ini berkontribusi pada kajian pengungsi perempuan di Asia Tenggara yang selama ini kurang mendapat perhatian, sekaligus menyuarakan tiga implikasi kebijakan: pengakuan komunitas perempuan pengungsi sebagai aktor perlindungan, desain program yang responsif interseksional, dan agenda riset berbasis lapangan yang melibatkan perempuan pengungsi sebagai mitra kajian.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ratu Dyah Ayu Gendiswardani, Hariati Sinaga , Riska Sri Handayani https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6220Analyzing The Impact Customer Engagement and Discount on Impulse Buying Through Brand Loyalty of Skincare Brand X Consumer in Tiktok2026-07-28T03:24:59+00:00Mauliddina Sendra Zuchaliamauliddina.zuchalia@binus.ac.idIna Agustini Murwani imurwani@binus.edu<p>The phenomenon in this study shows that impulsive consumers in making purchases will help increase product sales, but this impulsive habit is also not justified. Impulsive habits make consumers have a free lifestyle without limits. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design to examine the effect of customer engagement and discounts on impulsive buying through brand loyalty. The population consisted of TikTok users and Skintific product users, with a sample of 200 respondents selected through simple random sampling. Data analysis included validity and reliability tests, structural model evaluation, and hypothesis testing using Smart PLS bootstrapping. The results show that customer engagement and discounts have a positive effect on impulsive buying, mediated by brand loyalty. The combined effect of engagement and discounts strengthens brand loyalty and impulsive buying behavior more effectively. These findings indicate that brand loyalty functions as a mediating variable linking the influence of customer engagement and discounts on impulsive buying. The implications of this study are the importance of marketing strategies that combine consumer engagement and discount incentives to build brand loyalty and encourage impulsive buying behavior, as well as providing insights for business actors in designing digital marketing strategies on the TikTok platform.</p>2026-08-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mauliddina Sendra Zuchalia, Ina Agustini Murwani https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6058Pengaruh Perceived Personalization terhadap Pembelian Impulsif: Peran Mediasi Fear of Missing Out dan Hedonic Motivation pada Konsumen Gen Z2026-08-05T06:47:53+00:00Muhammad Azeem Rahman Krisdiantorahmanazeem16@gmail.comLaila Refiana Saidlrsaid@ulm.ac.idRaden Roro Yulianti Prihatiningrumrryulianti@ulm.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku konsumsi Generasi Z, khususnya dalam aktivitas <em>social commerce</em> berbasis TikTok yang semakin mendorong terjadinya pembelian impulsif. Salah satu fenomena yang berkembang adalah meningkatnya kecenderungan <em>impulsive buying</em> yang dipengaruhi oleh personalisasi konten digital. Penelitian ini menganalisis pengaruh <em>perceived personalization</em> terhadap <em>impulsive buying</em> dengan <em>Fear of Missing Out</em> (FoMO) maupun <em>hedonic motivation</em> sebagai variabel mediasi pada Generasi Z di Kalimantan Selatan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan teknik <em>purposive sampling</em> dengan 153 responden Generasi Z berusia 14–29 tahun yang pernah melakukan pembelian online melalui TikTok. Pengumpulan data dilakukan melalui survei online menggunakan kuesioner maupun dianalisa dengan <em>Structural Equation Modeling–Partial Least Squares</em> (SEM-PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian ini membuktikan bahwasanya <em>perceived personalization </em>tidak berpengaruh langsung terhadap <em>impulsive buying.</em> Namun, <em>perceived personalization</em> berpengaruh positif terhadap FoMO dan <em>hedonic motivation</em>. FoMO dan <em>hedonic motivation</em> juga mempunyai pengaruhnya yang positif pada <em>impulsive buying</em>. Secara simultan, FoMO dan <em>hedonic motivation</em> terbukti memediasi pengaruh <em>perceived personalization</em> terhadap <em>impulsive buying</em>. Hal tersebut memberikan indikasi bahwasanya <em>impulsive buying</em> pada Generasi Z lebih banyak dipengaruhinya dari faktor psikologis dibandingkan stimulus langsung dari personalisasi, dengan nilai kontribusi model sebesar 67,0% terhadap variabel impulsive buying, sedangkan sisanya berasal dari model lain di luar penelitian ini.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Azeem Rahman Krisdianto, Laila Refiana Said, Raden Roro Yulianti Prihatiningrumhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6228Implementasi Model Pembelajaran Beraksi untuk Meningkatkan Akses Literasi Sains Materi Klasifikasi Makhluk Hidup pada Siswa Berisiko Slow Learner di Kelas VII SMP Negeri 1 Kaubun2026-07-28T07:08:19+00:00Maulida Laila Sarimaulidalaila.2025@student.uny.ac.idIndriyana Rachmawatiindriyanarachmawati@uny.ac.id<p>Literasi sains merupakan kompetensi penting dalam pendidikan abad ke-21 karena berkaitan dengan kemampuan siswa memahami konsep ilmiah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, rendahnya capaian literasi sains masih menjadi permasalahan, terutama bagi siswa berisiko <em>slow learner</em> yang mengalami hambatan dalam memahami konsep abstrak, membaca teks ilmiah, dan mempertahankan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran BERAKSI (Berbasis Visual, Alam, dan Komunikasi Sederhana) dalam meningkatkan akses literasi sains pada materi klasifikasi makhluk hidup bagi siswa berisiko <em>slow learner</em> di kelas VII SMP Negeri 1 Kaubun. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah satu siswa kelas VII yang teridentifikasi berisiko <em>slow learner</em>. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan belajar dari skor pre-test 38 menjadi 60 pada siklus I dan 80 pada siklus II dengan nilai N-Gain kumulatif sebesar 0,68. Akses literasi sains juga meningkat dari skor 13 menjadi 18 dari maksimal 20 poin. Implementasi model BERAKSI terbukti membantu siswa melalui penggunaan media visual, pengalaman belajar berbasis lingkungan, serta komunikasi sederhana yang sesuai dengan karakteristik belajarnya. Dengan demikian, model BERAKSI dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran inklusif untuk meningkatkan akses literasi sains siswa berisiko <em>slow learner.</em></p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Maulida Laila Sari, Indriyana Rachmawatihttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6063Analisis Peran Fear of Missing Out dan Parasocial Interaction dalam Mendorong Pembelian Merchandise K-Pop oleh Fans Indonesia2026-08-01T04:58:20+00:00Ristorio Angga Santosaristoriotandy@gmail.comMuhammad Rifat Setiawan rifaatsetiawan@gmail.com<p>Fenomena Korean Wave telah mendorong perubahan perilaku konsumsi masyarakat, khususnya di kalangan penggemar K-pop di Indonesia. Pembelian <em>merchandise K-pop</em> tidak lagi didasarkan semata pada nilai fungsional produk, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor psikologis dan emosional, seperti <em>Fear of Missing Out</em> (FOMO) dan <em>Parasocial Interaction</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran FOMO dan <em>Parasocial Interaction</em> dalam mendorong pembelian merchandise K-pop oleh penggemar di Indonesia serta menjelaskan bagaimana media sosial memperkuat hubungan kedua konsep tersebut dalam budaya fandom digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <em>content analysis</em>. Data diperoleh melalui studi literatur, artikel ilmiah, berita daring, serta observasi terhadap konten media sosial yang berkaitan dengan aktivitas fandom K-pop. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses seleksi, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan tema-tema utama yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai pemicu terbentuknya hubungan parasosial antara penggemar dan idola, yang selanjutnya meningkatkan rasa keterikatan emosional. Kondisi tersebut memunculkan FOMO terhadap informasi, produk edisi terbatas, dan aktivitas fandom sehingga mendorong keputusan pembelian <em>merchandise</em>. <em>Merchandise</em> dipersepsikan tidak hanya sebagai produk konsumsi, tetapi juga sebagai simbol loyalitas, identitas sosial, dan partisipasi dalam komunitas fandom. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku pembelian <em>merchandise K-pop</em> merupakan hasil interaksi antara media sosial, hubungan parasosial, dan FOMO yang membentuk perilaku konsumen digital dalam budaya populer kontemporer.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ristorio Angga Santosa, Muhammad Rifat Setiawan https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6235Professional Ethics Understanding and Professionalism Attitude of Prospective Make-Up Artist Students2026-08-04T06:43:31+00:00Aisi Susantiaisisusanti08@gmail.comRahmiati Rahmiatiaisisusanti08@gmail.com<p>Rising demand for make-up artist (MUA) services has pushed clients to expect more than technical skill ethical, professional conduct now matters just as much. Yet a preliminary survey found that prospective MUAs often struggle with punctuality, client communication, and tool hygiene, prompting this inquiry into whether their grasp of professional ethics shapes how professionally they behave. Using a quantitative descriptive design, this study surveyed 124 Cosmetology and Beauty students (2022-2023 cohorts) at Universitas Negeri Padang, selected via the Slovin formula and proportionate stratified random sampling. A validated, reliable Likert questionnaire supplied the data, which were tested for normality and linearity before running simple linear regression, a t-test, and the coefficient of determination. Both variables scored in the good category (ethics understanding: M = 91.49, SD = 18.85; professionalism attitude: M = 62.38, SD = 12.90). Regression yielded Y = 15.845 + 0.509X (t = 12.266, p < .001), with ethics understanding explaining 55.2% of the variance in professionalism attitude (R² = .552) a significant, positive relationship that underscores the need for sustained ethics instruction in beauty vocational curricula.</p>2026-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Aisi Susanti, Rahmiati Rahmiatihttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6091Analisa Jejak Karbon Produk pada Industri Gas Bumi dengan Metode Life Cycle Assessment (LCA)2026-08-07T06:37:02+00:00Yudit Ratania Purwaningrumrataniayudit@gmail.comAdhi Yuniarto rataniayudit@gmail.comBara Awanda Marhendra rataniayudit@gmail.comBimo Agung Wicaksono rataniayudit@gmail.comPrawinda Fitri rataniayudit@gmail.com<p>Penelitian ini menilai potensi dampak lingkungan dari proses produksi sales gas di PT XYZ, Kabupaten Bojonegoro, menggunakan pendekatan <em>Life Cycle Assessment</em> (LCA) sebagai metode standar evaluasi kinerja lingkungan produk secara menyeluruh. Dengan meningkatnya kebutuhan energi nasional, industri gas bumi menghadapi tantangan besar dalam menyeimbangkan peningkatan produksi dengan upaya keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menghitung jejak karbon serta dampak lingkungan lainnya dari seluruh tahapan produksi gas bumi dengan metode LCA berbasis ISO 14040/14044. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak SimaPro versi 10.3.0.1 dengan metode ReCiPe 2016 pada level midpoint (H), mencakup cradle-to-gate dari eksplorasi hingga gas siap jual. Unit fungsional yang digunakan adalah 1 m³ sales gas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi 1 m³ sales gas berkontribusi terhadap global warming sebesar 3,22 kg CO? eq, terrestrial acidification sebesar 0,008 kg SO? eq, dan freshwater eutrophication sebesar 0,00030 kg P eq. Identifikasi hotspot mengungkapkan bahwa <em>Gas Turbine Generator</em> (GTG) dan <em>Dew Point Control Unit</em> (DPCU) merupakan unit proses dengan kontribusi terbesar terhadap seluruh kategori dampak, terutama global warming, di mana GTG menyumbang 46,52% dari total emisi dihasilkan. Analisis ketidakpastian melalui simulasi Monte Carlo menunjukkan bahwa kategori global warming memiliki sensitivitas tertinggi terhadap variasi data konsumsi energi, dengan rentang ketidakpastian sebesar ±8%. Penelitian ini memberikan implikasi praktis penting bagi perusahaan migas untuk memprioritaskan strategi efisiensi energi dan pengendalian emisi pada unit GTG dan DPCU guna menurunkan dampak lingkungan secara signifikan. Temuan ini juga berkontribusi pada pengembangan literatur akademik mengenai penerapan LCA di sektor energi Indonesia yang hingga saat ini masih relatif terbatas.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yudit Ratania Purwaningrum, Adhi Yuniarto , Bara Awanda Marhendra , Bimo Agung Wicaksono , Prawinda Fitri https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6240CFD-Based Aerodynamic Optimization of Vehicle-Mounted Axial Wind Turbine Blades2026-08-01T04:59:06+00:00Rufinus Nainggolanrufinus1963ng@gmail.comHusin Ibrahimhusin.19611018@polmed.ac.idPrisca Caesa Moneteringtyaspriscacaesa@polmed.ac.idSuadi Suadisuadisunggal@gmail.comBaringin Sibaranibaringinsibarani69@gmail.comSoni Hestukorosony_hess@yahoo.comAbdul Razakabdulrazak@polmed.ac.id<p>The increasing demand for sustainable energy solutions has encouraged the development of renewable energy technologies that can be integrated into various applications, including transportation systems. Wind energy generated from vehicle-induced airflow represents an alternative energy source that remains underutilized due to complex aerodynamic characteristics and unstable flow conditions. This study aimed to optimize the aerodynamic performance of vehicle-mounted axial wind turbine blades by determining the most suitable angle of attack using Computational Fluid Dynamics (CFD) simulations. The research method involved numerical analysis using CFD software to evaluate the aerodynamic behavior of turbine blades under different angle-of-attack variations of 0°, 5°, 10°, 15°, and 20°. Performance evaluation was conducted based on the lift-to-drag ratio and velocity contour distribution to identify the optimal blade configuration. The results showed that the angle of attack significantly affected aerodynamic performance, with the 10° configuration producing the highest lift-to-drag ratio and the most favorable airflow characteristics. Higher angles of attack resulted in increased flow separation and aerodynamic losses, whereas lower angles produced insufficient lift generation. The optimized turbine design consisted of six blades with a rotor diameter of 0.35 m, demonstrating the potential application of vehicle-induced airflow energy harvesting systems. In conclusion, CFD-based optimization provided an effective approach for improving the performance of vehicle-mounted wind turbine blades and supported future development of renewable energy technologies for sustainable transportation applications.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rufinus Nainggolan, Husin Ibrahim, Prisca Caesa Moneteringtyas, Suadi Suadi, Baringin Sibarani, Soni Hestukoro, Abdul Razakhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6119Desain Optimasi Pemeliharaan Mesin Industri Tissue Converting dengan Metode OMMP (Overall Measure of Maintenance Performance) dan MQFD (Maintenance Quality Function Deployment) Melalui Simulasi Monte Carlo Sebagai Data Generate 2026-08-06T08:58:17+00:00Hery Setia Wardanaherysetiawardana.92@gmail.comNi Luh Putu Hariastutiputu_hrs@itats.ac.id<p>Industri tissue converting memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap keandalan mesin produksi. Tingginya frekuensi kerusakan dan downtime pada mesin Interfolder, Logsaw, dan Packaging di PT. XYZ menyebabkan peningkatan biaya perawatan serta penurunan efektivitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model optimasi pemeliharaan mesin melalui integrasi metode <em>Overall Measure of Maintenance Performance</em> (OMMP), <em>Maintenance Quality Function Deployment</em> (MQFD), dan simulasi Monte Carlo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan studi kasus pada PT. XYZ Mojokerto. Simulasi Monte Carlo digunakan untuk menghasilkan data kegagalan dan perbaikan mesin berdasarkan distribusi probabilitas yang sesuai. Selanjutnya dilakukan pengukuran kinerja pemeliharaan menggunakan indikator <em>Mean Time Between Failure</em> (MTBF), <em>Mean Time To Repair</em> (MTTR), <em>Availability</em>, <em>Reliability</em>, dan <em>Maintenance Cost Ratio </em>(MCR) yang diintegrasikan dalam metode OMMP. Hasil evaluasi menunjukkan nilai OMMP mesin Packaging sebesar 0,550, Interfolder sebesar 0,535, dan Logsaw sebesar 0,324, sehingga mesin Logsaw menjadi prioritas utama perbaikan. Analisis MQFD menghasilkan prioritas strategi teknis berupa penyediaan <em>spare part</em> kritis (27,6%), peningkatan kompetensi teknisi (19,2%), <em>preventive maintenance</em> terjadwal (19,0%), penyusunan SOP maintenance (18,9%), dan monitoring kondisi mesin (15,2%). Integrasi OMMP, MQFD, dan simulasi Monte Carlo terbukti mampu menghasilkan model pemeliharaan yang lebih komprehensif dalam meningkatkan keandalan mesin, menurunkan <em>downtime</em>, dan mendukung efektivitas sistem maintenance perusahaan.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Hery Setia Wardana, Ni Luh Putu Hariastutihttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6247Perlindungan Konsumen terhadap Pencantuman Harga yang Berbeda dengan Harga Pembelian2026-08-05T03:24:17+00:00Gabriela Sapardigabriellasapardi02@gmail.comTeng Berliantyteng.berlianty@lecturer.unpatti.ac.idSarah Selfina Kuahatysarah.kuahaty@lecturer.unpatti.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji perlindungan konsumen terhadap pencantuman harga yang berbeda dengan harga pembelian dalam transaksi perdagangan modern di minimarket dan supermarket. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin sering terjadinya perbedaan antara harga yang tercantum pada etalase dengan harga yang dibayarkan konsumen di kasir, sehingga menimbulkan kerugian serta ketidakpastian hukum bagi konsumen. Meskipun perlindungan terhadap hak-hak konsumen telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen serta Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 35 Tahun 2013 Tentang Pencantuman Harga Barang dan Tarif Jasa, pelaksanaannya dalam praktik masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tanggung jawab pelaku usaha terkait informasi harga yang tidak sesuai serta mengkaji upaya hukum yang berkeadilan bagi konsumen atas kerugian akibat perbedaan harga tersebut. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha memiliki tanggung jawab hukum untuk memberikan informasi harga yang benar, jelas, dan tidak menyesatkan kepada konsumen. Namun, implementasi perlindungan konsumen masih menghadapi berbagai kendala, seperti lemahnya pengawasan, rendahnya kesadaran hukum konsumen, kesalahan administrasi dan sistem kasir, serta kurang optimalnya mekanisme penyelesaian sengketa konsumen. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan pemerintah, sinkronisasi sistem harga pada pelaku usaha, peningkatan edukasi hukum bagi konsumen, serta penerapan tanggung jawab pelaku usaha secara tegas agar tercipta kepastian hukum, keadilan, dan perlindungan yang efektif bagi konsumen dalam transaksi perdagangan.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Gabriela Sapardi, Teng Berlianty, Sarah Selfina Kuahatyhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6153Analisis Yuridis terhadap Pemberatan Pidana bagi Narapidana yang Melakukan Tindak Pidana Peredaran Narkotika di Dalam Lembaga Pemasyarakatan2026-07-29T03:44:52+00:00Edwin Evan Gabriel Simamoraedwinevan8@gmail.comAchmad Adi Suryaadi.silam@law.upr.ac.idEny Susilowatiedwinevan8@gmail.comYurika Fahliany Dewiedwinevan8@gmail.com<p>Peredaran gelap narkotika yang dilakukan oleh narapidana dari dalam lembaga pemasyarakatan menunjukkan masih lemahnya efektivitas sistem pemasyarakatan dalam menjalankan fungsi pembinaan, rehabilitasi, dan pengawasan. Kondisi tersebut memunculkan persoalan yuridis mengenai penerapan pemberatan pidana terhadap narapidana yang kembali melakukan tindak pidana narkotika, terutama karena adanya perbedaan pengaturan residivisme dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar yuridis pemberatan pidana terhadap narapidana yang melakukan tindak pidana peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan serta mengkaji relevansi kegagalan struktural sistem pemasyarakatan terhadap efektivitas penerapan pemberatan pidana. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif menggunakan penafsiran hukum dan penalaran deduktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya kekaburan norma akibat perbedaan batas waktu residivisme antara kedua peraturan tersebut sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum. Selain itu, efektivitas pemberatan pidana dipengaruhi oleh berbagai persoalan struktural, seperti overcrowding, lemahnya pengawasan, keterbatasan sumber daya manusia, dan belum optimalnya program rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi pengaturan mengenai residivisme serta reformasi sistem pemasyarakatan agar kebijakan pemberatan pidana dapat diterapkan secara proporsional, mendukung tujuan rehabilitasi, menekan angka residivisme, dan memberikan kepastian hukum.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Edwin Evan Gabriel Simamora, Achmad Adi Surya, Eny Susilowati, Yurika Fahliany Dewihttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5959Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kinerja Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di Wilayah Pekalongan2026-07-27T04:37:38+00:00Agus RiyantoAgus717672@gmail.comAyun Sriyatmi ayunsriatmi@gmail.comCahya Tri Purnamil cahyatp68@gmail.com<p>Kinerja Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki peran penting dalam menjamin mutu pelayanan laboratorium dan keselamatan pasien di rumah sakit. Namun, masih ditemukan berbagai permasalahan yang berpotensi menurunkan kualitas pelayanan, seperti kesalahan pelabelan sampel, ketidaksesuaian penerapan prosedur operasional standar, serta rendahnya kepuasan pasien terhadap pelayanan laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja ATLM di rumah sakit wilayah Pekalongan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 124 ATLM yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan kerja, pengalaman kerja, gaji, kepemimpinan, penghargaan, motivasi, dan sikap memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja ATLM (p<0,05), sedangkan disiplin kerja tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,222). Analisis multivariat menunjukkan bahwa penghargaan merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kinerja ATLM (OR=3,437), diikuti oleh keterampilan kerja (OR=3,116) dan kepemimpinan (OR=2,432). Ketiga variabel tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 32,6% variasi kinerja ATLM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan sistem penghargaan, pengembangan keterampilan, dan penguatan kepemimpinan merupakan strategi penting untuk meningkatkan kinerja ATLM serta mendukung mutu pelayanan laboratorium di rumah sakit.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Agus Riyanto, Ayun Sriyatmi , Cahya Tri Purnamil https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6169Profil Kepercayaan Diri Berbicara Siswa SMK Program Keahlian Teknik: Kajian Diagnostik Awal2026-07-29T03:45:11+00:00Rina Apeliarinaapelia.2025@student.uny.ac.idNurhidayah Nurhidayahrinaapelia.2025@student.uny.ac.id<p>Kemampuan berbicara yang didukung oleh kepercayaan diri merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada program keahlian teknik, karena berkaitan dengan kesiapan menghadapi dunia kerja. Namun, sebagian siswa masih mengalami hambatan psikologis ketika menyampaikan gagasan atau menjelaskan prosedur teknis di depan kelas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan profil kepercayaan diri berbicara siswa SMK program keahlian teknik sebagai kajian diagnostik awal yang menjadi dasar dalam perancangan intervensi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan statistik deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Sepeda Motor SMKN 1 Terisi Kabupaten Indramayu. Data dikumpulkan melalui angket kepercayaan diri berbicara yang mengukur dua dimensi, yaitu keyakinan terhadap kemampuan diri dan ketahanan terhadap kesalahan, serta wawancara terhadap delapan siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan hasil angket. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data wawancara dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepercayaan diri berbicara siswa berada pada kategori percaya diri dengan nilai konversi sebesar 66,6. Sebanyak 44% siswa berada pada kategori percaya diri, 24% sangat percaya diri, dan 32% kurang percaya diri. Dimensi ketahanan terhadap kesalahan memiliki skor lebih rendah dibandingkan keyakinan terhadap kemampuan diri. Wawancara mengungkap bahwa ketergantungan pada catatan, tekanan sosial dari teman sebaya, kecenderungan menghindari kesempatan berbicara, serta kesenjangan antara penguasaan materi dan keberanian menyampaikan menjadi faktor utama rendahnya kepercayaan diri berbicara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan diagnostik mampu mengidentifikasi aspek-aspek prioritas yang perlu menjadi fokus dalam penyusunan pembelajaran yang mendukung peningkatan kepercayaan diri berbicara siswa.</p>2026-08-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rina Apelia, Nurhidayah Nurhidayahhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5974The Influence of Marketing Content on Viewers’ Purchase Interest (YouTube Content: Artist-Made Collection by SEVENTEEN Season 1 Making of Log – JEONGHAN)2026-08-05T06:47:23+00:00Puti Yasmine Aisyah Hastaputihasta@gmail.comMuhammad Naufal Ramadhan oovank@gmail.comNuzul Dellaneira Arief dellaneira089@gmail.com<p>The development of marketing strategies in the digital era has shifted from traditional approaches toward more interactive and transparent content marketing. This research examines whether marketing content influences viewers' purchase interest through the YouTube video Artist-Made Collection by SEVENTEEN Season 1: Making of Log – JEONGHAN. SEVENTEEN, as a globally popular K-pop group, employs content-based marketing strategies to promote their merchandise, with members like Jeonghan actively involved in the creative process. This research uses a quantitative method by collecting data from 100 respondents who have watched the video. The analysis was based on marketing communication theories and consumer purchase interest, utilizing the AIDA approach and the 4C concept. The results of the study show a significant positive correlation between marketing content and purchase interest, with a correlation coefficient of 0.717. Furthermore, regression analysis indicates that the marketing content variable contributes 51.5% to explaining the variations in consumer purchase interest. These findings confirm that content-based marketing strategies are effective in capturing audience attention and encouraging purchasing decisions.</p>2026-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Puti Yasmine Aisyah Hasta, Muhammad Naufal Ramadhan , Nuzul Dellaneira Arief https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6174Pengaruh Model Project Based Learning Berbasis Entrepreneurship terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik SMP pada Materi Zat Aditif2026-08-04T06:43:18+00:00Arys Rafiaharysfis10@gmail.comMaison Maisonarysfis10@gmail.comErvan Johan Wicaksanaarysfis10@gmail.com<p>Keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran IPA, tetapi peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menghasilkan gagasan orisinal, merumuskan hipotesis, menganalisis data, dan mengomunikasikan hasil ilmiah. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan <em>Project-Based Learning</em> (PjBL) berbasis entrepreneurship dalam meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains peserta didik SMP pada materi zat aditif. Penelitian menggunakan desain mixed methods embedded yang mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Partisipan penelitian terdiri atas 20 peserta didik kelas VIII SMP Negeri 51 Tanjung Jabung Barat yang ditentukan melalui purposive sampling. Data kuantitatif dikumpulkan melalui pretest dan posttest, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui observasi dan wawancara. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas <em>Shapiro–Wilk</em>, dan <em>Wilcoxon Signed-Rank</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan berpikir kreatif meningkat dari 42,81 menjadi 70,31, sedangkan keterampilan proses sains meningkat dari 27,70 menjadi 70,00. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan berpikir kreatif (Z = ?3,933; p < 0,001) dan keterampilan proses sains (Z = ?3,923; p < 0,001). Temuan kualitatif menunjukkan perkembangan dalam menghasilkan gagasan, fleksibilitas berpikir, observasi, perencanaan eksperimen, dan pengolahan data, meskipun masih ditemukan kendala pada elaborasi, perumusan hipotesis, dan komunikasi ilmiah. Dengan demikian, PjBL berbasis entrepreneurship efektif meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan proses sains melalui pembelajaran IPA yang kontekstual dan berorientasi produk.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Arys Rafiah, Maison Maison, Ervan Johan Wicaksanahttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6004Kerangka Kerja Konsep Multi Tenant pada Software Defined Network yang Mendukung Isolasi Kuat Antar Tenant dengan Metode Network Slicing2026-07-30T09:18:14+00:00Yudi Awal Nugrahayudiawalnugrahaa@student.telkomuniversity.ac.idMochamad Teguh Kurniawanteguhkurniawan@telkomuniversity.ac.id<p>Penerapan arsitektur <em>multi-tenant</em> pada <em>Software Defined Network</em> (SDN) semakin berkembang, namun masih menghadapi tantangan dalam menjamin isolasi antar-tenant, keamanan jaringan, serta kualitas layanan (<em>Quality of Service</em>/QoS). Penelitian sebelumnya umumnya menerapkan isolasi berbasis VLAN atau network slicing secara terpisah sehingga belum mampu memberikan perlindungan menyeluruh terhadap serangan lintas tenant maupun alokasi sumber daya yang optimal. Penelitian ini bertujuan merancang dan memvalidasi kerangka kerja SDN multi-tenant yang mengintegrasikan mekanisme isolasi berbasis VLAN, <em>network slicing, dynamic policy enforcement</em> berbasis <em>OpenFlow</em>, serta QoS adaptif dalam satu arsitektur terpadu. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan <em>proof of concept</em> melalui implementasi pada <em>emulator Mininet, Ryu Controller</em> berbasis <em>Python, Open vSwitch, </em>dan protokol<em> OpenFlow</em>. Evaluasi dilakukan melalui pengujian konektivitas, pengukuran QoS, serta simulasi serangan DDoS SYN <em>Flood</em> pada berbagai skenario. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framework mampu mencapai isolasi penuh antar-tenant, meningkatkan throughput rata-rata sebesar 27,4% (490.284 Kbps menjadi 624.619 Kbps), menurunkan packet loss sebesar 84,5% (1,621% menjadi 0,252%), serta menurunkan delay rata-rata dari 0,440 ms menjadi 0,388 ms. Pada skenario serangan DDoS hingga 30 node penyerang, tenant yang tidak menjadi target tetap mempertahankan kualitas layanan kategori sangat baik berdasarkan standar TIPHON. Dengan demikian, <em>framework</em> yang diusulkan terbukti efektif dalam meningkatkan keamanan, performa jaringan, dan ketahanan terhadap serangan siber sehingga berpotensi diterapkan pada lingkungan <em>cloud computing</em> dan data center modern.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Yudi Awal Nugraha, Mochamad Teguh Kurniawanhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6194Inovasi Desain Pengalaman Pengguna Aplikasi Layanan Mobile untuk Pensiunan Aparatur Sipil Negara2026-07-27T05:03:33+00:00Shindy Viandra Charmelita6032242083@student.its.ac.idEllya Zulaikha ellya.zulaikha@its.ac.idHadziq Fabroyir hadziq@its.ac.id<p>Pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) menghadapi hambatan multidimensi dalam kemandirian digital saat menggunakan aplikasi layanan mobile Andal by TASPEN, meliputi hambatan kognitif, fisik, psikologis, sosial, dan kontekstual. Mengevaluasi hambatan, risiko, kebutuhan, dan keterbatasan pengguna pensiunan ASN pada layanan digital PT TASPEN, serta merumuskan rekomendasi inovasi UX yang berpusat pada pengguna. Pendekatan <em>sequential exploratory mixed-method</em> mengintegrasikan <em>Design Thinking</em> dengan QFD. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (53 pensiunan, 18 keluarga), evaluasi heuristik oleh 4 evaluator UX, SUS baseline (25 responden), dan dua iterasi <em>usability testing</em> (10 lansia usia 60–79 tahun per iterasi). Evaluasi heuristik <em>baseline</em> menghasilkan <em>severity</em> rata-rata 2,28/5 dengan 4 prinsip pada level moderat. SUS baseline 56,25 (Marginal Low). Analisis <em>House of Quality </em>menghasilkan 13 fitur inovasi UX berdasarkan TIR tertinggi: simplifikasi navigasi autentikasi (284), login <em>Face</em> ID (216), pendaftaran 4 langkah dengan validasi real-time (215), video tutorial terintegrasi (191), dan desain antarmuka chatbot dengan <em>voice typing</em> (176). Dua iterasi meningkatkan SUS dari 56,25 ? 73,75 ? 80,25 (Grade A–B), TSR 99,60%, SEQ 6,8–6,9/7, dan <em>Time on Task</em> pendaftaran turun 58%. Hasil ini merupakan kerangka konseptual awal dan evaluasi prototipe, bukan simpulan yang tergeneralisasi. Komponen chatbot hanya mengevaluasi desain antarmuka dan belum menilai performa AI, akurasi NLP, maupun sistem pengenalan suara. <em>Usability testing</em> n=10 per iterasi mengikuti prinsip evaluasi formatif untuk menemukan masalah antarmuka, bukan dasar generalisasi kuantitatif. Penyederhanaan alur proses berpotensi lebih berdampak terhadap kemandirian pengguna dibandingkan penambahan teknologi baru.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Shindy Viandra Charmelita, Ellya Zulaikha , Hadziq Fabroyir https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6016Kesiapan Hukum Indonesia untuk Berpartisipasi dalam Implementasi Area-Based Management Tools Berdasarkan BBNJ Agreement2026-07-28T03:24:05+00:00Handayani Panjaitanhandayani.panjaitan@gmail.com<p>BBNJ Agreement memperkenalkan kerangka hukum baru bagi konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati laut di luar yurisdiksi nasional, termasuk melalui <em>area-based management tools</em> (ABMTs) dan kawasan konservasi laut. Namun, kerangka hukum nasional Indonesia masih berorientasi terutama pada wilayah laut di bawah yurisdiksi nasional, sehingga terdapat kesenjangan normatif dan kelembagaan untuk berpartisipasi secara efektif dalam mekanisme ABMTs. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan hukum Indonesia dalam berpartisipasi pada pembentukan dan implementasi ABMTs berdasarkan BBNJ <em>Agreement</em> serta merumuskan model kesiapan hukum nasional bagi pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan. Bahan hukum yang dianalisis meliputi UNCLOS, BBNJ <em>Agreement</em>, peraturan perundang-undangan Indonesia di bidang kelautan dan lingkungan hidup, serta praktik perbandingan dari beberapa negara. Penelitian menemukan bahwa Indonesia telah memiliki kerangka umum tata kelola kelautan, tetapi belum memiliki pengaturan khusus mengenai ABNJ, ABMTs, sumber daya genetik laut, penilaian dampak lingkungan terhadap kegiatan yang berdampak pada ABNJ, dan koordinasi kelembagaan untuk implementasi BBNJ. Karena itu, Indonesia memerlukan mekanisme hukum nasional yang lebih jelas untuk mendukung penilaian ilmiah, partisipasi prosedural internasional, dan koordinasi lintas sektor. <strong>S</strong>etelah mengesahkan BBNJ <em>Agreement</em> melalui Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2025, Indonesia perlu membentuk kerangka regulasi pelaksanaan yang menghubungkan kewajiban internasional dengan tata kelola nasional. Kerangka tersebut perlu mengintegrasikan penyelarasan norma, koordinasi kelembagaan, penguatan kapasitas ilmiah dan teknis, partisipasi prosedural internasional, serta mekanisme kepatuhan, pemantauan, dan peninjauan kembali di tingkat nasional.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Handayani Panjaitanhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6208Upaya Perlindungan Hukum kepada Nasabah yang Mengalami Kerugian dalam Aktivitas Perbankan2026-08-07T06:37:49+00:00Giovita Nathaza Prasedia Lambouwvita.prasedia@gmail.comAdonia Ivonne Laturette vita.prasedia@gmail.comSarah Selfina Kuahaty vita.prasedia@gmail.com<p>Kompleksitas aktivitas perbankan yang semakin meningkat telah meningkatkan kemungkinan terjadinya kerugian bagi nasabah akibat kesalahan, kelalaian, atau tindakan ilegal yang dilakukan oleh bank atau karyawannya, sehingga perlindungan hukum yang memadai menjadi krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi nasabah yang mengalami kerugian akibat aktivitas perbankan, serta prosedur upaya hukum yang dapat dilakukan untuk mendapatkan ganti rugi. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian hukum normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan berlaku secara sistematis. Bahan hukum yang digunakan mencakup bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kerangka perlindungan nasabah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nasabah dilindungi secara hukum melalui langkah-langkah preventif, seperti kewajiban transparansi informasi dan edukasi keuangan, serta langkah represif berupa mekanisme penyelesaian sengketa dan sanksi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perbankan, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan, dan peraturan pelaksanaannya. Nasabah yang mengalami kerugian berhak mendapatkan kompensasi atau ganti rugi apabila kerugian tersebut terbukti secara sah disebabkan oleh kesalahan pihak bank. Penyelesaian sengketa dapat dilakukan secara bertahap, mulai dari pengaduan kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), penyelesaian non-litigasi melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK), hingga jalur litigasi di pengadilan apabila penyelesaian di tingkat sebelumnya tidak membuahkan hasil. Dengan demikian, agar perlindungan hukum terhadap nasabah dapat berjalan efektif, bank harus bertanggung jawab penuh dalam memenuhi hak-hak nasabah, dan Otoritas Jasa Keuangan perlu melakukan pengawasan yang optimal untuk memastikan kepastian hukum serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor perbankan secara berkelanjutan.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Giovita Nathaza Prasedia Lambouw, Adonia Ivonne Laturette , Sarah Selfina Kuahaty https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6215The Effect of Gadget Use on Gross and Fine Motor Development among Preschool Children: The Role of Primitive Reflexes2026-07-27T05:03:56+00:00Jamilatus SholehaJamilatussholeha@gmail.comYuly PeristiowatiJamilatussholeha@gmail.comNurwijayanti NurwijayantiJamilatussholeha@gmail.com<p>Excessive gadget use among preschool children may reduce physical activity and sensorimotor stimulation, thereby affecting primitive reflex integration and motor development. This study aimed to analyze the effect of gadget-use intensity and primitive reflex integration on gross and fine motor development among preschool children. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 100 preschool children in RT 01 RW 02 Sukasari Village, Bogor. Data were collected through measurements of gadget-use duration, primitive reflex examination, and assessment of gross and fine motor development using the Denver Developmental Screening Test (DDST). Data were analyzed using multiple linear regression with a significance level of 0.05. The results showed that gadget-use intensity significantly affected gross motor development (p = 0.001; t = 3.365) and fine motor development (p = 0.003; t = 3.032). Primitive reflex integration also had a significant effect on gross motor development (p < 0.001; t = 7.654) and fine motor development (p < 0.001; t = 7.817). Simultaneously, gadget-use intensity and primitive reflex integration significantly influenced children's motor development. Children who used gadgets for more than 2.7 hours per day were more likely to experience delayed motor development than those with approximately 2 hours of daily use. These findings indicate that excessive gadget use increases the risk of delayed motor development through reduced physical stimulation and emphasize the importance of parental supervision and active physical stimulation to support optimal motor development in preschool children.</p>2026-08-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jamilatus Sholeha, Yuly Peristiowati, Nurwijayanti Nurwijayantihttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6048Pengaruh Ketidakseimbangan Muatan, Distorsi Struktur Pasar, dan Digitalisasi Logistik sebagai Penentu Biaya Transportasi Truk melalui Kolaborasi Supply Chain: Bukti Empiris dari Industri Logistik di Indonesia2026-07-30T09:18:22+00:00Arumdita Dian Kusumawatiarumditadiank12@gmail.comAgus Purnomo aguspurnomo@ulbi.comManiah Maniah maniah@ulbi.ac.id<p>Sektor logistik memiliki peran strategis dalam mendukung efisiensi rantai pasok nasional, namun industri trucking di Indonesia masih menghadapi tingginya biaya transportasi akibat ketidakseimbangan muatan (<em>empty backhaul</em>), distorsi struktur pasar, serta belum optimalnya implementasi digitalisasi logistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketidakseimbangan muatan, distorsi struktur pasar, dan digitalisasi logistik terhadap biaya transportasi truk dengan kolaborasi <em>supply chain</em> sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan dari 203 responden yang berasal dari pelaku industri trucking dan logistik Indonesia melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan <em>Structural Equation Modeling–Partial Least Squares </em>(SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, sementara model memiliki kemampuan prediktif yang kuat dengan nilai R² sebesar 0,737 pada variabel biaya transportasi truk. Digitalisasi logistik terbukti menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan kolaborasi <em>supply chain</em> (? = 0,844), yang selanjutnya berkontribusi terhadap penurunan ketidakseimbangan muatan dan peningkatan efisiensi distribusi. Selain itu, distorsi struktur pasar dan ketidakseimbangan muatan juga berpengaruh terhadap peningkatan biaya transportasi truk. Temuan penelitian menegaskan bahwa transformasi digital yang didukung kolaborasi <em>supply chain</em> mampu mengurangi perjalanan kosong, meningkatkan utilisasi armada, serta menekan biaya transportasi. Oleh karena itu, perusahaan trucking perlu mempercepat implementasi teknologi digital, sedangkan pemerintah perlu memperkuat ekosistem logistik digital dan menciptakan struktur pasar yang lebih transparan guna meningkatkan daya saing logistik nasional.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Arumdita Dian Kusumawati, Agus Purnomo , Maniah Maniah https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6225Case Report: Multiorgan Leptospirosis (Weil's Disease) in a Young Adult Male with a History of Recurrent Tidal Flood Exposure2026-07-28T03:25:56+00:00Izzra Fahmi Agoesrafi.agoes@gmail.comPujo Hendriyantorafi.agoes@gmail.comPaskalis Andrew Gunawanrafi.agoes@gmail.com<p>Leptospirosis is a bacterial zoonotic disease caused by spirochetes of the genus <em>Leptospira</em> and belongs to the group of Neglected Tropical Diseases that often go undiagnosed, particularly in areas with a history of flooding. This case report presents a 20-year-old man who presented with a five-day history of weakness prior to hospital admission, accompanied by persistent fever, nausea, vomiting with every meal, and dizziness, with a history of repeated flood exposure in his residential environment. Physical examination revealed a generally ill appearance, bilateral icteric sclera, anemic conjunctiva, and jaundice of the skin. Laboratory findings showed progressive leukocytosis, thrombocytopenia, mild anemia, hyponatremia, hypokalemia, and elevated urea and creatinine levels that improved during treatment, as well as hyperbilirubinemia with a cholestatic pattern and mild elevations in SGOT/SGPT. Serological testing for <em>Leptospira</em> yielded positive results, while HBsAg, Anti-HCV, and HIV tests were negative. Chest radiography demonstrated findings consistent with bronchopneumonia, while abdominal ultrasonography showed increased cortical echogenicity of both kidneys suggestive of a chronic process, accompanied by cystitis and bilateral pleural effusion. The patient was diagnosed with severe leptospirosis (Weil's disease) complicated by acute kidney injury and bronchopneumonia, and received intravenous ceftriaxone antibiotic therapy, hemodialysis, and supportive management, with subsequent clinical and laboratory improvement. This case underscores the importance of maintaining early clinical suspicion for leptospirosis in patients with a history of flood exposure, given that delayed diagnosis and management are closely associated with a worsening prognosis.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Izzra Fahmi Agoes, Pujo Hendriyanto, Paskalis Andrew Gunawanhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6060A Multi-Criteria Decision-Making Framework for Selecting Reliability Improvement Strategies of an Auxiliary Boiler in a Refinery Utility System: A Case Study at PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap2026-07-29T07:32:13+00:00Arya Bayu Wibisonoaryabayuwibisono@gmail.com<p>The reliability of refinery utility systems plays a critical role in ensuring operational continuity, production efficiency, and safety in petroleum refining processes. At PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap, the auxiliary boiler supporting the Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) unit has experienced recurring reliability issues, particularly economizer tube failures, despite multiple corrective interventions. These recurring failures indicate that selecting an appropriate reliability improvement strategy is not merely a technical issue but a complex decision-making problem involving multiple conflicting criteria. Therefore, this study aims to develop a structured multi-criteria decision-making framework to identify the most appropriate reliability improvement strategy for auxiliary boiler 151B501. A case-based research design was employed using the Analytical Hierarchy Process (AHP) as the primary decision-support method. Expert judgments were collected from cross-functional stakeholders representing Engineering, Operation, Maintenance, and Management through pairwise comparison questionnaires. Five evaluation criteria Safety, Operational Reliability, Operational Flexibility, Ease of Implementation, and Cost and Risk Implications were used to assess four strategic alternatives. The results indicate that Safety and Operational Reliability are the most influential decision criteria, jointly accounting for approximately 68.9% of the overall priority weight. Comprehensive Physical Intervention emerged as the highest-ranked strategy with a global priority value of 0.427 and remained the preferred alternative under sensitivity analysis, demonstrating the robustness of the proposed framework. The study concludes that AHP provides a systematic, transparent, and accountable approach for prioritizing refinery reliability improvement strategies while integrating technical, operational, maintenance, and managerial perspectives. The proposed framework can support strategic asset management decisions and may be adapted for other critical utility systems in refinery operations.</p>2026-08-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Arya Bayu Wibisonohttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6229Tinjauan Kritis terhadap Teori dan Praktik Kepemimpinan Transformasional dalam Organisasi Kristen2026-07-30T09:18:41+00:00Ray Burtonray.burton241092@gmail.comLinda Arih Ersadalinda_ersada@hits.ac.idWahyu Irawatiwahyu.irawati@uph.edu<p>Meningkatnya kompleksitas tantangan organisasi akibat perubahan sosial, globalisasi, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan keagamaan menuntut model kepemimpinan yang adaptif sekaligus berlandaskan nilai-nilai spiritual. Kepemimpinan transformasional menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk meningkatkan efektivitas organisasi, namun penerapannya dalam organisasi Kristen masih menghadapi berbagai pertimbangan teologis, budaya, dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis hubungan antara teori kepemimpinan transformasional dengan praktik kepemimpinan dalam organisasi Kristen melalui identifikasi keselarasan, potensi konflik, serta implikasi kontekstualnya. Penelitian menggunakan pendekatan <em>critical literature review</em> dengan desain kualitatif melalui penelaahan sistematis terhadap berbagai publikasi ilmiah yang berasal dari Google Scholar, Scopus, dan basis data akademik bereputasi lainnya. Analisis dilakukan melalui sintesis teoretis, pengelompokan tematik, dan evaluasi kritis terhadap bukti empiris yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional mampu meningkatkan efektivitas organisasi melalui penguatan visi bersama, kepemimpinan etis, pemberdayaan anggota, pertumbuhan spiritual, dan komitmen organisasi. Namun demikian, implementasinya juga menghadapi tantangan berupa keselarasan teologis, adaptasi budaya, dominasi kepemimpinan karismatik, keterbatasan organisasi, serta kebutuhan menjaga keseimbangan antara efektivitas organisasi dan integritas spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kepemimpinan transformasional dalam organisasi Kristen memerlukan integrasi kontekstual antara prinsip-prinsip kepemimpinan modern dengan nilai-nilai Alkitabiah sehingga mampu menghasilkan kepemimpinan yang efektif, adaptif, dan tetap mempertahankan autentisitas teologis.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ray Burton, Linda Arih Ersada, Wahyu Irawatihttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6064Pemetaan Customer Journey Konsumen melalui Konten YouTube pada Produk Kendaraan Listrik BYD2026-08-01T04:58:30+00:00Amiroh Allabibahallabibahamiroh@gmail.comHadiid Wildan Maulana hawildan28@Gmail.com<p>Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia mendorong perubahan perilaku konsumen dalam proses pengambilan keputusan pembelian, yang kini semakin dipengaruhi oleh media digital, khususnya YouTube. Platform ini tidak hanya berfungsi sebagai media informasi, tetapi juga sebagai ruang berbagi pengalaman pengguna yang membentuk persepsi dan kepercayaan calon konsumen. Penelitian ini bertujuan memetakan <em>customer journey</em> konsumen pada produk kendaraan listrik BYD melalui analisis konten YouTube. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi dalam paradigma konstruktivisme. Data diperoleh dari dua video YouTube, yaitu kanal Jason Nathaniel dan Pengepul Mobil, yang didukung oleh transkrip, deskripsi video, komentar pengguna, serta literatur ilmiah terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber untuk meningkatkan kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjalanan konsumen terbentuk melalui tiga tahapan utama, yaitu <em>pre-purchase, purchase</em>, dan <em>post-purchase</em>. Pada tahap <em>pre-purchase</em>, konsumen aktif mencari informasi, membandingkan alternatif, dan mengurangi ketidakpastian sebelum membeli. Tahap purchase dipengaruhi oleh harga, teknologi, efisiensi operasional, kualitas produk, dan citra merek. Sementara itu, tahap <em>post-purchase</em> menunjukkan bahwa pengalaman positif mendorong kepuasan, rekomendasi, dan penyebaran <em>electronic word of mouth</em>. Penelitian ini menyimpulkan bahwa YouTube berperan sebagai <em>touchpoint</em> utama yang memengaruhi perilaku konsumen sepanjang <em>customer journey</em> serta menjadi media strategis bagi perusahaan dalam memperkuat pemasaran digital dan membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Amiroh Allabibah, Hadiid Wildan Maulana https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6238Decision-Making Model for Prioritizing Toll Road Investment Projects in Sumatra Using Analytic Hierarchy Process (AHP)2026-08-04T06:43:45+00:00Dhono Nugrohodhono.n@gmail.comUtomo Sarjono Putroutomo@sbm-itb.ac.id<p>The Trans-Sumatra Toll Road (Jalan Tol Trans Sumatera [JTTS]) is a national strategic infrastructure project spanning approximately 2,800 km and designed to enhance connectivity and promote economic growth across Sumatra. However, investment prioritization among its 25 segments remains inconsistent because of subjective judgments, policy and regulatory changes, and the absence of a structured multicriteria evaluation framework. This study developed a decision-making model for prioritizing toll road investments by integrating Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT)–Threats, Opportunities, Weaknesses, and Strengths (TOWS) analysis with the Analytic Hierarchy Process (AHP) to address identified limitations in existing prioritization practices. A mixed-methods approach combining qualitative SWOT–TOWS analysis and quantitative AHP was employed, involving 34 expert respondents representing toll road stakeholders. An initial set of 75 indicators was screened using a grand mean threshold of 3.70, and the selected indicators were subsequently synthesized into 10 evaluation criteria for pairwise comparison and consistency assessment. Transportation Network Integration and Connectivity emerged as the highest-weighted criterion (0.166), followed by Technical and Geometric Conditions (0.147) and Economic Impact and Regional Distribution (0.116). The consistency ratio (CR) of 0.04 indicated an acceptable level of consistency in the pairwise comparison judgments. The integrated SWOT–TOWS–AHP framework provides a structured, transparent, and replicable decision-support approach for strengthening infrastructure investment governance and aligning toll road investment priorities with national development objectives.</p>2026-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dhono Nugroho, Utomo Sarjono Putrohttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6096Business Judgment Rule (BJR) dalam Hukum Korporasi Indonesia: Problematika Penerapannya Pasca UU No. 1 Tahun 2025 tentang BUMN, KUHP Nasional, dan KUHAP Terbaru2026-07-24T02:50:59+00:00Dhifla Wiyanidhifla.advocate@gmail.com<p><em>Business Judgment Rule</em> (BJR) merupakan doktrin hukum korporasi yang berasal dari tradisi common law Amerika Serikat dan telah diterima secara luas dalam berbagai sistem hukum modern, yang memberikan perlindungan hukum kepada direksi dan organ korporasi lainnya dari pertanggungjawaban hukum pribadi atas keputusan bisnis yang pada akhirnya berujung kerugian, sepanjang keputusan tersebut diambil dengan itikad baik, kehati-hatian penuh, bebas dari konflik kepentingan, dan sungguh-sungguh ditujukan demi kepentingan terbaik perusahaan. Dalam sistem hukum positif Indonesia, keberadaan BJR semula hanya diakui secara implisit melalui ketentuan Pasal 97 ayat (5) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, tanpa parameter penerapan yang jelas dan rinci. Perkembangan terbaru yang paling revolusioner dalam kerangka hukum korporasi Indonesia adalah pengaturan BJR secara eksplisit dan tegas dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, khususnya melalui Pasal 9F dan Pasal 9G. Bersamaan dengan itu, pembaruan menyeluruh sistem hukum pidana melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP, yang resmi berlaku sejak 2 Januari 2026, turut menghadirkan paradigma baru dalam pertanggungjawaban pidana korporasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif untuk mengkaji secara mendalam makna dan filosofi BJR, kondisi terkini pengaturannya dalam kerangka hukum Indonesia, serta berbagai problematika signifikan yang timbul dalam penerapannya. Dengan demikian, BJR merupakan instrumen perlindungan hukum yang esensial demi mendorong profesionalisme dan akuntabilitas tata kelola korporasi, sekaligus mencegah kriminalisasi berlebihan atas keputusan bisnis yang telah diambil secara jujur, cermat, dan bertanggung jawab.</p>2026-07-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dhifla Wiyanihttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6241Pengaruh Autentisitas dan Transparansi Influencer terhadap Kepercayaan dan Keputusan Pembelian Konsumen Produk Parfum SAFF & Co2026-08-04T06:44:02+00:00Santi Tansantitan01@magister.ciputra.ac.idHastuti Naibahohastuti.naibaho@ciputra.ac.idDamelina Basauli Tambunandamelina@ciputra.ac.id<p>Pertumbuhan industri parfum lokal Indonesia mendorong penggunaan <em>influencer marketing</em> secara intensif, tetapi meningkatnya skeptisisme konsumen terhadap konten bersponsor menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas influencer dalam membangun kepercayaan dan mendorong keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh autentisitas dan transparansi influencer terhadap kepercayaan konsumen dan keputusan pembelian, termasuk peran mediasi kepercayaan konsumen dan moderasi kategori influencer. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 224 responden berusia 18–35 tahun yang pernah membeli parfum SAFF & Co. dan terpapar konten influencer di media sosial. Data dianalisis menggunakan <em>Partial Least Squares–Structural Equation Modeling</em> (PLS-SEM) dengan 5.000 <em>bootstrap subsamples</em>. Hasil menunjukkan bahwa autentisitas influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan konsumen (? = 0,654; p < 0,001), sedangkan kepercayaan konsumen berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian (? = 0,705; p < 0,001). Kepercayaan konsumen secara signifikan memediasi hubungan autentisitas dengan keputusan pembelian (? = 0,461; p < 0,001). Sebaliknya, transparansi influencer tidak berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan, sementara kategori influencer tidak menunjukkan efek moderasi yang signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa autentisitas yang dipersepsikan konsumen, terutama kecocokan gaya hidup dan ketulusan influencer, lebih menentukan pembentukan kepercayaan dan keputusan pembelian dibandingkan pengungkapan komersial formal maupun kategori influencer berdasarkan jumlah pengikut.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Santi Tan, Hastuti Naibaho, Damelina Basauli Tambunanhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6131Hubungan Rasio GABA/Glutamate pada Magnetic Resonance Spectroscopy dengan Gambaran Lesi pada Epilepsi2026-07-29T03:44:40+00:00Rachmi Fauziah Rahayurachmifr@yahoo.comSulistyani Kusumaningrum kusumasulis1@gmail.comMaryama Aisyah Pribadi aisyah.loveisland@gmail.com<p>Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang ditandai oleh ketidakseimbangan neurotransmiter eksitatori dan inhibitor, terutama glutamat dan <em>gamma-aminobutyric acid</em> (GABA), yang berperan dalam proses <em>epileptogenesis</em> dan kekambuhan kejang. Pemeriksaan <em>Magnetic Resonance Imaging</em> (MRI) konvensional belum selalu mampu mendeteksi seluruh lesi struktural sehingga diperlukan biomarker tambahan yang dapat menggambarkan perubahan metabolik jaringan otak epileptogenik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara rasio GABA/glutamat yang diukur menggunakan <em>Magnetic Resonance Spectroscopy</em> (MRS) dengan gambaran lesi pada pasien epilepsi. Penelitian menggunakan desain <em>cross-sectional</em> prospektif terhadap 52 pasien epilepsi yang menjalani pemeriksaan MRS di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan teknik <em>consecutive sampling</em>. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji Fisher's Exact, serta analisis akurasi diagnostik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 94,2% pasien memiliki rasio GABA/glutamat yang tidak normal, mencerminkan adanya ketidakseimbangan neurokimia yang dominan. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara rasio GABA/glutamat dengan lokasi lesi (p = 0,660) maupun jenis lesi (p = 0,723). Analisis diagnostik menunjukkan sensitivitas sebesar 95,0%, spesifisitas 10,0%, nilai prediksi positif 81,6%, dan nilai prediksi negatif 33,3%. Disimpulkan bahwa rasio GABA/glutamat lebih merefleksikan aktivitas metabolik epileptogenik dibandingkan karakteristik lesi struktural serta berpotensi menjadi biomarker pelengkap MRI dalam evaluasi klinis pasien epilepsi.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Rachmi Fauziah Rahayu, Sulistyani Kusumaningrum , Maryama Aisyah Pribadi https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6274Efektivitas Promosi Kesehatan Melalui Audiovisual Berbasis Media Sosial terhadap Peningkatan Pengetahuan Pasien Ulkus Diabetikum di RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat2026-08-05T06:48:09+00:00Nyayu Nurfitriyaniny.nurfitriyani@gmail.comDedek Sutinbukny.nurfitriyani@gmail.comHeru Listionony.nurfitriyani@gmail.comFerly Oktriyediny.nurfitriyani@gmail.comTaufik Kurrohmanny.nurfitriyani@gmail.com<p>Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menimbulkan komplikasi serius, salah satunya ulkus diabetikum yang berisiko berujung pada amputasi ekstremitas bawah. Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak, sementara edukasi tatap muka masih terbatas jangkauan dan kesinambungannya, terutama di wilayah geografis luas seperti Kabupaten Bangka Barat. Promosi kesehatan melalui audiovisual berbasis media sosial berpotensi menjadi alternatif yang lebih fleksibel dan dapat diakses berulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas promosi kesehatan melalui audiovisual berbasis media sosial terhadap peningkatan pengetahuan pasien ulkus diabetikum di RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif quasi experimental dengan pendekatan one group pre-test–post-test time series, repeated measures, dan variasi jumlah intervensi (dose–response), melibatkan 30 responden yang dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan jumlah paparan intervensi (2 kali, 4 kali, dan 6 kali) selama tiga minggu. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pengetahuan pre-test dan post-test pertama (t = -10,140; p = 0,000). Hasil uji Friedman menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan pada pengukuran berulang (?² = 48,137; p = 0,000), sedangkan uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya efek dose-response, di mana peningkatan skor pengetahuan lebih tinggi pada kelompok dengan jumlah intervensi lebih banyak (?² = 8,930; p = 0,012). Penelitian ini menyimpulkan bahwa promosi kesehatan melalui audiovisual berbasis media sosial efektif meningkatkan pengetahuan pasien ulkus diabetikum, dengan pemberian intervensi berulang memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan paparan edukasi yang lebih sedikit.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nyayu Nurfitriyani, Dedek Sutinbuk, Heru Listiono, Ferly Oktriyedi, Taufik Kurrohmanhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6164Pengembangan Kerangka Kerja Manajemen Energi Berbasis Cloud Real-Time Menggunakan Industrial Energy Performance Index untuk Implementasi ISO 50001 pada Industri Tekstil2026-08-06T08:58:32+00:00Irpan Restu Ade Putrakarel.bachri@atmajaya.ac.idMarsul Siregar karel.bachri@atmajaya.ac.idKarel Octavianus Bachri karel.bachri@atmajaya.ac.id<p>Efisiensi energi menjadi tantangan penting pada sektor manufaktur akibat meningkatnya biaya energi, tuntutan efisiensi operasional, serta kebutuhan terhadap praktik industri berkelanjutan. Industri tekstil merupakan salah satu sektor dengan konsumsi energi listrik yang tinggi karena memiliki proses produksi berkelanjutan dan karakteristik beban listrik yang kompleks. Namun, sistem monitoring energi konvensional masih banyak bergantung pada pencatatan manual serta belum mampu menyediakan evaluasi performa energi secara terintegrasi dan real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi <em>Real-Time Cloud-Based Energy Management Framework</em> (RCEMF) yang terintegrasi dengan <em>Industrial Energy Performance Index</em> (IEPI) untuk mendukung pemantauan energi, evaluasi performa energi, serta pengambilan keputusan dalam implementasi ISO 50001 pada industri tekstil. Penelitian menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) dengan pendekatan eksperimental yang mencakup perancangan arsitektur sistem, pengembangan akuisisi data otomatis, implementasi komunikasi Modbus RTU, integrasi basis data berbasis <em>cloud</em>, pengembangan IEPI, dan validasi framework. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RCEMF mampu mengintegrasikan <em>digital power meter</em>, IoT Gateway, komputasi awan, analitik energi, dan sistem pendukung keputusan dalam satu platform terpadu. Framework ini mampu mengurangi waktu akuisisi data lebih dari 96%, mencapai tingkat keandalan komunikasi sebesar 99,9%, serta melakukan evaluasi performa energi secara real-time. IEPI juga mampu merepresentasikan perubahan kondisi operasi melalui integrasi indikator SEC, PF, LF, dan MDU. Kesimpulannya, RCEMF menjadi solusi digital yang efektif untuk meningkatkan sistem manajemen energi, mendukung implementasi ISO 50001, dan meningkatkan efisiensi energi berkelanjutan pada industri tekstil.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Irpan Restu Ade Putra, Marsul Siregar , Karel Octavianus Bachri https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5970Pengaruh Persepsi Manfaat Teknologi Pintar dan Literasi Digital terhadap Niat Kunjungan Ulang dengan Kepuasan Wisatawan sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Destinasi Wisata Budaya di Kota Singkawang)2026-07-27T05:03:15+00:00Immanoel Donny Wijaya2453047@maranatha.eduSurya Setyawan surya.setyawan@eco.maranatha.edu<p>Transformasi pariwisata pintar (<em>smart tourism</em>) menghadirkan tantangan strategis bagi destinasi wisata budaya yang mengandalkan otentisitas tradisi, seperti Kota Singkawang. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh persepsi teknologi pintar dan literasi digital terhadap niat kunjungan ulang, dengan mengevaluasi peran kepuasan wisatawan sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan menyebarkan kuesioner kepada wisatawan yang pernah berkunjung ke Kota Singkawang. Berdasarkan teknik <em>purposive sampling</em>, sebanyak 204 responden yang valid dianalisis menggunakan <em>Partial Least Squares - Structural Equation Modeling</em> (PLS-SEM). Hasil penelitian empiris membuktikan bahwa persepsi teknologi pintar dan literasi digital secara parsial memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan serta niat kunjungan ulang. Temuan terpenting dari studi ini adalah kepuasan wisatawan terbukti secara signifikan mampu memediasi pengaruh kedua variabel independen tersebut terhadap pembentukan loyalitas destinasi. Temuan ini memperkuat <em>Theory of Planned Behavior</em> (TPB) dan memberikan implikasi praktis bagi pengelola destinasi bahwa infrastruktur digital yang canggih harus selaras dengan literasi digital pengunjung guna mempertahankan tingkat kepuasan pengalaman tanpa mencederai nilai otentisitas budaya lokal.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Immanoel Donny Wijaya, Surya Setyawan https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5976A Comparative Effectiveness Analysis of Signature-Based IDS and Network Detection and Response (NDR) in a SIEM Environment2026-08-05T06:47:38+00:00Christian Harychristian.hary@ui.ac.idMuhammad Salman muhammad.salman@ui.ac.id<p>As cyber threats increasingly employ cryptographically concealed and stealthy communication, traditional signature-based Network Intrusion Detection Systems (NIDS) encounter severe limitations in achieving end-to-end operational visibility. This study delivers a quantitative comparative analysis contrasting signature-based frameworks against metadata-driven Network Detection and Response (NDR) within a unified Security Information and Event Management (SIEM) platform. Configured with a massive ruleset of 47,192 active signatures, the NIDS engine was evaluated against the behavioral metadata abstraction of NDR across five structured attack scenarios mapping the Cyber Kill Chain. Experimental results reveal a critical Visibility Gap in post-exploitation defenses; while NIDS achieved a 60\% Detection Rate by intercepting noisy initial reconnaissance and exploit payloads, it suffered total blindness during post-exploitation maneuvers. Conversely, the NDR engine achieved a 100\% Detection Rate, isolating deterministic forensic indicators including a 716.33-second encrypted command and control (C2) session and a 7.07 MB volumetric data exfiltration burst. Furthermore, architectural benchmarking revealed that massive rule compilation induced structural management plane synchronization failures. These findings synthesize into validated recommendations for sensor optimization, establishing an operational framework for specialized role allocation and computational efficiency to eliminate visibility blind spots within enterprise Security Operations Center (SOC) environments.</p>2026-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Christian Hary, Muhammad Salman https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6184Transit Oriented Development (TOD) sebagai Salah Satu Solusi Perumahan di Jabodetabek (Studi Literatur pada Kawasan Stasiun Rawabuntu dan Stasiun Pondok Cina)2026-08-07T06:37:13+00:00Ferdian Bhaskoroferdian.bhaskoro@ui.ac.idRoy Valiant Salomoferdian.bhaskoro@ui.ac.id<p>Permasalahan <em>backlog</em> perumahan di wilayah metropolitan Jabodetabek merupakan isu struktural yang berkaitan dengan pertumbuhan urbanisasi, keterbatasan lahan, serta lemahnya integrasi antara sistem transportasi dan tata ruang. Dalam beberapa dekade terakhir, ekspansi kawasan permukiman ke wilayah suburban tanpa diimbangi dengan sistem transportasi publik yang memadai telah menimbulkan berbagai permasalahan seperti urban sprawl, kemacetan, serta ketimpangan akses terhadap hunian layak. Dalam konteks tersebut, pendekatan <em>Transit Oriented Development</em> (TOD) muncul sebagai solusi strategis yang mengintegrasikan pembangunan kawasan dengan sistem transportasi publik massal.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana TOD dapat menjadi solusi dalam penyediaan perumahan di wilayah Jabodetabek, dengan fokus pada kawasan Stasiun Rawabuntu dan Stasiun Pondok Cina sebagai representasi kawasan suburban dengan intensitas mobilitas tinggi. Metode yang digunakan adalah <em>systematic literature review</em> terhadap jurnal ilmiah terindeks Scopus dan Sinta dalam rentang waktu 2022–2025, yang dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, tantangan, serta peluang implementasi TOD dalam konteks perumahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TOD memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, mendorong pembangunan hunian vertikal, serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi publik. Namun demikian, implementasi TOD di Jabodetabek masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain koordinasi kelembagaan yang belum optimal, ketidaksinkronan regulasi, keterbatasan skema pembiayaan, serta resistensi sosial. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan <em>policy orchestration</em> yang kuat untuk memastikan integrasi kebijakan lintas sektor dalam mendukung keberhasilan TOD sebagai solusi perumahan berkelanjutan.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ferdian Bhaskoro, Roy Valiant Salomohttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6014Analisis Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang2026-07-28T07:08:03+00:00Feni Wahyu Safitrifenisafitri.unimus@gmail.com<p>Perubahan paradigma pelayanan kesehatan yang berorientasi pada pasien menjadikan kualitas pelayanan sebagai faktor utama dalam meningkatkan kepuasan pasien dan daya saing rumah sakit. Sebagai rumah sakit gigi dan mulut pendidikan yang masih berkembang, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang (RSGM UNIMUS) memerlukan evaluasi berkelanjutan terhadap mutu pelayanannya agar sesuai dengan harapan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, yaitu <em>tangibles</em>, <em>reliability</em>, <em>responsiveness</em>, <em>assurance</em>, dan <em>empathy</em>. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan studi pustaka terhadap 100 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> dan <em>accidental sampling</em>. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji <em>t</em>, uji <em>F</em>, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi SERVQUAL berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien pada analisis parsial, sedangkan secara simultan kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (F = 36,17; p < 0,001). Model penelitian mampu menjelaskan 65,81% variasi kepuasan pasien, dengan dimensi <em>assurance</em> dan <em>reliability</em> sebagai prediktor yang paling dominan. Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh sangat penting untuk meningkatkan kepuasan pasien. Oleh karena itu, rumah sakit perlu melakukan evaluasi mutu secara berkelanjutan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat standar pelayanan guna membangun kepercayaan, kepuasan, dan loyalitas pasien.</p>2026-08-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Feni Wahyu Safitrihttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6017Penerapan K-Means Clustering, DBSCAN, dan K-Modes untuk Segmentasi Mahasiswa Baru Berdasarkan Asal Sekolah dan Wilayah Geografis (Studi Kasus: STIKES Guna Bangsa Yogyakarta)2026-08-06T08:57:48+00:00Muhammad Thoif Junaidistudent.muhammad.thoif25@mti.utdi.ac.idBambang Purnomosidi Dwi Putranto bpdp@utdi.ac.id<p>Perguruan tinggi menghadapi tantangan dalam merumuskan strategi promosi tepat sasaran karena belum memahami pola sebaran mahasiswa baru berdasarkan asal sekolah dan wilayah geografis, menyebabkan alokasi anggaran promosi tidak efisien dan kerja sama dengan sekolah asal tidak terarah. Penelitian ini bertujuan menerapkan K-Means, DBSCAN, dan K-Modes untuk segmentasi mahasiswa baru serta membandingkan kinerja ketiga metode dalam menyelesaikan permasalahan strategi promosi di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Menggunakan 634 data mahasiswa baru dengan variabel tingkat pendidikan, jurusan, kabupaten, dan provinsi, metode meliputi label encoding dan normalisasi Min-Max untuk K-Means dan DBSCAN, sedangkan K-Modes bekerja langsung pada data kategorikal. Jumlah klaster optimal ditentukan menggunakan metode elbow (k=4), DBSCAN dengan ?=0,45 dan MinPts=8, serta evaluasi menggunakan Silhouette Coefficient dan Davies-Bouldin Index. Hasil menunjukkan K-Means membentuk empat klaster: Nusa Tenggara dengan SMA IPA (29,5%), Jawa dengan SMK kesehatan (24,6%), Jawa dengan SMA IPS (26,5%), dan luar Jawa dengan MA (19,4%). DBSCAN mengidentifikasi 53 mahasiswa (8,36%) sebagai noise, sementara K-Modes menghasilkan centroid berupa kategori aktual dengan performa lebih rendah (Silhouette: 0,193; DBI: 11,978). K-Means unggul secara metrik (Silhouette: 0,412; DBI: 1,024) dan menjawab inefisiensi anggaran dengan panduan prioritas wilayah. K-Modes unggul dalam interpretabilitas centroid untuk kerja sama sekolah terarah. DBSCAN unggul mendeteksi profil unik yang terlewatkan untuk memperluas jangkauan promosi. Ketiga metode bersifat komplementatif dan menjembatani kesenjangan antara data mentah dengan kebutuhan strategi promosi kampus secara operasional.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Muhammad Thoif Junaidi, Bambang Purnomosidi Dwi Putranto https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6211Mekanisme Transmisi Risiko Iklim dan Transisi Air Baku terhadap Rasio Operasi (BOPO) Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang: Studi Kasus Eksplanatori Sekuensial Periode 2023–20242026-07-29T07:32:45+00:00Ady Setiawanpakdeairnew03@gmail.com<p>Perubahan iklim secara sistemik mentransmisikan risiko fisik lingkungan menjadi kerentanan finansial bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum di kawasan pesisir. Namun demikian, jalur transmisi risiko tersebut ke indikator efisiensi biaya mikro korporat jarang dipetakan secara eksplisit. Penelitian ini bertujuan menelusuri mekanisme kausal yang menghubungkan risiko iklim (kekeruhan ekstrem air baku di hulu dan penurunan muka tanah di hilir) serta kebijakan transisi ekologis sumber air baku—dari Air Bawah Tanah (ABT) ke air permukaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)—dengan pergerakan Rasio Operasi (<em>Operating Ratio</em>/BOPO) Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang periode 2023–2024. Desain penelitian menggunakan studi kasus eksplanatori sekuensial (<em>mixed-methods</em>) tunggal dengan pendekatan mekanistik (<em>causal process tracing</em>) berbasis logika Bayesian guna menguji rigor internal rantai kausal, dilengkapi dekomposisi varians biaya akuntansi. Hasil menunjukkan BOPO naik dari 0,83 (2023) menjadi 0,84 (2024) karena beban operasional tumbuh 10,86%, melampaui pertumbuhan pendapatan operasional 10,20%. Faktor pendorong dominan adalah lonjakan beban pembelian air curah 21,97% (menjadi Rp120,70 miliar) akibat kebijakan transisi ekologis berskema take-or-pay, disusul kenaikan biaya bahan kimia 13,52% (menjadi Rp13,48 miliar) akibat volatilitas kekeruhan sungai 6.000–10.000 NTU, serta diperparah akumulasi kehilangan air (<em>Non-Revenue Water</em>/NRW) 44,64% yang dipicu kerusakan pipa struktural akibat amblesan pesisir. Kebaharuan penelitian terletak pada integrasi model akuntansi biaya mikro dengan risiko hidrologis makro. Rekomendasi strategis mencakup formulasi blended resilience financing dan restrukturisasi tarif <em>Full Cost Recovery</em> (FCR) berbasis mitigasi risiko iklim.</p>2026-08-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ady Setiawanhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6039Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Gaya Kognitif Field Independent dan Field Dependent2026-08-04T06:43:03+00:00Fatimah Azahrawaode73027@gmail.comNursupiamin Nursupiaminnursupiamin@uindatokarama.ac.idYulia Yulia yulia@uindatokarama.ac.id<p>Kemampuan pemecahan masalah matematika masih menjadi tantangan bagi banyak siswa Indonesia, dan salah satu faktor internal yang diduga kuat memengaruhinya adalah gaya kognitif, khususnya dimensi <em>Field Independent</em> (FI) dan <em>Field Dependent</em> (FD), sehingga pemetaan kontribusinya penting dilakukan untuk mendukung pembelajaran matematika yang lebih adaptif. Studi ini diorientasikan untuk menguji ada tidaknya perbedaan signifikan pada kapasitas pemecahan masalah matematis antara pelajar yang memiliki gaya kognitif FI dan FD pada jenjang kelas XI di sebuah madrasah aliyah negeri. Melalui pendekatan kuantitatif komparatif, riset ini melibatkan 60 siswa sebagai subjek amatan, terdiri atas 31 pelajar bertipe FI dan 29 pelajar bertipe FD yang dihimpun lewat teknik <em>purposive sampling</em>. Pemetaan karakteristik gaya kognitif siswa dievaluasi menggunakan instrumen <em>Group Embedded Figures Test</em> (GEFT), sedangkan kompetensi pemecahan masalah diukur lewat instrumen tes esai yang mengacu pada empat langkah Polya, meliputi: pemahaman masalah, penyusunan rencana, eksekusi rencana, hingga peninjauan kembali hasil. Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik kognitif anak memegang andil besar dalam memengaruhi kapabilitas mereka menyelesaikan persoalan matematika, sekaligus memperkuat urgensi bagi guru untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi yang mengakomodasi kebutuhan siswa FI maupun FD secara proporsional.</p>2026-08-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fatimah Azahra, Nursupiamin Nursupiamin, Yulia Yulia https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6218Data Warehouse dan Analytics Dashboard untuk Peningkatan Kualitas Informasi dan Kapabilitas Manajerial pada Instansi Kesehatan Pemerintah Daerah: Evaluasi Berbasis Model DeLone & McLean (Studi Kasus: Dinas Kesehatan Kota Surabaya)2026-07-29T07:32:54+00:00Alif Kurniawanakurawane@gmail.com<p>Transformasi digital di sektor kesehatan menghasilkan volume data yang sangat besar, namun pemanfaatannya sebagai dasar pengambilan keputusan strategis masih menghadapi kendala akibat fragmentasi sistem informasi dan rendahnya integrasi data. Kondisi tersebut menyebabkan proses pelaporan menjadi lambat, rentan terhadap kesalahan, dan mengurangi kualitas informasi yang dibutuhkan manajemen. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan <em>Data Warehouse</em> serta <em>Analytics Dashboard</em> untuk mengintegrasikan berbagai sistem informasi kesehatan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya, sekaligus mengevaluasi efektivitas implementasinya berdasarkan Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone & McLean. Penelitian menggunakan pendekatan <em>Design Science Research Methodology</em> (DSRM) melalui tahapan identifikasi masalah, perancangan artefak, demonstrasi, evaluasi, dan komunikasi hasil. Evaluasi dilakukan terhadap 93 responden menggunakan kuesioner skala Likert, dilengkapi wawancara semi-terstruktur, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, reliabilitas, dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Data <em>Warehouse</em> berhasil mengintegrasikan data dari empat sistem informasi kesehatan ke dalam satu sumber data terpadu (<em>single source of truth</em>), sedangkan <em>Analytics Dashboard</em> mampu menyajikan informasi yang akurat, konsisten, dan mudah dipahami. Seluruh variabel memperoleh nilai rata-rata di atas 4,00, dengan hubungan positif yang kuat antara <em>System Quality</em> dan <em>Net Benefits</em> (?=0,745; p<0,001), serta <em>Information Quality </em>dan<em> Net Benefits</em> (?=0,744; p<0,001). Disimpulkan bahwa implementasi <em>Data Warehouse</em> dan <em>Analytics Dashboard</em> secara signifikan meningkatkan kualitas sistem, kualitas informasi, serta kapabilitas pengambilan keputusan berbasis data pada Dinas Kesehatan Kota Surabaya.</p>2026-08-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Alif Kurniawanhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6055Sharia Social Innovation dalam Mendukung Corporate Sustainability pada Rumah Sakit Mata Achmad Wardi Badan Wakaf Indonesia –Dompet Dhuafa2026-07-27T04:38:08+00:00Halimatussya'diyah Halimatussya'diyahhalimatussyadiyah31@ui.ac.idRetno Kusumastutir.kusumastuti@ui.ac.id<p>Inovasi sosial menjadi cara untuk menemukan solusi sesuai kebutuhan masyarakat. Dalam perspektif inovasi sosial syariah, instrumen wakaf produktif menjadi kunci untuk menggerakan modal sosial dan modal ekonomi demi kebermanfaatan bagi masyarakat yang tidak tersentuh akses kesehatan mata. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi inovasi sosial berbasis wakaf produktif melalui model bisnis hibrida dalam mendukung <em>corporate sustainability</em> di Rumah Sakit Mata Achmad Wardi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap sembilan narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Sakit Mata Achmad Wardi menerapkan inovasi sosial syariah melalui kolaborasi antar lembaga, pengelolaan wakaf produktif, dan model bisnis hibrida yang mengintegrasikan misi sosial dengan keberlanjutan finansial. Model tersebut memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat dhuafa sekaligus memperkuat <em>corporate sustainability</em> rumah sakit. Temuan ini menunjukkan bahwa wakaf produktif berpotensi menjadi model pembiayaan kesehatan yang berkelanjutan di sektor kesehatan syariah. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya penguatan tata kelola wakaf produktif, pengembangan kapabilitas inovasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Halimatussya'diyah Halimatussya'diyah, Retno Kusumastutihttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6226Surat Penghentian Penyidikan Bukan Sertifikat Keadilan: Refleksi Atas Penerapan Restorative Justice bagi Anak Korban Kekerasan Seksual2026-07-29T03:45:19+00:00Ditha Anggrany Verany Tethoolanggieditha96@gmail.comReimon Supusepareimonsupusepa@gmail.comMargie Gladies Sopacuamargiesopacua81@gmail.com<p>Penerapan <em>restorative justice</em> (RJ) dalam perkara kekerasan seksual terhadap anak masih menimbulkan perdebatan karena penyelesaian secara prosedural sering kali belum mampu mewujudkan keadilan substantif bagi korban. Di Indonesia, penghentian penyidikan melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) yang didasarkan pada kesepakatan damai memunculkan persoalan mengenai terpenuhinya hak anak atas perlindungan, pemulihan, restitusi, dan pengakuan terhadap penderitaan yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis apakah penerapan <em>restorative justice</em> melalui SP3 telah memenuhi hak-hak anak korban serta merumuskan rekomendasi kebijakan menuju model <em>restorative justice</em> yang berorientasi pada korban. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan pendekatan kasus yang diperkaya melalui analisis dokumen SP3 serta wawancara tidak langsung dengan pendamping korban. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan interpretasi teleologis, thematic analysis, dan <em>critical discourse analysis</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SP3 dalam kasus Ambon hanya memenuhi aspek administratif penghentian perkara tanpa menjamin keadilan substantif bagi korban. Ketiadaan pendampingan psikolog forensik, lembaga perlindungan anak, mekanisme restitusi yang mengikat, serta rehabilitasi berkelanjutan meningkatkan risiko reviktimisasi dan menghambat pemulihan korban. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan <em>restorative justice</em> tidak dapat diukur dari tercapainya perdamaian semata, melainkan dari terpenuhinya hak korban atas pemulihan, perlindungan, partisipasi, dan keadilan secara menyeluruh sehingga penerapannya dalam perkara kekerasan seksual terhadap anak harus dilakukan secara selektif dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ditha Anggrany Verany Tethool, Reimon Supusepa, Margie Gladies Sopacuahttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6062Karakteristik Komunikasi Advokasi pada Instagram @Komnasperempuan2026-08-06T08:58:02+00:00Denanti Bella Artiani25172440020@lspr.eduDeyang Augustya25172440021@lspr.eduNaura Nur Shadrina Kusnandar25172440001@lspr.edu<p>Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) menjadi isu yang semakin mendesak di Indonesia, terutama seiring meningkatnya penggunaan platform digital dan kerentanan perempuan di ruang daring. Komnas Perempuan sebagai lembaga nasional yang memiliki mandat advokasi hak-hak perempuan memanfaatkan Instagram sebagai media komunikasi untuk menyampaikan isu KBGO kepada publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik komunikasi advokasi pada akun Instagram @komnasperempuan dalam merepresentasikan isu KBGO. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <em>Qualitative Content Analysis</em> terhadap unggahan Instagram periode Januari hingga April 2026. Dari 99 unggahan, terdapat 11 unggahan terkait KBGO yang dianalisis menggunakan kerangka <em>Information-Community-Action</em> (ICA) dari Lovejoy dan Saxton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu KBGO direpresentasikan melalui empat kategori utama, yaitu <em>online threats, malicious distribution</em>, <em>cyber sexual harassment</em>, dan <em>sexploitation</em>. Kategori online threats menjadi isu paling dominan dengan delapan unggahan, diikuti malicious distribution sebanyak enam unggahan, <em>cyber sexual harassment</em> sebanyak lima unggahan, dan <em>sexploitation</em> sebanyak satu unggahan. Dari sisi fungsi komunikasi, sebagian besar unggahan berada pada tahap informasi, sedangkan fungsi komunitas tidak muncul secara eksplisit, dan fungsi aksi hanya ditemukan dalam satu unggahan. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi advokasi @komnasperempuan lebih berorientasi pada edukasi publik dan advokasi berbasis kebijakan dibandingkan mobilisasi langsung audiens.</p>2026-08-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Denanti Bella Artiani, Deyang Augustya, Naura Nur Shadrina Kusnandarhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6232Peningkatan Kemampuan Mengklasifikasikan Makhluk Hidup Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Hambatan Belajar Kelas VII2026-07-28T07:08:35+00:00Sigit Al Jihadsigital.2025@student.uny.ac.idAtien Nur Chamidah atien@uny.ac.id<p>Siswa dengan hambatan belajar sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak, mengolah informasi, serta menghubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman sebelumnya, terutama pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang membutuhkan kemampuan berpikir sistematis. Salah satu materi yang menjadi tantangan adalah klasifikasi makhluk hidup karena menuntut kemampuan mengidentifikasi, membandingkan, dan mengelompokkan objek berdasarkan karakteristik tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengklasifikasikan makhluk hidup melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Student Teams Achievement Division</em> (STAD) pada siswa hambatan belajar kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 20 siswa kelas VII SMPN 3 Kaubun dengan fokus analisis pada empat siswa yang mengalami hambatan belajar. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan akademik dan observasi aktivitas belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan STAD mampu meningkatkan kemampuan mengklasifikasikan makhluk hidup secara signifikan. Nilai rata-rata siswa hambatan belajar meningkat dari 45,0 pada pra-siklus menjadi 58,75 pada siklus I dan 71,75 pada siklus II. Selain itu, ketuntasan klasikal meningkat dari 30% menjadi 90%. Kesimpulannya, model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif dalam meningkatkan kemampuan akademik, keterlibatan belajar, dan kemandirian siswa hambatan belajar melalui interaksi kelompok dan dukungan teman sebaya.</p>2026-08-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sigit Al Jihad, Atien Nur Chamidah https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6202Evaluation of the Implementation Program Uma Naroman Project for the Community in Bibileo Village, Sub-District Viqueque City, Viqueque Municipality in 20232026-07-25T06:24:22+00:00Carolina da Cruzlinacruz4492@gmail.comMartinho Mendes Pereiralinacruz4492@gmail.comMariano Pinto Amarallinacruz4492@gmail.comAna Maria do RosarioAnarosario9@gmail.comTomas Pereiralinacruz4492@gmail.comMoises Aparicio Pireslinacruz4492@gmail.com<p>The Uma Naroman ba Povu (UNP) program is a government initiative in Timor-Leste designed to provide decent and affordable housing for low-income families, addressing the fundamental need for adequate shelter as a basic human right. This study evaluated the implementation of the UNP program in Bibileo Village, Viqueque Municipality, in 2023. The research employed a qualitative descriptive method using data collection techniques, including direct observation, in-depth interviews, and literature review. Data analysis was conducted using the interactive model proposed by Miles and Huberman, which involved data collection, data reduction, data presentation, and conclusion verification. The findings revealed several significant and interconnected issues across five key dimensions: physical construction, occupant health, location, facilities, and accessibility. Specifically, many houses experienced poor construction quality, including damaged roofs, cracked foundations, and inadequate sanitation facilities. Health-related standards were not fully achieved due to limited waste disposal systems and insufficient access to clean water facilities. Geographically, many houses were located far from essential public services, such as schools and healthcare facilities, while basic amenities, including dining areas and electricity, were frequently unavailable. Furthermore, the implementation process was affected by weak supervision from the Ministry of State Administration and the Social Audit Unit, resulting in housing outcomes that did not fully meet expected standards. Community involvement in decision-making processes remained limited, creating opportunities for political influence and favoritism in beneficiary selection. This study highlights that improving the effectiveness of the UNP program requires stronger monitoring mechanisms, increased community participation, and stricter compliance with technical and health standards to ensure sustainable benefits for targeted beneficiaries.</p>2026-08-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Carolina da Cruz, Martinho Mendes Pereira, Mariano Pinto Amaral, Ana Maria do Rosario, Tomas Pereira, Moises Aparicio Pireshttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6015Institutional Transformation Strategy for Local Culture-Based Community Empowerment: A Case Study of Kuntau Harimau Muda2026-07-25T06:24:12+00:00M Lutfi Sasmila Wardanafiesasw@gmail.com<p>Contemporary shifts in development paradigms toward people-centered development have increasingly positioned local culture as a strategic asset for sustainable social empowerment, particularly at the grassroots level. However, grassroots cultural organizations often face managerial challenges that threaten their long-term institutional sustainability. This study examined the existing conditions, identified relevant internal and external factors, and formulated a strategy for local culture-based community empowerment through the traditional martial art of Kuntau at the Harimau Muda Community in Mandarsari, Banjar Regency. Guided by Edi Suharto’s empowerment dimensions (participation, access, control, and benefit) and employing SWOT matrix analysis to formulate strategic priorities, this qualitative study was conducted through sustained participatory observation, in-depth interviews with key informants (the Chairman, active members, community leaders, and the Head of Culture of the Banjar Regency Disbudporapar), and supporting documentation review. The findings revealed a significant managerial paradox: although the community has consistently achieved high and widely recognized regional accomplishments, its administrative operations remain largely informal, relying heavily on memory-based scheduling rather than documented management systems and depending on individual figures rather than institutional structures. The novelty of this research lies in demonstrating that institutional transformation—from figure-centered to system-centered governance—is a critical prerequisite for achieving sustainable culture-based community empowerment. The strategic formulation emphasizes the urgency of digitalizing administrative systems and formalizing institutional structures to strengthen the community’s bridging social capital with regional governments and formal economic networks. This study contributes to the development of institutional strengthening models for traditional martial arts communities and provides practical guidance for culture-based empowerment programs.</p>2026-08-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 M Lutfi Sasmila Wardanahttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6172Pengaruh Penerapan Pendekatan Deep Learning dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Peserta Didik Kelas IV SDN Utan Kayu Utara 07 Kecamatan Matraman Jakarta Timur2026-07-15T07:14:17+00:00Heni Pratiwipratiwi.heni02@gmail.comTeguh Prakosoteguh@ecampus.ut.ac.idSyarifuddin Syarifuddinsyarifuddin.unsri@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi membaca peserta didik sekolah dasar yang disebabkan oleh dominasi pendekatan konvensional <em>teacher-centered</em> sehingga peserta didik cenderung pasif dan kesulitan memahami bacaan secara mendalam. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh penerapan pendekatan <em>Deep Learning</em> dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas IV SD. Penelitian menggunakan metode eksperimen desain faktorial 2x2 dengan 60 siswa (30 eksperimen <em>Deep Learning</em>, 30 kontrol konvensional). Instrumen penelitian telah valid dan reliabel (Cronbach's Alpha 0,812 dan 0,876). Data berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji hipotesis menggunakan ANAVA Dua Jalur menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penerapan pendekatan <em>Deep Learning</em> terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia (p = 0,007 < 0,05) dan terdapat pengaruh signifikan motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia (p = 0,007 < 0,05), namun tidak ditemukan efek interaksi yang signifikan antara pendekatan pembelajaran dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia (p = 0,187 > 0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan <em>Deep Learning</em> secara mandiri efektif meningkatkan hasil belajar kognitif Bahasa Indonesia peserta didik sekolah dasar tanpa terikat pada tinggi rendahnya motivasi belajar awal mereka, serta memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan model pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.</p>2026-08-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Heni Pratiwi, Teguh Prakoso, Syarifuddin Syarifuddinhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5733Penyusunan Dokumen Rencana Strategis Seminari Pius XII Kisol 2026-2031 (Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat)2026-07-27T04:37:27+00:00Marianus Tapungmarianustapung45@gmail.comPetrus Partus Redy Jayamarianustapung45@gmail.comMaksimilianus Jemalimarianustapung45@gmail.comWahyuni Purnamimarianustapung45@gmail.comMarlinda Mulumarianustapung45@gmail.com<p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mendampingi penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Seminari Pius XII Kisol 2026–2031 sebagai upaya memperkuat tata kelola lembaga pendidikan calon imam yang lebih sistematis, profesional, dan berbasis data. Selama hampir tujuh dekade, pengelolaan seminari ini banyak bertumpu pada karisma personal pimpinan dan tradisi institusional, namun perubahan zaman, disrupsi digital, serta dinamika generasi muda menuntut pendekatan perencanaan yang lebih terstruktur. Metode yang digunakan bersifat kolaboratif, reflektif, dan evidence-based, dengan memanfaatkan model evaluasi CIPP (<em>Context, Input, Process, Product</em>) untuk memetakan kondisi eksisting serta kerangka Triad Quality Dimension (<em>structure, process, product</em>) sebagai arsitektur pengembangan lembaga. Data diperoleh melalui observasi, kuesioner, wawancara, dan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Hasil analisis menunjukkan adanya disparitas antar pilar formasi, terutama pada aspek kesehatan dan tata kelola kelembagaan. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan paradigma transformasi menuju model formasi “Humanis Adaptif” dengan visi “Mandiri Lembaga, Kuat Jiwa Raga, Resilien Panggilan”. Renstra ini diharapkan menjadi living document yang memandu pembaruan berkelanjutan seminari dalam menyiapkan pemimpin Gereja yang tangguh secara spiritual, intelektual, dan sosial.</p>2026-08-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Marianus Tapung, Petrus Partus Redy Jaya, Maksimilianus Jemali, Wahyuni Purnami, Marlinda Muluhttps://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6038Strategi Guru dalam Mengintegrasikan Konsep Bermain pada Pembelajaran di TK Puteri Sakinah Tangerang2026-07-27T04:37:47+00:00Isma Nurainiisma.nuraini@umt.ac.idTiti Rachmi titirachmi1985@gmail.comNurul Fitria Kumala Dewi nurul.fitria@umt.ac.id<p>Bermain merupakan karakteristik utama dalam pembelajaran anak usia dini dan menjadi sarana efektif untuk mendukung perkembangan anak secara holistik. Namun, dalam praktik pembelajaran di PAUD, integrasi konsep bermain belum sepenuhnya diterapkan secara optimal oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi guru dalam mengintegrasikan konsep bermain dalam pembelajaran di TK Puteri Sakinah Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru kelompok usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam mengintegrasikan konsep bermain dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan pembelajaran yang fleksibel dan berpusat pada anak, pelaksanaan pembelajaran dengan peran guru sebagai fasilitator yang memberikan ruang eksplorasi dan interaksi sosial, serta penilaian berbasis proses perkembangan anak. Faktor pendukung keberhasilan strategi ini meliputi kreativitas guru, dukungan kepala sekolah, dan ketersediaan media bermain yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan profesional, serta pemahaman guru yang masih beragam tentang integrasi bermain dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis bermain sesuai dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky dan mampu mendukung perkembangan kognitif, sosial, emosional, bahasa, dan kreativitas anak secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai peran guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis bermain yang bermakna, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, serta menjadi acuan bagi guru, lembaga PAUD, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan kualitas pembelajaran di PAUD.</p>2026-08-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Isma Nuraini, Titi Rachmi , Nurul Fitria Kumala Dewi https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6207Failure Analysis of First-Stage Vane in a GT13E1 Gas Turbine at Combined Cycle Power Plant2026-07-27T05:03:45+00:00Mochammad Nafi Khumasi6007241020@its.ac.idFahmi Mubarokmubarok@its.ac.id<p>The first-stage vane of a GT13E1 gas turbine plays a critical role in directing high-temperature combustion gases toward the rotor blades and therefore operates under severe thermal conditions. During a field inspection at a combined-cycle power plant, significant damage was identified in the vane platform endwall region, including coating degradation, oxidation, and material loss, which resulted in hole formation. The damage was concentrated at the platform endwall corner. This study investigated the damage characteristics and failure mechanism through visual inspection, hardness testing, X-ray fluorescence (XRF) analysis, scanning electron microscopy (SEM), and metallographic examination. The results indicated localized overheating at the platform endwall corner. The silo comb geometry likely promoted secondary flow development and local turbulence, resulting in a non-uniform temperature distribution and the formation of hot spots near the endwall region. Elevated temperatures accelerated thermally grown oxide (TGO) layer formation at the coating interface, leading to thermal barrier coating (TBC) spallation. Subsequent exposure of the nickel-based alloy substrate promoted oxidation, erosion, microstructural degradation, and thermal fatigue crack initiation. Progressive crack propagation eventually caused structural damage to the vane platform. The findings indicate that localized thermal distress associated with secondary flow effects was the dominant failure mechanism and provide insights for inspection planning, cooling system design evaluation, and life management strategies for industrial gas turbine vanes.</p>2026-08-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Mochammad Nafi Khumasia, Fahmi Mubaroka