Classythemeplugin was unvalidated product, Click here to support us
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl <h3>About the Journal</h3> <p>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian is an international scientific journal, double-blind peer-reviewed, open acces journal published monthly by CV. Riviera Publishing</p> <p>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be empirically examined. This journal publishes research articles covering health sciences, which includes: communication, management, economics, culture, Education, law, Social Health and religion that belong to the Social Science context.</p> <p>Journal has become a member of Crossref (Prefix:<a href="https://search.crossref.org/?q=2829-7334&amp;from_ui=yes">10.36418</a>) with Online ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220512410981008" target="_blank" rel="noopener">2829-7334</a> and Print ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220426131073047" target="_blank" rel="noopener">2829-5439</a></p> <p><strong>Publication Frequency: </strong>Monthly</p> <p><strong>Language: </strong>Indonesian<strong>, </strong>English</p> <p><strong>Level of Publication:</strong> National</p> <div>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian is indexed and abstracted in the following databases:<br /><br /></div> <div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://search.crossref.org/?q=2829-7334&amp;from_ui=yes">Crossref</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://scholar.google.com/citations?user=XliyCXkAAAAJ&amp;hl=id">Google Scholar</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/24840">Garuda</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://openurl.ebsco.com/results?bquery=2829-5439&amp;page=1&amp;link_origin=www.ebsco.com">EBSCO</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"> </div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;">The journal has been listed in:</div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2829-7334">ROAD</a></strong></div> </div> Riviera Publishing en-US Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian 2829-5439 <p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p> <ul> <li>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA).</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</li> </ul> <p>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.</p> Integration of Lean Management, Agile/Scrum, and PMBOK in Improving The UAT Process (A Case Study of Banking Co.) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5920 <p>Digital transformation in the Indonesian banking industry has significantly in-creased pressure on software testing processes. At Banking Co., the number of features under testing rose by 295% between 2022 and 2024, from 5,840 to 43,595 features, while the existing UAT work procedures remained unchanged. This imbalance led to systematic waste, repeated rework, and increased burnout risk, threatening both operational sustainability and human capital. This study aims to identify dominant waste types in the UAT process, formulate an integrated Lean–Agile/Scrum–PMBOK solution, and analyze its potential impact on efficiency and team sustainability. A mixed methods approach was applied through a 65-item Likert survey targeting a population of 371 Testing Analysts, yielding 52 valid responses, and in-depth interviews with three expert informants from different management levels. Waste prioritization was analyzed using the Relative Im-portance Index (RII) and Composite RII. The findings identified seven categories of waste across 12 UAT activities, with Defects (0.756), Movement (0.735), and Waiting (0.725) ranking as the most dominant. The study also revealed a significant perception gap between practitioners and management regarding Movement waste, demonstrating the importance of triangulation in identifying hidden operational problems. Based on these findings, eight improvement op-tions integrating Lean Management, Agile/Scrum, and PMBOK principles were proposed, including Shared Accountability, System Stabilization, WIP Limit, Definition of Ready, and Lean-based UAT procedures. The results indicate that eliminating systemic waste could significantly reduce burnout risk and improve long-term team sustainability.</p> Dedi Yusuf Hernanto Gatot Yudoko Copyright (c) 2026 Dedi Yusuf Hernanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-13 2026-07-13 5 7 5599 5618 10.58344/locus.v5i7.5920 Determinan Permintaan Mobil Listrik di Indonesia dan Malaysia: Analisis Data Panel Periode 2022Q1–2025Q4 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6059 <p>Transisi energi pada sektor transportasi menjadi agenda penting dalam upaya mengurangi emisi karbon dan mencapai target net zero emission. Kendaraan listrik (<em>electric vehicle</em>/EV) dipandang sebagai solusi strategis, namun tingkat adopsinya masih dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, kebijakan, dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan permintaan mobil listrik di Indonesia dan Malaysia dengan mempertimbangkan faktor harga EV, harga listrik, harga bahan bakar minyak (BBM), insentif EV, dan jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel triwulanan periode 2022Q1–2025Q4 yang mencakup 32 observasi dari Indonesia dan Malaysia. Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan model <em>Fixed Effect</em> untuk mengidentifikasi pengaruh masing-masing variabel terhadap permintaan EV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga EV berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan EV, sedangkan harga BBM, insentif EV, dan jumlah SPKLU berpengaruh positif dan signifikan. Sementara itu, harga listrik tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap permintaan EV. Temuan ini menunjukkan bahwa keterjangkauan harga kendaraan, dukungan kebijakan fiskal, dan ketersediaan infrastruktur pengisian merupakan faktor utama dalam mendorong adopsi kendaraan listrik. Penelitian ini memberikan implikasi kebijakan bagi pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk memperkuat strategi percepatan elektrifikasi transportasi melalui kombinasi kebijakan harga, insentif, dan pengembangan infrastruktur.</p> Ivan Hartas Mahdang Bambang Eko Afiatno Copyright (c) 2026 Ivan Hartas Mahdang, Bambang Eko Afiatno https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-15 2026-07-15 5 7 5676 5685 10.58344/locus.v5i7.6059 Analisis Sosio-Legal terhadap Value for Money (VfM) Anggaran Sosialisasi Peraturan Daerah: Kepatuhan Regulasi vs Realitas Keterlibatan Publik https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5931 <p>Kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan salah satu instrumen hukum formal untuk memenuhi asas keterbukaan informasi publik (law in books). Namun secara sosiologis (law in action), alokasi anggaran Sosper yang dikelola oleh Sekretariat DPRD sering kali terjebak dalam formalitas administratif demi penyerapan anggaran semata, tanpa memberikan dampak edukasi hukum yang nyata bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan anggaran Sosper melalui lensa <em>Value for Money</em> (VfM) dengan menggunakan pendekatan sosio-legal, guna mengungkap ketegangan antara tingkat kepatuhan regulasi formal dengan realitas keterlibatan publik yang substantif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analitis dengan pendekatan sosio-legal, menguji ketegangan antara kepatuhan regulasi (indikator Ekonomi dan Efisiensi) dengan realitas keterlibatan publik yang substantif (indikator Efektivitas). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pejabat pengelola keuangan di Sekretariat DPRD, perwakilan legislatif, dan kelompok masyarakat, sementara data sekunder bersumber dari dokumen anggaran dan laporan realisasi kinerja instansi. Analisis data dilakukan secara kontekstual untuk mengidentifikasi kesenjangan hukum (legal gap) yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan adanya adanya gap struktural di mana tingginya serapan anggaran tidak linear dengan pemahaman hukum Masyarakat serta praktik "simulasi kepatuhan" (<em>compliance simulation</em>) dalam tata kelola anggaran Sosper. Secara administratif (indikator Ekonomi dan Efisiensi), laporan pertanggungjawaban dinilai berhasil dan patuh pada regulasi keuangan daerah.</p> Agung Tri Hiad Sudjatmiko Copyright (c) 2026 Agung Tri Hiad Sudjatmiko https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-13 2026-07-13 5 7 5619 5632 10.58344/locus.v5i7.5931 Perlindungan Hukum terhadap Anak Pelaku Tindak Pidana Kekerasan dalam Sistem Peradilan Pidana (Studi Kasus di Polres Buru Selatan) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6069 <p>Studi ini dilaksanakan untuk mengkaji wujud perlindungan hukum bagi anak yang melakukan tindak kekerasan dalam mekanisme peradilan pidana, sekaligus memetakan hambatan dalam penerapannya di lingkup Polres Buru Selatan. Peneliti menerapkan metode yuridis empiris dengan memadukan pendekatan regulasi dan penelaahan kasus. Informasi dikumpulkan melalui penelusuran literatur serta dialog langsung dengan penegak hukum, untuk selanjutnya diperiksa secara kualitatif. Berdasarkan hasil studi, pelaksanaan perlindungan hukum terhadap anak pelaku kekerasan di Polres Buru Selatan dinilai belum optimal jika merujuk pada regulasi UU SPPA. Dalam beberapa kasus, anak tidak memperoleh pendampingan yang memadai dari orang tua, penasihat hukum, maupun pembimbing kemasyarakatan, serta belum mendapatkan perlakuan dan penempatan yang memenuhi standar perlindungan anak. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman aparat terhadap prinsip dan mekanisme UU SPPA, kurangnya sarana dan prasarana pendukung, lemahnya koordinasi dengan Balai Pemasyarakatan dan lembaga perlindungan anak, budaya hukum masyarakat yang masih berorientasi pada penghukuman, stigma negatif terhadap anak pelaku tindak pidana, serta kendala geografis dan ekonomi keluarga yang membatasi akses pendampingan dan bantuan hukum.</p> Erna Rahmawati Marasabessy Hadibah Z. Wadjo Remon Supusepa Copyright (c) 2026 Erna Rahmawati Marasabessy, Hadibah Z. Wadjo, Remon Supusepa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-04 2026-07-04 5 7 5183 5202 10.58344/locus.v5i7.6069 Efektivitas Strategi Raft (Role, Audience, Format, Topic) dalam Menulis Teks Berita XI SMK https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5942 <p>Keterampilan menulis merupakan kemampuan penting dalam pendidikan vokasi karena siswa dituntut mampu menyampaikan gagasan secara jelas, sistematis, dan faktual melalui tulisan. Namun, menulis teks berita masih menjadi kesulitan bagi banyak siswa karena membutuhkan pengembangan ide, pemahaman struktur teks, penggunaan bahasa yang tepat, serta kesadaran terhadap pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas strategi RAFT (<em>Role, Audience, Format, Topic</em>) dalam meningkatkan keterampilan menulis teks berita siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen yang melibatkan kelas eksperimen dengan perlakuan strategi RAFT dan kelas kontrol dengan metode ceramah konvensional. Data dikumpulkan melalui tes kinerja menulis berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji ANAVA dan uji Scheffe dengan bantuan IBM SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat dari 62,76 menjadi 82,86, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 56,93 menjadi 72,23. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok pada p &lt; 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa RAFT efektif membantu siswa mengembangkan ide, menyusun isi, dan menulis teks berita secara kreatif serta sistematis. Dengan demikian, strategi RAFT direkomendasikan sebagai pendekatan pembelajaran yang efektif dalam menulis teks berita.</p> Era Fadzira Kastam Syamsi Copyright (c) 2026 Era Fadzira, Kastam Syamsi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-09 2026-07-09 5 7 5388 5397 10.58344/locus.v5i7.5942 Penerapan Machine Learning dalam Prediksi Harga Komoditas Pertanian: Menyongsong Ekosistem Pasar yang Adaptif dan Cerdas https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6087 <p>Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penyediaan lapangan kerja, serta peran strategisnya dalam ketahanan pangan menjadikan sektor ini sangat vital. Namun demikian, salah satu persoalan klasik yang masih dihadapi hingga kini adalah fluktuasi harga komoditas pertanian yang tidak menentu. Fluktuasi harga komoditas pertanian merupakan tantangan besar bagi petani, pedagang, dan pembuat kebijakan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan. Penelitian ini membahas penerapan teknologi machine learning dalam memprediksi harga komoditas pertanian guna menciptakan ekosistem pasar yang adaptif dan cerdas. Dengan menggunakan pendekatan supervised learning seperti <em>Random Forest</em> dan <em>Long Short-Term Memory</em> (LSTM), penelitian ini mengolah data historis harga, cuaca, dan produksi untuk menghasilkan model prediktif yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma LSTM memberikan tingkat akurasi tertinggi dengan <em>Mean Absolute Percentage Error</em> (MAPE) sebesar 4,2%, dibandingkan metode lainnya. Implementasi model prediksi ini berpotensi menjadi dasar bagi sistem peringatan dini harga komoditas dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data di sektor pertanian Indonesia.</p> Gumoyo Mumpuni Ningsih Natali Ningsih Darminto Pujotomo Copyright (c) 2026 Gumoyo Mumpuni Ningsih, Natali Ningsih , Darminto Pujotomo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-08 2026-07-08 5 7 5381 5387 10.58344/locus.v5i7.6087 Efektivitas Kinerja Pegawai pada Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kota Cirebon https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5667 <div><em>The effectiveness of employee performance is a critical factor in determining the success of social empowerment and poverty alleviation programs. This study aims to analyze the effectiveness of employee performance in the Social Empowerment and Poverty Alleviation Division of the Cirebon City Social Service. This study used a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The study shows that employee performance effectiveness, as measured by indicators of productivity, service quality, responsiveness, responsibility, and work discipline, has been quite good. However, several obstacles remain, such as limited human resources, high workloads, and suboptimal use of information technology. Therefore, employee capacity building, strengthened coordination, and information system optimization are needed to improve future performance effectiveness</em></div> Ferdi Angga Pirmansah Yanto Heryanto Copyright (c) 2026 Ferdi Angga Pirmansah, Yanto Heryanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-27 2026-07-27 5 7 5923 5931 10.58344/locus.v5i3.5667 Perbandingan Tingkat Financial Distress Sebelum dan Selama Era VUCA pada Perusahaan Sektor Transportasi dan Logistik BEI Tahun 2017–2021 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5953 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tingkat financial distress sebelum dan selama era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) serta menguji pengaruh rasio likuiditas, rasio profitabilitas, operating capacity, dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2017–2021. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan berupa data sekunder dari laporan keuangan tahunan 18 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Financial distress diukur menggunakan model Altman Z-Score Modifikasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan tidak mengalami perubahan kondisi financial distress sebelum dan selama era VUCA, meskipun terdapat beberapa perusahaan yang mengalami perbaikan maupun penurunan kondisi keuangan. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa rasio likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap financial distress, sedangkan rasio profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap financial distress. Sementara itu, operating capacity dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Nilai koefisien determinasi sebesar 82,2% menunjukkan bahwa variabel independen dalam penelitian mampu menjelaskan variasi financial distress secara kuat. Temuan ini memberikan implikasi bagi perusahaan, investor, dan kreditur dalam mengantisipasi risiko kesulitan keuangan pada kondisi bisnis yang penuh ketidakpastian.</p> Syafira Agnia Lilla Milla Sepliana Setyowati Copyright (c) 2026 Syafira Agnia Lilla, Milla Sepliana Setyowati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-09 2026-07-09 5 7 5437 5455 10.58344/locus.v5i7.5953 Implementasi Peran Distrik dalam Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kampung Berdasarkan Peraturan Menteri Desa Nomor 21 Tahun 2020 (Kajian Sosio-Legal di Kampung Inggramui) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6095 <p>Pergeseran paradigma otonomi daerah telah mengubah kedudukan institusi kecamatan atau distrik dari perangkat wilayah yang menjalankan asas dekonsentrasi menjadi perangkat daerah dalam kerangka desentralisasi. Laporan penelitian sosio-legal ini secara komprehensif menganalisis implementasi peran pemerintahan Distrik Manokwari Barat dalam memfasilitasi dan mengoordinasikan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kampung, dengan lokus spesifik di Kampung Inggramui. Berlandaskan pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2020, penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris untuk mengkaji efektivitas peran struktural pemerintahan tingkat distrik dan mengidentifikasi anomali serta hambatan dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Distrik Manokwari Barat memiliki tingkat keterlibatan akumulatif yang tergolong sangat berperan, yakni sebesar 83,12% (terdiri atas fungsi fasilitasi 80,25% dan koordinasi 86%). Capaian tersebut diwujudkan melalui strategi pendelegasian kewenangan informal kepada entitas sosiokultural dan tokoh masyarakat setempat. Meskipun secara kuantitatif penyelenggaraan ini dinilai berhasil, realitas implementasinya ( law in action ) masih dihadapkan pada komplikasi patologi birokrasi dan kendala struktural yang mereduksi esensi perumusan kebijakan. Hambatan fundamental tersebut meliputi inefisiensi alokasi anggaran yang berorientasi pada kegiatan seremonial, keterbatasan serta miskalkulasi waktu deliberasi yang mengeliminasi tahapan prosedural, defisit kuantitas aparatur pelaksana dan krisis kualitas literasi sumber daya masyarakat, tingginya apatisme dan krisis disposisi publik, serta kurangnya sinkronisasi kebijakan antara komitmen eksekutif dan keterlibatan legislatif (DPRD). Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi strategi melalui perbaikan regulasi, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta penguatan komitmen politik agar usulan pembangunan dari tingkat akar rumput dapat diakomodasi secara optimal dan berkeadilan.</p> Marsel Mickael Fenanlabir Filep Wamafma Natalia Rahmadani Papuana Dewi Neles Nahum Copyright (c) 2026 Marsel Mickael Fenanlabir, Filep Wamafma, Natalia Rahmadani Papuana Dewi, Neles Nahum https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-09 2026-07-09 5 7 5456 5465 10.58344/locus.v5i7.6095 Pendampingan Analisis Hasil TKA dan Rapor Pendidikan 2025 pada Sekolah SMA/SMK Yayasan Sukma Manggarai Barat dengan Pendekatan Data-Driven School Improvement https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5772 <p>Transformasi pendidikan berbasis data menjadi kebutuhan mendesak di tengah rendahnya capaian literasi dan numerasi di Nusa Tenggara Timur, khususnya pada SMA/SMK di bawah Yayasan Persekolahan Sukma Manggarai Barat, Keuskupan Labuan Bajo. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menganalisis hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Rapor Pendidikan 2025 untuk mendorong peningkatan mutu sekolah melalui pendekatan Data-<em>Driven School Improvement</em>. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif non-parametrik dengan <em>Latent Profile Analysis</em> (LPA) dan <em>Hierarchical Cluster Analysis</em> (HCA) terhadap 942 siswa di tiga sekolah mitra: SMK Stela Maris Labuan Bajo, SMAS Sta. Familia Wae Nakeng, dan SMAS Sanctissima Trinitas Ranggu. Hasil presentasi dan refleksi pada kegiatan FGD menunjukkan adanya disonansi antara capaian mikro siswa dan indikator makro sekolah, dengan dominasi profil menengah ke bawah serta bias agregasi. Literasi bahasa Indonesia menjadi fondasi stabil, sementara numerasi dan bahasa Inggris menjadi hambatan utama. Implikasinya, diperlukan pembelajaran terdiferensiasi, penguatan kepemimpinan instruksional, dan integrasi data dalam perencanaan berbasis bukti.</p> Petrus Redy Partus Jaya Marianus Tapung Yohanes Fakundo Selman Copyright (c) 2026 Petrus Redy Partus Jaya, Marianus Tapung, Yohanes Fakundo Selman https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 7 5050 5066 10.58344/locus.v5i7.5772 Penerapan Model Project Based Learning dengan Pendekatan Mendalam untuk Meningkatkan Pemahaman Ketrampilan Geografis dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA N 1 Ajibarang https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5956 <p>Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 1 Ajibarang dan diarahkan untuk mengevaluasi pengaruh model pembelajaran berbasis proyek atau <em>Project Based Learning</em> (PjBL) terhadap perkembangan hasil belajar, keterampilan geografis, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian yang dipilih adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu jenis <em>Pretest-Posttest Control Group</em>. Hasil <em>posttest</em> menunjukkan kenaikan rata-rata di kedua kelas, di mana kelompok eksperimen melonjak ke 90,78 (dari 84,89) dan kelompok kontrol ke 86,78 (dari 83,89). Melalui indeks N-Gain, kelompok eksperimen meraih ketegori sedang (0,39), mengungguli kelompok kontrol di kategori rendah (0,18). Kemampuan membuat peta kelompok eksperimen juga terbukti lebih tinggi dengan rerata 85,76 dibandingkan kelompok kontrol yang meraih 81,94. Penyebaran data pada kelompok eksperimen juga cenderung lebih merata. membuktikan bahwa PjBL efektif mendorong siswa dalam memahami sekaligus menyajikan informasi spasial dengan lebih baik. Kesimpulan akhir penelitian menunjukkan bahwa model <em>Project Based Learning</em> (PjBL) membawa pengaruh positif dan signifikan pada peningkatan hasil belajar, keterampilan geografi, serta ketajaman berpikir kritis siswa. Model tersebut terbukti dapat mewujudkan pembelajaran yang kontekstual dan aktif. Selain itu, cara ini efektif merangsang penalaran kritis peserta didik karena didasarkan pada pengalaman belajar yang penuh makna.</p> Goly Amin Priyono Beny Wijarnako K Asep Daud Kosasih Ahmad Ahmad Copyright (c) 2026 Goly Amin Priyono, Beny Wijarnako K , Asep Daud Kosasih , Ahmad Ahmad https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-21 2026-07-21 5 7 5860 5871 10.58344/locus.v5i7.5956 FOMO, Media Sosial, dan Pembelian TCG (Trading Card Game) Kartu Pokemon: Memahami Dinamika Perilaku Konsumen Kidult https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6104 <p>Perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku konsumsi masyarakat, terutama melalui munculnya fenomena <em>Fear of Missing Out</em> (FOMO) yang mendorong individu untuk mengikuti tren tertentu. Fenomena pembelian produk koleksi seperti <em>Trading Card Game</em> (TCG) kartu Pokemon menunjukkan bagaimana konsumen kidult tidak hanya membeli produk berdasarkan fungsi, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor emosional, sosial, dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran media sosial dalam membentuk FOMO serta menganalisis dinamika perilaku pembelian konsumen kidult terhadap produk TCG kartu Pokemon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivisme. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap konsumen kidult yang memiliki pengalaman membeli produk TCG serta didukung oleh kajian literatur dari berbagai sumber akademik dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial, konten influencer, komunitas digital, dan persepsi eksklusivitas produk menjadi faktor utama yang membangun rasa takut tertinggal tren. FOMO kemudian mendorong munculnya perilaku pembelian impulsif karena konsumen ingin memperoleh pengakuan sosial, mempertahankan identitas komunitas, dan mengikuti budaya populer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial berperan besar dalam mengonstruksi nilai simbolik produk TCG serta memengaruhi keputusan pembelian konsumen kidult melalui mekanisme psikologis dan sosial.</p> Denny Suryakusuma Salman Salman Muhammad Ruslan Ramli Copyright (c) 2026 Denny Suryakusuma, Salman Salman, Muhammad Ruslan Ramli https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-15 2026-07-15 5 7 5665 5675 10.58344/locus.v5i7.6104 Prediksi Inflasi Menggunakan Deep Learning dengan Integrasi Variabel Makroekonomi dan Data Narasi Digital sebagai Variabel Eksogen https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5792 <p>Penelitian ini memperluas studi pendahuluan penulis ablation study enam model LSTM untuk peramalan inflasi Indonesia (manuscript submitted ke AMLDS 2026, under review) dengan mengevaluasi apakah variabel <em>dummy structural break</em> (Lebaran, COVID-19, kenaikan BBM) meningkatkan performa model yang mengintegrasikan variabel makroekonomi dan naratif digital. Menggunakan dataset yang sama (Januari 2005-Desember 2024, 240 observasi bulanan), penelitian ini memperkenalkan M3_Naratif_Dummy sebagai model baru yang mengombinasikan Google Trends Index dan IEH Bank Indonesia dengan tiga <em>dummy structural break</em>. Tujuh model dibandingkan: ARIMA, VAR, M1 LSTM Baseline, M2 LSTM Numerik, M3 LSTM Naratif, M3 LSTM Naratif+Dummy, dan M4 LSTM Full (N=10 replikasi, T*=6). Hasil menunjukkan M3 LSTM Naratif tetap menjadi model terbaik (RMSE=0,7823, sMAPE=17,72%, std=0,53%), sementara M3_Naratif_Dummy mencapai sMAPE=22,98% dengan varian 8,4 kali lebih tinggi (std=4,43%). Pada <em>lookback</em> optimal T=6, kedua model konvergen ke performa hampir setara (sMAPE 17,37% vs 17,57%), dan uji <em>Diebold-Mariano</em> mengonfirmasi tidak ada perbedaan signifikan (p=0,845). Seluruh model LSTM secara signifikan mengungguli VAR (p&lt;0,05). Temuan utama: variabel naratif digital secara implisit menangkap informasi <em>structural break</em>, sehingga penambahan dummy eksplisit bersifat redundan dan mendestabilisasi model LSTM peramalan inflasi Indonesia.</p> Riza Damayanti Irhamah Irhamah Tintrim Dwi Ary Widhianingsih Copyright (c) 2026 Riza Damayanti, Irhamah Irhamah, Tintrim Dwi Ary Widhianingsih https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-03 2026-07-03 5 7 5115 5125 10.58344/locus.v5i7.5792 Legalitas Surat Keterangan Nikah Siri Perspektif Undang Undang No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Studi di Kecamatan Singingi Hilir) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5961 <p>Perkawinan merupakan institusi hukum dan sosial yang memiliki konsekuensi terhadap status serta perlindungan hak-hak keluarga. Dalam sistem hukum Indonesia, pencatatan perkawinan menjadi instrumen penting untuk memberikan kepastian hukum, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Namun, praktik nikah siri masih ditemukan di masyarakat, salah satunya melalui penerbitan surat keterangan nikah siri oleh mantan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di Kecamatan Singingi Hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penerbitan surat keterangan nikah siri, kedudukan hukumnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, serta implikasi hukum yang ditimbulkan bagi pasangan yang hanya memiliki dokumen tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif-empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan mantan P3N, pasangan pelaku nikah siri, pihak Kantor Urusan Agama (KUA), serta studi terhadap peraturan perundang-undangan dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surat keterangan nikah siri masih diterbitkan karena adanya kebutuhan sosial masyarakat, kepercayaan terhadap mantan P3N, hambatan administratif, dan faktor budaya. Namun, secara yuridis surat tersebut tidak memiliki kekuatan hukum yang sama dengan akta nikah resmi karena tidak diterbitkan oleh pejabat yang berwenang. Kondisi tersebut menyebabkan ketidakpastian hukum terhadap hak istri, anak, dan administrasi kependudukan. Kesimpulannya, surat keterangan nikah siri hanya memiliki fungsi sosial sebagai bukti faktual sementara dan tidak dapat menggantikan pencatatan perkawinan resmi. Oleh karena itu, itsbat nikah melalui Pengadilan Agama menjadi solusi hukum untuk memperoleh pengakuan negara serta perlindungan hukum bagi keluarga.</p> Arisman Arisman Sofia Hardani Nur Rohman Copyright (c) 2026 Arisman Arisman, Sofia Hardani, Nur Rohman https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-17 2026-07-17 5 7 5703 5713 10.58344/locus.v5i7.5961 Analisis Morfosintaksis Teks Narasi Siswa Kelas VII SMP Negeri 101 Jakarta Barat https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6109 <p>Bahasa merupakan instrumen fundamental dalam pembentukan kemampuan berpikir, komunikasi, dan konstruksi pengetahuan peserta didik. Penelitian ini untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan memetakan bentuk serta pola kesalahan morfosintaksis dalam teks narasi siswa kelas VII SMP Negeri 101 Jakarta Barat. Pendekatan morfosintaksis digunakan untuk melihat keterkaitan antara kesalahan pembentukan kata (morfologi) dan dampaknya terhadap struktur kalimat (sintaksis). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi (<em>content analysis</em>) terhadap lembar kerja teks narasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan morfologis yang dominan meliputi penghilangan prefiks (ber- dan meN-) pada fungsi predikatif serta kekeliruan penulisan prefiks di- yang tertukar dengan preposisi. Pada tataran sintaksis, ditemukan ketidaklengkapan unsur klausa (kalimat tanpa predikat), penggunaan konjungsi yang tidak logis, serta struktur kalimat yang repetitif akibat interferensi bahasa lisan. Secara morfosintaksis, ketidaktepatan afiksasi terbukti melemahkan fungsi gramatikal dan koherensi teks secara keseluruhan. Implikasi pedagogis dari penelitian ini menekankan pentingnya penerapan strategi pembelajaran berbasis analisis kesalahan nyata dan revisi teks secara kontekstual untuk meningkatkan kompetensi menulis siswa.</p> Abidin Abidin Nurinayah Nurinayah Nurnedi Nurnedi Tri Astuti Erna Megawati Dwi Desi Fajarsari Copyright (c) 2026 Abidin Abidin, Nurinayah Nurinayah, Nurnedi Nurnedi, Tri Astuti, Erna Megawati, Dwi Desi Fajarsari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-17 2026-07-17 5 7 5764 5771 10.58344/locus.v5i7.6109 Ketika Tujuan Bertemu Ketekunan: Peran Grit dalam Hubungan Goal Setting dan Performa Akademik Matematika Siswa SMA X https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5799 <p>Matematika termasuk bidang ilmu yang turut menopang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus melatih siswa berpikir kritis dan analitis. Meski demikian, sebagian siswa di SMA X masih kesulitan menguasai pelajaran ini, sehingga capaian akademik mereka belum optimal. Dalam konteks tersebut, kemampuan menetapkan tujuan <em>(goal setting)</em> dan ketekunan <em>(grit)</em> layak diperhatikan sebagai faktor yang dapat menunjang prestasi belajar Matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran <em>grit</em> sebagai moderator dalam hubungan antara <em>goal setting</em> dan performa akademik Matematika pada siswa SMA X. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Partisipannya adalah siswa kelas X hingga XII di SMA X yang dipilih melalui teknik purposive sampling (N = 293). <em>Goal setting</em> diukur menggunakan Skala Goal Setting, sementara <em>grit</em> diukur dengan Skala Grit. Data dianalisis menggunakan regresi moderasi melalui PROCESS Macro Hayes. <em>Grit</em> terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa akademik (? = 0.226, p &lt; 0.001). Sebaliknya, pengaruh <em>goal setting</em> bersifat positif tetapi tidak signifikan (? = 0.089, p = 0.0078). Interaksi antara <em>goal setting</em> dan <em>grit</em> juga positif dan signifikan, walaupun efek moderasinya tergolong kecil (? = 0.0062, p = 0.0316). Temuan ini menunjukkan bahwa <em>goal setting</em> cenderung lebih berdampak pada performa akademik ketika siswa memiliki <em>grit</em> yang tinggi. Karena itu, sekolah perlu merancang program yang memadukan penetapan tujuan dengan penguatan <em>grit</em> siswa, agar capaian akademik yang diharapkan dapat tercapai secara optimal.</p> Abraham Leorenz Romauli Alexander Suriadikusuma Sri Tiatri Riana Sahrani Copyright (c) 2026 Abraham Leorenz Romauli Alexander Suriadikusuma, Sri Tiatri, Riana Sahrani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-25 2026-07-25 5 7 5888 5903 10.58344/locus.v5i7.5799 Computer Vision-Based Chili Pepper Dryness Classification Using Lightweight CNN Models for Affordable Post-Harvest Sorting https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5975 <p>The manual grading of chili pepper dryness is uneven because human graders tend to perceive color, texture, and form changes that occur gradually during drying in a subjective way. The purpose of this study is to develop a lightweight convolutional neural network model that can effectively balance classification accuracy, validation stability, and deployment feasibility for inexpensive post-harvest sorting. A controlled visual dataset of 1,662 photos of red chili pepper from 32 samples at eleven drying times was gathered and classified into Fresh, Medium, and Dry classes. We assessed MobileNetV2, NASNetMobile, and InceptionV3 using the same pre-processing, augmentation, and hold-out testing protocol, along with additional robustness analysis. MobileNetV2 achieved the best hold-out performance with 93% accuracy, 93% precision, 92% recall, and 92% F1-score, while having fewer parameters and lower computational cost than NASNetMobile and InceptionV3. The class-wise analysis showed that the greatest errors were found between the Fresh–Medium and Medium–Dry boundaries, as the visual transition of chili dryness is gradual. MobileNetV2 is the most suitable baseline for low-cost camera-based chili pepper dryness sorting, and this study provides an evidence-based standard for post-harvest visual inspection using compact deep learning.</p> Tri Raharjo Yudantoro Moh. Djaeni R. Rizal Isnanto Prayitno Prayitno Z. N. Novita Sari Copyright (c) 2026 Tri Raharjo Yudantoro, Moh. Djaeni, R. Rizal Isnanto, Prayitno Prayitno, Z. N. Novita Sari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-07 2026-07-07 5 7 5223 5236 10.58344/locus.v5i7.5975 Analisis Dampak Kebijakan JKN Mobile terhadap Tingkat Kepuasan Pasien dalam Perspektif Ekonomi Pelayanan Kesehatan di RSU Fikri Medika Karawang https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6121 <p>Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan aksesibilitas layanan kesehatan di Indonesia. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah aplikasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Mobile yang memudahkan peserta dalam mengakses berbagai layanan kesehatan secara daring. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kebijakan penggunaan JKN Mobile terhadap tingkat kepuasan pasien di RSU Fikri Medika Karawang dari perspektif ekonomi pelayanan kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi JKN Mobile telah meningkatkan kualitas pelayanan digital, terutama pada aspek efisiensi, pemenuhan layanan, responsivitas, dan kemudahan akses. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala pada aspek ketersediaan sistem akibat gangguan jaringan dan stabilitas aplikasi pada waktu tertentu. Penggunaan JKN Mobile memberikan tingkat kepuasan yang baik, ditandai dengan kemudahan memperoleh nomor antrean secara daring, percepatan proses administrasi, kepastian jadwal pelayanan, serta berkurangnya waktu tunggu di rumah sakit. Dari perspektif ekonomi pelayanan kesehatan, aplikasi ini memberikan manfaat berupa penghematan waktu, pengurangan biaya transportasi, peningkatan produktivitas pasien, dan efisiensi proses pelayanan. Secara keseluruhan, digitalisasi layanan melalui JKN Mobile tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga menciptakan efisiensi ekonomi yang berkontribusi terhadap meningkatnya kepuasan pasien. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi BPJS Kesehatan dan RSU Fikri Medika Karawang dalam mengembangkan layanan kesehatan digital yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.</p> Muhammad Irham Saepudin Deden Syarif Hidayatulloh Copyright (c) 2026 Muhammad Irham Saepudin, Deden Syarif Hidayatulloh https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-25 2026-07-25 5 7 5872 5887 10.58344/locus.v5i7.6121 Systematic Literature Review (SLR): Technology Implementation and Digitalization in Tourism and Hotel Services https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5821 <p>The rapid adoption of digital technologies has fundamentally reshaped service delivery across the global tourism and hospitality sector. While an expanding body of literature addresses individual aspects of this transformation, the field still lacks a comprehensive synthesis that simultaneously maps dominant technology categories, examines prevailing methodological orientations, and critically analyzes implementation challenges across diverse tourism contexts, particularly in developing economies. This study addressed that gap through a Systematic Literature Review (SLR) of 63 peer-reviewed documents retrieved from the Scopus database (2015–2025). Documents were screened using the PRISMA protocol with explicit inclusion and exclusion criteria covering publication period, language, document type, thematic relevance, and methodological quality. Bibliometric analysis was conducted using VOSviewer (version 1.6.20) and the RStudio Bibliometrix package. Three research questions guided the synthesis: (RQ1) which technology categories dominate the literature; (RQ2) what methodological approaches characterize this field; and (RQ3) what challenges and best-practice solutions are associated with technology adoption. The findings reveal four dominant themes: (1) artificial intelligence, IoT, and smart technologies as drivers of operational efficiency and personalized service; (2) mobile applications and online platforms reshaping booking behavior within a Technology Acceptance Model (TAM) framework; (3) persistent barriers, including digital literacy gaps, data privacy concerns, and employee resistance, which are especially pronounced in SME-dominated and developing-country contexts; and (4) COVID-19 as a structural accelerant of contactless and automated service delivery. The study’s novelty lies in its cross-cutting synthesis, integrating technology classification, methodological critique, and challenge analysis while foregrounding the underexplored context of developing tourism economies. Theoretically, this review advances digital tourism literature by identifying boundary conditions of TAM and proposing an integrated analytical framework for future research. Practically, the findings provide actionable guidance for tourism managers, destination management organizations, and policymakers navigating digital transformation.</p> Rizky Hariyanto Yudha Endra Pratama Copyright (c) 2026 Rizky Hariyanto, Yudha Endra Pratama https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-03 2026-07-03 5 7 5154 5166 10.58344/locus.v5i7.5821 Evaluating the Effectiveness of MES-Based Palm Oil Surfactant in EOR Using Core Flooding and Spontaneous Imbibition Techniques https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5984 <p>The increasing decline in oil production from mature reservoirs has encouraged the development of more effective and environmentally friendly Enhanced Oil Recovery (EOR) technologies. Surfactant flooding is a promising chemical EOR method because it can reduce interfacial tension, modify rock wettability, and mobilize trapped residual oil. This study aimed to evaluate the effectiveness of palm oil-based Methyl Ester Sulfonate (MES) surfactant in improving oil recovery through core flooding and spontaneous imbibition techniques. The experiment used Berea sandstone cores with approximately 21% porosity and 100 mD permeability, light crude oil with a gravity of 39°API, and two surfactant solution conditions: 5,000 ppm salinity with 0.5% MES concentration and 10,000 ppm salinity with 2% MES concentration. The results showed that the low-salinity MES solution provided better performance than the high-salinity condition. In the core flooding test, the 5,000 ppm salinity and 0.5% MES solution achieved the highest recovery factor of 84.74%, whereas the 10,000 ppm salinity and 2% MES solution achieved 62.63%. In the spontaneous imbibition test, the low-salinity condition resulted in 51.94% oil recovery, compared with 45.24% under high-salinity conditions. These findings indicate that lower salinity enhances surfactant stability, improves interfacial tension reduction, and promotes oil mobilization. Therefore, palm oil-based MES surfactant demonstrates strong potential as a sustainable chemical EOR agent for sandstone reservoirs.</p> Rini Setiati Muhammad Furqon Haryono Bimantoro Muh.Taufiq Fathaddin Fahrurrozi Akbar Bharoto Iwan Sumirat Ranggi Ramadhan Copyright (c) 2026 Rini Setiati, Muhammad Furqon Haryono Bimantoro, Muh.Taufiq Fathaddin , Fahrurrozi Akbar, Bharoto, Iwan Sumirat, Ranggi Ramadhan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-09 2026-07-09 5 7 5481 5491 10.58344/locus.v5i7.5984 The Effectiveness of Digital Service Transformation on Public Satisfaction at The Kedondong Village office in Cirebon Regency https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6139 <p>Digital transformation in public services has become an essential requirement for village governments seeking to improve the quality of services provided to communities. The Kedondong Village Government in Cirebon Regency has initiated the implementation of digital-based services to improve efficiency, transparency, and accessibility. However, the effectiveness of this digital transformation and its impact on community satisfaction require further investigation. This study aims to examine the effectiveness of digital transformation in public services and its impact on community satisfaction at the Kedondong Village Office. This research employed a qualitative approach using descriptive methods. Data were collected through observations, in-depth interviews with village officials and residents, and document analysis. The findings indicate that the digital transformation of village services improved service speed, accessibility, and administrative transparency. However, the effectiveness of implementation remained constrained by challenges, including limited digital literacy among residents and inadequate technological infrastructure. Overall, digital transformation had a positive impact on community satisfaction, particularly in terms of service timeliness and convenience. This study recommends strengthening the digital competencies of village officials and providing digital literacy programs for the community to optimize the implementation of digital-based public services.</p> Afnan Adiyanti Yanto Heryanto Copyright (c) 2026 Afnan Adiyanti, Yanto Heryanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-18 2026-07-18 5 7 5803 5812 10.58344/locus.v5i7.6139 Strategic Investment Decision Analysis for Hydrogen Supply Alternatives at PT Energi Nasional X https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5853 <p>This study aimed to identify feasible hydrogen supply alternatives and determine the most suitable strategic option for PT Energi Nasional X. To achieve this objective, the research employed an integrated analytical framework consisting of SWOT–TOWS analysis, the Fuzzy Delphi Method (FDM), and the Analytic Hierarchy Process (AHP). SWOT–TOWS analysis was used to identify internal strengths and weaknesses as well as external opportunities and threats, which were then translated into feasible strategic alternatives. The FDM was applied to validate the relevance of evaluation criteria and obtain expert consensus from subject matter experts (SMEs). Finally, AHP was used as the primary multi-criteria decision-making method to determine criteria weights, evaluate alternatives through pairwise comparisons, and generate a final ranking of alternatives in a structured and consistent manner. The FDM analysis validated eight main evaluation criteria, namely capital expenditure (CAPEX), operating expenditure (OPEX), net present value (NPV), equipment reliability, supply continuity, H? quality/purity assurance, implementation risk, and operability and maintainability. The AHP results indicated that equipment reliability, net present value (NPV), and supply continuity were the most influential criteria in determining the preferred hydrogen supply strategy. The final AHP ranking showed that the New Plant alternative achieved the highest global priority score compared with the Revitalization and External Procurement alternatives. Although the New Plant option required the highest initial investment cost, it provided superior long-term operational reliability, stronger supply continuity, better process control, and improved operational independence from external suppliers. A sensitivity analysis was also conducted to evaluate the robustness of the decision model under various weighting scenarios. The results showed that the ranking of alternatives remained stable despite changes in criteria weights, indicating that the decision model is robust and reliable for supporting strategic investment decisions. Based on the overall analysis, this study concluded that the development of a new hydrogen plant is the most appropriate and sustainable hydrogen supply strategy for PT Energi Nasional X. The selected alternative offers the best balance between financial value, operational reliability, risk management, and long-term business sustainability, while supporting continuous polypropylene production and strengthening the competitiveness of PT ONE ENERGY.</p> Amar Ma’ruf Pri Hermawan Copyright (c) 2026 Amar Ma’ruf, Pri Hermawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-03 2026-07-03 5 7 5135 5153 10.58344/locus.v5i7.5853 Evaluation of The Utility of TPACK-Based Interactive Flat Panel (IFP) in Improving The Digital Literacy Skills of Elementary School Teachers in The Cimurah Garut Group https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6001 <p>This research aims to evaluate the use of Interactive Flat Panel (IFP) based on Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) in improving the digital literacy skills of elementary school teachers in the Cimurah Cluster, Garut Regency. The study used a mixed method with a sequential explanatory design, namely the collection and analysis of quantitative data followed by in-depth qualitative data. The research subjects consisted of 45 elementary school teachers in the Cimurah Cluster, Garut. Data collection techniques were carried out through questionnaires, observations, in-depth interviews, and documentation. The results showed that the use of TPACK-based IFP had a positive influence on improving teachers' digital literacy, especially in aspects of mastery of learning technology, digital media creativity, digital communication, and the ability to integrate technology into learning. Quantitatively, there was an increase in teachers' digital literacy skills by 78% in the high category. Meanwhile, qualitative results showed that the use of IFP was able to improve the effectiveness of interactive learning and teacher motivation in developing digital learning innovations. The main obstacles found included limited technical training, unstable internet access, and differences in digital competencies between teachers. This study recommends strengthening TPACK training based on digital technology on an ongoing basis in elementary schools.</p> Indriani Desira Irawati Jamilah Jamilah Ayu Puji Rahayu Copyright (c) 2026 Indriani Desira Irawati, Jamilah Jamilah , Ayu Puji Rahayu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-08 2026-07-08 5 7 5343 5352 10.58344/locus.v5i7.6001 Dari Otot ke Plasenta: Potensi Aktivitas Fisik Prenatal sebagai Terapi Pensinyalan Metabolik dalam Pemrograman Fetomaternal https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6181 <p>Lingkungan metabolik maternal memengaruhi fungsi plasenta dan kesehatan keturunan di masa depan. Aktivitas fisik selama kehamilan memberikan manfaat klinis yang konsisten, tetapi jalur biologis yang menghubungkan kontraksi otot dengan respons plasenta belum banyak dibahas secara terpadu dalam praktik fetomaternal. Menelaah fungsi endokrin otot rangka, adaptasi metabolik maternal, pensinyalan nutrien plasenta, dan pemrograman perkembangan janin sebagai dasar untuk memahami aktivitas fisik prenatal sebagai terapi pensinyalan metabolik. Artikel ini merupakan focused narrative review dengan perspektif translasi. Literatur tahun 2020–2025 ditelusuri melalui PubMed, Scopus, dan Web of Science menggunakan kombinasi istilah exercise in pregnancy, physical activity, myokines, maternal metabolism, placental signaling, mTOR, AMPK, dan fetal programming. Referensi seminal sebelum 2020 digunakan untuk menjelaskan konsep dasar. Studi manusia diprioritaskan untuk implikasi klinis, sedangkan studi eksperimental digunakan untuk membahas mekanisme yang belum dapat dinilai langsung pada manusia. Kontraksi otot meningkatkan pelepasan miokin dan mengaktifkan jalur AMPK–GLUT-4, yang mendukung ambilan glukosa, oksidasi lipid, dan pengendalian inflamasi. Perbaikan sensitivitas insulin, profil adipokin, dan fungsi endotel diduga menjadi jalur utama yang menghubungkan aktivitas fisik dengan perfusi serta pensinyalan nutrien plasenta. Keseimbangan mTOR–AMPK merupakan salah satu mekanisme kandidat yang menghubungkan status energi maternal dengan transport nutrien. Bukti klinis paling kuat mendukung keamanan dan manfaat aktivitas fisik terhadap luaran maternal. Sebaliknya, bukti mengenai miokin, perubahan epigenetik, dan luaran metabolik jangka panjang pada anak masih didominasi studi eksperimental. Aktivitas fisik selama kehamilan sebaiknya diberikan sebagai intervensi klinis yang terstruktur, bukan sekadar anjuran umum.</p> Yohanes Satrya Wibawa Elisia Atnil Copyright (c) 2026 Yohanes Satrya Wibawa, Elisia Atnil https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-28 2026-07-28 5 7 5953 5963 10.58344/locus.v5i7.6181 Deteksi Residu Malathion pada Tanaman Tomat Menggunakan Sensor LSPR Berbasis Nanobipiramida Emas https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5902 <p>Penelitian ini bertujuan mengembangkan sensor plasmonik berbasis gold nanobipyramids (GNBP) untuk mendeteksi residu malathion pada tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). GNBP disintesis menggunakan metode seed-mediated growth dan dikarakterisasi menggunakan spektroskopi UV-Vis, X-Ray Diffraction (XRD), dan Field Emission Scanning Electron Microscope (FESEM). Hasil karakterisasi UV-Vis menunjukkan dua puncak localized surface plasmon resonance (LSPR), yaitu transverse surface plasmon resonance (t-SPR) pada sekitar 560 nm dan longitudinal surface plasmon resonance (l-SPR) pada sekitar 740 nm yang menandakan terbentuknya struktur anisotropik nanobipiramida emas. Analisis XRD mengonfirmasi struktur kristal face centered cubic (FCC) khas emas, sedangkan citra FESEM menunjukkan morfologi bipiramida dengan distribusi ukuran yang relatif homogen. Pengujian sensitivitas sensor menunjukkan adanya perubahan intensitas absorbansi setelah interaksi antara GNBP dan ekstrak tomat yang mengandung malathion, yang mengindikasikan perubahan respons plasmonik akibat perubahan indeks bias lokal di sekitar nanopartikel. Pita l-SPR menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan pita t-SPR terhadap keberadaan malathion. Selain itu, pengujian repetabilitas dan stabilitas menunjukkan bahwa sensor memiliki respons yang konsisten dan stabil selama pengukuran berulang hingga 600 detik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensor plasmonik berbasis GNBP memiliki potensi yang baik untuk aplikasi deteksi residu pestisida pada bidang keamanan pangan dan pemantauan lingkungan.</p> Rusmanianty Rusmanianty Iwantono Iwantono Copyright (c) 2026 Rusmanianty Rusmanianty, Iwantono Iwantono https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 5 7 4952 4962 10.58344/locus.v5i7.5902 Tantangan Musisi terhadap Kontrak Musik, Pengguna Baru, Persentase Baru dalam Royalti, dan Model Distribusi di Era Milenium Digital https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6013 <p>Era milenium digital mendisrupsi lanskap industri musik secara masif, mengubah model distribusi fisik menjadi berbasis digital streaming dan memunculkan <em>new users</em> (pengguna baru) seperti platform konten berbasis kecerdasan buatan (<em>AI</em>) dan media sosial <em>User-Generated Content</em> (UGC). Namun, transformasi ini menyisakan celah hukum yang merugikan musisi akibat ketimpangan posisi tawar (<em>bargaining power</em>) dalam kontrak musik (<em>360-degree deal</em> dan <em>standard form contract</em>), ketidaktransparan formula persentase pembagian royalti (<em>streaming pro-rata model</em>), serta lemahnya penegakan hukum hak cipta oleh Lembaga Manajemen Kolektif (LMK/LMKN) terhadap pengguna baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika hukum dalam kontrak musik di era digital serta efektivitas regulasi hak cipta Indonesia dalam mengakomodasi skema persentase royalti dan model distribusi baru. Dengan metode penelitian yuridis normatif, penelitian ini mengkaji data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur hukum, dan putusan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrak musik digital saat ini cenderung mengabaikan asas proporsionalitas dan keadilan berkonstrak (Pasal 1320 dan 1338 KUHPerdata), sementara UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta belum secara eksplisit meregulasi <em>micro-licensing</em> untuk <em>new users</em> serta mekanisme audit algoritma platform digital. Diperlukan rekonstruksi regulasi melalui revisi undang-undang dan standardisasi kontrak berbasis keadilan distributif guna melindungi hak ekonomi musisi di era milenium digital.</p> Puguh Triwibowo Siti Nur Azizah Gunawan Widjaja Copyright (c) 2026 Puguh Triwibowo, Siti Nur Azizah , Gunawan Widjaja https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-17 2026-07-17 5 7 5714 5722 10.58344/locus.v5i7.6013 Manajemen Risiko Kebakaran Gedung Fakultas Teknik Menggunakan Metode Hira (Hazard Identification and Risk Assessment) (Studi Kasus: Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5908 <p>Kebakaran merupakan salah satu ancaman serius terhadap keselamatan jiwa, aset, dan kelangsungan operasional sebuah bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor ESG, ukuran perusahaan, leverage, dan kepemilikan investor terhadap sinkronisasi harga saham di pasar modal Indonesia. Data panel digunakan dari perusahaan yang terdaftar di IDX selama periode tertentu. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa sebagian besar variabel memiliki distribusi yang mendekati normal, meskipun beberapa menunjukkan skewness dan outlier yang perlu diperhatikan. Hasil regresi panel menunjukkan bahwa risiko ESG berpengaruh signifikan terhadap tingkat sinkronisasi harga saham, di mana perusahaan dengan risiko ESG lebih tinggi cenderung memiliki sinkronisasi yang lebih rendah. Selain itu, ukuran perusahaan, proporsi investor institusional, dan leverage juga memberikan kontribusi signifikan terhadap variasi sinkronisasi harga saham. Temuan ini menunjukkan bahwa informasi spesifik perusahaan lebih dominan dalam menentukan pergerakan harga saham dibandingkan informasi pasar umum, khususnya bagi perusahaan dengan karakteristik tertentu. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi regulator dan investor dalam memahami faktor-faktor yang mempengaruhi transparansi dan efisiensi pasar modal.</p> Adji Retno Kurniawati Ary Setyawan Sholihin Asad Copyright (c) 2026 Adji Retno Kurniawati, Ary Setyawan, Sholihin Asad https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-09 2026-07-09 5 7 5455 5467 10.58344/locus.v5i7.5908 Conflict Archaeology as a Source of Local History Education: Potential and Challenges in The City of Palopo https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6043 <p>Palopo City was once the seat of the Luwu Kingdom and retains conflict archaeology remains from several historical periods, ranging from internal succession conflicts and Islamization to colonial contestation and post-independence resistance. This study aims to identify these conflict archaeology remains and to analyze the potential and challenges of utilizing them as sources for local history education. A qualitative descriptive approach was used, combining archaeological methods (observation, description, contextual analysis) with historical methods (source criticism, explanation, historiography), with data collected through field observation, literature review, and interviews with ten informants comprising three History/Social Studies teachers, two Museum Batara Guru curators, one caretaker of the Lokkoe Royal Tomb Complex, one administrator of the Jami' Tua Mosque of Palopo, and two representatives from the Palopo City Cultural Affairs and Education Offices. The findings identify four categories of conflict archaeology remains and confirm through interview data that while the first three site categories have been mentioned in classroom instruction as local content and visited through Education Office programs, their utilization remains unsystematic, dependent on individual teacher initiative, and constrained by scheduling, permits, and sensitivity of certain narratives. Each category holds significant educational potential that remains underutilized, while facing specific challenges related to site sanctity, accessibility, narrative complexity, and the scarcity of primary sources. The study recommends differentiated utilization strategies and cross-sector coordination among site managers, the cultural affairs office, and the education office, anchored in Palopo City Regional Regulation Number 8 of 2014.</p> Benyamin Lufpi Copyright (c) 2026 Benyamin Lufpi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-07 2026-07-07 5 7 5333 5342 10.58344/locus.v5i7.6043 Evaluasi Akurasi Sensor Ultrasonik dan Latensi Notifikasi Blynk pada Prototipe Sistem Pemantauan Banjir Berbasis IoT https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5921 <p>Keterlambatan penyampaian informasi mengenai peningkatan muka air dapat memperbesar risiko kerusakan serta mengurangi efektivitas tindakan mitigasi banjir. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap sistem pemantauan yang mampu melakukan pengukuran dan distribusi informasi secara cepat serta berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa sistem pemantauan banjir berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan sensor ultrasonik HC-SR04, NodeMCU ESP8266, dan platform Blynk melalui pendekatan evaluasi terpadu antara akurasi pengukuran dan performa komunikasi data. Pengujian dilakukan pada tiga variasi level air, yaitu 5 cm, 10 cm, dan 15 cm dengan sepuluh kali pengulangan pada setiap level pengukuran. Evaluasi akurasi sensor dianalisis menggunakan Mean Absolute Error (MAE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE), standar deviasi, dan coefficient of variation (CV), sedangkan performa komunikasi dianalisis berdasarkan mean latency, p95 latency, standar deviasi, dan confidence interval 95% pada kondisi RSSI kuat dan RSSI sedang. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem mampu mempertahankan performa pengukuran yang stabil dengan nilai MAE sebesar 0.029–0.039 cm dan nilai MAPE di bawah 1%. Pada pengujian komunikasi, rata-rata latency tercatat sebesar 0.968 detik pada kondisi RSSI kuat dan 1.925 detik pada kondisi RSSI sedang. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kualitas jaringan memberikan pengaruh langsung terhadap kestabilan komunikasi pada sistem IoT berbasis cloud. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyusunan kerangka evaluasi empiris yang mengintegrasikan analisis akurasi sensor dan latency komunikasi dalam satu skenario pengujian sistem pemantauan banjir berbasis IoT berbiaya rendah. Secara keseluruhan, sistem yang dikembangkan menunjukkan performa yang memadai untuk kebutuhan monitoring level air secara real-time pada skala prototipe.</p> Gunawan Prayitno Aprilia Anes Sarira Copyright (c) 2026 Gunawan Prayitno, Aprilia Anes Sarira https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-09 2026-07-09 5 7 5466 5480 10.58344/locus.v5i7.5921 Organizational Readiness for HRIS Integration in Support of Merit-Based System: A Systematic Literature Review https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6061 <p>This study examines how organizational readiness for change has been conceptualized in supporting Human Resource Information System (HRIS) integration and merit system implementation within public sector organizations. Despite the growing adoption of HRIS to support transparent and evidence-based personnel management, existing research has largely examined organizational readiness, HRIS integration, and merit systems as separate streams of inquiry. This systematic literature review, covering publications from 2000 to 2025, analyzed twenty-five studies retrieved from Scopus, Web of Science, and Google Scholar using thematic synthesis. The review identified five recurring themes: leadership and management support, change commitment and change efficacy, organizational capacity and digital capability, governance and data integration, and merit-based human resource governance. The findings demonstrate that HRIS integration should be understood as a multidimensional organizational change process rather than a purely technological initiative. Organizational readiness functions as a critical enabling condition influencing whether HRIS integration can be successfully institutionalized and translated into merit-based system implementation. Based on these findings, the study proposes a conceptual framework positioning organizational readiness as the organizational mechanism linking HRIS integration and merit-based systems in the public sector. This article contributes to a more comprehensive understanding of digital transformation and human resource governance by integrating three previously fragmented bodies of literature and provides a foundation for future empirical research in public organizations undergoing administrative and human resource reform.</p> Tia Rifahniari Reza Fathurrahman Copyright (c) 2026 Tia Rifahniari, Reza Fathurrahman https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-07 2026-07-07 5 7 5246 5263 10.58344/locus.v5i7.6061 Analisis Keterkaitan Efisiensi Operasional Rawat Inap dan Kinerja Keuangan RSUD XYZ Kota Depok Pasca-Transisi Status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5940 <p>Penerapan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan bagi rumah sakit umum daerah, yang secara teoritis dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kinerja keuangan. Namun, studi empiris menunjukkan bahwa otonomi tersebut tidak secara otomatis menjamin hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara efisiensi operasional pelayanan rawat inap dan kinerja keuangan di RSUD XYZ Kota Depok pada periode 2021–2023, khususnya dalam konteks transisi pasca-pandemi COVID-19. Dengan menggunakan paradigma post-positivisme, penelitian ini menerapkan pendekatan metode campuran (<em>mixed methods</em>), yaitu metode kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengevaluasi indikator efisiensi rawat inap <em>Bed Occupancy Rate</em> (BOR), <em>Average Length of Stay</em> (ALOS), <em>Turn Over Interval</em> (TOI), dan <em>Bed Turn Over</em> (BTO) serta data pendapatan BLUD. Analisis kualitatif mengintegrasikan hasil wawancara semi-terstruktur dengan manajemen rumah sakit (Direktur dan Kepala Bagian Keuangan) untuk memberikan konteks pada tren kuantitatif. Temuan kuantitatif menunjukkan bahwa efisiensi rawat inap belum optimal, dengan rata-rata BOR (52,93%) dan BTO (36,18 kali) berada di bawah standar Kementerian Kesehatan RI, sementara TOI (5,07 hari) masih terlalu tinggi. Pada saat yang sama, total pendapatan BLUD merosot tajam sebesar 45,1% pada tahun 2022 dan tahun 2023 merosot 9,7%, terutama didorong oleh penurunan drastis pendapatan jasa layanan. Dari wawancara kualitatif mengungkap bahwa kemerosotan pendapatan ini disebabkan oleh penghentian klaim penggantian biaya COVID-19 dari pemerintah pusat, keterlambatan klaim BPJS Kesehatan, serta lambatnya pemulihan kunjungan pasien umum. Fleksibilitas yang ditawarkan oleh status BLUD memerlukan tata kelola klinis yang kuat, strategi keuangan yang adaptif, dan pemasaran layanan yang proaktif untuk menghadapi transisi lingkungan makro serta memastikan keberlanjutan rumah sakit jangka panjang.</p> Latifah Latifah Roy Valiant Salomo Copyright (c) 2026 Latifah Latifah, Roy Valiant Salomo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-25 2026-07-25 5 7 5912 5922 10.58344/locus.v5i7.5940 Pertanggungjawaban Hukum PT Jasa Marga atas Kerusakan Jalan Tol yang Mengakibatkan Kerugian bagi Pengguna Jalan https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6071 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelanggaran kewajiban PT Jasa Marga dalam pemeliharaan jalan tol yang mengakibatkan kerugian bagi pengguna serta pertanggungjawaban hukum yang timbul dalam perspektif kepastian hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif melalui analisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran kewajiban PT Jasa Marga dalam pemeliharaan jalan tol tercermin dari tidak terpenuhinya Standar Pelayanan Minimal (SPM), seperti kondisi jalan yang tidak layak, keterlambatan perbaikan, serta kurangnya upaya mitigasi risiko. Secara hukum, kondisi tersebut dapat dikualifikasikan sebagai bentuk kelalaian yang berimplikasi pada perbuatan melawan hukum maupun wanprestasi, sehingga menimbulkan kewajiban untuk memberikan ganti kerugian kepada pengguna jalan tol. Namun, dalam praktiknya pelaksanaan pertanggungjawaban tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kepastian hukum, yang ditandai dengan adanya kendala dalam mekanisme klaim, khususnya terkait pembuktian dan kurangnya sosialisasi hak pengguna. Dengan demikian, diperlukan peningkatan kualitas pemeliharaan jalan tol, transparansi dalam penyelesaian klaim, serta penguatan pengawasan agar pertanggungjawaban hukum PT Jasa Marga dapat berjalan secara efektif dan memberikan kepastian hukum, keadilan, serta perlindungan bagi pengguna jalan tol.</p> Teguh Pribadi Dudung hidayat Copyright (c) 2026 Teguh Pribadi, Dudung hidayat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-09 2026-07-09 5 7 5443 5454 10.58344/locus.v5i7.6071 Green Legitimacy Strategies: Symbolic Convergence in The Sustainability Reports of Sido Muncul and BioFarma https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5946 <p>The increasing demands on sustainable business practices encourage companies to not only demonstrate good environmental performance, but also communicate them effectively to stakeholders. However, there is still a gap between sustainability implementation and the company's ability to build legitimacy through persuasive communication. This study aims to analyze the green legitimacy strategy and the construction of the rhetorical vision built in the sustainability report of pharmaceutical companies that receive PROPER Gold in Indonesia. The research used a qualitative approach with a narrative analysis method based on Symbolic Convergence Theory (SCT) and Aristotle's rhetoric which includes ethos, logos, and pathos. Data was obtained from the sustainability reports of PT Bio Farma and PT Sido Muncul in 2024 which were analyzed through the identification of fantasy themes, structural themes, dynamic themes, and persuasion strategies. The results of the study show that PT Bio Farma builds legitimacy through the dominance of logos that emphasizes technological transformation, energy efficiency, and compliance with global ESG and SDGs standards. In contrast, PT Sido Muncul develops legitimacy through a balanced combination of logos, ethos, and pathos rooted in local cultural values, social harmony, and community empowerment. The findings of the study revealed that the rhetorical vision built by the two companies differed according to the characteristics of the intended stakeholders. This research enriches the study of sustainability communication by integrating the context of PROPER and Symbolic Convergence Theory in the analysis of the green legitimacy of pharmaceutical companies in Indonesia.</p> Graha Wira Krida Morissan Morissan Ridzki Rinanto Sigit Copyright (c) 2026 Graha Wira Krida, Morissan Morissan, Ridzki Rinanto Sigit https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-08 2026-07-08 5 7 5296 5316 10.58344/locus.v5i7.5946 Pengaruh Kepemimpinan Paternalistiik dan Efikasi Diri terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada Natra Bintan A Tribute Portfolio Resort) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6092 <p>Riset ini difokuskan untuk mengukur signifikansi impak gaya kepemimpinan paternalistik beriringan degan efikasi diri dalam membentuk capaian kinerja karyawan di lingkungan Natra Bintan, A Tribute Portfolio Resort. Mengadopsi arsitektur penelitian kuantitatif berbasis survei eksplanatori, kajian ini mengikutsertakan total keseluruhan populasi pekerja operasional sejumlah 86 individu sebagai responden melalui pendekatan sampel jenuh. Ekstraksi data dieksekusi menggunakan instrumen kuesioner berskala Likert yang telah divalidasi keandalan serta kesahihannya. Proses komputasi data dikelola secara komprehensif menggunakan peranti lunak SPSS versi 26, yang mencakup penjabaran deskriptif, verifikasi prasyarat asusmsi klasik, hingga pengujian hipotesis berupa regresi linear berganda, uji parsial (t), uji simultan (f), serta koefisien determinasi.</p> <p>Kalkulasi statistik mendemonstrasikan bahwa kepemimpinan paternalisitik memproyeksikan intervensi positif dan bermakna terhadap produktivitas staf (t-hitung 4,236 &gt; t-tabel 1,989; probabilitas 0,000 &lt; 0,05). Pola serupa juga dicatatkan oleh variabel efikasi diri, yang menstimulasi lonjakan performa secara signifikan (t-hitung 5,369 &gt; t-tabel 1,989; probabilitas 0,000 &lt; 0,05). Apabila ditinjau secara serentak, kombinasi orkestrasi manajerial dan konfidensi personal ini sukses menggerakan kinerja secara simultan (f-hitung 56,679 &gt; f-tabel 3,11; probabilitas 0,000 &lt; 0,05). Daya penjelas dari kedua prediktor ini sanggup mempresentasikan 58,1% fluktuasi kinerja (R2 = 0,581), sementara 41,9% sisanya dibentuk oleh determinan eksternal sumber daya manusia di entitas resort tersebut mutlak membutuhkan sinergi antara figur kepemimpinan paternalistik yang ideal dengan eskalasi keyakinan diri tiap pekerja.</p> Ghulam Faaritzul Qulub Hijriyantomi Suyuthie Endra Kurniawan Copyright (c) 2026 Ghulan Faaritzul Qulub, Hijriyantomi Suyuthie, Endra Kurniawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-11 2026-07-11 5 7 5535 5549 10.58344/locus.v5i7.6092 Penyusunan Dokumen Rencana Strategis Pengembangan Keuskupan Labuan Bajo 2025-2030 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5738 <p>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menyusun dokumen Rencana Strategis (Renstra) Keuskupan Labuan Bajo (KLB) 2025–2030 sebagai instrumen kebijakan pastoral yang kontekstual, partisipatif, dan berbasis data. Hal ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak akan tata kelola kelembagaan yang adaptif di tengah dinamika sosial-ekonomi di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyusun Renstra yang dapat menjadi pedoman kebijakan pastoral yang berfokus pada pemberdayaan umat, penguatan tata kelola sinodal, kemandirian finansial, dan peningkatan kualitas SDM serta adaptasi digital. Metode yang digunakan meliputi pendekatan sinodal melalui survei, Focus Group Discussion (FGD), serta analisis triangulasi yang mengintegrasikan Appreciative Inquiry (AI), analisis SWOT, dan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Hasil kegiatan ini menunjukkan potensi besar umat yang belum optimal karena keterbatasan kualitas sumber daya manusia dan lemahnya integrasi pelayanan pastoral berbasis komunitas. Renstra ini menghasilkan arah transformasi menuju Gereja yang memberdayakan dengan fokus pada tata kelola sinodal, kemandirian finansial, dan peningkatan kualitas SDM serta adaptasi digital. Dokumen Renstra ini diharapkan menjadi pedoman strategis dalam mewujudkan pelayanan Gereja yang inklusif, transformatif, dan berkelanjutan.</p> Marianus Tapung Maksimus Regus Fransiskus Nala Kartijo Udu Petrus Redy Partus Jaya Fransiskus Sawan Kristianus Viktor Pantaleon Copyright (c) 2026 Marianus Tapung, Maksimus Regus, Fransiskus Nala Kartijo Udu, Petrus Redy Partus Jaya, Fransiskus Sawan, Kristianus Viktor Pantaleon https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 7 5039 5049 10.58344/locus.v5i7.5738 Model Pengelolaan Kredit Pajak Penghasilan Pasal 23 dan Dampaknya terhadap Stabilitas Kas pada Firma Hukum Rintisan https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5954 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen perpajakan atas rekonsiliasi kredit pajak Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 pada firma hukum rintisan X, mengidentifikasi dampaknya terhadap pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) dan stabilitas manajemen keuangan, serta merumuskan rekomendasi perbaikan yang dapat diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen perpajakan PPh Pasal 23 pada firma hukum rintisan X telah berjalan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian, namun belum optimal. Permasalahan utama terletak pada keterlambatan dan ketidaklengkapan bukti potong, ketidaksesuaian data, serta keterbatasan sistem administrasi. Kondisi ini berdampak pada potensi pembetulan SPT, risiko sanksi administratif, serta terganggunya stabilitas manajemen keuangan akibat keterlambatan pengakuan kredit pajak. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi penyusunan prosedur operasional standar, penguatan sistem monitoring bukti potong, penerapan sistem informasi terintegrasi, serta peningkatan frekuensi tax review. Implementasi rekomendasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas manajemen perpajakan, meminimalkan kesalahan pelaporan, serta menjaga stabilitas keuangan perusahaan.</p> Anneke Margaret Pangaribuan Subagio Efendi Copyright (c) 2026 Anneke Margaret Pangaribuan, Subagio Efendi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 7 5020 5038 10.58344/locus.v5i7.5954 Rekonstruksi Hukum Pemberantasan Korupsi dalam Skema Trade-Based Money Laundering (TBML) sebagai Kejahatan Ekonomi Terorganisir di Indonesia https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6100 <p>Korupsi dalam perkembangan modern tidak lagi terbatas pada penyalahgunaan kewenangan secara individual, tetapi telah berkembang menjadi kejahatan ekonomi terorganisir yang melibatkan jaringan aktor, mekanisme pencucian uang, serta pemanfaatan sistem perdagangan internasional untuk menyamarkan hasil kejahatan. Salah satu bentuk pencucian uang yang semakin kompleks adalah <em>Trade-Based Money Laundering</em> (TBML), yaitu praktik penyamaran aset ilegal melalui manipulasi transaksi perdagangan seperti pemalsuan dokumen, rekayasa nilai barang, dan penyalahgunaan mekanisme ekspor-impor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi hukum pemberantasan korupsi dalam skema TBML sebagai bentuk kejahatan ekonomi terorganisir di Indonesia serta mengkaji harmonisasi regulasi antara tindak pidana korupsi, pencucian uang, perpajakan, dan kepabeanan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif (<em>doctrinal legal research</em>) dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, komparatif, dan kasus melalui analisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki berbagai instrumen hukum pemberantasan korupsi dan pencucian uang, masih terdapat celah regulasi dalam menghadapi karakteristik TBML yang bersifat lintas sektor dan lintas yurisdiksi. Rekonstruksi hukum diperlukan melalui penguatan integrasi kelembagaan, penerapan pendekatan follow the money, serta optimalisasi mekanisme <em>asset recovery</em>. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberantasan korupsi berbasis TBML membutuhkan model hukum yang lebih adaptif, terintegrasi, dan mampu merespons perkembangan kejahatan ekonomi global.</p> Andy Bernard Desman Copyright (c) 2026 Andy Bernard Desman https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-15 2026-07-15 5 7 3686 3704 10.58344/locus.v5i7.6100 Development of Interactive Multimedia-Based Learning Media for Periodic Maintenance Competencies to Improve Learning Outcomes of Ma'arif Vocational School Students https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5778 <p>This research aims to produce interactive learning media for the periodic maintenance competency at SMK Ma'arif 6 Ayah, assess the feasibility of interactive multimedia learning media for the periodic maintenance competency, and measure the improvement in student learning outcomes following the use of interactive multimedia learning media for the periodic maintenance competency. The development of the interactive learning media employed a Research and Development (R&amp;D) research method. Small-scale field trials were conducted with 12 students, and large-scale field trials were conducted with 32 Grade XII students of the Light Vehicle Engineering study program at SMK Ma'arif 6 Ayah. The trial results fell within the very feasible category, with the following details: material expert evaluation yielded a score of 88.25% (very feasible); media expert evaluation yielded a score of 87.75% (very feasible); small-scale student trials yielded a score of 89% (very feasible); and large-scale student trials yielded a score of 89.75% (very feasible). Based on these results, it can be concluded that the interactive multimedia-based learning media for the periodic maintenance competency is very feasible for use as a learning medium and is effective in improving student learning outcomes. This medium can therefore serve as an alternative solution in automotive practical learning, particularly at SMK Ma'arif 6 Ayah, and may be adapted for other subjects requiring practice-based procedural understanding.</p> Ahmad Tarmidi Aci Primartadi Dwi Jatmoko Ahmad Masrur Copyright (c) 2026 Ahmad Tarmidi, Aci Primartadi, Dwi Jatmoko, Ahmad Masrur https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-07 2026-07-07 5 7 5203 5210 10.58344/locus.v5i7.5778 Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantuan Teknologi Digital untuk Meningkatkan Kesadaran Kebencanaan Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Lumbir Kabupaten Banyumas https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5957 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan teknologi digital dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) untuk meningkatkan kesadaran kebencanaan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Lumbir, Kabupaten Banyumas. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya kerawanan bencana di Indonesia dan rendahnya kesadaran kebencanaan di kalangan siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan dua kelompok: kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran berbasis proyek berbantuan teknologi digital, dan kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian meliputi tes pengetahuan, angket kesadaran kebencanaan, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan inferensial untuk mengukur peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam PjBL dapat meningkatkan pemahaman siswa mengenai jenis bencana, tindakan mitigasi, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Siswa lebih termotivasi, terlibat aktif, dan mampu menghasilkan produk proyek yang aplikatif, seperti video edukasi dan peta risiko bencana berbasis digital. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan media digital dalam pendidikan kebencanaan serta penggunaan PjBL untuk membangun generasi muda yang sadar dan tangguh terhadap bencana.</p> Sulimah Beny Wijarnako K Asep Daud Kosasih Ahmad Copyright (c) 2026 Sulimah, Beny Wijarnako K, Asep Daud Kosasih, Ahmad https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-09 2026-07-09 5 7 5427 5436 10.58344/locus.v5i7.5957 Integrating Sustainability, Digitalization, and Strategic Alliances in B2B Relationship Marketing: A Systematic Literature Review of The Port Sector https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6105 <p>The maritime and port industry has undergone rapid transformation driven by sustainability pressures, digital disruption, and increasing global competition, requiring the reconfiguration of traditional Business-to-Business (B2B) relationship marketing practices. This study examined the evolution of B2B relationship marketing within the maritime and port sector through a Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA framework. From an initial pool of 180 Scopus-indexed publications, 46 articles published between 2015 and 2025 met the inclusion criteria and were thematically synthesized. The review identified three interconnected dimensions shaping contemporary port-related B2B marketing: sustainability, digital innovation, and port performance. Sustainability has shifted from a peripheral operational concern to a strategic priority, as reflected in green port initiatives, ecological governance, and decarbonization commitments. Simultaneously, digital technologies, including artificial intelligence, blockchain, and predictive analytics, have transformed operational efficiency while enabling more sustainable and resilient business practices. Port performance, traditionally measured through productivity and cost efficiency, is increasingly evaluated based on technological capabilities, environmental responsibility, and collaborative value creation. The findings further revealed that strategic partnerships play a pivotal role in connecting digital transformation with sustainability objectives, thereby strengthening competitiveness and long-term resilience within the port ecosystem. Conceptually, this review highlighted the growing integration of relationship marketing, digitalization, and sustainability-oriented strategic management in maritime logistics. Nevertheless, several research gaps remain, including limited qualitative investigations, insufficient geographical diversity, and inadequate attention to circular economy practices and digital literacy capabilities. Addressing these limitations requires methodological diversification and broader contextual exploration to better understand how ports can maintain competitive B2B relationships in an increasingly digital and sustainability-driven environment.</p> Rosita Septiani Herri Herri Donard Games Syafrizal Syafrizal Copyright (c) 2026 Rosita Septiani, Herri Herri, Donard Games, Syafrizal Syafrizal https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-20 2026-07-20 5 7 5832 5846 Efek Ekstrak Etanol Daun Kipahit (Tithonia Diversifolia) Terhadap Kadar Gula Darah, Malondialdehide, Profil Lipid, HMG-COA pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi Streptozotocin (STZ) dan High Fatty Diet (HFD) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5794 <p>Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi global yang terus meningkat. <em>Tithonia diversifolia</em> (kipahit) mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan menganalisis efek ekstrak etanol daun kipahit terhadap gula darah, antioksidan (MDA), profil lipid, dan HMG-CoA pada tikus Wistar yang diinduksi STZ dan HFD. Penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan <em>post-test only controlled group</em> menggunakan 36 tikus dibagi menjadi 6 kelompok: kontrol normal, kontrol negatif (STZ+HFD), kontrol positif (STZ+HFD+metformin), dan 3 kelompok perlakuan dengan dosis 100, 150, dan 200 mg/kgBB. Parameter yang diukur meliputi berat badan, gula darah, MDA, profil lipid, dan HMG-CoA. Hasil menunjukkan efek signifikan: penurunan MDA (p=0,003) terutama pada dosis 100 mg/kgBB (8,91±3,90 µmol/L) dibanding kontrol diabetes (94,66±35,06 µmol/L); proteksi berat badan (p&lt;0,001); efek hipoglikemik dengan dosis 200 mg/kgBB terbaik (112,17±13,50 mg/dL); perbaikan profil lipid dengan penurunan trigliserida (p=0,028), peningkatan HDL (p=0,042), dan penurunan LDL (p=0,028); tidak ada efek signifikan pada HMG-CoA (p=0,524). <em>Molecular docking</em> menunjukkan senyawa aktif memiliki afinitas pengikatan superior terhadap HMG-CoA dan leptin dibanding metformin. Tidak ada dosis tunggal optimal untuk semua parameter: dosis 100 mg/kgBB untuk antioksidan dan berat badan, 150 mg/kgBB untuk profil lipid, dan 200 mg/kgBB untuk kontrol glikemik. Hasil ini mendukung daun kipahit sebagai terapi komplementer potensial untuk pengelolaan diabetes melitus.</p> Rosmauli Napitupulu Jekson Siahaan Endy Endy Copyright (c) 2026 Rosmauli Napitupulu, Jekson Siahaan , Endy Endy https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 7 5104 5114 10.58344/locus.v5i7.5794 Budaya Caring dalam Implementasi Interprofessional Collaboration di Rumah Sakit: A Scoping Review https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5964 <p><em>Interprofessional Collaboration</em> (IPC) di rumah sakit merupakan strategi kritis untuk meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan kesehatan. Namun, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi yang melandasinya, khususnya budaya caring. Tujuan: Memetakan dan mensintesis bukti ilmiah mengenai peran budaya caring dalam mendukung implementasi IPC di rumah sakit, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan <em>Scoping review</em> dilakukan mengikuti kerangka <em>Arksey and O'Malley</em> yang disempurnakan Levac et al. dan panduan PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, Scopus, CINAHL, Google Scholar, dan SINTA periode 2021–2026. Sebanyak 55 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan narrative synthesis dan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi Lima tema utama teridentifikasi: (1) komunikasi efektif berbasis SBAR; (2) budaya organisasi, kepercayaan, dan kepemimpinan kolaboratif; (3) budaya caring dan kepuasan pasien; (4) integrasi teori caring Jean Watson dalam praktik kolaboratif; dan (5) hambatan struktural IPC. Internalisasi nilai-nilai caring terbukti memperkuat koordinasi interprofesional dan menurunkan hambatan hierarki profesi. Budaya caring merupakan fondasi esensial yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam IPC di rumah sakit. Pengembangan standar perilaku kolaboratif berbasis caring dan penguatan <em>Interprofessional Education</em> (IPE) sangat direkomendasikan.</p> Nilam Fauziah Risnah Risnah Musdalifah Musdalifah Widya Amraeni Copyright (c) 2026 Nilam Fauziah, Risnah Risnah, Musdalifah Musdalifah, Widya Amraeni https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-03 2026-07-03 5 7 5126 5134 10.58344/locus.v5i7.5964 Peningkatan Literasi Keuangan Melalui Strategi Komunikasi pada Penyuluhan Investasi Global untuk Siswa SMA Kristen Harapan Denpasar, Bali https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6110 <p>Perkembangan ekonomi global menuntut generasi muda memiliki keterampilan pengelolaan keuangan yang bijak, khususnya dalam hal investasi global. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dan mengenalkan instrumen investasi global yang aman serta sesuai regulasi kepada siswa SMA Kristen Harapan Denpasar, Bali. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus, simulasi investasi saham global, dan analisis studi kasus. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas XI dan XII beserta guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan multidisiplin yang menggabungkan keilmuan akuntansi, desain, dan komunikasi berhasil meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep investasi global, risiko pasar, serta regulasi OJK. Simulasi investasi digital memberikan pengalaman praktis dalam membaca pergerakan pasar dan mengelola portofolio tanpa risiko kerugian nyata. Melalui program ini, siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menilai peluang dan risiko investasi, serta menumbuhkan kemandirian finansial sejak dini sebagai bekal menghadapi dinamika ekonomi global.</p> I Wayan Diana Putra Adnyana Ayu Larasati Indra Gunara Rochyat Andre Suryaningprang Desak Putu Nitya Dewi Copyright (c) 2026 I Wayan Diana Putra Adnyana, Ayu Larasati, Indra Gunara Rochyat, Andre Suryaningprang, Desak Putu Nitya Dewi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-25 2026-07-25 5 7 5904 5911 10.58344/locus.v5i7.6110 The Effectiveness of Team Huddles as an Interprofessional Collaboration Model in Enhancing Patient Safety Culture Within Inpatient Wards: A Systematic Literature Review https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5802 <p>Patient safety culture is a critical component of healthcare quality, yet interprofessional collaboration remains challenging in complex inpatient environments. Team huddles—brief, structured interprofessional meetings—have emerged as a promising intervention to enhance communication, teamwork, and safety awareness among healthcare staff. This systematic review aimed to evaluate the effectiveness of interprofessional team huddles in improving patient safety culture in inpatient wards, identify the most affected safety culture dimensions, and examine implementation barriers and facilitators. Following PRISMA guidelines, databases including SciSpace, Google Scholar, and PubMed were searched for studies published between 2010 and 2024. Eligible studies involved inpatient settings, interprofessional huddle interventions, assessment of patient safety culture using validated or qualitative methods, and reporting of implementation factors. From 248 records, 24 studies met inclusion criteria after screening. Study designs included mixed-methods, quasi-experimental, qualitative, randomized controlled trials, and reviews across diverse hospital settings. Findings indicate that huddle interventions consistently improved safety culture, particularly teamwork within units, communication openness, psychological safety, and organizational learning. Effect sizes ranged from small to moderate, with most studies reporting statistically significant improvements. Key facilitators included leadership support, structured protocols, interprofessional engagement, and protected time. Major barriers involved time constraints, hierarchical cultures, staff resistance, and limited training. Overall, interprofessional team huddles are an effective strategy for strengthening patient safety culture, though successful implementation depends on strong organizational commitment and addressing contextual barriers.</p> Frisa Esa Suci Dyah Wiji Puspita Sari Dwi Heppy Rochmawati Muh. Abdurrouf Copyright (c) 2026 Frisa Esa Suci, Dyah Wiji Puspita Sari, Dwi Heppy Rochmawati, Muh. Abdurrouf https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-09 2026-07-09 5 7 5398 5410 10.58344/locus.v5i7.5802 Pengembangan E-Modul Interaktif Berbasis Project-Based Flipped Learning with Deep Learning Approach untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Menyusun Desain Pembelajaran Mendalam https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5978 <p>Implementasi pendekatan Pembelajaran Mendalam menuntut guru memiliki kompetensi pedagogik yang memadai dalam menyusun desain pembelajaran. Namun, keterbatasan waktu, variasi metode belajar, dan ketersediaan media pembelajaran pada komunitas belajar guru masih menjadi kendala. Solusi yang ditawarkan pada penelitian ini adalah dengan mengembangkan e-modul interaktif berbasis <em>project-based flipped learning with deep learning approach</em>. Penelitian ini dirancang dalam bentuk penelitian Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu <em>Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation</em>. Penelitian dilaksanakan berlokasi di SMK Negeri 3 Singaraja. Subjek penelitian adalah 30 guru, masing-masing 5 orang dari 6 komunitas MGMP di SMK Negeri 3 Singaraja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul interaktif berbasis <em>project-based flipped learning with deep learning approach</em> dinyatakan ‘valid’ dengan kriteria sangat baik berdasarkan penilaian rata-rata ahli materi sebesar 98,14% dan ahli media sebesar 95,52%. Uji kepraktisan produk mendapatkan hasil ‘praktis’ dengan kriteria sangat baik yang diperoleh dari penilaian rata-rata uji perseorangan sebesar 99,49%, penilaian rata-rata uji kelompok kecil sebesar 92,82% dan respon pengguna pada uji kelompok besar mendapatkan penilaian rata-rata 90,25%. Hasil penelitian terhadap efektivitas produk mendapatkan kategori ‘efektif’ dengan kriteria sangat tinggi, diperoleh dari penilaian rata-rata N-Gain Score sebesar 0,788, dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa e-modul interaktif berbasis <em>project-based flipped learning with deep learning approach</em> terbukti valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun desain pembelajaran mendalam.</p> Mustikawati Tyas Utami I Made Tegeh I Gde Wawan Sudatha Copyright (c) 2026 Mustikawati Tyas Utami, I Made Tegeh , I Gde Wawan Sudatha https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 5 7 4981 4999 10.58344/locus.v5i7.5978 Strategic Organizational Capability for Mobile Banking Service Recovery in The Banking Industry: A Systematic Literature Review https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6125 <p><strong>Purpose</strong> – The rapid digital transformation of the banking industry has significantly increased customer reliance on mobile banking services while simultaneously exposing banks to increasingly complex digital service failures. Although previous studies have extensively examined customer satisfaction, service quality, trust restoration, perceived justice, and loyalty following service recovery, limited attention has been given to the organizational capabilities that enable banks to effectively manage mobile banking service recovery. This study aimed to develop a conceptual framework of Strategic Organizational Capability (SOC) by systematically synthesizing literature on service recovery, service marketing, Service-Dominant Logic, and Dynamic Capability Theory within the banking industry context.</p> <p><strong>Design/Methodology/Approach</strong> – This study employed a Systematic Literature Review (SLR) using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA 2020) framework as the review protocol. Relevant studies were identified from major international academic databases and analyzed using a concept-centric thematic synthesis approach. The review integrated complementary theoretical perspectives to identify organizational capability dimensions that supported effective mobile banking service recovery.</p> <p><strong>Findings</strong> – The synthesis identified six interrelated organizational capability dimensions: Strategic Leadership, Organizational Governance, Digital Infrastructure Capability, Cross-functional Integration, Organizational Learning, and Customer Recovery Management. These dimensions collectively formed Strategic Organizational Capability, conceptualized as a higher-order organizational capability that enabled banks to anticipate, coordinate, manage, recover from, and continuously learn from mobile banking service failures while maintaining customer trust and supporting long-term value co-creation.</p> Dian Sari Iriani Munawar Asikin Copyright (c) 2026 Dian Sari Iriani, Munawar Asikin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-20 2026-07-20 5 7 5847 5859 Pengembangan E-Modul Interaktif pada Materi Usaha dan Energi untuk Siswa Kelas X SMA Negeri 5 Kota Ternate dengan Bantuan Google Sites https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5823 <p>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah memberikan dampak signifikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran interaktif dan personalisasi evaluasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran fisika berbasis AI dengan fitur evaluasi adaptif pada materi dinamika partikel untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&amp;D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Media pembelajaran dikembangkan dalam bentuk platform digital interaktif yang mampu menyesuaikan tingkat kesulitan soal berdasarkan kemampuan pengguna secara real-time. Subjek penelitian terdiri dari siswa SMA kelas X yang mempelajari materi dinamika partikel. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memperoleh kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli media dan ahli materi. Selain itu, hasil uji coba menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep siswa setelah menggunakan media pembelajaran berbasis AI. Fitur evaluasi adaptif juga dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih personal dan efektif dibandingkan evaluasi konvensional. Dengan demikian, media pembelajaran fisika berbasis AI ini layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran modern pada materi dinamika partikel.</p> Akmal Khoirul Hidayat Mardia Hi Rahman, Usman Sambiri Copyright (c) 2026 Akmal Khoirul Hidayat, Mardia Hi Rahman, , Usman Sambiri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 5 7 4974 4980 10.58344/locus.v5i7.5823 Kegagalan Sistemik Pengawasan Anak Perusahaan BUMN: Model Pengawasan Terintegrasi Berbasis Integritas https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5991 <p>Kasus korupsi tata kelola pengadaan minyak mentah dan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) pada PT Pertamina Patra Niaga periode 2018-2023 merupakan salah satu skandal tata kelola BUMN terbesar dalam sejarah Indonesia, dengan kerugian negara mencapai Rp300.003 triliun (BPKP) dan kerugian konsumen Rp17,4 triliun per tahun (CELIOS). Penelitian ini bertujuan menganalisis kegagalan sistemik mekanisme pengawasan internal dan eksternal, mengkaji pertanggungjawaban hukum direksi, komisaris, dan Kementerian BUMN, serta merumuskan model pengawasan ideal. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, penelitian menemukan bahwa kegagalan pengawasan terjadi secara berlapis: asimetri informasi pada Dewan Komisaris, subordinasi Satuan Pengawasan Intern (SPI) kepada Direktur Utama yang merupakan pelaku utama, fragmentasi kewenangan di antara tujuh lembaga pengawas, hingga sertifikasi ISO 37001 yang bersifat seremonial. Kajian komparatif terhadap PETRONAS (Malaysia), Equinor (Norwegia), dan Saudi Aramco menunjukkan Indonesia tertinggal pada lima elemen kritis: independensi audit internal, akses informasi real-time, standar etika lintas korporasi, whistleblowing substantif, dan transparansi anak perusahaan. Sebagai solusi, dirumuskan Model Pengawasan Terintegrasi Berbasis Integritas (MPTBI) dengan empat pilar: kemandirian pengawasan internal, sinergi pengawasan eksternal, pengawasan berbasis teknologi dan data, serta pembangunan budaya integritas korporasi. Implementasi model ini memerlukan amendemen Pasal 68 UU BUMN, penguatan metodologi audit BPK berbasis risiko, dan komitmen politik dari Kementerian BUMN.</p> Rd. Evi Nurasih Salamah Yusuf Saepul Zamil Copyright (c) 2026 Rd. Evi Nurasih Salamah, Yusuf Saepul Zamil https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 7 5067 5083 10.58344/locus.v5i7.5991 Representasi Agen Perempuan dalam Poster Seri Avengers: Analisis Wacana Multimodal https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6144 <p>Representasi perempuan dalam media populer menjadi isu penting dalam kajian gender, terutama terkait bagaimana teks visual membangun relasi kuasa, identitas sosial, dan konstruksi kepahlawanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi agensi perempuan serta mengungkap bagaimana elemen multimodal membentuk dan menegosiasikan ideologi gender dalam poster seri Avengers. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana multimodal berdasarkan kerangka <em>Grammar of Visual Design Kress</em> dan <em>van Leeuwen</em> yang mencakup metafungsi representasional, interaksional, dan komposisional. Data dianalisis melalui perspektif <em>Feminist Critical Discourse Analysis</em> untuk memahami bagaimana relasi kuasa gender dikonstruksi melalui representasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter perempuan mengalami peningkatan visibilitas dan keterlibatan dalam narasi kepahlawanan, tetapi belum memperoleh agensi visual yang setara dengan karakter laki-laki. Figur laki-laki secara konsisten memperoleh posisi sentral, tingkat salience lebih tinggi, dominasi vektor aksi, serta hubungan visual yang lebih kuat dengan audiens. Sementara itu, karakter perempuan masih cenderung ditempatkan pada posisi lateral, ukuran visual lebih kecil, pencahayaan lebih rendah, dan memiliki keterlibatan interaksional yang terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa ketimpangan gender dalam media superhero tidak hanya ditunjukkan melalui jumlah representasi perempuan, tetapi juga melalui mekanisme visual yang mengatur keterlihatan, otoritas, dan kekuasaan simbolik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa poster seri Avengers tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai teks multimodal yang mereproduksi dan menegosiasikan ideologi gender dalam budaya populer.</p> Widya Akhira Sonya Puspasari Suganda Copyright (c) 2026 Widya Akhira, Sonya Puspasari Suganda https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-17 2026-07-17 5 7 5772 5790 10.58344/locus.v5i7.6144 A Multi Criteria Decision-Making for Improving Cooling Tower Reliability: An Application of Value-Focused Thinking and Analytical Hierarchy Process at PT KPI https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5854 <p>This study addressed the strategic need to improve cooling tower reliability at PT KPI, where an aging timber structure had experienced progressive deterioration due to prolonged exposure to moisture, chemical effects, biological degradation, and continuous operational loading. As the cooling tower supports cooling water circulation and power generation processes, its failure could disrupt refinery operations and result in significant operational and financial impacts. The purpose of this research was to determine the most appropriate maintenance and improvement strategy by integrating stakeholder expectations with technical, operational, financial, and implementation considerations. This study employed a mixed-method approach involving semi-structured interviews, questionnaires, field observations, document reviews, Value-Focused Thinking (VFT), the Analytic Hierarchy Process (AHP), and Cost–Benefit Analysis (CBA). The results showed that operational continuity was the most important criterion, followed by technical reliability, economic performance, implementation constraints, and maintainability. Three alternatives were evaluated: constructing a new reinforced concrete cooling tower, revitalizing the existing timber structure, and replacing structural components with a Fiber-Reinforced Polymer (FRP) system. The AHP synthesis identified timber revitalization as the most preferred alternative, with the highest global priority score and the strongest cost–benefit value. Sensitivity analysis confirmed that this ranking remained stable across all evaluated scenarios. The study concluded that phased timber revitalization was the most feasible strategy for enhancing cooling tower reliability while maintaining refinery operational continuity.</p> Willy Pradhana Pri Hermawan Copyright (c) 2026 Willy Pradhana, Pri Hermawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-09 2026-07-09 5 7 5492 5509 10.58344/locus.v5i7.5854 Analisis Pengaruh Volume Filler Metal terhadap Kekuatan Mekanik dan Integritas Sambungan serta Efisiensi Proses pada Lini Produksi Air Conditioner https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6002 <p>Penelitian ini bertujuan menentukan volume rod filler brazing yang optimal pada sambungan pipa tembaga agar memenuhi standar teknis sekaligus meningkatkan efisiensi biaya material pada lini produksi AC. Metode penelitian menggunakan eksperimen murni melalui pengurangan volume rod filler secara bertahap (Reduce 1 hingga Reduce 4). Pengujian dilakukan menggunakan uji tarik (tensile test), uji kebocoran (leak test), dan uji fungsional (running test). Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan dioptimasi dengan integrasi metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), dengan parameter keselamatan (leak test) sebagai prioritas utama berbobot 54,77%. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa pengurangan volume filler hingga tingkat Reduce 4 (±50%) tidak memberikan perbedaan signifikan terhadap kekuatan tarik sambungan (p-value &gt; 0,05). Namun, hasil optimasi TOPSIS menunjukkan bahwa batas optimal pengurangan material berbeda pada setiap geometri pipa. Untuk pipa berdiameter 9 mm dan 6 mm, kondisi optimal berada pada Reduce 3 dengan skor preferensi masing-masing 0,6690 dan 0,9653, menghasilkan efisiensi biaya material sekitar 40% tanpa menurunkan kualitas mekanik. Sementara itu, pipa diameter 7 mm menunjukkan peningkatan kebocoran pada pengurangan ekstrem sehingga kondisi optimal berada pada Reduce 1 dengan skor 0,8721. Hasil penelitian menghasilkan rekomendasi standardisasi volume rod filler brazing berbasis manajemen risiko teknik untuk mendukung program cost down perusahaan.</p> Ronal Putra Zulni Koswara Rohib Copyright (c) 2026 Ronal Putra Zulni, Koswara , Rohib https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-09 2026-07-09 5 7 5468 5483 10.58344/locus.v5i7.6002 Studi Life Cycle Assessment (LCA) Pengaruh Variasi Persentase Biomassa dalam Skema Co-Firing pada PLTU Pelabuhan Ratu terhadap Dampak Lingkungan dan Emisi CO2 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6188 <p>Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara masih mendominasi penyediaan listrik nasional sekaligus menjadi penyumbang utama emisi gas rumah kaca. Co-firing biomassa merupakan strategi transisi energi rendah karbon yang dapat diterapkan pada PLTU eksisting tanpa modifikasi besar. Penelitian ini mengevaluasi dampak lingkungan dan emisi CO<sub>2</sub> dari variasi persentase co-firing sawdust pada PLTU Pelabuhan Ratu (3×350 MW) menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA) dengan batas sistem cradle-to-grave dan satuan fungsional 1 kWh listrik. Lima skenario dianalisis: baseline 100% batubara (S0) dan co-firing sawdust 5%, 10%, 15%, dan 20% berbasis energi (S1–S4). Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak openLCA 2.6.1 dan metode ReCiPe 2016 Midpoint (H) pada empat kategori dampak: Global Warming Potential (GWP100), Terrestrial Acidification, Particulate Matter Formation, dan Ozone Formation, dilengkapi indikator Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Hasil menunjukkan seluruh kategori dampak menurun konsisten seiring naiknya persentase co-firing. Pada substitusi 20% (S4), GWP100 menurun 19,6% (dari 0,5983 menjadi 0,4809 kg CO<sub>2</sub>-eq/kWh), Terrestrial Acidification 41,0%, Particulate Matter Formation 37,1%, dan Ozone Formation 18,9% dibandingkan baseline. Tahap hulu batubara (cradle) menjadi hotspot dominan GWP100 (~74%). Seluruh skenario berada di bawah cap PTBAE-PU (1,011 ton CO<sub>2</sub>e/MWh) sehingga menghasilkan surplus karbon, dengan potensi pendapatan meningkat dari Rp12.381/MWh (S0) menjadi Rp15.902/MWh (S4). Co-firing sawdust hingga 20% terbukti layak secara lingkungan dan ekonomi sebagai strategi dekarbonisasi PLTU eksisting.</p> Syafrudin Wawan Aries Widodo Copyright (c) 2026 Syafrudin, Wawan Aries Widodo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-27 2026-07-27 5 7 5932 5941 10.58344/locus.v5i7.6188 Analisis Wayfinding Parkir Basement Aloon-Aloon Masjid Agung Semarang sebagai Parkir Komunal di Kawasan Heritage Johar-Kauman https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5903 <p>Penelitian ini mengkaji sistem <em>wayfinding</em> pada parkir <em>basement</em> Aloon-Aloon Masjid Agung Semarang sebagai parkir komunal di kawasan heritage Johar-Kauman. Latar belakang penelitian didasarkan pada meningkatnya kebutuhan sistem parkir yang terorganisir di kawasan <em>heritage</em> perkotaan yang tidak hanya menuntut fungsi navigasi, tetapi juga integrasi kontekstual dengan nilai-nilai budaya setempat. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efektivitas elemen wayfinding eksisting dalam mendukung orientasi dan sirkulasi pengguna. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan analisis spasial terhadap elemen-elemen wayfinding yang meliputi signage, node, marka lantai, pencahayaan, landmark, serta identitas visual kawasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen utama seperti signage, node, pencahayaan, dan landmark telah tersedia dan cukup berfungsi, namun inkonsistensi visual pada signage internal, keterbatasan penandaan zona parkir, serta pemudaran marka lantai menurunkan efektivitas sistem secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas <em>wayfinding</em> tidak hanya ditentukan oleh keberadaan elemen fisik, tetapi juga oleh konsistensi visual, pemeliharaan berkelanjutan, dan integrasi antara aspek fungsional dengan identitas budaya kawasan heritage. Penelitian ini memberikan implikasi praktis berupa rekomendasi pengembangan sistem <em>wayfinding</em> terintegrasi yang mampu menggabungkan kejelasan fungsional dan identitas budaya dalam parkir komunal berbasis kawasan <em>heritage</em>.</p> Puji Hadianti Ardhana Reswari R. Siti Rukayah Copyright (c) 2026 Puji Hadianti Ardhana Reswari, R. Siti Rukayah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-15 2026-07-15 5 7 5633 5643 10.58344/locus.v5i7.5903 Efektivitas Media Fabel Audiovisual Terintegrasi Sains Terhadap Kemampuan Analisis Informasi dan Pemaknaan Nilai Cerita pada Siswa Sekolah Dasar https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6034 <h1>Kemampuan analisis informasi dan pemaknaan nilai cerita merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan belum memanfaatkan media yang mampu mengintegrasikan kemampuan literasi dengan konteks pembelajaran yang bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media fabel audiovisual terintegrasi sains terhadap kemampuan analisis informasi dan pemaknaan nilai cerita pada siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>pre-experimental</em> melalui <em>One Group Pretest Posttest Design</em> yang melibatkan 30 siswa kelas VI sebagai sampel menggunakan teknik sampling jenuh (<em>total sampling</em>). Data diperoleh melalui tes kemampuan analisis informasi dan pemaknaan nilai cerita yang telah divalidasi serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas <em>Shapiro Wilk</em>, <em>Paired Sample t-Test</em>, dan analisis <em>Normalized Gain</em> (<em>N-Gain</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan analisis informasi meningkat dari 65,57 menjadi 86,37, sedangkan kemampuan pemaknaan nilai cerita meningkat dari 67,00 menjadi 87,80. Hasil <em>uji Paired Sample t-Test</em> menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara nilai <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> (p &lt; 0,05), sementara nilai N-Gain berada pada kategori sedang hingga tinggi yang mengindikasikan efektivitas penggunaan media. Dengan demikian, media fabel audiovisual terintegrasi sains terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan analisis informasi dan pemaknaan nilai cerita siswa sekolah dasar serta berpotensi menjadi media pembelajaran inovatif yang mendukung pengembangan literasi, berpikir kritis, dan pembelajaran kontekstual</h1> Andreas Leta Kando Copyright (c) 2026 Andreas Leta Kando https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-01 2026-07-01 5 7 4963 4973 10.58344/locus.v5i7.6034 Dinamika dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5915 <p>Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) merupakan instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga pangan di tingkat lokal, dengan beras sebagai komoditas pokok terpenting dalam struktur sosial-ekonomi masyarakat Indonesia. Namun, volume CPPD beras di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih jauh di bawah standar acuan pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kondisi pengelolaan CPPD beras di Provinsi NTB serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilakukan di tingkat provinsi dan 10 kabupaten/kota menggunakan data bulanan periode 2023-2025 dari sumber primer (survei dan wawancara) dan sekunder (BPS, Kementerian Pertanian, Bapanas, Dinas Pangan, dan BULOG). Analisis kondisi CPPD berpedoman pada Peraturan Bapanas No. 3 Tahun 2025, sementara faktor-faktor yang mempengaruhi dianalisis melalui kebijakan nasional, regulasi daerah, dinamika harga beras, serta intervensi pemerintah (SPHP dan bantuan beras). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan CPPD beras di Provinsi NTB saat ini berpedoman pada Peraturan Bapanas No. 3 Tahun 2025, dengan total kebutuhan CPPD tahun 2025 ditetapkan sebesar 666,78 ton, sementara realisasi mencapai 393,30 ton atau 58,98% dari target. Capaian ini menunjukkan peningkatan signifikan, meskipun pemenuhan normatif yang diamanatkan peraturan belum sepenuhnya terpenuhi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan dan kinerja CPPD meliputi kerangka regulasi daerah yang beragam antar kabupaten/kota, peningkatan disparitas harga pasokan antar wilayah, serta kebijakan intervensi yang bersifat adaptif seperti distribusi SPHP dan bantuan beras.</p> Ridwan Apriansyah Harianto Harianto Achmad Suryana Copyright (c) 2026 Ridwan Apriansyah, Harianto Harianto, Achmad Suryana https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 7 5000 5019 10.58344/locus.v5i7.5915 Peran Neuromarketing dalam Meningkatkan Kinerja Pemasaran Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Sukaresmi Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6051 <p>Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemasaran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sukaresmi, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor melalui penerapan konsep neuromarketing di era digital. Observasi lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM alas kaki di wilayah tersebut masih mengandalkan metode pemasaran konvensional seperti promosi dari mulut ke mulut, pemasangan spanduk, dan penjualan langsung, disertai kendala rendahnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia, dan minimnya pemahaman terhadap perilaku konsumen modern. Kegiatan dilaksanakan pada 14 Juni 2026 di SMPN 02 Tamansari dengan melibatkan 37 peserta pelaku UMKM melalui metode edukasi, pelatihan, diskusi interaktif, dan pendampingan oleh dosen serta mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Universitas Pamulang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan neuromarketing yang mencakup strategi storytelling marketing, emotional branding, desain visual, pemilihan warna kemasan, social proof melalui testimoni pelanggan, serta penciptaan pengalaman pelanggan yang positif berpotensi meningkatkan efektivitas pemasaran, memperluas jangkauan pasar, dan memperkuat daya saing UMKM. Kegiatan ini diharapkan mendorong transformasi pemasaran UMKM dari sistem konvensional menuju sistem berbasis digital yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.</p> Dessty Priherna Wati Nisa Quwwatin Fitriani Irsyada Laurensius Lamech Kasmad Surya Budiman Copyright (c) 2026 Dessty Priherna Wati, Nisa Quwwatin, Fitriani Irsyada, Laurensius Lamech, Kasmad, Surya Budiman https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-13 2026-07-13 5 7 5583 5598 10.58344/locus.v5i7.6051 Obesitas dan Kadar Serum Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF-?) Maternal yang Tinggi pada Ibu Hamil sebagai Faktor Risiko Terjadinya Persalinan Preterm https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5922 <p>Persalinan preterm merupakan kelahiran yang terjadi sebelum usia kehamilan 37 minggu dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas neonatal secara global. Obesitas maternal dan peningkatan sitokin proinflamasi, khususnya <em>Tumor Necrosis Factor Alpha</em> (TNF-?), diduga berperan penting dalam patogenesis persalinan preterm. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan obesitas dan kadar TNF-? serum maternal yang tinggi sebagai faktor risiko independen terjadinya persalinan preterm. Penelitian analitik observasional dengan desain nested case-control study ini melibatkan 54 ibu hamil yang dibagi menjadi 27 kelompok kasus (persalinan preterm) dan 27 kelompok kontrol (hamil preterm tanpa persalinan). Kadar TNF-? serum diukur menggunakan metode ELISA. Analisis statistik dilakukan dengan uji chi-square dan regresi logistik multivariat. Hasil menunjukkan obesitas secara signifikan meningkatkan risiko persalinan preterm (OR 3,400; 95% CI 1,111–10,402; p=0,029). Kadar TNF-? tinggi (?82 ng/L) juga merupakan faktor risiko signifikan (OR 4,600; 95% CI 1,247–16,967; p=0,017). Pada analisis multivariat, TNF-? ?82 ng/L (OR 5,217; 95% CI 1,304–20,864; p=0,020) dan obesitas (OR 3,849; 95% CI 1,151–12,865; p=0,029) terbukti sebagai faktor risiko independen. Terdapat korelasi positif sangat kuat antara TNF-? dan obesitas (r=0,905; p&lt;0,001). Disimpulkan bahwa obesitas dan kadar TNF-? maternal yang tinggi merupakan faktor risiko independen persalinan preterm dan memerlukan skrining rutin dalam pemantauan antenatal.</p> I Made Aryasa Mugi Raharja A.A. Gede Putra Wiradnyana I Wayan Artana Putra Copyright (c) 2026 I Made Aryasa Mugi Raharja, A.A. Gede Putra Wiradnyana , I Wayan Artana Putra https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-11 2026-07-11 5 7 5510 5517 10.58344/locus.v5i7.5922 Tinjauan TBT Agreement terhadap EUDR dan Implikasinya bagi Perdagangan Komoditas Indonesia https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6068 <p>European Union Deforestation Regulation (EUDR) telah menimbulkan kekhawatiran serius bagi negara-negara pengekspor komoditas berbasis lahan, termasuk Indonesia, mengingat regulasi ini mensyaratkan pembuktian bahwa produk yang masuk ke pasar Uni Eropa bebas dari deforestasi. Di tengah meningkatnya regulasi lingkungan unilateral dari negara-negara maju, muncul pertanyaan mendasar mengenai kesesuaian EUDR dengan kerangka hukum perdagangan internasional, khususnya Agreement on Technical Barriers to Trade (TBT Agreement) WTO. Penelitian ini mengkaji apakah EUDR dapat dikualifikasikan sebagai technical regulation berdasarkan Annex 1.1 TBT Agreement, serta apakah mekanisme risk benchmarking dan ketiadaan ekuivalensi bagi skema sertifikasi nasional melanggar kewajiban non-diskriminasi dan proporsionalitas dalam Article 2.1 dan 2.2. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, kasus, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EUDR dapat dikualifikasikan sebagai technical regulation, meskipun perdebatan mengenai status persyaratan deforestation-free sebagai product characteristic atau non-product-related PPM belum terselesaikan dalam yurisprudensi WTO. Mekanisme risk benchmarking unilateral terbukti menimbulkan diskriminasi de facto yang berpotensi melanggar Article 2.1, sementara absennya mekanisme ekuivalensi menjadikan EUDR lebih membatasi perdagangan dari yang sesungguhnya diperlukan sehingga berpotensi melanggar Article 2.2. Sebagai respons, Indonesia perlu mengambil langkah strategis yang terkoordinasi, mencakup penguatan kapasitas domestik, reformasi ISPO, dan pemanfaatan mekanisme penyelesaian sengketa WTO secara sistematis.</p> Defrina Chalista Mumpuni Huala Adolf Prita Amalia Copyright (c) 2026 Defrina Chalista Mumpuni, Huala Adolf, Prita Amalia https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-11 2026-07-11 5 7 5550 5566 10.58344/locus.v5i7.6068 Effectiveness of Black Cumin (Nigella Sativa) Seed Extract as an Antibacterial Agent Against Mycobacterium Tuberculosis Using The Resazurin Microtiter Assay (REMA) Method https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5941 <p>Tuberculosis remains a major global health problem caused by Mycobacterium tuberculosis. The rising prevalence of multidrug-resistant tuberculosis and the adverse effects associated with prolonged first-line therapy like rifampicin, highlight the need for alternative or adjunctive treatments. Nigella sativa, a medicinal plant rich in bioactive compounds, has attracted considerable attention because of its antimicrobial, antioxidant, anti-inflammatory, and immunomodulatory properties, which are primarily attributed to its major active compound, thymoquinone. This study aimed to determine the antimicrobial activity and minimum inhibitory concentration of Nigella sativa seed extract against Mycobacterium tuberculosis using the resazurin microtiter assay method. A true experimental study was conducted using the H37Rv strain of Mycobacterium tuberculosis. A methanolic extract of Nigella sativa seeds was prepared using the maceration method. Antibacterial activity was assessed using the resazurin microtiter assay (REMA) after 10 days of incubation. Bacterial growth inhibition was determined through visual observation of resazurin color change and confirmed using a microplate reader at 630 nm. Wells remaining blue indicated inhibition, whereas pink indicated growth. Rifampicin and sterile water were included as positive and negative controls respectively to validate experimental conditions and assay performance consistency throughout the study. Nigella sativa seed extract demonstrated antimicrobial activity with a minimum inhibitory concentration of approximately 0.125 mg/mL (31-62 µg/mL), indicated by the absence of color change and supported by lower absorbance values at 630 nm. Rifampicin showed inhibitory activity at significantly lower concentrations 0.125µg/mL, confirming its higher antimicrobial potency. Nigella sativa seed extract exhibits measurable antibacterial activity against Mycobacterium tuberculosis.</p> Laura Freitas Silva Ferreira Nurul Wiqoyah Tutik Kusmiati Eko Budi Koendhori Copyright (c) 2026 Laura Freitas Silva Ferreira, Nurul Wiqoyah, Tutik Kusmiati, Eko Budi Koendhori https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-08 2026-07-08 5 7 5284 5295 10.58344/locus.v5i7.5941 Penerapan Lean Warehousing untuk Meningkatkan Produktivitas Pengelolaan Barang pada Gudang Industri Kargo https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6076 <p>Pertumbuhan subsektor transportasi dan pergudangan di Indonesia mendorong kebutuhan pengelolaan gudang yang semakin efisien. Namun, gudang industri kargo masih menghadapi ketidakseimbangan arus barang masuk (<em>inbound</em>) dan barang keluar (<em>outbound</em>) yang memicu backlog dan menurunkan produktivitas operasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi waste dan merancang usulan perbaikan untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan barang pada gudang industri kargo melalui pendekatan <em>Lean Warehousing</em>. Data diperoleh melalui observasi lapangan, data operasional, dan wawancara dengan staf gudang. Analisis dilakukan menggunakan <em>Process Activity Mapping</em> (PAM) untuk memetakan aktivitas dan mengidentifikasi <em>waste, fishbone</em> diagram untuk menelusuri akar penyebabnya, <em>ABC Classification</em> untuk menentukan prioritas penempatan barang, <em>Systematic Layout Planning</em> (SLP) untuk merancang layout usulan, analisis <em>travel time</em> untuk mengevaluasi efisiensi layout, serta evaluasi expert untuk menilai kelayakan implementasi usulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasional gudang terdiri atas 50 aktivitas dengan total waktu proses 375 menit, dengan <em>waste dominan</em> berupa <em>motion, waiting</em>, dan <em>transport</em>. Hasil <em>ABC Classification</em> menunjukkan bahwa pada area inbound, Jakarta (Mitra) menjadi klasifikasi A dengan kontribusi 71,3%, sedangkan pada area <em>outbound </em>klasifikasi A terdiri atas Jakarta (Mitra) dan Jakarta dengan kontribusi kumulatif 81,55%. Layout usulan menurunkan sebesar 8,68%. Evaluasi expert memperoleh nilai rata-rata 3,28, yang menunjukkan bahwa usulan perbaikan dinilai sesuai dan layak untuk diterapkan. Dengan demikian, <em>Lean Warehousing</em> dapat digunakan untuk mengidentifikasi pemborosan sekaligus menyusun usulan perbaikan yang lebih terarah untuk meningkatkan produktivitas pengelolaan barang pada gudang industri kargo.</p> Febrian Chandra Wijaya Inaki Maulida Hakim Copyright (c) 2026 Febrian Chandra Wijaya, Inaki Maulida Hakim https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-17 2026-07-17 5 7 5744 5763 10.58344/locus.v5i7.6076 Strategi Peningkatan Implementasi Program Bank Sampah Berbasis CBM di Kelurahan Cengkareng Barat Kecamatan Cengkareng Kota Administrasi Jakarta Barat https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5949 <p>Permasalahan pengelolaan sampah perkotaan merupakan salah satu tantangan lingkungan yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi di wilayah perkotaan. Salah satu pendekatan solusi yang dikembangkan adalah melalui program Bank Sampah yang menekankan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pelaksanaan program Bank Sampah di Kelurahan Cengkareng Barat dalam perspektif <em>Community Based Management</em> (CBM) dengan menggunakan pendekatan kualitatif dalam metode studi kasus, serta menyusun strategi implementasi yang efektif untuk mendukung keberlanjutan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Bank Sampah telah berjalan dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan pengelolaan sampah. Namun, partisipasi masyarakat masih fluktuatif dan cenderung didorong oleh motivasi ekonomi jangka pendek. Dari sisi kelembagaan, struktur organisasi telah terbentuk, namun kapasitas manajerial dan tata kelola masih belum optimal. Selain itu, pengelolaan sampah masih didominasi oleh sampah anorganik, sementara pengelolaan sampah organik sebagai komponen terbesar dari timbunan sampah masih terbatas, sehingga kontribusi program terhadap pengurangan sampah belum optimal. Dalam perspektif CBM, ditunjukkan bahwa implementasi program masih pada tahap partisipatif-operasional, belum mencapai tahap kelembagaan-konsolidatif. Diperlukan strategi implementasi yang terintegrasi melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas partisipasi masyarakat, penguatan tata kelola, pengembangan kolaborasi multipihak, serta integrasi kebijakan dalam pembangunan daerah. Penelitian ini juga merekomendasikan pengembangan Bank Sampah organik berbasis rumah tangga sebagai inovasi strategis dalam meningkatkan efektivitas pengurangan sampah. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan penguatan tata kelola pembangunan berkelanjutan.</p> Mustika Berliantoro Neneng Sri Rahayu Firman Hadi Rivai Copyright (c) 2026 Mustika Berliantoro, Neneng Sri Rahayu, Firman Hadi Rivai https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-07 2026-07-07 5 7 5264 5283 10.58344/locus.v5i7.5949 Model Mediasi Terintegrasi Berbasis Klen dalam Validasi Hak Ulayat Suku Sumuri pada Kawasan Proyek Strategis Nasional Genting Oil Kasuri https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6093 <p>Masuknya investasi Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah adat Suku Sumuri memicu konflik horizontal antar-marga. Kajian sosio-legal ini menganalisis validitas hak ulayat komunal yang terdampak komersialisasi lahan dan asimetri distribusi kompensasi miliaran rupiah. Penelitian menggunakan pendekatan hukum empiris dengan lokus di Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni, melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) yang melibatkan 19 marga Suku Sumuri. Hasil penelitian menunjukkan maraknya sengketa batas ulayat "imajiner" serta marginalisasi wewenang Lembaga Masyarakat Adat (LMA) oleh rezim hukum positif administrasi daerah. Temuan spesifik mengungkap bahwa konflik tidak lagi bersifat vertikal antara masyarakat melawan korporasi, melainkan telah bermutasi menjadi perselisihan horizontal internal antar-marga penerima kompensasi. Sebagai resolusi, studi ini merekomendasikan "Model Mediasi Terintegrasi Berbasis Klen" yang mensinergikan instrumen hukum formal dengan kearifan peradilan lisan "Tikar Adat". Model ini mengintegrasikan putusan Tikar Adat ke dalam struktur administrasi negara melalui syarat administratif Berita Acara konsensus LMA sebelum penerbitan kontrak pinjam-pakai. Selain itu, diusulkan urgensi pembentukan Peraturan Kampung (Perkam) sebagai fondasi hukum tata kelola Dana Abadi (<em>Sovereign Wealth Fund</em>) untuk menjamin keadilan substantif lintas generasi dan mencegah ancaman pemiskinan struktural Suku Sumuri pasca-berakhirnya eksploitasi hidrokarbon.</p> Fillep Wamafma Natalia Rahmadani Papuana Dewi Marwiah’tul Adawiyah Rumkel Anthon H. Rumbruren Enny Martha Sassea Copyright (c) 2026 Fillep Wamafma, Natalia Rahmadani Papuana Dewi, Marwiah’tul Adawiyah Rumkel, Anthon H. Rumbruren, Enny Martha Sassea https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-15 2026-07-15 5 7 5644 5651 10.58344/locus.v5i7.6093 Clinical Outcomes of Magnesium Sulphate and Aminophylline in Adult Acute Asthma: A Systematic Review and Network Meta-analysis https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5771 <p>Magnesium sulfate (MgSO?) and aminophylline are commonly used as adjunctive therapies in adults with acute asthma exacerbations who do not adequately respond to standard treatment. However, their comparative effectiveness remains uncertain. This network meta-analysis (NMA) aimed to evaluate the clinical outcomes of MgSO? and aminophylline in adults with acute asthma. A systematic review and meta-analysis were conducted following PRISMA guidelines, identifying articles from PubMed, SpringerLink, and Taylor &amp; Francis. Random-effects models generated standardized mean differences (SMD) with 95% confidence intervals (CI). A league rank table was also generated to estimate the most effective agent in treating acute asthma. Overall heterogeneity was evaluated using the I² test. The NMA demonstrated no statistically significant difference between MgSO? and aminophylline in improving FEV? (SMD = 0.68; 95% CI: ?1.59 to 2.95; p = 0.5573). Ranking analysis suggested that, besides placebo, nebulized MgSO? had the highest probability of being the most effective intervention for FEV? improvement, although this finding did not reach statistical significance (nebulized MgSO?: MD = 1.11; 95% CI: 0.20–3.38; p = 0.6641). Qualitative synthesis indicated that MgSO? was associated with improvements in PEFR. In addition, aminophylline showed a potential reduction in hospital admission rates, whereas results for MgSO? were inconsistent across studies. MgSO? and aminophylline showed comparable effects on FEV? improvement in adults with acute asthma. MgSO? demonstrated favorable results in PEFR improvement, while aminophylline may offer potential benefits in reducing hospital admissions. Given the heterogeneity and limited sample sizes of available trials, further high-quality head-to-head studies are warranted to clarify their relative clinical effectiveness.</p> I Putu Angga Manik Pratama Luh Gede Janny Resista Yani Bagus Agung Arya Dharma Pramana Dwi Sutanegara I Gede Arya Yoga Dharma Wiguna Copyright (c) 2026 I Putu Angga Manik Pratama, Luh Gede Janny Resista Yani, Bagus Agung Arya Dharma Pramana Dwi Sutanegara, I Gede Arya Yoga Dharma Wiguna https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-07 2026-07-07 5 7 5211 5222 10.58344/locus.v5i7.5771 Analisis Efektivitas Kebijakan Penetapan Badan Layanan Umum melalui Pendekatan Systematic Literature Review https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5955 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kebijakan penetapan Badan Layanan Umum (BLU) dalam perspektif reformasi administrasi publik, reformasi pengelolaan keuangan negara, pengukuran kinerja, dan tata kelola organisasi sektor publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian diperoleh melalui database Scopus dengan rentang publikasi tahun 2016–2026 menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan <em>Public Financial Management Reform</em>, <em>policy implementation, performance management</em>, dan <em>organizational governance</em>. Proses seleksi literatur dilakukan menggunakan pendekatan PRISMA sehingga diperoleh 36 artikel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan penetapan BLU dipengaruhi oleh kapasitas administrasi, kualitas tata kelola organisasi, fleksibilitas pengelolaan keuangan, sistem pengukuran kinerja, <em>collaborative governance</em>, dan kemampuan organisasi dalam mengelola perubahan tata kelola secara substantif. Penelitian ini juga menemukan bahwa fleksibilitas pengelolaan organisasi publik tidak otomatis meningkatkan kualitas pelayanan publik apabila tidak diiringi sistem akuntabilitas dan pengukuran kinerja yang efektif. Selain itu, implementasi kebijakan berbasis fleksibilitas berpotensi menghasilkan superficial compliance apabila organisasi hanya berorientasi pada pemenuhan administratif. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kebijakan penetapan BLU merupakan hasil interaksi multidimensional antara kapasitas organisasi, tata kelola birokrasi, pengukuran kinerja, dan orientasi pelayanan publik berbasis hasil.</p> Nikita Kurnia Umanto Umanto Copyright (c) 2026 Nikita Kurnia, Umanto Umanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-07 2026-07-07 5 7 5283 5301 10.58344/locus.v5i7.5955 Transformation of Communication Media: An Analysis of The Effectiveness of The JKN Mobile App as an External Communication Channel in Reducing Information Asymmetry Among Participants https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6103 <p>Digital transformation has significantly changed the communication mechanisms of public healthcare services, particularly in improving information accessibility and reducing gaps between service providers and users. The National Health Insurance (JKN) program in Indonesia faces challenges in disseminating information effectively to millions of participants, resulting in information asymmetry regarding participants’ rights, obligations, and healthcare procedures. This study aims to analyze the effectiveness of the Mobile JKN application as an external communication channel and evaluate its contribution to reducing information asymmetry between BPJS Kesehatan and JKN participants. This research employed a quantitative approach using a cross-sectional survey design. Data were collected from 290 active JKN participants who had used the Mobile JKN application for at least three months. The research instrument was a structured questionnaire measured using a five-point Likert scale, while data analysis was conducted through descriptive statistics and Structural Equation Modeling (SEM). The results showed that Mobile JKN had high effectiveness as an external communication medium with an overall score of 3.67. The highest dimension was information accessibility (4.12), indicating that the application successfully improved participants’ access to healthcare information. Furthermore, the application reduced information asymmetry by 33.9%, particularly in improving participants’ understanding of their rights. However, challenges remained, including low digital literacy (43.8%), technical application problems (33.8%), and limited internet access (29.7%). This study concludes that Mobile JKN plays an important role in strengthening digital communication and reducing information disparities in public healthcare services. Continuous system improvement, digital literacy enhancement, and broader socialization strategies are required to optimize its effectiveness.</p> Rekha Wicakso Ninis Agustini Damayani Nindi Aristi Copyright (c) 2026 Rekha Wicakso, Ninis Agustini Damayani, Nindi Aristi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-18 2026-07-18 5 7 5813 5822 10.58344/locus.v5i7.6103 Efektivitas Waktu Pemberian Steroid Intratimpani sebagai Salvage Therapy pada Idiopathic Sudden Sensorineural Hearing Loss setelah Kegagalan Terapi Sistemik: Systematic Literature Review https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5786 <p><em>Idiopathic Sudden Sensorineural Hearing Loss</em> (ISSNHL) merupakan gangguan pendengaran <em>sensorineural</em> yang terjadi secara mendadak dan dapat menyebabkan penurunan pendengaran permanen apabila tidak ditangani secara tepat. Steroid intratimpani sering digunakan sebagai <em>salvage therapy</em> pada pasien yang belum menunjukkan perbaikan pendengaran optimal setelah terapi steroid sistemik. Namun, pengaruh waktu pemberian steroid intratimpani terhadap <em>hearing recovery</em> masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis efektivitas waktu pemberian steroid intratimpani sebagai <em>salvage therapy</em> terhadap <em>hearing recovery</em> pada pasien ISSNHL setelah kegagalan terapi sistemik. <em>Systematic literature review</em> dilakukan melalui pencarian pada database jurnal nasional dan internasional, yaitu Garuda, PubMed, dan ScienceDirect. Penelitian yang sesuai dengan kriteria inklusi dan dipublikasikan pada Januari 2020–Desember 2025. Kualitas penelitian dinilai menggunakan <em>Study Quality Assessment Tools</em> untuk studi observasional dan penilaian deskriptif untuk studi intervensi. Metode pelaporan penelitian menggunakan pedoman PRISMA. Sebanyak 162 artikel ilmiah diperoleh dari database Garuda (n = 36), ScienceDirect (n = 108), dan PubMed (n = 18). Sebanyak 133 artikel penelitian dieksklusi, 29 artikel menjalani skrining full text, dan 8 artikel penelitian memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil review menunjukkan bahwa waktu pemberian steroid intratimpani yang lebih dini cenderung berhubungan dengan hearing recovery yang lebih baik, sedangkan keterlambatan salvage therapy cenderung berhubungan dengan outcome yang lebih buruk. Faktor yang paling konsisten berhubungan dengan <em>hearing recovery</em> adalah waktu inisiasi terapi, meskipun terdapat heterogenitas antarpenelitian dalam hal desain studi, definisi outcome, kategori waktu inisiasi, dan protokol pemberian terapi.</p> Mangde Anata Sindhu Copyright (c) 2026 Mangde Anata Sindhu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-17 2026-07-17 5 7 5723 5743 10.58344/locus.v5i7.5786 Between Compliance and Commitment: A Temporal Critical Discourse Analysis of How National and International Oil Companies Respond to Evolving Climate-Related ESG Regulations in Their Public Disclosures, 2016–2026 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5960 <p>Over the decade from the Paris Agreement to the EU Omnibus I deregulation, the regulatory landscape for corporate climate disclosure has shifted from voluntary frameworks toward mandatory reporting, before partially reversing. Yet how National Oil Companies (NOCs) and International Oil Companies (IOCs) have responded to these evolving demands remains underexplored. This research employed longitudinal hybrid Critical Discourse Analysis and thematic content analysis on 176 reports from sixteen NOCs and IOCs across four regions (2016–2026 Q1). Guided by regulatory-response theory, legitimacy theory, and institutional logics, it examines how NOC and IOC disclosures diverged or converged in response to successive regulatory regimes and what discursive strategies were employed. Findings reveal three key patterns. First, European IOCs rapidly adopted TCFD/ISSB frameworks, with "net-zero" rhetoric increasing 340%, while NOCs showed only 120% increase. Second, following Omnibus I, European IOCs immediately reduced Scope 3 details and removed sectoral ESRS references, confirming that regulatory pressure drives symbolic compliance rather than substantive commitment. Third, the talk-walk gap persists across all companies, with average low-carbon capital expenditure at 18% for IOCs and only 4% for NOCs. NOCs in the Middle East exhibited the widest gap between rhetoric and investment action. This research fills a clear gap: no peer-reviewed qualitative study has conducted a temporal NOC-versus-IOC comparison across multiple regions spanning the full Paris-to-Omnibus-I arc. The findings contribute to corporate sustainability disclosure, energy governance, and ESG regulation literatures, with implications for policymakers and investors evaluating the credibility of oil and gas companies' energy-transition commitments.</p> Nugroho Nugroho Rahmatul Husni Copyright (c) 2026 Nugroho Nugroho, Rahmatul Husni https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-08 2026-07-08 5 7 5353 5360 10.58344/locus.v5i7.5960 Analisis Daya Ekspor Impor kWh Meter PLTS on Grid sebagai Upaya Menjaga Stabilitas Pasokan Listrik Laboratorium Institut Teknologi PLN https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6106 <p>Peningkatan kebutuhan energi listrik dan isu keberlanjutan lingkungan mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), salah satunya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sistem <em>on-grid</em>. Sistem ini memungkinkan integrasi antara pembangkit energi surya dengan jaringan PLN melalui penggunaan kWh meter export-import (EXIM) untuk mengatur aliran energi dua arah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja daya ekspor-impor pada sistem PLTS <em>on-grid</em> serta mengevaluasi kontribusinya terhadap stabilitas pasokan listrik dan efisiensi biaya energi pada Laboratorium EBT Institut Teknologi PLN. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif melalui pengumpulan dan analisis data operasional produksi energi PLTS, konsumsi beban listrik, energi ekspor-impor, serta perhitungan efisiensi penggunaan energi berdasarkan data monitoring periode Desember 2022 hingga Juni 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem PLTS berkapasitas 15 kWp mampu menghasilkan energi sebesar 6.167,558 kWh selama periode pengamatan. Analisis menunjukkan bahwa mekanisme kWh EXIM mampu mendukung pemenuhan kebutuhan energi laboratorium dengan tingkat efisiensi rata-rata sebesar 53% serta memberikan penghematan biaya listrik sekitar 13%. Penerapan sistem PLTS on-grid terbukti mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi dan mengurangi ketergantungan terhadap suplai listrik konvensional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi sistem ekspor-impor energi melalui kWh EXIM dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung pengelolaan energi berkelanjutan di lingkungan institusi pendidikan.</p> Nurmiati Pasra Kartika Tresya Mauriraya Heri Suyanto Andi Makkulau Copyright (c) 2026 Nurmiati Pasra, Kartika Tresya Mauriraya, Heri Suyanto, Andi Makkulau https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-16 2026-07-16 5 7 5686 5702 10.58344/locus.v5i7.6106 A Criminological Review of The Role of Village Heads in Crime Prevention and Control (A Study in Kapringan Village, Indramayu Regency) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5797 <p>Kapringan Village, Krangkeng District, Indramayu Regency, as part of a rural community subject to ongoing social and economic dynamics, is not insulated from the problem of crime. Crime in rural areas is a social phenomenon influenced by various factors and requires an active role from the village government — particularly the village head — in maintaining public order and security. This research aims to determine the role of the village head from a criminological perspective in the prevention and control of criminal acts in Kapringan Village, Krangkeng District, Indramayu Regency. The issues examined include the factors that cause crime and the efforts made by the village head in preventing and addressing crime within the area, viewed through a criminological lens. The research employs a qualitative approach that describes the reality of crime in Kapringan Village, utilizing an empirical legal research framework from a criminological perspective, with data gathered through interviews and field observations as well as relevant laws, regulations, and literature. The findings reveal that the factors contributing to crime in Kapringan Village include economic hardship, low levels of education, unemployment, the influence of the social environment, and weak legal awareness within the community. The village head's efforts in preventing and addressing crime encompass coordination with security forces (TNI, Polri) and community leaders, environmental security coaching, legal counseling, and community empowerment through social and economic activities. This research is expected to offer insights for village heads and government officials in fostering public security and order in a sustainable manner.</p> Durma Durma Sanusi Sanusi Copyright (c) 2026 Durma Durma, Sanusi Sanusi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-07 2026-07-07 5 7 5237 5245 10.58344/locus.v5i7.5797 Analisis Efektivitas Realisasi Program Aplikasi SIGNAL dalam Perspektif Agile Governance di Provinsi Bali https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5969 <p>Penelitian ini mengkaji implementasi aplikasi SIGNAL (Samsat Digital Nasional) di Provinsi Bali dengan perspektif <em>Agile Governance.</em> Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya kebutuhan pelayanan publik berbasis digital yang efisien, transparan, dan adaptif untuk meningkatkan penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas realisasi aplikasi SIGNAL serta dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik dan kepatuhan wajib pajak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada instansi pemerintah serta masyarakat pengguna di Kabupaten Bangli dan Badung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aplikasi SIGNAL mampu meningkatkan efisiensi, aksesibilitas, dan transparansi dalam proses pembayaran pajak kendaraan bermotor. Namun demikian, masih terdapat kendala seperti rendahnya literasi digital masyarakat pedesaan dan keterbatasan infrastruktur jaringan internet. Pembahasan menunjukkan bahwa prinsip <em>Agile Governance</em> seperti responsivitas, inovasi, efisiensi, dan human focused telah diterapkan meskipun belum optimal. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa aplikasi SIGNAL memberikan kontribusi positif terhadap optimalisasi PAD dan transformasi pelayanan publik, namun diperlukan penguatan infrastruktur dan literasi digital agar implementasi dapat merata di seluruh wilayah Bali.</p> A. A. Ngr. Bramana Adi Prasada Tama Nyoman Sri Subawa Copyright (c) 2026 A. A. Ngr. Bramana Adi Prasada Tama, Nyoman Sri Subawa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-13 2026-07-13 5 7 5567 5582 10.58344/locus.v5i7.5969 Analisis Kemampuan Membaca Kritis-Kreatif Siswa Kelas 9 MTSN 4 Sidoarjo terhadap Teks Cerita Inspiratif Bertema Lingkungan https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6111 <p>Kemampuan membaca kritis dan membaca kreatif merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia karena mendukung kemampuan siswa dalam memahami, mengevaluasi, serta menghasilkan gagasan berdasarkan teks yang dibaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan membaca kritis, kemampuan membaca kreatif, serta membandingkan kedua kemampuan tersebut pada siswa kelas 9A MTsN 4 Sidoarjo terhadap teks cerita inspiratif bertema lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 32 siswa kelas 9A MTsN 4 Sidoarjo tahun pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes membaca kritis dan membaca kreatif yang telah melalui validasi ahli (expert judgment). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, persentase, dan distribusi kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa memperoleh rata-rata 79,94 dengan kategori baik, sedangkan kemampuan membaca kreatif memperoleh rata-rata 74,46 dengan kategori baik. Indikator membaca kritis tertinggi terdapat pada kemampuan mengidentifikasi fakta dan opini (97,50), sedangkan indikator terendah terdapat pada kemampuan mengevaluasi nilai dan pesan teks (62,50). Pada membaca kreatif, indikator tertinggi terdapat pada kemampuan menghubungkan teks dengan realitas lingkungan (76,02), sedangkan indikator terendah terdapat pada kemampuan mengembangkan ide baru dari teks (73,53). Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa lebih tinggi dibandingkan kemampuan membaca kreatif. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif untuk memperkuat dimensi membaca kreatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada pembelajaran teks cerita inspiratif bertema lingkungan.</p> Annestiana Handini Yuni Pratiwi Roekhan Roekhan Copyright (c) 2026 Annestiana Handini, Yuni Pratiwi, Roekhan Roekhan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-15 2026-07-15 5 7 5652 5664 10.58344/locus.v5i7.6111 Innovation management of MTs Muhammadiyah Boarding School (MBS) Magetan https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5810 <p>This research focuses on the management innovations of MTs Muhammadiyah Boarding School (MBS) Magetan, a pioneering institution that implements a pesantren-based education system by housing students in dormitories. The culture of innovation within the Muhammadiyah education environment represents an effort to improve the quality of School-Based Management (SBM) in response to government policy demands and developments in science and technology. This research aims to examine the management innovations carried out by MBS Magetan in improving school quality through SBM, within the context of advancing science and technology. The study employs a qualitative method, with data collected through observation and documentation and analyzed using a descriptive-analytical approach. The findings reveal three key dimensions. First, school culture is composed of: (a) core values that are collectively upheld, and (b) those values translated into a shared culture expressed through symbols and activities. Second, the school as a learning organization encompasses: (a) personal mastery, (b) mental models, (c) shared vision, (d) team learning, and (e) systems thinking. Third, innovation in SBM is implemented through: (a) School-Based Management and Integrated Quality Management, (b) student-centered active learning, and (c) the Quantum Teaching method. The management innovations carried out by MBS have fostered good discipline, orderly administration, and consistent leadership, while in the area of teaching and learning, they have cultivated a cooperative, active, creative, and engaging learning atmosphere.</p> Suwardi Sedya Santosa Copyright (c) 2026 Suwardi, Sedya Santosa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-09 2026-07-09 5 7 5411 5420 10.58344/locus.v5i7.5810 Pengaruh Continuous Improvement terhadap Kinerja Keberlanjutan dengan Sistem Digital Sebagai Variabel Mediasi: Studi Empiris pada Perusahaan di Industri Farmasi https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5981 <p>Industri farmasi menghadapi tekanan yang semakin besar untuk meningkatkan kinerja keberlanjutan (<em>sustainability performance</em>) yang mencakup dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial. <em>Continuous improvement</em> (CI) dan sistem digital dipandang sebagai faktor kunci dalam mendukung pencapaian kinerja keberlanjutan, namun penelitian yang mengkaji peran mediasi sistem digital dalam hubungan keduanya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>continuous improvement</em> terhadap kinerja keberlanjutan (ekonomi, lingkungan, dan sosial) dengan sistem digital sebagai variabel mediasi pada perusahaan manufaktur farmasi. Dengan menggunakan pendekatan survei kuantitatif, data dikumpulkan dari 202 responden di berbagai bidang fungsional dan tingkat pekerjaan dalam sektor manufaktur farmasi. Kami menganalisis data menggunakan <em>Structural Equation Modeling</em> (SEM) dengan software AMOS untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasilnya menunjukkan bahwa perbaikan berkelanjutan berdampak positif pada sistem digital. Selain itu, perbaikan berkelanjutan secara signifikan meningkatkan kinerja keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Temuan ini juga menunjukkan bahwa sistem digital secara signifikan memediasi hubungan antara perbaikan berkelanjutan dan seluruh aspek kinerja keberlanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa menggabungkan praktik perbaikan berkelanjutan dengan penerapan sistem digital akan meningkatkan pencapaian kinerja berkelanjutan. Studi ini menambah literatur yang ada dengan memberikan bukti bagaimana perbaikan berkelanjutan dan sistem digital bekerja sama untuk mendukung keberlanjutan dalam manufaktur farmasi. Secara praktis, temuan ini menekankan perlunya menghubungkan inisiatif perbaikan berkelanjutan dengan strategi transformasi digital untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan jangka panjang.</p> Ditosando Yudonegoro Wahyuningsih Santosa Tri Wulandari Satitidjati Dewayana Yanu Agung Priyanto Copyright (c) 2026 Ditosando Yudonegoro, Wahyuningsih Santosa , Tri Wulandari Satitidjati Dewayana , Yanu Agung Priyanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-11 2026-07-11 5 7 5518 5534 10.58344/locus.v5i7.5981 Establishing a TAVR Program in a Non-ECMO Center: Anesthetic Considerations and Safety Workflow https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6130 <p>Optimal anesthetic management during the initiation of a transcatheter aortic valve replacement (TAVR) program in centers without extracorporeal membrane oxygenation (ECMO) capability remains underexplored. This case report describes anesthetic considerations and contingency planning for establishing a new TAVR program in a cardiac catheterization laboratory. A 66-year-old male patient with severe aortic stenosis (valve area: 0.74 cm²; mean gradient: 43.89 mmHg; ejection fraction: 47%), coronary artery disease, congestive heart failure (NYHA class II), and chronic kidney disease stage III underwent transfemoral TAVR under general anesthesia as the inaugural procedure of the program. The procedure was performed in a cardiac catheterization laboratory without on-site ECMO support, with cardiac surgery standby and cardiopulmonary bypass equipment prepared in an adjacent operating room. Hemodynamic management during rapid ventricular pacing (180 beats/min for 10 seconds during balloon valvuloplasty and 120 beats/min during valve deployment) included preemptive phenylephrine boluses (total dose: 2 mg) and cautious crystalloid administration (500 mL). A 27 mm VitaFlow valve was successfully deployed. Post-deployment transesophageal echocardiography demonstrated mild paravalvular leak without intravalvular regurgitation or valve dislodgement. The patient was discharged on postoperative day 3 without complications. General anesthesia supported by structured hemodynamic management protocols and clearly defined cardiac surgery contingency planning enabled safe TAVR implementation during program initiation in a non-ECMO center. This case provides a practical framework for institutions establishing similar programs without immediate ECMO capability.</p> Defitra Nanda Sasmita Anas Alatas Copyright (c) 2026 Defitra Nanda Sasmita, Anas Alatas https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-18 2026-07-18 5 7 5823 5831 10.58344/locus.v5i7.6130 Strategic Decision-Making in The Development Scenario Selection for The Kayu Merah Structure at Jatibarang Field, PT Pertamina EP https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5848 <p>This research aims to support strategic decision-making in determining the most optimal development scenario for the KYM gas structure through an integrated analytical approach. The research identifies internal and external factors influencing development feasibility, translates stakeholder values into decision criteria, and systematically evaluates alternative scenarios. The method combined qualitative and quantitative approaches through PESTEL analysis, SWOT analysis, Value-Focused Thinking (VFT), and the Analytic Hierarchy Process (AHP). Primary data were obtained through surveys, semi-structured interviews, focus group discussions, and stakeholder mapping, while secondary data were derived from internal company documents, regulations, technical studies, and academic literature. The results of the environmental analysis were used to formulate fundamental objectives, means objectives, criteria, and sub-criteria for evaluation that align with strategic priorities and stakeholder expectations. The alternative development scenarios were then evaluated using AHP pairwise comparisons, accompanied by consistency ratio testing and sensitivity analysis. The findings indicate that Alternative 1, namely the production flow from KYM-B and KYM-C wells through the construction of a new flowline integrated with existing production toward the Randegan Gathering Station with facility upgrades, is the most optimal scenario. This alternative is superior because it provides a balanced performance across economic, technical-operational, regulatory-environmental, implementation risk, and stakeholder alignment aspects. The sensitivity analysis shows that the selected alternative remains robust against changes in criteria weights, with the project approval target in the second quarter of 2026 and onstream target in the fourth quarter of 2028.</p> Hermawan Hermawan Pri Hermawan Copyright (c) 2026 Hermawan Hermawan, Pri Hermawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-08 2026-07-08 5 7 5361 5380 10.58344/locus.v5i7.5848 Restrukturisasi sebagai Alternatif Penyelesaian Kepailitan PT Sritex dalam Perspektif Keadilan Bermartabat https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5994 <p>Kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) menjadi salah satu kasus yang memperoleh perhatian luas karena melibatkan perusahaan tekstil nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia, penyerapan tenaga kerja, dan aktivitas ekspor. Permasalahan yang muncul adalah apakah likuidasi merupakan solusi yang paling tepat ataukah restrukturisasi dapat menjadi alternatif penyelesaian yang lebih berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis restrukturisasi sebagai alternatif penyelesaian kepailitan PT Sritex serta mengkaji relevansinya dalam perspektif Keadilan Bermartabat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif menggunakan metode preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restrukturisasi memiliki landasan hukum yang kuat dalam sistem kepailitan Indonesia melalui mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Restrukturisasi dinilai lebih mampu menjaga keberlangsungan usaha, melindungi kepentingan kreditur, mempertahankan lapangan kerja, dan meminimalkan dampak sosial-ekonomi dibandingkan likuidasi. Dalam perspektif Keadilan Bermartabat, restrukturisasi mencerminkan keseimbangan antara kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan sehingga lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan tujuan hukum nasional.</p> Ariel Alexander Boy Gabriel Yohanes Simarmata Dyo Ganda Siadari Teguh Prasetyo Copyright (c) 2026 Ariel Alexander, Boy Gabriel Yohanes Simarmata , Dyo Ganda Siadari , Teguh Prasetyo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2025-07-07 2025-07-07 5 7 5302 5314 10.58344/locus.v5i7.5994 Alternative Public Personnel Management: Assessing The Efficacy of E-Catalog Based Office Services Procurement in Bolaang Mongondow Regency https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6180 <p>The abolition of honorary workers through Law Number 20 of 2023 concerning the State Civil Apparatus has created new challenges for local governments in maintaining sustainable public administration services, particularly in managing non-ASN personnel who previously supported various operational functions. This study aimed to examine the implementation of E-Catalog-based procurement for general office services as an alternative strategy for non-ASN personnel management in the Regional Secretariat of Bolaang Mongondow Regency and to evaluate its organizational effectiveness. This research employed a descriptive qualitative method using a case study approach. Data were collected through in-depth interviews with five key informants, direct observation, and document analysis, and were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings showed that E-Catalog-based procurement had been implemented through several stages, including needs planning, vendor selection, contract execution, and performance monitoring. Based on Richard M. Steers’ organizational effectiveness framework, the implementation contributed to organizational goal achievement, improved internal coordination, and strengthened institutional adaptation to national regulatory changes. However, several challenges remained, including limitations in network infrastructure, gaps in digital literacy among personnel, and the limited availability of qualified local service providers. Nevertheless, regulatory support, organizational leadership commitment, and national digital procurement infrastructure facilitated the sustainability of the system. This study concluded that E-Catalog-based procurement could serve as an alternative instrument for non-ASN personnel management by promoting transparency, accountability, and performance-oriented governance in the public sector.</p> I Dewa Agung Gede Krisna Waisaka Nyoman Sri Subawa Copyright (c) 2026 I Dewa Agung Gede Krisna Waisaka, Nyoman Sri Subawa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-28 2026-07-28 5 7 5942 5952 10.58344/locus.v5i7.6180 Peran Self Regulated Learning sebagai Moderator pada Hubungan antara Grit dan Performa Akademik Mahasiswa Unit Kegiatan Olahraga https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5869 <p>Mahasiswa yang aktif dalam unit kegiatan olahraga menghadapi tantangan menyeimbangkan tuntutan akademik dan latihan intensif, sehingga performa akademik mereka dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti <em>grit</em> dan <em>self-regulated learning</em> (SRL). Grit didefinisikan sebagai ketekunan dan konsistensi minat terhadap tujuan jangka panjang, sedangkan SRL merupakan kemampuan individu mengelola proses belajar melalui perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi diri. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh grit terhadap performa akademik mahasiswa unit kegiatan olahraga serta menganalisis peran SRL sebagai moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan desain moderasi, melibatkan 124 mahasiswa aktif unit kegiatan olahraga minimal semester dua. Instrumen yang digunakan meliputi <em>Grit Scale</em>, skala SRL, dan IPK sebagai indikator performa akademik. Analisis dilakukan menggunakan regresi moderasi dengan <em>PROCESS Macro Hayes.</em> Hasil menunjukkan grit berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa akademik (? = 0,07; p = 0,03), SRL juga berpengaruh signifikan (? = 0,4; p = 0,004), serta interaksi keduanya signifikan (? = 0,0012; p = 0,01), mengindikasikan SRL memoderasi hubungan grit dan performa akademik. Semakin tinggi SRL, semakin kuat pengaruh grit terhadap pencapaian akademik. Model menjelaskan 11,13% variasi performa akademik (R² = 0,11). Temuan ini berkontribusi secara teoretis dalam memahami interaksi motivasi jangka panjang dan regulasi diri, serta menawarkan implikasi praktis bagi institusi dalam merancang program pelatihan SRL dan manajemen waktu yang disesuaikan dengan jadwal latihan mahasiswa unit kegiatan olahraga.</p> Namira Permata Dharma P Sri Tiatri Riana Sahrani Copyright (c) 2026 Namira Permata Dharma P, Sri Tiatri , Riana Sahrani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 7 5084 5103 10.58344/locus.v5i7.5869 Konflik Sosial-Ekologis dan Resolusi Konflik Multipihak dalam Industri Nikel Indonesia: Studi Kasus Morowali, Halmahera, dan Morosi https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6005 <p>Penelitian ini menganalisis reproduksi konflik sosial-ekologis dalam industri nikel Indonesia serta menawarkan kerangka resolusi yang realistis di tengah keterbatasan kelembagaan. Studi kasus di Morowali, Halmahera, dan Morosi menunjukkan bahwa mekanisme penyelesaian yang ada, baik litigasi maupun advokasi, secara konsisten gagal menyentuh akar struktural konflik. Melalui analisis dokumen sistematis terhadap putusan pengadilan, dokumen kebijakan, laporan masyarakat sipil, dan literatur akademis, penelitian ini mengidentifikasi empat pola struktural yang berulang: sistem perizinan yang memprioritaskan investasi, partisipasi publik yang prosedural semata, absennya forum resolusi independen, dan peran ganda negara sebagai mitra investasi. Dengan menggunakan kerangka Galtung (<em>negative vs. positive peace</em>) dan model transformasi konflik Kriesberg, penelitian ini berargumen bahwa ketiga kasus hanya menghasilkan <em>negative peace</em>—ketiadaan kekerasan terbuka yang berdampingan dengan ketidakadilan struktural. Kontribusi utama penelitian ini adalah menjembatani kesenjangan antara diagnosis struktural yang kuat dalam literatur agraria Indonesia dan kurangnya kerangka resolusi yang dapat dioperasionalisasikan, dengan merumuskan rekomendasi bertahap yang jujur tentang hambatan strukturalnya sendiri.</p> Fida Iyun Fiil Islamie Juliana Pramesti Dyah Kumalasari Copyright (c) 2026 Fida Iyun Fiil Islamie, Juliana Pramesti Dyah Kumalasari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-07 2026-07-07 5 7 5315 5332 10.58344/locus.v5i7.6005 Artificial Intelligence, Automation, and Digitalization in Fresh Fruit Bunch Grading for the Palm Oil Industry: A Systematic Literature Review https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/5907 <p>Background: Accounting for 85% of worldwide palm oil production, Indonesia holds an unrivaled position as the industry’s dominant global supplier. Despite this prominence, Fresh Fruit Bunch (FFB) grading - the quality critical process of assessing fruit ripeness prior to processing remains largely dependent on manual operator judgment, a practice that inherently generates evaluation bias, output variability, and measurable financial inefficiencies at the mill level. Objective: Employing the PRISMA 2020 protocol as its methodological backbone, this paper conducts a Systematic Literature Review (SLR) to consolidate and critically evaluate available empirical evidence concerning the deployment of artificial intelligence (AI), automation, and digitalization within FFB grading operations. Methods: Three peer-reviewed databases: Scopus, ScienceDirect, and Google Scholar were systematically searched to retrieve publications spanning 2018 to 2025. Upon completion of multistage eligibility screening and quality evaluation using the Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) 2018, a corpus of 29 methodologically sound articles was retained for synthesis, supported by strong inter-rater consistency (Cohen’s Kappa k=0.82), almost perfect agreement). Results: The synthesis converged on four principal findings: (1) CNN and YOLO-based architectures deliver FFB classification accuracy reaching 97%, representing a substantial performance advantage over manual evaluation; (2) three dimensions - Technology Readiness, Organizational Readiness, and Human Capability consistently determine implementation outcomes, with organizational readiness associated with projected adoption rate growth of 15–20% over five years; (3) AI-driven grading systems produce verifiable gains in Oil Extraction Rate (OER) alongside reductions in Free Fatty Acid (FFA) levels, with quantifiable business value materializing within an extended post-implementation period consistent with the IT productivity paradox; (4) despite its methodological superiority for confirmatory theory testing, CB-SEM remains strikingly underemployed in this research domain. Conclusion: Among the most consequential findings of this review is the absence of a unified structural model capable of linking mill readiness dimensions, technology adoption pathways, and downstream business performance outcomes, a gap whose resolution is both theoretically necessary and practically urgent. To address this, the review presents a systematic empirical agenda oriented toward future investigation within the Indonesian palm oil industry context.</p> Ferizal Bambang Iskandriawan Copyright (c) 2026 Ferizal, Bambang Iskandriawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-02 2026-07-02 5 7 5167 5182 10.58344/locus.v5i7.5907 Hak Pengelolaan atas Tanah di Indonesia: Perkembangan, Problematika, dan Reformasi Hukum dalam Perspektif Keadilan Agraria https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6042 <p>Hak Pengelolaan (HPL) atas tanah merupakan salah satu instrumen hukum agraria yang paling strategis namun sekaligus paling kontroversial dalam sistem pertanahan Indonesia. Sebagai derivasi dari Hak Menguasai Negara (HMN) berdasarkan Pasal 33 ayat (3) UUD NRI 1945 dan Pasal 2 UUPA 1960, HPL memberikan kewenangan kepada pemegang yang ditunjuk negara untuk merencanakan, menggunakan, dan mendistribusikan tanah sesuai tujuan yang ditetapkan. Perkembangan terbaru regulasi HPL—khususnya pasca terbitnya PP No. 18 Tahun 2021, UU Cipta Kerja (UU No. 11 Tahun 2020/UU No. 6 Tahun 2023), Permen ATR/BPN No. 14 Tahun 2024 tentang tanah ulayat, Permen ATR/BPN No. 2 Tahun 2025 tentang penetapan hak atas tanah, dan pembentukan Badan Bank Tanah, membuka babak baru sekaligus menghadirkan permasalahan hukum yang semakin kompleks. Problematika terkini mencakup: konflik HPL dengan hak ulayat masyarakat adat, kerancuan kewenangan antar lembaga, ketidakjelasan batas-batas HPL, potensi komersialisasi HPL yang merugikan masyarakat, serta lemahnya mekanisme pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, serta didukung data lapangan terkini. Penulis berpandangan bahwa HPL dalam konteks Badan Bank Tanah merupakan konsep yang ideal dan perlu dipertahankan, sepanjang dilaksanakan dengan asas keseimbangan, keadilan, dan kepastian hukum sebagaimana cita-cita UUPA.</p> Dhifla Wiyani Copyright (c) 2026 Dhifla Wiyani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-17 2026-07-17 5 7 5791 5802 10.58344/locus.v5i7.6042