Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl
<h3>About the Journal</h3> <p>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian is an international scientific journal, double-blind peer-reviewed, open acces journal published monthly by CV. Riviera Publishing</p> <p>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be empirically examined. This journal publishes research articles covering health sciences, which includes: communication, management, economics, culture, Education, law, Computer Science, Social Health and religion that belong to the Social Science context.</p> <p>Journal has become a member of Crossref (Prefix:<a href="https://search.crossref.org/?q=2829-7334&from_ui=yes">10.36418</a>) with Online ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220512410981008" target="_blank" rel="noopener">2829-7334</a> and Print ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220426131073047" target="_blank" rel="noopener">2829-5439</a><br /><strong>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian</strong> service holds SINTA 3 accreditation, effective from Volume 1, Number 10 (2022) through Volume 6, Number 9 (2027).</p> <p><strong>Publication Frequency: </strong>Monthly</p> <p><strong>Language: </strong>Indonesian<strong>, </strong>English</p> <p><strong>Level of Publication:</strong> National</p> <div>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian is indexed and abstracted in the following databases:<br /><br /></div> <div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://search.crossref.org/?q=2829-7334&from_ui=yes">Crossref</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://scholar.google.com/citations?user=XliyCXkAAAAJ&hl=id">Google Scholar</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/24840">Garuda</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://openurl.ebsco.com/results?bquery=2829-5439&page=1&link_origin=www.ebsco.com">EBSCO</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"> </div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;">The journal has been listed in:</div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2829-7334">ROAD</a></strong></div> </div>Riviera Publishingen-USJurnal Locus Penelitian dan Pengabdian2829-5439<p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p> <ul> <li>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA).</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</li> </ul> <p>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.</p>Evaluation of The Civil Servant Competency Development Program at BKPSDM Semarang Regency
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6261
<p>This study aimed to evaluate the effectiveness of the civil servant competency development program implemented by the Regional Civil Service and Human Resource Development Agency (<em>Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia</em> [BKPSDM]) of Semarang Regency. The programs evaluated included orientation for Government Employees with Work Agreements (<em>Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja</em> [PPPK]), technical, functional, and managerial training, as well as computer-assisted test (CAT)-based competency assessments. This study employed a descriptive qualitative approach using the Context, Input, Process, and Product (CIPP) Evaluation Model as the analytical framework for assessing program relevance, resource adequacy, implementation processes, and program outcomes. Data were collected through in-depth interviews, documentation of training activities, and a review of secondary data obtained from the planning and reporting documents of BKPSDM and relevant Regional Government Agencies (<em>Organisasi Perangkat Daerah</em> [OPDs]). The findings indicated that the competency development program had been implemented in accordance with the annual plan and had reached various categories of civil servants. However, several challenges remained, including unequal access to training opportunities across OPDs and subdistricts, the absence of an integrated competency development database across organizational units, and the lack of a post-training evaluation mechanism capable of assessing changes in employee performance following training. Based on the evaluation of the four CIPP dimensions, this study recommends developing an integrated competency development information system accessible across OPDs and implementing a continuous, performance-based post-training evaluation system to improve the effectiveness and efficiency of competency development programs.</p>Nurul Fadilla AzisDyah Lituhayu
Copyright (c) 2026 Nurul Fadilla Azis, Dyah Lituhayu
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-072026-10-075108454846610.58344/locus.v5i10.6261Analisis Community Based Disaster Managemet Berdasarkan Perspektif Gender di Kota Tangerang (Studi Kasus: Upaya Mitigasi Bencana Banjir di Kelurahan Tangguh Bencana Karang Mulya)
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6397
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan <em>Community Based Disaster Management</em> (CBDM) berdasarkan perspektif gender dalam upaya mitigasi bencana banjir di Kelurahan Tangguh Bencana Karang Mulya, Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap sepuluh informan dari BPBD, pemerintah kelurahan, pengurus KTB, serta masyarakat. Analisis mengacu pada lima prinsip CBDM, yaitu partisipasi, pengetahuan lokal, peningkatan kapasitas, kebijakan, dan keberlanjutan, yang dikaji melalui dimensi gender berupa partisipasi, pengambilan keputusan, akses, dan manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah berperan aktif dalam mitigasi dan penanganan banjir melalui pengenalan risiko, penyampaian informasi, evakuasi, pendataan, pengelolaan logistik, serta pemeliharaan lingkungan. Namun, kesetaraan gender belum sepenuhnya tercapai karena partisipasi dan pengambilan keputusan masih cenderung didominasi laki-laki, sementara perempuan lebih banyak berperan pada bidang pelayanan, logistik, komunikasi, dan dapur umum. Akses terhadap pelatihan, sarana, sumber daya, dan manfaat juga belum merata. Secara keseluruhan, penerapan CBDM telah berkembang positif, tetapi diperlukan penguatan partisipasi substantif, pemerataan akses, peningkatan kapasitas, penganggaran responsif gender, serta evaluasi dan keberlanjutan program secara sistematis.</p>Satria Budi DharmaMohammad Benny Alexandri Binahayati Rusyidi
Copyright (c) 2026 Satria Budi Dharma, Mohammad Benny Alexandri , Binahayati Rusyidi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109226924510.58344/locus.v5i10.6397Transformasi Digital dalam Manajemen Pendidikan: Tinjauan Sistematis Strategi Kepemimpinan Sekolah di Era Society 5.0
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6265
<p>Di tengah revolusi digital yang mendalam mengubah manajemen pendidikan, konsep Society 5.0 hadir sebagai kerangka kerja yang menempatkan kembali peran sentral manusia dalam ekosistem teknologi. Untuk itu, penelitian ini menyajikan sebuah tinjauan sistematis yang menggali strategi kepemimpinan sekolah dalam mengarungi gelombang transformasi digital di era Society 5.0, mencakup literatur dari tahun 2020 hingga 2025. Dengan mematuhi protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), kajian ini menginvestigasi basis data ilmiah guna mengidentifikasi pola-pola kunci. Temuan utama mengindikasikan bahwa kepemimpinan sekolah yang adaptif di era Society 5.0 mutlak membutuhkan sinergi antara gaya kepemimpinan transformasional, digital, dan teknologi, yang kesemuanya diarahkan untuk mewujudkan transformasi digital yang benar-benar berpusat pada kebutuhan manusia. Lebih lanjut, strategi kepemimpinan yang terbukti efektif meliputi perumusan visi digital yang kuat, pembinaan budaya organisasi yang responsif terhadap perubahan, penguatan kapabilitas digital seluruh personel, serta penerapan manajemen perubahan yang terstruktur. Tinjauan ini diharapkan dapat memperkaya diskursus manajemen pendidikan di Indonesia dengan mengintegrasikan kerangka Society 5.0 yang relatif baru ke dalam praktik kepemimpinan sekolah dalam pusaran transformasi digital.</p>Wiji WijiMardalena MardalenaIwan Aprianto
Copyright (c) 2026 Wiji Wiji, Mardalena Mardalena, Iwan Aprianto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-102026-10-105108609862110.58344/locus.v5i10.6265Implikasi Hukum bagi Setiap Orang yang Menerima Aliran Dana Tindak Pidana Korupsi
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6407
<p>Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan yang tidak hanya menimbulkan kerugian terhadap keuangan negara, tetapi juga dapat diikuti dengan tindak pidana pencucian uang melalui pengalihan dan penyamaran hasil kejahatan kepada pihak lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum terhadap penerima aliran dana pencucian uang yang berasal dari tindak pidana korupsi serta mengkaji implikasi hukum bagi setiap orang yang menerima aliran dana tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan teoritis, dan pendekatan kasus. Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif Indonesia telah memberikan dasar hukum yang jelas terhadap pertanggungjawaban penerima aliran dana hasil tindak pidana korupsi, terutama melalui Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Penerima aliran dana dapat dimintai pertanggungjawaban apabila terbukti mengetahui atau patut menduga bahwa dana yang diterimanya berasal dari tindak pidana. Implikasi hukum yang dapat timbul meliputi pertanggungjawaban pidana, pengenaan sanksi pidana dan denda, serta pemblokiran, penyitaan, dan perampasan harta kekayaan yang berasal dari hasil tindak pidana. Penegakan hukum terhadap penerima aliran dana perlu dilakukan secara proporsional dengan memperhatikan tingkat pengetahuan, keterlibatan, kesalahan, dan itikad penerima dana serta menerapkan pendekatan follow the money untuk mendukung pengungkapan jaringan kejahatan dan pemulihan kerugian negara.</p>Josua Ferdinand SilabanJuanrico A. S TitaheluJulista Mustamu
Copyright (c) 2026 Josua Ferdinand Silaban, Juanrico A. S Titahelu, Julista Mustamu
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-162026-10-165109080909910.58344/locus.v5i10.6407Anesthetic Management of Emergency Cardiopulmonary Bypass during Radical Nephrectomy for Renal Cell Carcinoma with Level IV Right Atrial Tumor Thrombus: A Case Report
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6276
<p>Renal cell carcinoma (RCC) extends into the venous system in 4–10% of cases, and in approximately 1% of cases, the tumor thrombus reaches the right atrium (Mayo level IV). We describe the anesthetic management of a 40-year-old man (53 kg, American Society of Anesthesiologists [ASA] physical status III) with cT3N0M0 right-sided RCC and a mobile cavoatrial tumor thrombus that intermittently obstructed the tricuspid valve. He was scheduled to undergo combined open radical nephrectomy and tumor thrombectomy, with cardiopulmonary bypass (CPB) on standby. Relevant comorbidities included anemia, hypoalbuminemia, hypokalemia, prolonged activated partial thromboplastin time, grade III right hydronephrosis, bilateral pleural effusions, and chronic hypertension. Intraoperative monitoring included invasive arterial blood pressure monitoring, internal jugular central venous access, and continuous transesophageal echocardiography (TEE). Midway through the nephrectomy, the patient's condition deteriorated abruptly; TEE demonstrated prolapse of the tumor thrombus into the right atrium, causing obstruction of right ventricular inflow. Emergency median sternotomy was performed, CPB was initiated, and the thrombus was removed. The patient was successfully weaned from CPB with dopamine at 10 µg/kg/min, heparin was reversed until the activated clotting time reached 160 seconds, and the nephrectomy was subsequently completed. He was extubated on the first postoperative day, transferred to the ward on postoperative day 2, and discharged on postoperative day 5 without neurological deficits. This case illustrates that, in patients with Mayo level IV RCC-associated tumor thrombus, continuous TEE surveillance, a rehearsed emergency conversion protocol to CPB, and a coordinated multidisciplinary team can facilitate the rapid recognition and treatment of a potentially fatal intraoperative event.</p>Muhammad IqbalAldy Heriwardito
Copyright (c) 2026 Muhammad Iqbal, Aldy Heriwardito
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-132026-10-135108652866310.58344/locus.v5i10.6276Faktor Makro yang Mempengaruhi Krisis Perbankan di Indonesia Periode 1997–2025 (Analisis Determinan Krisis Perbankan melalui Pendekatan Money Market Pressure Index)
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6412
<p>Stabilitas sektor perbankan merupakan pilar utama ketahanan sistem keuangan Indonesia, mengingat sektor ini menguasai 92,49% aset konglomerasi keuangan nasional pada tahun 2024 (Otoritas Jasa Keuangan, 2025). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi periode krisis perbankan di Indonesia menggunakan pendekatan Money Market Pressure Index (MMPI) serta menganalisis pengaruh delapan variabel makroekonomi inflasi, pertumbuhan PDB riil, suku bunga riil, nilai tukar riil, rasio M2 terhadap cadangan luar negeri, pertumbuhan ekspor, pertumbuhan kredit riil, dan rasio aset luar negeri terhadap utang luar negeri terhadap probabilitas terjadinya krisis perbankan selama periode 1997–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder time series (348 observasi bulanan) yang dianalisis melalui model regresi logistik biner. Hasil pengujian model menunjukkan model fit secara keseluruhan (LR statistic 45,25; p=0,000), lolos uji Hosmer-Lemeshow (p=0,909), memiliki ketepatan klasifikasi 87,07%, dan McFadden R-squared sebesar 0,2516. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Inflasi berpengaruh positif signifikan, Nilai Tukar berpengaruh negatif signifikan, serta rasio M2/Cadangan Luar Negeri berpengaruh positif signifikan terhadap krisis perbankan. Sebaliknya, Pertumbuhan PDB, Suku Bunga, Pertumbuhan Ekspor, Pertumbuhan Kredit, dan rasio Aset Luar Negeri/Utang Luar Negeri tidak terbukti berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa hipotesis penelitian terkonfirmasi sebagian (partially supported) dan menegaskan pentingnya inflasi, nilai tukar, serta keseimbangan likuiditas eksternal sebagai indikator utama dalam sistem peringatan dini (early warning system) krisis perbankan di Indonesia.</p>Hendik SudaryantoRudi Purwono
Copyright (c) 2026 Hendik Sudaryanto, Rudi Purwono
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108787880110.58344/locus.v5i10.6412Implementasi qSOFA sebagai Alat Deteksi Dini Sepsis pada Infeksi Akut: Sebuah Literature Review
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6171
<p>Sepsis merupakan kondisi disfungsi organ yang mengancam jiwa akibat respons tubuh yang tidak teregulasi terhadap infeksi dan tetap menjadi salah satu penyebab utama kematian di rumah sakit maupun di unit gawat darurat di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merangkum bukti ilmiah terkini mengenai implementasi qSOFA sebagai alat deteksi dini sepsis pada pasien dengan infeksi akut. Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> dengan pendekatan naratif terstruktur, melalui penelusuran artikel pada basis data PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016 hingga 2025, menggunakan kata kunci qSOFA, sepsis, deteksi dini, dan infeksi akut. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi kemudian diekstraksi dan dianalisis secara tematik. Hasil kajian dari delapan belas artikel yang relevan menunjukkan bahwa qSOFA memiliki spesifisitas yang cukup tinggi dalam memprediksi mortalitas, disfungsi organ akut, dan kebutuhan perawatan intensif pada pasien dengan kecurigaan infeksi di luar ICU, namun sensitivitasnya secara konsisten rendah hingga sedang, sehingga berisiko melewatkan sejumlah pasien sepsis pada tahap awal. Beberapa studi menunjukkan bahwa kombinasi qSOFA dengan parameter tambahan seperti kadar laktat atau capillary refill time secara kuantitatif dapat meningkatkan akurasi diagnostik secara bermakna. Dapat disimpulkan bahwa qSOFA berguna sebagai alat skrining cepat dan praktis di samping tempat tidur, terutama untuk stratifikasi risiko awal, tetapi tidak dianjurkan digunakan sebagai satu-satunya alat skrining sepsis mengingat keterbatasan sensitivitasnya dan perlu dikombinasikan dengan penilaian klinis menyeluruh serta parameter penunjang lain.</p>Devy SilviaErna MelastutiIndah Sri Wahyuningsih
Copyright (c) 2026 Devy Silvia, Erna Melastuti, Indah Sri Wahyuningsih
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-062026-10-065108297831110.58344/locus.v5i10.6171Efektivitas Program No Sorting No Collection sebagai Intervensi Perubahan Perilaku Masyarakat dalam Pemilahan Sampah di Sumber
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6286
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Program No Sorting No Collection dalam meningkatkan pemilahan sampah di sumber serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri atas pemerintah desa, petugas kebersihan, dan masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah berjalan efektif dalam meningkatkan kebiasaan masyarakat memilah sampah sejak dari sumber. Efektivitas program didukung oleh meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan sampah, terbentuknya sikap positif terhadap pengelolaan sampah, partisipasi aktif masyarakat melalui dukungan keluarga dan kontrol sosial, serta implementasi program yang konsisten melalui koordinasi antaraktor, sosialisasi, pendekatan persuasif, pengawasan, penegakan aturan, dan dukungan sarana operasional. Dampak program terlihat dari meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam memilah sampah, berkurangnya sampah tercampur, meningkatnya efisiensi proses pengangkutan, serta terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan tertata. Efektivitas Program No Sorting No Collection merupakan hasil sinergi antara faktor individu, sosial, dan kelembagaan. Pengetahuan dan sikap masyarakat mendorong partisipasi aktif, sedangkan implementasi program yang konsisten memperkuat perubahan perilaku sehingga mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan.</p>Ni Putu Ayu Mitha HapsariIda Ayu Oka Martini
Copyright (c) 2026 Ni Putu Ayu Mitha Hapsari, Ida Ayu Oka Martini
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108863887910.58344/locus.v5i10.6286Dinamika Parlemen Indonesia pada Masa Republik Indonesia Serikat: Peran DPR dan Senat
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6418
<p>Periode Republik Indonesia Serikat (RIS) 1949–1950 merupakan fase krusial yang ditandai oleh eksperimen institusional bikameralisme di tengah tarikan ideologis antara federalisme dan unitarisme. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hubungan antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat RIS sebagai manifestasi dari kegagalan desain institusional pascakolonial. Menggunakan pendekatan <em>historical institutionalism</em>, penelitian ini menemukan bahwa terjadi <em>asymmetric legitimacy</em> di mana DPR menjadi pusat mobilisasi nasionalis yang kuat, sementara Senat terjebak dalam krisis legitimasi sebagai produk rekayasa kolonial. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur bikameral RIS tidak menghasilkan mekanisme <em>checks and balances</em>, melainkan menciptakan fragmentasi kekuasaan yang mempercepat delegitimasi sistem federal itu sendiri. Disfungsi internal parlemen inilah yang menjadi salah satu faktor utama pendorong runtuhnya RIS dan kembalinya Indonesia ke bentuk negara kesatuan. Artikel ini menunjukkan bahwa runtuhnya Republik Indonesia Serikat (RIS) tidak dapat dipahami semata-mata sebagai kemenangan nasionalisme unitaris atas federalisme ataupun sebagai konsekuensi dari warisan kolonial Belanda. Analisis terhadap dinamika hubungan antara DPR dan Senat memperlihatkan bahwa keruntuhan RIS juga merupakan hasil dari konflik politik yang berkembang di dalam institusi federal itu sendiri.</p>Haryanti HaryantiYety Rochwulaningsih Haryono Rinardi Agustina Wilujeng Pramestuti
Copyright (c) 2026 Haryanti Haryanti, Yety Rochwulaningsih , Haryono Rinardi , Agustina Wilujeng Pramestuti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109271928110.58344/locus.v5i10.6418Analisis Pemanfaatan Panas Brine Separator untuk Pembangkit Listrik Siklus Rankine Organik (SRO) di PLTP Supreme Energy Rantau Dedap
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6198
<p>Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang sangat besar, namun pemanfaatan panas dari brine keluaran separator PLTP sering belum dioptimalkan dan langsung diinjeksikan kembali ke reservoir. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pemanfaatan panas brine separator PLTP Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) untuk pembangkitan listrik menggunakan sistem Siklus Rankine Organik (SRO). Simulasi dan optimasi dilakukan menggunakan perangkat lunak <em>Engineering Equation Solver</em> (EES) dengan memvariasikan empat jenis fluida kerja (R123, R245fa, isobutana, dan n-pentana), laju alir massa fluida kerja, serta tekanan keluaran turbin, dengan batasan <em>Pinch Point Temperature</em> (TPP) minimum sebesar 5°C sebagai constraint desain heat exchanger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem SRO berpotensi menghasilkan daya listrik bersih optimum sebesar 2,832 MW dengan produksi energi listrik tahunan sebesar 22.327.488 kWh/tahun. Pemilihan fluida kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap performa sistem, di mana R123 menghasilkan daya listrik bersih dan efisiensi termal tertinggi (12,97%) dibandingkan tiga fluida kerja lainnya. Laju alir massa optimum diperoleh saat TPP mencapai batas minimum 5°C, sedangkan tekanan outlet turbin optimum diperoleh pada 100 kPa. Analisis keekonomian menunjukkan sistem SRO ini layak dikembangkan, dengan NPV sebesar USD 8.946.897, IRR sebesar 18%, Discounted Payback Period 6,46 tahun, dan LCOE sebesar USD 0,072/kWh yang lebih rendah dibandingkan nilai PPA sebesar USD 0,115/kWh. Penelitian ini memberikan rekomendasi teknis dan ekonomis bagi pengembangan pembangkit SRO berbasis brine panas bumi di Indonesia.</p>Jantan ManalaoonSri HaryatiBudi Santoso
Copyright (c) 2026 Jantan Manalaoon, Sri Haryati, Budi Santoso
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-062026-10-065108312832410.58344/locus.v5i10.6198Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Stevia (Stevia rebaudiana) dan Pakis Sayur (Diplazium esculentum) dalam Sediaan Yoghurt sebagai Minuman Antidiabetes
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6293
<p>Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang ditandai oleh gangguan metabolisme akibat ketidakmampuan tubuh memproduksi insulin secara optimal, menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah. Tingginya prevalensi diabetes melitus dipengaruhi pola makan. Penanganan diabetes melitus dapat dilakukan melalui perubahan pola makan dengan mengurangi gula dan memilih pangan fungsional. Salah satu produk pangan yang dapat dikembangkan ialah yoghurt. Yoghurt di pasaran mengadung 10g/100g produk. Sementara itu, World Health Organization (WHO) merekomendasikan asupan gula tambahan kurang dari 10%. Alternatif yang dilakukan mengganti gula dengan ekstrak daun stevia yang tidak menyebabkan kenaikan gula darah. Peningkatan nilai fungsional dengan penambahan ekstrak daun pakis sayur yang mengandung senyawa kimia berperan sebagai antidiabetes. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas mutu yoghurt dengan penambahan ekstrak daun stevia dan pakis sayur dan mengetahui efektivitas sebagai antidiabetes melalui uji in vivo. Pengujian meliputi organoleptik, fisika kimia, cemaran logam berat dan cemaran mikroba, serta uji efektivitas antidiabetes. Hasil penelitian berdasarkan SNI 2981:2009, semua formulasi yoghurt memenuhi standar persyaratan mutu, kecuali pada parameter jumlah starter bakteri yang berada di bawah batas minimal. Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan penurunan kadar glukosa darah (p = 0.013). Uji duncan menunjukkan formulasi F7 (stevia 0.03% dan pakis sayur 0.75%) memberikan penurunan glukosa darah sebesar 22.64% dan tidak berbeda nyata dengan kontrol positif (glibenklamid). Kombinasi ekstrak daun stevia dan pakis sayur berpotensi dikembangkan sebagai minuman fungsional antidiabetes.</p>Moch Januar KinusiReni Mulyani Lela Lailatul Khumaisah
Copyright (c) 2026 Moch Januar Kinusi, Reni Mulyani , Lela Lailatul Khumaisah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108880890010.58344/locus.v5i10.6293Inklusivitas Gender Atau Strategi Dinasti?: Membaca Ulang Suksesi Politik di Kesultanan Yogyakarta
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6423
<p>Keputusan Sultan Hamengku Buwono X pada tahun 2015 untuk menetapkan putrinya, GKR Mangkubumi, sebagai calon pewaris takhta Kesultanan Yogyakarta memunculkan perdebatan yang luas di masyarakat. Sebagian pihak menyambut langkah ini sebagai bentuk kemajuan kesetaraan gender dalam institusi kerajaan yang selama berabad-abad didominasi oleh laki-laki. Namun sebagian lain mempertanyakan apakah keputusan tersebut benar-benar lahir dari semangat inklusivitas, ataukah semata-mata merupakan respons pragmatis terhadap situasi dinasti yang tidak memiliki keturunan laki-laki. Artikel ini bertujuan membaca ulang peristiwa suksesi tersebut secara kritis dengan menggunakan pendekatan teori strukturasi Anthony Giddens dan teori konstruksi gender Mansour Fakih. Analisis dilakukan terhadap perubahan paugeran (aturan adat keraton) yang terjadi dalam rentang waktu 1988 hingga 2015, pernyataan-pernyataan resmi Sultan, serta dinamika respons sosial yang berkembang di masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan paugeran ini bersifat ganda: di satu sisi ia membuka ruang bagi perempuan dalam tatanan suksesi, namun di sisi lain tidak sepenuhnya melepaskan diri dari logika pelestarian dinasti. Artikel ini berargumen bahwa suksesi di Kesultanan Yogyakarta tidak bisa dibaca secara hitam-putih sebagai reformasi gender semata, melainkan perlu dipahami sebagai proses negosiasi yang kompleks antara nilai-nilai tradisi, kepentingan kekuasaan, dan tekanan perubahan sosial.</p>Alia MaisarahSinggih Tri SYety RochwulaningsihHaryono Rinardi
Copyright (c) 2026 Alia Maisarah, Singgih Tri S, Yety Rochwulaningsih, Haryono Rinardi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109282929310.58344/locus.v5i10.6423Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Sistem Informasi Manajemen untuk Meningkatkan Pelayanan Pendidikan di SMP Negeri 1 Tigi, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6209
<p>Implementasi sistem informasi manajemen (SIM) di sekolah tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi dan perangkat teknologi, tetapi juga pada kepemimpinan kepala sekolah dalam mengarahkan perencanaan, pengorganisasian sumber daya, pengendalian mutu data, serta pemanfaatan informasi untuk peningkatan layanan pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah dalam implementasi SIM untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di SMP Negeri 1 Tigi, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian pustaka dan analisis dokumen. Sumber data mencakup profil resmi satuan pendidikan, kebijakan nasional tentang sistem pendidikan, standar pengelolaan, penugasan kepala sekolah, pelindungan data pribadi, portal Data Pokok Pendidikan, Rapor Pendidikan, serta artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis melalui reduksi, pengelompokan tema, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala sekolah perlu menjalankan tujuh peran utama, yaitu sebagai perumus visi digital, pengarah tata kelola data, pengorganisasi sumber daya, pengembang kompetensi pengguna, pengendali mutu dan keamanan data, pengambil keputusan berbasis informasi, serta penghubung layanan antara sekolah, pemerintah, peserta didik, dan orang tua. Implementasi SIM yang dipimpin secara efektif berpotensi meningkatkan kecepatan, ketepatan, transparansi, keterlacakan, dan responsivitas pelayanan pendidikan. Tantangan utama mencakup keterbatasan konektivitas, ketergantungan pada operator, variasi literasi digital, disiplin pemutakhiran data, integrasi antaraplikasi, serta pelindungan data peserta didik. Artikel ini merekomendasikan penerapan siklus kepemimpinan SIM yang meliputi pemetaan kebutuhan, penetapan standar data, pembagian peran, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.</p>Martinus PekeiBudiyanto Budiyanto
Copyright (c) 2026 Martinus Pekei, Budiyanto Budiyanto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-062026-10-065108325833610.58344/locus.v5i10.6209Kecerdasan Emosional Memprediksi Perilaku Prososial Melampaui Persepsi Pendidikan Karakter Buddhis Pada Siswa SMP
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6303
<p>Perilaku prososial merupakan tindakan sukarela yang diarahkan untuk memberikan manfaat kepada orang lain, seperti menolong, berbagi, bekerja sama, memberikan dukungan, dan menunjukkan kepedulian. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi pendidikan karakter Buddhis dan kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial siswa SMP Triratna Sibolga. Penelitian menggunakan desain korelasional prediktif dengan pendekatan potong lintang. Seluruh 74 siswa beragama Buddha pada tahun pelajaran 2025/2026 dilibatkan melalui sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan tiga skala Likert yang disusun berdasarkan indikator teoretis, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan karakter Buddhis memiliki arah kontribusi positif, tetapi tidak signifikan (? = 0,112; p = 0,147). Kecerdasan emosional berkontribusi positif dan signifikan serta menjadi prediktor dominan (? = 0,818; p < 0,001). Model menjelaskan 81,9% variasi perilaku prososial (R2 = 0,819; F = 160,451; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa kompetensi emosional memiliki kontribusi prediktif yang lebih kuat, sehingga penguatan nilai Buddhis di sekolah perlu disertai pengembangan regulasi emosi, empati, dan keterampilan sosial siswa.</p>Djunie DjuniePartono PartonoKabri Kabri
Copyright (c) 2026 Djunie Djunie, Partono Partono, Kabri Kabri
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108901891410.58344/locus.v5i10.6303The Determinants of Nutritional Adequacy Levels in Toddlers at Klungkung Regional General Hospital Bali
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6431
<p>Nutritional adequacy is essential for optimal growth and development in children under five years of age; however, malnutrition remains a significant public health concern in Indonesia. This study aimed to identify factors associated with nutritional adequacy and evaluate changes in nutritional adequacy following nutritional interventions among children aged 1–5 years at Klungkung Regional General Hospital, Bali. The study employed a cross-sectional design to assess nutritional determinants, followed by a three-month nutritional intervention. A total of 127 children were included, and dietary intake was assessed using 24-hour dietary recalls conducted on three nonconsecutive days. Bivariate analyses were performed using comparative and correlation tests. The findings revealed that 81.9% of children had inadequate nutritional intake. Significant associations were identified between nutritional adequacy and birth weight category (p = 0.033), upper respiratory tract infections (p = 0.042), and gestational age (p = 0.039). In contrast, exclusive breastfeeding and immunization history were not significantly associated with nutritional adequacy. Following the three-month intervention involving micronutrient and macronutrient supplementation, 47.2% of children achieved the recommended nutritional intake targets, representing a statistically significant improvement in nutritional adequacy (Z = ?6.647, p < 0.001). These findings highlighted the importance of targeted nutritional monitoring and interventions, particularly for children born prematurely, those with low birth weight, and those experiencing recurrent respiratory tract infections. Comprehensive nutritional assessment and individualized interventions may contribute to improved nutritional status, growth, and overall health outcomes among young children.</p>Dewa Ayu Yunia ErvadewiKadek Wini MardewiMade Supartha
Copyright (c) 2026 Dewa Ayu Yunia Ervadewi, Kadek Wini Mardewi, Made Supartha
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-152026-10-155109019902810.58344/locus.v5i10.6431Rekonstruksi Delik Kerugian Keuangan Negara dalam Keputusan Bisnis: Menata Ulang Batas Pertanggungjawaban Pidana Korupsi Pasca Kodifikasi KUHP Nasional
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6221
<p>Pemberantasan tindak pidana korupsi merupakan agenda konstitusional yang tidak dapat ditawar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi pengaturan delik kerugian keuangan negara dalam sistem hukum pidana Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kriminalisasi terhadap keputusan bisnis, serta merumuskan model rekonstruksi yang mampu menjaga keseimbangan antara efektivitas pemberantasan korupsi dan perlindungan terhadap kepastian hukum. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, historis, komparatif, dan studi kasus. Analisis dilakukan terhadap perkembangan regulasi sejak Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1971 hingga pengaturan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta dikaitkan dengan perkembangan doktrin <em>Business Judgment Rule</em>, prinsip <em>due process of law</em>, dan standar internasional sebagaimana diatur dalam <em>United Nations Convention Against Corruption </em>(UNCAC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem utama bukan terletak pada keberadaan delik kerugian keuangan negara itu sendiri, melainkan pada tidak adanya parameter normatif yang mampu membedakan secara tegas antara kerugian yang timbul akibat risiko bisnis dengan kerugian yang lahir dari penyalahgunaan kewenangan yang disertai niat jahat. Kondisi tersebut mengakibatkan hukum pidana digunakan sebagai instrumen penyelesaian terhadap sengketa bisnis yang seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum administrasi atau hukum perusahaan. Penelitian ini menawarkan rekonstruksi paradigma penegakan hukum melalui integrasi antara konsep Business Judgment Rule, pembuktian mens rea, serta standar audit kerugian negara yang lebih objektif sebagai dasar pembatas pertanggungjawaban pidana.</p>Salman Alfarisi
Copyright (c) 2026 Salman Alfarisi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-062026-10-065108337834910.58344/locus.v5i10.6221Pengaruh Loan to Deposit Ratio, Non-Performing Loan, dan Return on Assets terhadap Harga Saham Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2022–2025
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6307
<p>Penelitian ini menganalisis pengaruh <em>Loan to Deposit Ratio, Non-Performing Loan, </em>dan<em> Return on Assets</em> terhadap harga saham bank konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022-2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data panel seimbang yang mencakup 42 bank dan 168 observasi perusahaan-tahun. Sampel ditentukan melalui purposive sampling berdasarkan ketersediaan laporan tahunan secara berturut-turut dan status pencatatan selama periode pengamatan. Harga saham akhir tahun ditransformasikan ke dalam logaritma natural, sedangkan estimasi dilakukan dengan EViews 13. Uji Chow dan uji Hausman memilih Fixed Effect Model sebagai model estimasi yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Loan to Deposit Ratio</em> memiliki koefisien positif sebesar 0,009704 dengan probabilitas 0,8821, <em>Non-Performing Loan</em> memiliki koefisien negatif sebesar -0,311709 dengan probabilitas 0,5961, dan <em>Return on Assets</em> memiliki koefisien negatif sebesar -0,650351 dengan probabilitas 0,7450. Ketiga variabel tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap harga saham pada tingkat signifikansi 5%. Nilai adjusted R-squared yang tinggi terutama mencerminkan kontribusi efek tetap masing-masing bank, sehingga tidak dapat diatribusikan hanya kepada ketiga rasio keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan tahunan LDR, NPL, dan ROA di dalam bank belum cukup menjelaskan variasi harga saham selama periode transisi pascapandemi. Investor diduga mempertimbangkan karakteristik bank yang lebih persisten serta informasi lain, seperti permodalan, margin bunga, pertumbuhan laba, kualitas pendanaan, kondisi makroekonomi, dan ekspektasi pasar.</p>Dewi MasfufahSumayyah Sumayyah Gerlan Haha Nusa
Copyright (c) 2026 Dewi Masfufah, Sumayyah Sumayyah , Gerlan Haha Nusa
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-162026-10-165109135914610.58344/locus.v5i10.6307Kombinasi Balance Strategy Exercise dan Active Stretching Exercise Dibandingkan dengan Pelatihan Full Walking Tandem Exercise dalam Meningkatkan Keseimbangan pada Lansia Wanita di Desa Dalung
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6434
<p>Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami penurunan fungsi sistem muskuloskeletal dan neuromuskular yang mengakibatkan menurunnya kemampuan menjaga keseimbangan tubuh sehingga meningkatkan risiko jatuh. Gangguan keseimbangan pada lansia dapat menurunkan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari dan berdampak terhadap kualitas hidup, sehingga diperlukan program latihan yang efektif untuk meningkatkan keseimbangan melalui peningkatan fleksibilitas, kontrol postural, dan strategi keseimbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas kombinasi <em>Balance Strategy Exercise</em> (BSE) dan <em>Active Stretching Exercise</em> (ASE) dibandingkan dengan <em>Full Walking Tandem Exercise</em> (FWTE) dalam meningkatkan keseimbangan pada wanita lansia di Desa Dalung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan pre-test and post-test two group design. Subjek penelitian berjumlah 46 wanita lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kombinasi BSE dan ASE serta kelompok FWTE. Intervensi diberikan selama empat minggu sesuai program latihan yang telah ditetapkan, dan kemampuan keseimbangan diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan <em>Timed Up and Go Test</em> (TUGT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan keseimbangan setelah intervensi. Kelompok kombinasi BSE dan ASE mengalami penurunan waktu TUGT sebesar 2,01 detik (p=0,000; p<0,05), sedangkan kelompok FWTE mengalami penurunan waktu TUGT sebesar 0,27 detik (p=0,000; p<0,05). Analisis perbandingan antarkelompok menunjukkan bahwa peningkatan keseimbangan pada kelompok kombinasi BSE dan ASE lebih besar dibandingkan kelompok FWTE. Dengan demikian, kombinasi <em>Balance Strategy Exercise</em> dan <em>Active Stretching Exercise</em> lebih efektif dibandingkan <em>Full Walking Tandem Exercise</em> dalam meningkatkan keseimbangan pada wanita lansia di Desa Dalung.</p>I Gede Wisnu PramaditaI Made MuliartaNur Basuki
Copyright (c) 2026 I Gede Wisnu Pramadita, I Made Muliarta, Nur Basuki
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-162026-10-165109100911910.58344/locus.v5i10.6434Pengaruh Implementasi E-Government (Government-to-Employees/G2E) terhadap Efektivitas Kinerja Aparatur di Balai POM Jambi
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6233
<p>Transformasi tata kelola digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menempatkan <em>Government-to-Employees</em> (G2E) sebagai pilar strategis manajemen administrasi internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi G2E melalui dimensi kualitas terhadap efektivitas kinerja aparatur di Balai POM Jambi dengan menggunakan Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone & McLean. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksplanatori, menerapkan metode sensus terhadap seluruh populasi aparatur sebanyak 76 responden. Data diolah secara rigor menggunakan <em>Structural Equation Modeling</em> (SEM) berbasis <em>Partial Least Squares</em> (PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil empiris menunjukkan bahwa Kualitas Informasi dan Kualitas Sistem bertindak sebagai determinan utama yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat penggunaan sistem dan kepuasan pengguna. Secara khusus, Kepuasan Pengguna diidentifikasi sebagai prediktor terkuat bagi efektivitas kinerja (koefisien 0,583) sekaligus berfungsi sebagai mediator esensial yang menjembatani input teknis terhadap manfaat bersih organisasi. Sebaliknya, penelitian menemukan anomali di mana Kualitas Layanan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan maupun penggunaan. Selain itu, ditemukan fenomena mandatory use, di mana frekuensi penggunaan yang tinggi tidak berkontribusi pada peningkatan kepuasan pengguna, mengindikasikan bahwa kepatuhan administratif lebih dominan daripada motivasi sukarela. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kinerja aparatur di era digital bukan sekadar produk dari adopsi teknologi, melainkan sangat bergantung pada akurasi data dan pengalaman pengguna yang memuaskan dalam ekosistem yang terintegrasi. Rekomendasi kebijakan menekankan kebutuhan kritis untuk memperkuat interoperabilitas data dan menjaga stabilitas sistem pada periode beban puncak guna menjamin produktivitas administrasi yang berkelanjutan.</p>Musthofa AnwariAyuning BudiatiArmauliza Septiawan
Copyright (c) 2026 Musthofa Anwari, Ayuning Budiati, Armauliza Septiawan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-082026-10-085108513852510.58344/locus.v5i10.6233The Effect of Price Perception and Celebrity Endorsement on Purchase Intentions via E-WOM, with E-WOM as a Mediating Variable, for the Somethinc Brand
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6322
<p>The rapid growth of e-commerce and digital marketing has increased the importance of price perception, celebrity endorsement, and electronic word-of-mouth (e-WOM) in shaping consumers' purchase intentions for skincare products. This study aimed to examine the effects of price perception and celebrity endorsement on purchase intention for Somethinc skincare products on Shopee, with e-WOM as a mediating variable. The study employed a quantitative explanatory research design using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). Data were collected through an online questionnaire administered to 160 Somethinc consumers residing in Jakarta who had purchased or used Somethinc products through Shopee. The results showed that price perception had a positive and statistically significant effect on e-WOM (? = 0.593; p < 0.05), while celebrity endorsement also had a positive and statistically significant effect on e-WOM (? = 0.362; p < 0.05). Furthermore, e-WOM had a positive and statistically significant effect on purchase intention (? = 0.305; p < 0.05). Price perception (? = 0.430; p < 0.05) and celebrity endorsement (? = 0.520; p < 0.05) also had positive and statistically significant direct effects on purchase intention. In addition, e-WOM significantly mediated the relationships between price perception and purchase intention (? = 0.181; p < 0.05) and between celebrity endorsement and purchase intention (? = 0.110; p < 0.05). These findings indicate that e-WOM functions as an important mediating mechanism linking price perception and celebrity endorsement with consumers' purchase intentions in the digital skincare market.</p>Hendra AchmadiBrigita Aurelia Fritzie
Copyright (c) 2026 Hendra Achmadi, Brigita Aurelia Fritzie
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-092026-10-095108560857610.58344/locus.v5i10.6322Transcriptomic Identification of Mitochondrial Dysfunction Signatures Associated with Ischemic Stroke
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6447
<p>Mitochondrial dysfunction contributes to the pathophysiology of ischemic stroke through impaired energy production, oxidative stress, and activation of cell death pathways. This study aimed to identify mitochondria-related transcriptomic signatures associated with ischemic stroke using an integrative bioinformatics approach. The GSE16561 peripheral whole-blood transcriptomic dataset, comprising 39 patients with ischemic stroke and 24 healthy controls, was analyzed to identify differentially expressed genes (DEGs). The identified DEGs were intersected with the MitoCarta3.0 mitochondrial gene set to identify mitochondria-related DEGs. Gene Ontology (GO) and Kyoto Encyclopedia of Genes and Genomes (KEGG) pathway enrichment analyses were performed to characterize the biological functions and pathways associated with these genes. A protein–protein interaction (PPI) network was subsequently constructed to identify highly connected hub genes. A total of 1,284 DEGs were identified, including 731 upregulated and 553 downregulated genes. Intersection with the MitoCarta3.0 gene set yielded 86 mitochondria-related DEGs, comprising 49 upregulated and 37 downregulated genes. Functional enrichment analyses revealed significant involvement of pathways and biological processes associated with oxidative phosphorylation, mitochondrial respiratory chain activity, ATP metabolism, reactive oxygen species (ROS) metabolism, mitochondrial organization, and apoptotic signaling. PPI network analysis identified NDUFA1, NDUFS2, UQCRC1, COX5A, and ATP5F1A as five major hub genes, suggesting coordinated transcriptional alterations across multiple components of the mitochondrial oxidative phosphorylation system. Overall, ischemic stroke was associated with a distinct mitochondria-related transcriptomic signature characterized primarily by alterations in mitochondrial energy metabolism and respiratory chain function. The identified hub genes represent potential molecular candidates for further investigation into the role of mitochondrial dysfunction in ischemic stroke. However, independent clinical and experimental validation is necessary to establish their biological relevance and potential translational significance.</p>Ian PranandiFrancisca TjhayCarens Nathania Elberta Sendjaja
Copyright (c) 2026 Ian Pranandi, Francisca Tjhay, Carens Nathania Elberta Sendjaja
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109403941410.58344/locus.v5i10.6447An IoT-Based Environmental Monitoring System with Machine Learning Soil Moisture Prediction for Polybag Rice Cultivation on Limited Land
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6237
<p>The continued decline in conventional farmland has created a need for cultivation methods that do not depend on paddy field infrastructure. This study presents an Internet of Things (IoT)-based environmental monitoring and automated irrigation system for polybag rice cultivation, developed using an ESP32 microcontroller integrated with a DHT22 temperature and humidity sensor, a BH1750 ambient light sensor, and an analog soil moisture sensor. Sensor readings were transmitted to the Firebase Realtime Database and visualized through a responsive web dashboard, while pump actuation followed a two-threshold control logic at soil moisture levels of 50% and 80%. Functional validation yielded a mean absolute percentage error (MAPE) of 0.53% for the DHT22 and 2.86% for the BH1750, an average transmission time of 409.8 ms to the cloud and 3.8 s to the dashboard, and pump response times of 1.2 s in automatic mode and 12 s in manual mode, with a preliminary dashboard usability rating of 4.2 out of 5. Beyond functional validation, a 79-day continuous field deployment generated 7,208 environmental samples, from which diurnal soil moisture patterns and the correlation structure of the polybag growing medium were quantitatively characterized. A machine learning model was subsequently developed to predict soil moisture using only data obtained from the low-cost sensors. Among the four approaches evaluated using chronologically held-out data, the Random Forest model achieved an R² of 0.997 and reduced prediction error by 94.5% compared with a non-predictive baseline. Overall, the results demonstrate the feasibility of transitioning from reactive to anticipatory irrigation using a low-cost cultivation platform designed for land-constrained environments.</p>Defitriana FardiyantiRendy MunadiHelni Mutiarsih Jumhur
Copyright (c) 2026 Defitriana Fardiyanti, Rendy Munadi, Helni Mutiarsih Jumhur
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-132026-10-135108622863510.58344/locus.v5i10.6237Analisis Tekno-Ekonomi PLTS 4 MW dengan Sistem Zero Export untuk Pemenuhan House Load PLTU Paiton Unit 7 dan 8
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6343
<p>Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk memenuhi kebutuhan listrik internal pembangkit termal dapat menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi penggunaan energi berbasis batubara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan teknis dan ekonomi PLTS <em>ground-mounted</em> dengan sistem <em>zero export</em> untuk memasok sebagian house load PLTU Paiton Unit 7 dan 8. Sistem dirancang dengan kapasitas 5.002,8 kWp pada sisi DC dan 4 MW pada sisi AC menggunakan 9.096 modul fotovoltaik berkapasitas 550 Wp dan 16 inverter berkapasitas 250 kW. Analisis teknis dilakukan menggunakan PVsyst, sedangkan analisis ekonomi menggunakan indikator LCOE, NPV, IRR, PI, PP, dan ROI. Hasil simulasi menunjukkan produksi energi sebesar 8.281,1 MWh/tahun, specific yield 1.655 kWh/kWp/tahun, dan performance ratio 82,62%. Skenario P90 sebesar 7.815 MWh/tahun digunakan sebagai dasar analisis ekonomi. Pada kondisi dasar dengan CAPEX Rp52,72 miliar dan tingkat diskonto 9%, diperoleh LCOE Rp913,08/kWh, NPV ?Rp13,57 miliar, IRR 4,34%, dan PI 0,74, sehingga proyek belum memenuhi kriteria kelayakan finansial. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa CAPEX merupakan parameter yang paling berpengaruh terhadap kelayakan. Kombinasi penurunan CAPEX 15% dan kenaikan harga batubara 10% meningkatkan NPV menjadi ?Rp231,37 juta, IRR 8,91%, dan PI 0,99. Analisis break-even menunjukkan bahwa proyek mencapai NPV nol pada CAPEX Rp40,86 miliar atau 22,49% lebih rendah dari kondisi dasar, dengan harga batubara tetap USD70/ton dan produksi energi P90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem layak secara teknis, sedangkan kelayakan finansial sangat dipengaruhi oleh kemampuan mengoptimalkan biaya investasi tanpa menurunkan spesifikasi dan kinerja teknis system.</p>Radityo Yusuf WibisonoAhmad Agus SetiawanSuhanan Suhanan
Copyright (c) 2026 Radityo Yusuf Wibisono, Ahmad Agus Setiawan, Suhanan Suhanan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-072026-10-075108478849410.58344/locus.v5i10.6343Penerapan Alternative Dispute Resolution (ADR) Melalui Advance Pricing Agreement (APA) dalam Penyelesaian Sengketa Pajak di Indonesia
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6249
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan (gap) kinerja di Pengadilan Pajak Indonesia, di mana selama periode 2020–2025 rata-rata penyelesaian sengketa hanya mencapai 59,53%, sehingga memicu penumpukan perkara (<em>backlog</em>) sebesar 40,47%. Jalur litigasi konvensional dinilai belum mampu memberikan solusi yang cepat, sederhana, dan murah, dengan rata-rata waktu penyelesaian perkara mencapai 568,31 hari (1,577 tahun). Kondisi ini menciptakan ketidakpastian hukum dan beban biaya kepatuhan yang tinggi bagi dunia usaha. Rumusan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada dua hal utama: pertama, menelaah bagaimana pengaturan dan mekanisme penyelesaian sengketa pajak melalui penerapan <em>Alternative Dispute Resolution</em> (ADR) dalam bentuk <em>Advance Pricing Agreement</em> (APA) sebagai sarana pencegahan (<em>preventif</em>) sengketa perpajakan internasional. Kedua, menelaah bagaimana pertimbangan hukum Majelis Hakim dalam studi kasus Putusan Pengadilan Pajak Nomor PUT-001001.15/2023/PP/M.IIB Tahun 2025 telah mencerminkan prinsip keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (<em>statute approach</em>), pendekatan konsep (<em>conceptual approach</em>), dan pendekatan kasus (case approach). Data yang digunakan meliputi bahan hukum primer seperti UU KUP, UU PPh, UU Pengadilan Pajak, serta PMK 172/2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa APA merupakan bentuk ADR preventif yang efektif untuk memitigasi risiko sengketa harga transfer (<em>transfer pricing</em>) sebelum transaksi terjadi (<em>ex-ante</em>). Melalui studi kasus Putusan Pengadilan Pajak Nomor PUT-001001.15/2023/PP/M.IIB Tahun 2025, ditemukan bahwa Majelis Hakim telah menerapkan hukum progresif dan prinsip substance over form dengan mengakomodasi pencabutan banding Wajib Pajak. Pencabutan ini didasari oleh tercapainya kesepakatan <em>Bilateral Advance Pricing Agreement</em> (BAPA) dan penggunaan klausul pemberlakuan mundur (<em>roll-back</em>) yang memberikan kepastian hukum serta efisiensi waktu dan biaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan instrumen APA dapat menjadi solusi strategis untuk mengurangi penumpukan perkara di pengadilan sekaligus menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di Indonesia.</p>Shalomitha Tirza Ardanina PutriFX Suyud Margono Sendi Sanjaya
Copyright (c) 2026 Shalomitha Tirza Ardanina Putri, FX Suyud Margono , Sendi Sanjaya
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-062026-10-065108358837710.58344/locus.v5i10.6249Mesenchymal Stem Cell-Derived Paracrine Products as Senotherapeutic Interventions for Skin Photoaging: A Preclinical Systematic Review of the Senescence-SASP Axis
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6362
<p>Chronic ultraviolet (UV) exposure induces oxidative stress, mitochondrial dysfunction, DNA damage, and cell cycle arrest through the p53/p21^CIP1^ and p16^INK4a^ pathways, contributing to cellular senescence and the development of the senescence-associated secretory phenotype (SASP). Objective: This study aimed to synthesize evidence on how mesenchymal stem cell (MSC)-derived secretomes, conditioned media, and extracellular vesicles (EVs) modulate the senescence–SASP axis in UV-induced skin photoaging and to evaluate their translational potential. Methods: Following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020 guidelines, PubMed, Scopus, and Web of Science were searched for original studies published between January 2021 and July 2026 using terms related to skin photoaging, MSC-derived secretomes, conditioned media, EVs/exosomes, cellular senescence, SASP, and senotherapeutics. Eligible studies investigated MSC-derived secretomes, conditioned media, or EVs in UV- or oxidative stress-induced skin models and reported senescence biomarkers, SASP mediators, or associated molecular pathways. Of the 211 records identified, 149 remained after duplicate removal, and 15 underwent full-text assessment, resulting in eight studies included in the qualitative synthesis. All eight studies were preclinical and employed in vitro and/or in vivo UVA/UVB exposure models. MSC sources included umbilical cord tissue, adipose tissue, and hair follicles. Two studies investigated adipose-derived MSCs subjected to hypoxic or three-dimensional culture preconditioning, while two examined engineered molecular cargo (miR-125b-5p and circ_0011129). Results: MSC-derived secretome and EV treatments consistently reduced senescence markers, oxidative stress, and DNA damage while preserving collagen and elastin. The implicated mechanisms included PINK1/Parkin-mediated mitophagy, GATA2/PZP/GRP75 signaling, the TIMP1–ADAM10–Notch1–HES1 axis, and TGF-?1/Smad signaling. However, canonical SASP mediators were evaluated in only four studies. Delivery methods also influenced treatment efficacy, with subcutaneous injection and microneedle-assisted administration demonstrating effects on dermal tissue.</p>Elizabeth GondowardojoDesak Made Wihandani Maulana Setiawan
Copyright (c) 2026 Elizabeth Gondowardojo, Desak Made Wihandani , Maulana Setiawan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109368938610.58344/locus.v5i10.6362Pengembangan E-Modul Interaktif Robot Welding OTC FD-B6 untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa SMKN 1 Karawang di Era Industri 4.0.
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6255
<p>tem administrasi perpajakan Coretax resmi diberlakukan Direktorat Jenderal Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, menguji kelayakan, serta mengukur efektivitas E-Modul Interaktif Robot Welding OTC FD-B6 sebagai media suplemen pembelajaran mandiri berbasis web bagi siswa Kelas XI SMKN 1 Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan (<em>Research and Development</em>) dengan memadukan kerangka makro model ADDIE (<em>Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation</em>) dan prosedur Borg & Gall hingga tahap uji coba lapangan. Pengujian efektivitas instruksionalnya menggunakan eksperimen semu (<em>Quasi-Experimental Design</em>) melalui rancangan <em>One-Group Pretest-Posttest Design</em> dengan melibatkan 36 siswa sebagai subjek uji coba lapangan utama. Hasil penelitian secara empiris menunjukkan bahwa e-modul berbasis web ini sangat layak dan praktis digunakan, dibuktikan oleh hasil validasi ahli materi sebesar 96,00%, ahli desain instruksional sebesar 100,00%, serta penilaian kepraktisan dari guru produktif sebesar 94,00% dan respons siswa sebesar 91,00%. Dari sisi efektivitas, penerapan e-modul ini secara nyata berhasil meningkatkan kompetensi kognitif prosedural siswa, terlihat dari kenaikan nilai rata-rata siswa dari 44,44 saat <em>pre-test</em> menjadi 84,17 saat <em>post-test</em>. Hasil analisis tersebut diperkuat oleh perolehan nilai rata-rata <em>N-Gain</em> sebesar 0,71 yang masuk dalam kategori Tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa e-modul interaktif ini efektif menutupi kendala keterbatasan rasio alat praktikum dan mengakselerasi pemahaman operasional robot welding siswa.</p>Syarif HidayatullahRudi Hartono Umi Fatonah
Copyright (c) 2026 Syarif Hidayatullah, Rudi Hartono , Umi Fatonah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108682869810.58344/locus.v5i10.6255Pengaruh Krim Hidrosol Buah Markisa (Passiflora Edulis) Terhadap Kadar Nod-Like Receptor Family Pyrin Domain Containing 3 dan Kepadatan Kolagen Pada Kulit Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus) Model Photoaging
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6369
<p>Photoaging merupakan penuaan kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UV), terutama UVB, yang memicu stres oksidatif, aktivasi inflammasom <em>NOD-Like Receptor Family Pyrin Domain Containing 3</em> (NLRP3), degradasi kolagen, dan inflamasi kronik. Buah markisa (<em>Passiflora edulis</em>) mengandung senyawa fenolik yang berpotensi sebagai agen antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh krim hidrosol buah markisa dengan konsentrasi 2,5%, 5%, dan 10% terhadap kadar NLRP3 dan kepadatan kolagen pada kulit tikus Wistar jantan model photoaging yang terpapar sinar UVB. Penelitian eksperimental dengan rancangan <em>randomized post-test only control group design</em> menggunakan 24 ekor tikus Wistar jantan (umur 3 bulan, 150–200 g) yang dibagi menjadi 4 kelompok (n=6): KN (krim dasar + paparan UVB), P1 (krim hidrosol markisa 2,5% + UVB), P2 (krim hidrosol markisa 5% + UVB), dan P3 (krim hidrosol markisa 10% + UVB). Paparan UVB diberikan 3x/minggu selama 4 minggu (total 840 mJ/cm²). Kadar NLRP3 diukur dengan metode ELISA dan kepadatan kolagen dinilai secara histologis menggunakan pewarnaan <em>Picrosirius Red</em> dengan analisis ImageJ. Kadar NLRP3 menurun bermakna pada kelompok P1 (1,023 ± 0,035 ng/mL, p=0,004) dan P3 (0,994 ± 0,026 ng/mL, p=0,002) dibandingkan kontrol (1,187 ± 0,179 ng/mL), namun tidak bermakna pada P2 (p=0,818). Kepadatan kolagen meningkat bermakna pada seluruh kelompok perlakuan dibandingkan kontrol (KN: 60,93 ± 3,17%; P1: 69,12 ± 3,07%; P2: 79,86 ± 2,88%; P3: 70,86 ± 3,11%, semua p<0,001). Krim hidrosol buah markisa (<em>Passiflora edulis</em>) mampu menurunkan kadar NLRP3 (konsentrasi 2,5% dan 10%) dan meningkatkan kepadatan kolagen dosis 2,5%, 5%, dan 10% pada kulit tikus Wistar model photoaging akibat paparan UVB.</p>Busra Ayik AldilaI Wayan Juli Sumadi Ni Made Linawati
Copyright (c) 2026 Busra Ayik Aldila, I Wayan Juli Sumadi , Ni Made Linawati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-162026-10-165109147916110.58344/locus.v5i10.6369Analisis Barge Sea Transport, Roll-Off Operation, dan Land Transport Menggunakan SPMT/Multiaxle Trailer
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6262
<p>Transportasi <em>Oxidation Reactor</em> BR-106 mengintegrasikan <em>barge, ramp, jetty, SPMT/multiaxle trailer, </em>rute, dan personel; ketidakkonsistenan input dapat memengaruhi stabilitas, distribusi beban, dan keputusan operasional. Studi kasus rekayasa retrospektif ini mengevaluasi konsistensi data, kecukupan teknis, serta keselarasan antara dasar desain, pengendalian, dan hasil aktual. Metode menggabungkan triangulasi dokumen proyek dengan perhitungan ulang independen atas kapasitas, tekanan, geometri ramp, stabilitas, dan mooring; analisis sensitivitas; FMEA semi-kuantitatif; serta konfirmasi pelaksanaan oleh penulis utama sebagai praktisi proyek. Berat gross shipment 456,05 ton dan design payload 471,60 ton direkonsiliasi sebagai nilai dengan konteks berbeda, dan nilai yang lebih tinggi digunakan secara konservatif dalam model desain. Rekonsiliasi konfigurasi membuktikan 28 physical axle lines; penyebut 14 menunjukkan beban per pair/station, bukan per axle line. Dokumen GPIS digunakan sebagai metode kerja terkendali selama pelaksanaan. <em>Operasi sea transport, roll-off, land transport, </em>dan<em> jack-down</em> selesai dilaksanakan, serta kargo tiba dengan aman. Kontribusi penelitian adalah model <em>traceability-stop-hold-check</em> yang dapat diaudit untuk menghubungkan sumber data, perhitungan, risiko, bukti penerimaan, pemegang keputusan, dan keberhasilan operasi.</p>Irhas ZulfikarMega Bagus HerlambangZaenal Muttaqien
Copyright (c) 2026 Irhas Zulfikar, Mega Bagus Herlambang, Zaenal Muttaqien
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-062026-10-065108388840510.58344/locus.v5i10.6262Tanggungjawab Notaris Atas Kelalaian dalam Pembuatan Akta Berdasarkan Data Palsu Ditinjau dari Undang-Undang Jabatan Notaris
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6401
<p>Undang-Undang Dalam pasal 1 ayat (1) UU No.2 Tahun 2014 Tentang Jabatan Notaris, disebut bahwa notaris ialah pejabat umum yang memiliki kewenangan untuk menyusun akta autentik serta mempunyai wewenang lainnya sesuai Undang-Undang. Dalam pelaksanaan sering terjadi para pihak memberikan keterangan dan data palsu saat akan membuat akta notaris. Dalam hal ini pada kasus tentang pemalsuan data terdapat dalam Putusan MA RI Nomor : 274 /PID/2015 yang menimpa notaris Bandoro Raden Ayu Mahyastoeti Notonagoro pada tanggal 2 Mei 2012. Rumusan Masalah yang digunakan ialah Bagaimana tanggungjawab notaris terhadap akta yang dibuat dihadapannya dengan menggunakan data palsu dalam perkara nomor: 274/PID/2015/PT.DKI dan bagaimana akibat hukum terhadap akta yang dibuat dihadapan notaris berdasarkan data palsu perkara nomor: 274/PID/2015/PT.DKI. Tanggujawab Notaris dalam perjanjian jual-beli yang dilakukan dengan data palsu dan dokmen palsu Dalam Perkara Nomor: 274 /PID/2015/ PT.DKI baik secara pidana, perdata, dan administrasi terbatas oleh UUJN. Tanggungjawab Notaris secara pidana terhadap perkara No. 274/PID/2015/PT.DKI terkait dengan pasal 55 ke-1 KUHP jo pasal 56 ke-1 KUHP. Tangungjawab Notaris secara perdata berdasarkan pasal 1365 KUHPerdata dituntut ganti rugi. Tanggungjawab Notaris secara administrasi dalam Pasal 7 ayat ke- 2 UUJN akan dikenai sanksi. Perjanjian jual beli tanah dengan data palsu juga menimbulkan akibat hukum yang serius. Pemilik tanah menghadapi perjanjian, tuntutan ganti rugi, dan penipuan.</p>Alleta Sherlina
Copyright (c) 2026 Alleta Sherlina
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-072026-10-075108495851210.58344/locus.v5i10.6401Evaluasi Kinerja Mobile Reader dan Single Lane Free Flow pada Gerbang Tol JORR-S: Analisis Operasional, Kepuasan Pengguna, dan Biaya Kepemilikan Studi Kasus di Gerbang Tol Ampera 1 dan Cilandak Utama 2, Jakarta Selatan
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6266
<p>Penelitian ini mengevaluasi efektivitas sistem <em>Mobile Reader</em> (MR) sebagai intervensi operasional situasional dan <em>Single Lane Free Flow</em> (SLFF) sebagai alternatif transaksi nirhenti permanen, dibandingkan sistem E-Toll eksisting sebagai kondisi dasar, efektivitas operasional, kepuasan pengguna, dan efisiensi biaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus kuantitatif-komparatif dengan analisis waktu pelayanan, identifikasi jam puncak, model antrian M/M/c (Erlang C), analisis <em>Customer Satisfaction Level</em> (CSL), dan analisis <em>Total Cost of Ownership</em> (TCO). Pengamatan terhadap 1.974 transaksi kendaraan di Gerbang Tol Ampera 1 dan Cilandak Utama 2 menunjukkan bahwa MR yang diaktifkan petugas saat antrian memanjang menghasilkan waktu pelayanan 12,72 detik (5,6% lebih lambat daripada E-Toll 12,04 detik pada gerbang yang sama), sedangkan SLFF, yang pada periode penelitian hanya tersedia di GT Cilandak Utama 2, mencatat waktu pelayanan 3,80 detik dengan koefisien variasi 7,8% (paling konsisten). Berdasarkan data terverifikasi PT Hutama Karya, SLFF merupakan sistem dengan biaya kepemilikan tahunan terendah (TCO Rp33,7 juta per unit per tahun), sedangkan tingginya TCO MR (Rp384,2 juta) mencerminkan struktur biaya kesiapsiagaan berbasis SDM untuk intervensi situasional dan bukan indikasi ketidaklayakan teknologi. Pada estimasi konfigurasi GT Ampera 1, kombinasi 2 E-Toll dan 1 SLFF menurunkan biaya menjadi Rp56,37 per kendaraan, memberikan estimasi penghematan 64,4% terhadap kondisi eksisting dengan estimasi masa pengembalian (basis arus kas) sekitar 5,2 bulan. Penelitian menyimpulkan bahwa SLFF berpotensi unggul secara teknis dan finansial sebagai solusi kapasitas permanen, sementara MR tetap relevan sebagai strategi mitigasi antrian situasional, dengan syarat jumlah lajur SLFF disesuaikan dengan volume tiap gerbang dan hasil simulasi transfer parameter diverifikasi lebih lanjut melalui observasi langsung.</p>Untung Joko RistyonoNur Budi Mulyono
Copyright (c) 2026 Untung Joko Ristyono, Nur Budi Mulyono
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-062026-10-065108406842510.58344/locus.v5i10.6266Sengketa Hak Atas Tanah Adat Akibat Klaim Kepunahan Marga Plakay di Distrik Senggi Kabupaten Keerom
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6409
<p>Meskipun sengketa tanah adat di Papua telah banyak dikaji melalui perspektif batas wilayah dan hak ulayat, peran narasi genealogis dalam melegitimasi penguasaan tanah adat masih belum banyak mendapat perhatian. Penelitian ini menganalisis bagaimana narasi kepunahan Marga Plakay direproduksi sebagai instrumen kekuasaan simbolik serta mengkaji implikasi disfungsi kelembagaan adat terhadap pengakuan hak-hak genealogis masyarakat adat di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, Indonesia. Penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologis dan antropologis. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña serta diinterpretasikan melalui konsep arena (<em>field</em>), modal simbolik (<em>symbolic capital</em>), kekuasaan simbolik (<em>symbolic power</em>), habitus, dan doxa dari Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi kepunahan Marga Plakay direproduksi secara sosial untuk melegitimasi pengalihan penguasaan tanah adat, sementara ketiadaan putusan adat yang bersifat final telah memperkuat ketidakpastian hukum, dominasi simbolik, dan eksklusi sosial terhadap Marga Plakay. Temuan ini memperkaya kajian antropologi hukum dengan menunjukkan bahwa narasi genealogis tidak hanya merepresentasikan memori kolektif, tetapi juga berfungsi sebagai sumber daya simbolik yang membentuk dan mempertahankan legitimasi, relasi kuasa, serta distribusi hak atas tanah adat dalam masyarakat adat.</p>Fandi Sunawan
Copyright (c) 2026 Fandi Sunawan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-192026-10-195109201921110.58344/locus.v5i10.6409Analisis Tatakelola Kerja Sama Antar Program di Dinas Kesehatan Kota Cilegon dalam Pencegahan dan Pengendalian Kejadian Luar Biasa Campak Tahun 2026
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6278
<p>Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Cilegon. Pada tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, 11.094 kasus terkonfirmasi, dan 69 kematian. Tahun 2026 tercatat 8.224 kasus suspek, 572 kasus terkonfirmasi, 4 kematian, serta 13 Kejadian Luar Biasa (KLB) campak terkonfirmasi di Indonesia. Di Provinsi Banten terjadi 37 KLB campak terkonfirmasi, sedangkan Kota Cilegon mengalami peningkatan kasus di beberapa wilayah kerja puskesmas dan masih ditemukan anak berstatus zero dose. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola kerja sama antar program di Dinas Kesehatan Kota Cilegon dalam pencegahan dan pengendalian KLB campak tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antar program telah berjalan cukup baik melalui pemanfaatan SKDR, koordinasi lintas program, investigasi epidemiologi, contact tracing, dan Outbreak Response Immunization (ORI). Faktor pendukung meliputi komunikasi yang efektif, komitmen, pembagian tugas yang jelas, dukungan pimpinan, dan penerapan SOP. Kendala yang masih dihadapi adalah keterlambatan pelaporan, keterbatasan sumber daya manusia, tingginya beban kerja, kualitas data surveilans, serta penolakan imunisasi oleh sebagian masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas SDM, optimalisasi SKDR, dan evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan dan pengendalian KLB campak di Kota Cilegon.</p>Nur Iman Ramadhani WNPMarthia Ikhlasiah Andiko Nugraha Kusuma Ismarina Ismarina
Copyright (c) 2026 Nur Iman Ramadhani WNP, Marthia Ikhlasiah , Andiko Nugraha Kusuma , Ismarina Ismarina
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108854886210.58344/locus.v5i10.6278Faktor yang Memengaruhi Literasi Keuangan Syariah pada Siswa Sekolah Menengah atas dengan Pendidikan sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus pada Siswa SMAIT Nurul Ilmi Jambi)
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6415
<p>Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi literasi keuangan syariah pada siswa SMAIT Nurul Ilmi Jambi dengan pendidikan sebagai variabel moderasi. Variabel independen meliputi sikap dan perilaku, perkembangan teknologi, lingkungan sosial, dan religiusitas. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) terhadap 96 responden siswa bidang sosial humaniora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dan perilaku (? = 0,327; p = 0,006), lingkungan sosial (? = 0,196; p = 0,040), dan religiusitas (? = 0,239; p = 0,022) berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi keuangan syariah, sedangkan perkembangan teknologi tidak berpengaruh signifikan. Pendidikan hanya mampu memoderasi hubungan religiusitas terhadap literasi keuangan syariah (? = 0,240; p = 0,029). Model penelitian menjelaskan 61,4% variasi literasi keuangan syariah (R² = 0,614). Temuan ini mengimplikasikan bahwa peningkatan literasi keuangan syariah pada siswa memerlukan integrasi nilai religiusitas dalam pendidikan formal. Kebaruan penelitian ini terletak pada penempatan pendidikan sebagai variabel moderasi, yang masih terbatas dikaji dalam konteks literasi keuangan syariah pada siswa sekolah menengah atas.</p>Randi ReansyahMuazza Muazza Mayasari Mayasari
Copyright (c) 2026 Randi Reansyah, Muazza Muazza , Mayasari Mayasari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108802882010.58344/locus.v5i10.6415Analisis Pengaruh Budaya Keselamatan Pasien terhadap Insiden Keselamatan Pasien di Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura Tahun 2025
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6191
<p>Budaya keselamatan pasien merupakan fondasi organisasi yang penting untuk mencegah kejadian yang dapat dihindari dan memperkuat mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini menganalisis keterkaitan empat dimensi budaya keselamatan pasien, yaitu komunikasi terbuka, kerja tim, dukungan manajerial, dan kepatuhan pelaporan, dengan insiden keselamatan pasien di Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura pada tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif potong lintang terhadap 60 tenaga kesehatan yang ditentukan dengan rumus Slovin. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS versi 26. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa komunikasi terbuka, kerja tim, dan dukungan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap insiden keselamatan pasien, sedangkan kepatuhan pelaporan berpengaruh signifikan dengan nilai p = 0,000. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan. Model regresi yang diperoleh adalah Y = 0,328 + 0,053X1 + 0,109X2 + 0,179X3 + 0,381X4, dengan koefisien terbesar pada kepatuhan pelaporan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan disiplin pelaporan insiden perlu diprioritaskan, dengan komunikasi, kerja tim, dan dukungan manajerial tetap dipertahankan sebagai unsur pendukung sistem keselamatan pasien yang berkelanjutan.</p>Susanto SarayFarida YuliatyRahadian Malik
Copyright (c) 2026 Susanto Saray, Farida Yuliaty, Rahadian Malik
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-092026-10-095108554855910.58344/locus.v5i10.6191Transformasi Digital Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah melalui Implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD): Studi Kasus Provinsi Sulawesi Tenggara
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6288
<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ETPD dalam transformasi digital pengelolaan PAD di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan menggunakan <em>Technology–Organization–Environment</em> (TOE) <em>Framework</em> yang dikembangkan oleh Tornatzky dan Fleischer (1990). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara, Bank Sultra, serta berbagai dokumen implementasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ETPD merupakan proses transformasi digital yang dipengaruhi oleh interaksi faktor teknologi, organisasi, dan lingkungan. Dari dimensi <em>technology</em>, integrasi sistem informasi dan kanal pembayaran digital meningkatkan efisiensi administrasi, akurasi data, serta ketersediaan informasi penerimaan daerah secara real-time. Dari dimensi organization, keberhasilan implementasi didukung oleh komitmen pimpinan, penguatan kapasitas kelembagaan, serta koordinasi lintas organisasi melalui TP2DD. Sementara itu, dari dimensi environment, dukungan regulasi nasional, kolaborasi dengan Bank Indonesia dan Bank Sultra, serta sinergi antarpemangku kepentingan mempercepat adopsi ETPD di tingkat daerah. Implementasi ETPD tidak hanya mengubah mekanisme transaksi pembayaran, tetapi juga mentransformasi proses bisnis, pengambilan keputusan berbasis data, dan mekanisme pengawasan dalam pengelolaan PAD. Penelitian ini menunjukkan bahwa TOE <em>Framework</em> relevan dalam menjelaskan keberhasilan transformasi digital di sektor publik, khususnya pada implementasi ETPD sebagai instrumen penguatan tata kelola pengelolaan Pendapatan Asli Daerah.</p>Fifian Adeningsih Mus Muhadam Labolo Alma Arif Laode Buzyali Fajman Sanbigs
Copyright (c) 2026 Fifian Adeningsih Mus , Muhadam Labolo , Alma Arif , Laode Buzyali Fajman Sanbigs
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109314933110.58344/locus.v5i10.6288Evaluasi Respons Inelastik dan Tingkat Kinerja Seismik Gedung Beton Bertulang 48 Lantai di Jakarta Menggunakan Analisis Riwayat Waktu Tak Linier Berdasarkan Pendekatan Performance-Based Seismic Assessment
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6420
<p>Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi sehingga evaluasi kinerja struktur bangunan eksisting menjadi penting untuk menjamin keselamatan terhadap beban gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi respons dinamis, kapasitas elemen struktur, dan tingkat kinerja seismik Gedung Apartemen dan Mall Seasons City Jakarta berdasarkan konsep Performance-Based Seismic Assessment (PBSA). Analisis dilakukan menggunakan metode Nonlinear Time History Analysis (NLTHA) dengan bantuan perangkat lunak ETABS mengacu pada SNI 1726:2019, SNI 2847:2019, dan FEMA 356, menggunakan 11 pasang data ground motion yang telah melalui proses spectral matching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur masih mampu mempertahankan kestabilannya terhadap pembebanan gempa meskipun mengalami respons inelastik berupa perpindahan, simpangan antar lantai, percepatan, dan pembentukan sendi plastis. Momen lentur maksimum balok sebesar 7.365,83 kN·m terjadi pada balok B3862 di Ground Floor 2, sedangkan momen maksimum kolom sebesar 1.926,61 kN·m terjadi pada kolom C498 di Ground Floor 2. Evaluasi sendi plastis balok menunjukkan 123.653 elemen berada pada kondisi A–IO, 17.537 elemen pada IO–LS, 4.244 elemen pada LS–CP, dan 21.782 elemen mencapai CP. Pada kolom, sebanyak 212.977 elemen berada pada kondisi A–IO, 5.985 elemen pada IO–LS, 646 elemen pada LS–CP, dan 6.632 elemen mencapai CP. Nilai rasio story drift maksimum sebesar 0,48% pada arah X dan 0,53% pada arah Y masih berada di bawah batas 1% menurut FEMA 356 untuk tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO). Dengan demikian, Gedung Apartemen dan Mall Seasons City secara umum memenuhi tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO) dan memiliki kinerja seismik yang baik terhadap gempa rencana.</p>Ali MustopaAcep Acep
Copyright (c) 2026 Ali Mustopa, Acep Acep
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108937895710.58344/locus.v5i10.6420Tinjauan Yuridis terhadap Hak Waris bagi Anak yang Lahir dari Proses Donor Sperma
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6203
<p>Artikel ini menganalisis kerangka hukum donor sperma di Indonesia serta kedudukan hak waris anak yang lahir melalui inseminasi buatan dengan sperma donor. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan menempatkan hukum sebagai sistem norma dan menelaah bahan hukum primer berupa Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, didukung bahan hukum sekunder yang relevan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan untuk menilai keterkaitan antara reproduksi berbantu, status keperdataan anak, dan hak mewaris. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pasal 58 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 mengatur layanan reproduksi berbantu bagi pasangan suami istri yang sah dengan menggunakan gamet pasangan tersebut, tetapi belum memberikan pengaturan khusus dan menyeluruh mengenai donor sperma dari pihak ketiga. Kekosongan pengaturan ini menimbulkan ketidakpastian mengenai status keperdataan dan hak waris anak yang lahir dari sperma donor. Ketentuan mengenai anak sah dan ahli waris dapat menjadi dasar interpretasi apabila anak lahir dalam perkawinan yang sah dan diakui oleh suami dari ibu yang melahirkannya. Karena itu, diperlukan pengaturan yang lebih tegas untuk menjamin kepastian hukum serta perlindungan hak keperdataan anak hasil teknologi reproduksi berbantu.</p>Gusti Ayu Dwi Cahyani I Nyoman Bagiastra
Copyright (c) 2026 Gusti Ayu Dwi Cahyani, I Nyoman Bagiastra
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-152026-10-155109047905310.58344/locus.v5i10.6203Pengaruh Fungsi Manajerial terhadap Efektivitas Waktu Pelaksanaan Proyek dan Kinerja Individu pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Hunian Bertingkat Tinggi
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6294
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fungsi manajerial terhadap efektivitas waktu pelaksanaan proyek dan kinerja individu pada proyek konstruksi bangunan gedung hunian bertingkat tinggi. Fungsi manajerial dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan/pengarahan, dan pengendalian. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei pada Proyek Konstruksi Savyavasa Residence. Sampel penelitian berjumlah 154 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan dan pemahaman terhadap pelaksanaan proyek. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan <em>Structural Equation Modeling–Partial Least Squares </em>(SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajerial berpengaruh terhadap efektivitas waktu pelaksanaan proyek dengan nilai R-Square sebesar 0,851. Artinya, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan/pengarahan, dan pengendalian mampu menjelaskan efektivitas waktu pelaksanaan proyek sebesar 85,1%. Fungsi manajerial juga berpengaruh terhadap kinerja individu dengan nilai R-Square sebesar 0,694. Dimensi yang berpengaruh signifikan terhadap kinerja individu adalah pengorganisasian dan pelaksanaan/pengarahan, sedangkan perencanaan dan pengendalian tidak berpengaruh signifikan secara langsung. Dimensi paling dominan terhadap efektivitas waktu adalah perencanaan, sedangkan dimensi paling dominan terhadap kinerja individu adalah pelaksanaan/pengarahan. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan proyek konstruksi sangat dipengaruhi oleh kualitas penerapan fungsi manajerial secara konsisten.</p>Windi Agung SaputroMawardi Amin
Copyright (c) 2026 Windi Agung Saputro, Mawardi Amin
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-062026-10-065108426844210.58344/locus.v5i10.6294Relationship Between TGF Beta and Liver Regeneration Rate in Wistar Rats After Partial Hepatectomy Treated with Lactococcus lactis D4
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6424
<p>Liver regeneration following partial hepatectomy is regulated by coordinated proliferative and growth-termination signals. Transforming growth factor-beta (TGF-?) plays an important role in regulating hepatocyte proliferation and tissue remodeling, while Lactococcus lactis D4 has been reported to support hepatic repair in experimental models. This study aimed to investigate the relationship between hepatic TGF-? expression and the liver regeneration rate (LRR) in male Wistar rats following partial hepatectomy and treatment with L. lactis D4. A randomized, posttest-only experimental design was employed, comprising five groups: sham-operated, partial hepatectomy control, L. lactis D4 administration before hepatectomy (P1), administration after hepatectomy (P2), and administration both before and after hepatectomy (P3). Hepatic TGF-? expression was assessed using immunohistochemistry, while LRR was calculated based on liver and body weights. Differences among groups were analyzed using one-way analysis of variance (ANOVA), followed by post hoc testing, while the relationship between TGF-? expression and LRR was examined using Pearson's correlation analysis. Mean TGF-? values were 59.89 ± 6.38, 52.77 ± 5.03, 51.31 ± 1.27, 38.69 ± 0.52, and 47.53 ± 2.47 in the sham, control, P1, P2, and P3 groups, respectively (p < 0.001). The corresponding LRR values were 200.63 ± 66.03%, 207.50 ± 92.06%, 150.86 ± 71.79%, and 225.85 ± 95.42% in the control, P1, P2, and P3 groups, respectively, with no statistically significant differences among groups (p = 0.670). Pearson's correlation analysis revealed a moderate positive correlation between hepatic TGF-? expression and LRR (r = 0.470; p = 0.037). These findings indicated that L. lactis D4 administration was associated with variations in hepatic TGF-? expression, while TGF-? expression demonstrated a moderate positive correlation with liver regeneration at seven days after partial hepatectomy. However, L. lactis D4 treatment did not produce a statistically significant difference in LRR among the experimental groups.</p>Nugra Daary Razsky GunawanIrwan IrwanM. Iqbal Rivai
Copyright (c) 2026 Nugra Daary Razsky Gunawan, Irwan Irwan, M. Iqbal Rivai
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-132026-10-135108664868110.58344/locus.v5i10.6424Development of A Framework for Mitigating Cost and Time Overruns in The V25 Ambulance Ship Construction Project using The ISM and ANP Approaches
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6216
<p>This study aimed to develop a framework for mitigating cost and schedule overruns through the integration of Interpretive Structural Modeling (ISM) and the Analytic Network Process (ANP). Data were obtained from project documentation and questionnaires administered to five experts who assessed six factors and 23 internal subfactors contributing to cost and schedule deviations. ISM was used to analyze hierarchical relationships, driving power, and dependence power, while ANP was used to construct a priority network for nine subfactors in the independent quadrant. The final priorities were derived from five subfactors (A1–A5), while A6–A9 served as control nodes within the dependency relationships. The ISM results showed that unrealistic cost planning (A6) was positioned at the most fundamental level and had the highest driving power, identifying it as a key strategic driver. The ANP results indicated that inadequate communication and coordination among relevant parties (A1) had the highest global weight of 0.348180, followed by an insufficient number of workers (A2) at 0.258313 and excessive workload (A4) at 0.172153. The integration of the two methods indicated that A6 should be addressed during the planning stage, whereas A1 should be the primary operational priority during project implementation. This study developed a cyclical mitigation framework comprising priority risk identification, mitigation implementation, monitoring, effectiveness evaluation, residual risk assessment, and decision-making. The framework was supported by early mitigation measures, a Responsible, Accountable, Consulted, and Informed (RACI) matrix, monitoring indicators, evaluation frequency, and escalation mechanisms to strengthen cost and schedule control in similar shipbuilding projects.</p>Hamidah Zulfa SarahSilvianita SilvianitaFitri Hardiyanti
Copyright (c) 2026 Hamidah Zulfa Sarah, Silvianita Silvianita, Fitri Hardiyanti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-102026-10-105108577859710.58344/locus.v5i10.6216Menjelaskan Motivasi Belajar Siswa Buddhis: Peran Pendidikan Karakter Buddhis dan Dukungan Keluarga
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6304
<p>Motivasi belajar siswa tidak hanya berkaitan dengan dorongan individual, tetapi juga dengan kualitas personal yang berkembang melalui pendidikan dan sumber daya sosial yang tersedia dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan karakter Buddhis dan dukungan keluarga sebagai prediktor motivasi belajar siswa Buddhis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional non-eksperimental. Responden terdiri atas seluruh 97 siswa beragama Buddha kelas X–XII SMA Triratna Sibolga tahun pelajaran 2025/2026 yang dipilih melalui sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur pendidikan karakter Buddhis, dukungan keluarga, dan motivasi belajar, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter Buddhis memberikan kontribusi prediktif positif dan signifikan terhadap motivasi belajar (B=0,427; ?=0,487; t=6,584; p<0,001). Dukungan keluarga juga memberikan kontribusi positif dan signifikan (B=0,347; ?=0,417; t=5,632; p<0,001). Model simultan signifikan, F(2,94)=73,350; p<0,001, dengan R=0,781 dan R²=0,609, sehingga kedua prediktor menjelaskan 60,9% variasi motivasi belajar. Pendidikan karakter Buddhis menunjukkan kontribusi relatif lebih besar dibandingkan dukungan keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa Buddhis dapat dijelaskan melalui integrasi kualitas personal yang berkembang melalui internalisasi pendidikan karakter Buddhis dan sumber daya lingkungan keluarga. Hasil penelitian bersifat prediktif dan tidak dimaksudkan sebagai bukti hubungan kausal eksperimental.</p>Febrius Suryajaya WibisanaPartono PartonoKabri Kabri
Copyright (c) 2026 Febrius Suryajaya Wibisana, Partono Partono, Kabri Kabri
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108915892510.58344/locus.v5i10.6304Product Bundling sebagai Pemicu Pembelian Impulsif di Live-Streaming Commerce: Systematic Literature Review dan Model Konseptual
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6432
<p>Product bundling adalah taktik promosi harga yang nyaris selalu hadir dalam penjualan melalui siaran langsung, namun perannya sebagai pemicu pembelian impulsif belum disintesis secara sistematis. Tinjauan ini bertujuan memetakan keadaan penelitian, mengidentifikasi atribut desain bundling yang berfungsi sebagai stimulus, menjelaskan mekanisme organisme yang memerantarainya, dan menyusun model konseptual yang dapat diuji. Prosedur mengikuti PRISMA 2020 pada delapan basis data, yaitu Scopus, ScienceDirect, Emerald Insight, Taylor & Francis, SAGE, Wiley, Google Scholar, serta Garuda dan SINTA sebagai lapis konteks nasional, dengan rentang terbitan 2016 hingga September 2026. Dari 591 rekaman awal, 73 artikel memenuhi syarat dan dianalisis melalui sintesis naratif tematik atas 26 butir ekstraksi. Hasil menunjukkan bidang ini baru matang dan terbelah: 89,0 persen artikel terbit dalam lima tahun terakhir, 45,2 persen berkonteks Indonesia, 39 artikel berancangan survei berbanding 18 eksperimen, dan 33 artikel tidak menyebut kerangka teori. Dari 21 pengguna Stimulus–Organism–Response, 20 berasal dari arus live-streaming commerce dan tidak satu pun dari arus product bundling, sedangkan ketiga konstruk fokal bertemu hanya pada empat artikel. Sintesis menghasilkan lima tema yang mencakup seluruh corpus dan menunjukkan bahwa bukti kuat bundling terbatas pada luaran evaluatif, bukan pada pembelian impulsif; analisis sensitivitas atas 61 artikel memperlihatkan pola inti tersebut bertahan. Kontribusinya adalah Model Rute Ganda Bundel Terkompresi beserta dua belas proposisi yang memisahkan rute kognitif–evaluatif dari rute afektif–gairah dengan kompresi waktu keputusan sebagai pemoderasi berarah ganda, ditambah agenda riset empat belas butir dan implikasi bagi UMKM serta merek di Indonesia.</p>Dedi GunartoArif Siaha Widodo
Copyright (c) 2026 Dedi Gunarto, Arif Siaha Widodo
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108834885310.58344/locus.v5i10.6432Reformulasi Doktrin Hukum Perjanjian dalam Kontrak Berbasis Artificial Intelligence: Analisis Normatif dan Komparatif
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6222
<p>Perkembangan kontrak berbasis <em>artificial intelligence</em> (AI) menimbulkan tantangan terhadap doktrin hukum perjanjian klasik, terutama terkait kesepakatan, subjek hukum, dan tanggung jawab, sehingga memunculkan kesenjangan normatif dalam hukum positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi doktrin hukum perjanjian klasik dalam kontrak berbasis AI serta merumuskan model reformulasi doktrin yang lebih adaptif. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif, dengan membandingkan berbagai yurisdiksi seperti Uni Eropa, Amerika Serikat, dan negara-negara Asia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doktrin klasik tidak lagi memadai dalam menjelaskan kompleksitas kontrak berbasis AI, sehingga diperlukan reformulasi melalui lima pilar utama, yaitu <em>delegated consent</em>, <em>functional legal entity</em>, <em>multi-layer liability</em>, <em>hybrid interpretation</em>, dan <em>extended good faith</em>. Reformulasi doktrin hukum perjanjian harus dilakukan secara integratif dengan mempertimbangkan karakteristik teknologi dan praktik global, sehingga mampu menciptakan kepastian hukum dan keadilan dalam kontrak berbasis AI. Penelitian ini menunjukkan bahwa konsep-konsep fundamental seperti kesepakatan, subjek hukum, tanggung jawab, interpretasi kontrak, dan itikad baik mengalami tekanan normatif akibat meningkatnya peran sistem algoritmik dalam pembentukan dan pelaksanaan kontrak.</p>Pristiwanto BaniAfriansyah Tanjung
Copyright (c) 2026 Pristiwanto Bani, Afriansyah Tanjung
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109294931310.58344/locus.v5i10.6222Demokratisasi Pasar Obligasi Indonesia: Reformasi Hukum untuk Mewujudkan Perdagangan Surat Utang yang Inklusif, Digital, dan Terjangkau
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6319
<p>Pasar obligasi Indonesia memiliki peran strategis dalam pembiayaan nasional, tetapi akses investor ritel, khususnya terhadap obligasi korporasi dan perdagangan pasar sekunder, masih menghadapi keterbatasan akses, likuiditas, transparansi informasi, dan perlindungan investor. Meskipun telah tersedia kerangka hukum yang mengatur pasar obligasi dan perlindungan investor, masih terdapat kesenjangan penelitian mengenai bagaimana hukum pasar modal Indonesia secara konkret dapat direformasi untuk membangun perdagangan obligasi ritel yang digital, terjangkau, transparan, likuid, sekaligus aman. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan pasar obligasi dan perlindungan investor ritel, mengidentifikasi hambatan hukum dan kelembagaan, serta merumuskan model reformasi hukum untuk menciptakan perdagangan obligasi yang inklusif, digital, terjangkau, transparan, dan aman. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan perbandingan hukum. Bahan hukum dianalisis secara yuridis kualitatif dan preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum Indonesia telah mengatur pasar obligasi dan perlindungan investor, tetapi masih diperlukan harmonisasi regulasi, peningkatan akses digital, penurunan satuan perdagangan, transparansi harga dan yield, penguatan likuiditas melalui market maker, klasifikasi risiko, suitability assessment, keamanan sistem, serta mekanisme pengaduan dan penyelesaian sengketa. Reformasi terintegrasi tersebut diperlukan untuk memperluas partisipasi investor ritel sekaligus menjaga kepastian hukum, integritas pasar, dan perlindungan investor secara efektif dan berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan model reformasi hukum yang terintegrasi, mencakup aspek akses, digitalisasi, transparansi, likuiditas, perlindungan investor, dan akuntabilitas kelembagaan, yang belum banyak dikaji dalam literatur hukum pasar modal Indonesia.</p>Ariel Alexander
Copyright (c) 2026 Ariel Alexander
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108733874910.58344/locus.v5i10.6319Analisis Faktor Risiko Kesehatan Kerja dan Gangguan Metabolik pada Karyawan PT XXX Kantor Pusat Tahun 2024
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6436
<p>Penyakit tidak menular (PTM) semakin meningkat pada kelompok usia produktif dan terkait secara erat dengan gaya hidup serta karakteristik pekerjaan. Pemeriksaan kesehatan berkala (<em>Medical Check Up</em>/MCU) menjadi instrumen penting untuk memantau risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil MCU karyawan PT XXX Kantor Pusat tahun 2024 dan mengidentifikasi faktor risiko sindroma metabolik. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (<em>cross-sectional</em>) dengan memanfaatkan data sekunder hasil MCU dari 3.730 karyawan yang menjalani pemeriksaan fisik, laboratorium, dan kuesioner pajanan kerja. Analisis dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-square</em> dan perhitungan <em>Prevalence Ratio</em> (PR). Hasil menunjukkan tiga gangguan kesehatan utama, yaitu gangguan status gizi (80,6%), metabolisme lemak (74,7%), dan tekanan darah (46,1%). Pola kerja sedentari mendominasi, dengan 84,0% karyawan bekerja di depan monitor ?4 jam dan 69,1% duduk dalam durasi panjang. Analisis bivariat menemukan bahwa laki-laki (PR= 2,165; 95% CI: 1,797–2,609; p= 0,000), usia ?35 tahun (PR= 2,337; 95% CI: 2,002–2,727; p= 0,000), dan merokok (PR= 1,437; 95% CI: 1,221–1,691; p= 0,000) berhubungan signifikan dengan sindroma metabolik. Aktivitas fisik bersifat protektif (PR= 0,817; 95% CI: 0,697–0,958; p= 0,013), sedangkan konsumsi alkohol tidak signifikan (p= 0,610). Kesimpulannya, gangguan metabolik menjadi isu kesehatan utama pada karyawan PT XXX dan diperburuk oleh paparan sedentari. Diperlukan wellness program terintegrasi yang mencakup intervensi gizi, aktivitas fisik, ergonomi, dan monitoring berkala untuk menurunkan risiko PTM.</p>Leiden Brix HutapeaDadan Erwandi
Copyright (c) 2026 Leiden Brix Hutapea, Dadan Erwandi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-162026-10-165109054906510.58344/locus.v5i10.6436Pengembangan Panduan Pembelajaran Fonetik bagi anak Tunarungu
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6234
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan kemampuan artikulasi yang dialami anak tunarungu akibat hambatan pendengaran sehingga berdampak pada perkembangan bahasa lisan dan efektivitas komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Panduan Pembelajaran Artikulasi Fonetik bagi Anak Tunarungu yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan oleh guru dalam pembelajaran artikulasi. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (<em>Research and Development</em>) yang menggunakan model ADDIE, meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas guru dan siswa tunarungu di SLB Negeri Kebayakan Takengon. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket validasi ahli, angket respons guru, serta tes kemampuan artikulasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Validitas produk dianalisis menggunakan Aiken’s V, kepraktisan dianalisis berdasarkan persentase skor respons guru, sedangkan keefektifan dianalisis melalui perbandingan hasil pretest dan posttest serta peningkatan kemampuan artikulasi peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panduan yang dikembangkan memiliki karakteristik pembelajaran yang bertahap, dimulai dari pengenalan bunyi huruf, suku kata, kata, hingga frasa sederhana dengan memanfaatkan pendekatan visual, taktil, dan latihan artikulasi yang sesuai dengan karakteristik anak tunarungu. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa produk memenuhi kriteria sangat valid. Hasil uji kepraktisan memperoleh rerata penilaian sebesar 4,56 dengan kategori sangat baik, sedangkan hasil uji efektivitas menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan panduan serta peningkatan kemampuan artikulasi anak tunarungu setelah mengikuti pembelajaran menggunakan produk yang dikembangkan. Dengan demikian, Panduan Pembelajaran Artikulasi Fonetik dinyatakan layak digunakan sebagai salah satu sumber belajar dalam pembelajaran artikulasi bagi anak tunarungu di sekolah.</p>Afini ErijaMumpuniarti Mumpuniarti
Copyright (c) 2026 Afini Erija, Mumpuniarti Mumpuniarti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-082026-10-085108526854210.58344/locus.v5i10.6234Distributed Multi-Agent Soft Actor–Critic for Cross-Link Interference Mitigation in Dynamic SBFD–TDD Configuration for 6G Networks
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6323
<p>This paper presents a distributed Multi-Agent Soft Actor-Critic (MASAC) framework based on Centralized Training and Decentralized Execution (CTDE) for adaptive Subband Full Duplex (SBFD)–TDD frame selection in interference-coupled multicell networks. The study is motivated by the need to increase uplink transmission opportunities in 5G-Advanced and 6G systems while managing the trade-offs among downlink performance, fairness, congestion, self-interference, and cross-link interference (CLI). A system-level simulator is developed incorporating traffic-buffer dynamics, discrete frame-selection actions, queue-based latency proxies, and interference-sensitive service-rate abstractions over a 21-cell 3GPP Urban Macro layout. The proposed method is evaluated against static, heuristic, and centralized global SAC baselines and is further examined through an ablation study comparing MASAC without information exchange (MASAC-noIE) and MASAC with lightweight intercell information exchange (MASAC-IE). The results demonstrate stable training under a fixed training budget and load-dependent coordination behavior. At a moderate load of 0.50, MASAC-IE improves uplink throughput by 34.9% and reduces the 95th-percentile queue length by 87% compared with MASAC-noIE, narrowing the performance gap relative to the centralized upper bound to 4.7%. Under heavy-load conditions, however, the same information-exchange mechanism induces overly conservative coordination, increasing CLI to 0.714 and degrading throughput. These findings indicate that CLI mitigation remains primarily a reward-design challenge rather than an inherent architectural limitation of distributed multi-agent learning.</p>Budiman BudimanMudrik Alaydrus
Copyright (c) 2026 Budiman Budiman, Mudrik Alaydrus
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-102026-10-105108598860810.58344/locus.v5i10.6323Transformasi Digital BUMN Energi: Integrasi Artificial Intelligence dalam Komunikasi Korporat Strategis PT Pertamina (Persero) di Era Ketidakpastian Global
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6452
<p>Kebijakan Kementerian BUMN yang mendorong "Kepemimpinan Teknologi" dan pelembagaan <em>big data</em> serta <em>Artificial Intelligence</em> (AI) di seluruh entitas BUMN berhadapan dengan realitas budaya birokrasi Indonesia yang cenderung berhati-hati secara prosedural dan mewarisi pola patrimonial sejak masa kolonial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif untuk membandingkan dua insiden krisis operasional PT Pertamina (Persero), yaitu kebakaran Kilang Balongan (2021) dan kebakaran Depo Plumpang (2023), guna menjawab dua pertanyaan: sejauh mana integrasi teknologi analitik berbasis AI membantu mempercepat dan menyelaraskan komunikasi krisis lintas anak usaha, dan bagaimana budaya kerja birokratis memengaruhi kecepatan tindak lanjut atas sinyal krisis. Data dikumpulkan dari pemberitaan media massa nasional terverifikasi dan dianalisis melalui dua satuan ukur, yakni jeda publikasi (<em>publication time-lag</em>) dan pola penyelarasan naratif antar-subholding, dengan mengacu pada kerangka <em>Situational Crisis Communication Theory (Coombs), sosio-materialitas (Orlikowski),</em> budaya organisasi (Schein), <em>Digital Era Governance</em> (Dunleavy dkk.), dan legitimasi organisasi (Suchman). Hasil penelitian menunjukkan jeda respons yang bervariasi tajam, sekitar lima jam pada kasus Balongan dan sekitar sembilan puluh menit pada kasus Plumpang, yang lebih meyakinkan dijelaskan oleh faktor non-teknologis seperti tekanan eksposur publik dan konteks lokasi operasional dibandingkan peran spesifik AI. Temuan paling tajam berasal dari kasus Balongan, di mana keluhan warga yang disampaikan langsung ke kantor Humas Pertamina tiga jam sebelum ledakan belum sempat ditindaklanjuti, menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan kecanggihan alat deteksi, melainkan ketiadaan jalur eskalasi yang responsif terhadap sinyal krisis dari sumber mana pun.</p>Ratu Dyah Ayu Widyaswari
Copyright (c) 2026 Ratu Dyah Ayu Widyaswari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109343935210.58344/locus.v5i10.6452Managing The Organizational Climate in The Digital Era for Teachers at SMP Negeri 4 Pakem and SMP Binajaya Banguntapan
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6243
<p>This study aimed to analyze organizational climate management in the digital era for teachers at SMP Negeri 4 Pakem and SMP Bina Jaya Banguntapan and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. The study employed a qualitative approach using a case study design and was conducted at two schools with distinct organizational climate characteristics. The participants included the school principals and ten teachers, comprising five teachers from SMP Negeri 4 Pakem and five teachers from SMP Bina Jaya Banguntapan. The study focused on teachers' attitudes and behaviors in their interactions with school principals and colleagues. Data were collected through semi-structured interviews, structured observations using observation sheets, and document analysis. The trustworthiness of the data was assessed based on credibility, transferability, dependability, and confirmability, supported by methodological, source, and temporal triangulation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicated that organizational climate management in the digital era was implemented through five management functions: planning, organizing, implementation, monitoring, and evaluation. Supporting factors included the enhancement of teachers' digital competencies through training and professional learning communities, principals' transformational leadership, and school policies supporting the provision of cloud-based databases, a basic web-based management information system (MIS), and digital communication platforms. The identified barriers included limited digital literacy among teachers at SMP Bina Jaya Banguntapan, inadequate technological infrastructure, and difficulties adapting to changes in the organizational climate associated with digital transformation.</p>Sri MulyaniTina Rahmawati
Copyright (c) 2026 Sri Mulyani, Tina Rahmawati
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109353936710.58344/locus.v5i10.6243Analisis Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Jamsostek Mobile (JMO) Dalam Layanan Klaim Jaminan Hari Tua (JHT) di Wilayah DKI Jakarta
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6353
<p>Layanan digitalisasi pada sektor perlindungan sosial menjadi semakin krusial seiring dengan peningkatkan kebutuhan efisiensi transaksi, salah satunya melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang dikembangkan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan aplikasi JMO dalam proses pengajuan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) oleh peserta di wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui survei berbasis kuesioner. Sampel penelitian terdiri dari peserta BPJS Ketenagakerjaan di DKI Jakarta yang pernah atau sedang menggunakan aplikasi JMO untuk klaim JHT. Kerangka teori yang digunakan mengadaptasi model penerimaan teknologi seperti Technology Acceptance Model (TAM) atau Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) dengan menguji variabel ekspektasi kinerja, kemudahan penggunaan, pengaruh sosial, kondisi fasilitas, serta tingkat kepercayaan masyarakat. Hasil analisis diharapkan dapat memetakan faktor dominan yang mendorong maupun menghambat adopsi aplikasi JMO. Temuan dari penelitian ini dapat memberikan implikasi praktis bagi BPJS Ketenagakerjaan dalam mengoptimalkan performa aplikasi, memperluas cakupan edukasi publik, serta meningkatkan kualitas layanan digital klaim JHT secara berkelanjutan.</p>Hanif Fauzan HarisudinArif Imam Suroso Suhendi Suhendi
Copyright (c) 2026 Hanif Fauzan Harisudin, Arif Imam Suroso , Suhendi Suhendi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108750876610.58344/locus.v5i10.6353Kesesuaian Kawasan Perumahan dengan Rencana Tata Ruang di Kota Kota Bogor
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6250
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian pembangunan perumahan dengan penataan ruang di Kota Bogor, mengingat pesatnya pertumbuhan permukiman perkotaan yang berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian tata ruang dan tekanan terhadap lingkungan. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai proses, praktik, dan dinamika kesesuaian pembangunan perumahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bogor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan para pemangku kepentingan utama, observasi lapangan di kawasan perumahan terpilih, serta analisis dokumen kebijakan dan peraturan penataan ruang. Partisipan dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka mengenai pembangunan perumahan dan penataan ruang. Hasil penelitian mengidentifikasi beberapa tema utama, antara lain ketidaksesuaian spasial antara pembangunan perumahan yang ada dengan peruntukan lahan yang direncanakan, dominasi pertimbangan aksesibilitas dan ekonomi dalam keputusan pembangunan, serta lemahnya pengendalian dan pengawasan pemanfaatan ruang. Temuan ini menunjukkan bahwa kesesuaian tata ruang belum menjadi landasan utama bagi pembangunan perumahan di Kota Bogor. Penelitian ini berkontribusi pada literatur penataan ruang dengan menyajikan perspektif kualitatif serta memberikan implikasi bagi penguatan kebijakan pengendalian pemanfaatan lahan dan pengembangan perencanaan perumahan yang lebih berkelanjutan.</p>Hasbulloh HasbullohAkhmad Fauzi Sri Mulatsih Muhammad Rindi Alexandi
Copyright (c) 2026 Hasbulloh Hasbulloh, Akhmad Fauzi , Sri Mulatsih , Muhammad Rindi Alexandi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-062026-10-065108378838710.58344/locus.v5i10.6250Pendampingan Keluarga Risiko Stunting dan Keberfungsian Keluarga: Studi Kualitatif di Kota Tangerang
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6363
<p>Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pengaruh sosial pendampingan keluarga risiko stunting dan menganalisis dampaknya terhadap keberfungsian keluarga di Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuh informan (tiga informan kebijakan/pelaksana dan empat keluarga sasaran) yang dipilih secara purposive, dan dianalisis melalui Teori Dampak Sosial Bibb Latane serta McMaster Model of Family Functioning. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendampingan dapat dipahami melalui tiga unsur Teori Dampak Sosial yaitu kekuatan sumber pengaruh, kedekatan interaksi, dan keberagaman sumber pendampingan: kekuatan (strength) kader dibangun dari kedekatan kekerabatan dan legitimasi profesional; kedekatan (immediacy) diperkuat oleh kedekatan tempat tinggal dan frekuensi kontak informal; sementara jumlah sumber pengaruh (number) efektif bukan karena banyaknya orang yang hadir sekaligus, melainkan karena fungsi yang saling melengkapi antar-unsur Tim Pendamping Keluarga (TPK). Ditinjau dari McMaster Model, Narasi informan menunjukkan indikasi penguatan yang paling konsisten pada kemampuan keluarga mengenali dan menangani masalah Kesehatan serta mengikuti aturan perilaku kesehatan, sedangkan dimensi Communication, Roles, dan Affective Responsiveness relatif stabil karena bukan sasaran langsung intervensi. Keberfungsian keluarga secara menyeluruh tetap dibatasi oleh determinan struktural sosial-ekonomi yang berada di luar kewenangan TPK. Penelitian ini juga menemukan indikasi ketergantungan sebagian keluarga terhadap kader, sejalan dengan kelemahan Teori Dampak Sosial yang diakui Latane sendiri. Dengan demikian, dampak sosial pendampingan bersifat enabling dan selektif, bukan menyeluruh, sehingga keberhasilan program perlu ditopang oleh koordinasi lintas sektor untuk menjangkau determinan struktural yang berada di luar kapasitas pendampingan keluarga.</p>Nugroho Putro Baskoro Ida WidianingsihRiswanda Riswanda
Copyright (c) 2026 Nugroho Putro Baskoro, Ida Widianingsih, Riswanda Riswanda
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-192026-10-195109212922510.58344/locus.v5i10.6363Dynamic Effect of BI Rate on Non-Performing Loans in Indonesian Banking
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6257
<p>This study aimed to analyze the effects of the BI Rate, Production Index, exchange rate, and bank credit on nonperforming loans (NPLs) in the Indonesian banking sector from January 2020 to June 2025. A quantitative research approach was employed using the autoregressive distributed lag (ARDL) model to examine the short-run and long-run relationships among the variables. The study utilized monthly secondary data obtained from Bank Indonesia, the Financial Services Authority (OJK), and Statistics Indonesia (BPS). The findings revealed that, in the long run, the BI Rate and exchange rate had positive and statistically significant effects on NPLs, whereas the Production Index and bank credit did not exhibit statistically significant effects. In the short run, only certain variables demonstrated statistically significant relationships with NPLs. These findings suggested that monetary policy, particularly changes in the BI Rate, and exchange rate movements played important roles in determining bank loan quality in Indonesia. Meanwhile, the Production Index and bank credit were not identified as significant determinants of NPL fluctuations during the observation period. The study highlighted the importance of prudent credit risk management, particularly during periods of monetary tightening. Furthermore, the findings underscored the need for Bank Indonesia to consider the potential implications of higher policy interest rates for borrowers' repayment capacity and banking sector credit quality when formulating monetary policy.</p>Jesica JesicaDini Yuniarti
Copyright (c) 2026 Jesica Jesica, Dini Yuniarti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-152026-10-155108996900710.58344/locus.v5i10.6257Acute Traumatic Epidural Hematoma with Significant Midline Shift Following a Helmetless Motorcycle Accident: A Case Report on Emergent Craniotomy and Favorable Neurological Recovery in a Young Adult
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6373
<p>Traumatic epidural hematoma (EDH) is a neurosurgical emergency commonly observed in young men following high-energy head trauma, particularly motorcycle-related traffic accidents. Although EDH accounts for approximately 8% of traumatic brain injuries, timely surgical evacuation is associated with favorable neurological outcomes, whereas delayed diagnosis or treatment may result in rapid neurological deterioration and death. An 18-year-old male patient presented to the emergency department following a motorcycle crash without a helmet, with loss of consciousness, vomiting, and a laceration in the left supraorbital region. On admission, his Glasgow Coma Scale (GCS) score was 6 (E1V1M4), accompanied by anisocoria (pupillary diameters of 2 mm and 4 mm) and sluggish pupillary light responses. Noncontrast computed tomography (CT) of the head revealed a well-defined, biconvex hyperdense extra-axial collection in the left frontotemporoparietal region, associated with a 1.6-cm rightward midline shift, consistent with acute EDH. The patient underwent emergency craniotomy and hematoma evacuation. Postoperatively, his neurological status progressively improved, with the GCS score increasing from 6T to 15 within four days. He was subsequently extubated, transferred from the intensive care unit, and discharged home with a favorable neurological outcome. At outpatient follow-up, the surgical wound had healed well. This case illustrated the characteristic clinical and radiological features of acute traumatic EDH and emphasized the importance of rapid assessment, early neuroimaging, and timely surgical evacuation in preventing secondary brain injury. Despite the patient's initially low GCS score and substantial midline shift, favorable neurological recovery was achieved following emergency surgical intervention, consistent with evidence supporting early hematoma evacuation as a critical modifiable factor associated with improved survival and functional outcomes in patients with traumatic EDH.</p>Suhada Akmal Al KausarIlham Rizky Ernawan
Copyright (c) 2026 Suhada Akmal Al Kausar, Ilham Rizky Ernawan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-152026-10-155109008901810.58344/locus.v5i10.6373Penelitian Naratif Inquiry tentang Dukungan Ibu Terhadap anak - anak dengan Cerebral Palsy Untuk Mencapai Prestasi Akademik di Homeschooling House of Knowledge
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6264
<p>Penelitian ini mengeksplorasi peran penting ibu dalam mendukung anak dengan cerebral palsy di lingkungan homeschooling. Meskipun banyak penelitian telah mengkaji peran orang tua dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus, masih terdapat kesenjangan dalam literatur mengenai bagaimana ibu memaknai pengalaman mendampingi anak dengan cerebral palsy dalam konteks homeschooling, khususnya di Indonesia. Melalui pendekatan narrative inquiry, data dikumpulkan dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumen pendukung untuk mengungkap bagaimana dukungan emosional, fisik, dan akademik ibu sangat berpengaruh pada keberhasilan anak. Penelitian ini melibatkan dua hingga tiga orang ibu yang memiliki anak dengan cerebral palsy yang bersekolah di Homeschooling House of Knowledge. Meskipun ibu menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya, stigma sosial, dan tekanan emosional, strategi yang mereka kembangkan berkontribusi signifikan terhadap perkembangan anak. Temuan utama menunjukkan bahwa dukungan ibu bersifat multidimensional dan melibatkan proses rekonstruksi emosional, scaffolding dalam pembelajaran, serta pemaknaan ulang terhadap prestasi akademik. Studi ini menyoroti peran keluarga dalam pendidikan anak dengan cerebral palsy dan memberikan wawasan untuk kebijakan pendidikan inklusif serta pengembangan program pendampingan keluarga yang lebih komprehensif.</p>Fransisda Tiodora FerdiansyahIrah Kasirah M.Arif Taboer
Copyright (c) 2026 Fransisda Tiodora Ferdiansyah, Irah Kasirah , M.Arif Taboer
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108699871410.58344/locus.v5i10.6264Help Seeking Behavior Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga di Kota Tangerang
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6405
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pencarian bantuan (<em>help seeking behavior</em>) pada perempuan korban KDRT, termasuk faktor pendukung, hambatan, pemilihan sumber bantuan formal dan informal, serta evaluasi terhadap bantuan yang diterima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di UPTD PPA Kota Tangerang. Informan ditentukan melalui purposive sampling yang meliputi perempuan korban KDRT dan pihak-pihak yang terlibat dalam pelayanan perlindungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui pengorganisasian data, pembacaan dan pencatatan gagasan, pengkodean dan pengembangan tema, interpretasi, serta penyajian data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pencarian bantuan berlangsung secara bertahap dan dinamis, melalui tahap pre help seeking, decision, help seeking, dan evaluasi. Pada tahap pre help seeking, korban belum segera mengenali pengalaman yang dialaminya sebagai KDRT karena kebingungan, kecenderungan memaafkan, harapan terhadap perubahan pasangan, dan keterbatasan informasi. Keputusan mencari bantuan semakin kuat ketika kekerasan berulang, ancaman meningkat, serta keselamatan diri dan anak semakin terancam. Pemilihan sumber bantuan bergerak dari keluarga dan lingkungan terdekat, kader dan UPTD PPA sebagai layanan formal. Dukungan yang empatik, tidak menghakimi, informatif, dan disertai pendampingan menjadi faktor penting yang mendorong korban mengakses layanan. Bantuan formal memberikan perubahan positif berupa rasa didengar, meningkatnya pemahaman mengenai hak dan perlindungan, serta keberanian dalam mengambil keputusan. Meskipun demikian, ancaman pasangan, kerentanan ekonomi, pengasuhan anak, dan kebutuhan tempat tinggal aman masih menjadi hambatan. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa keberhasilan <em>help seeking behavior</em> ditentukan oleh keterkaitan kapasitas individual, dukungan sosial, akses informasi, dan respons kelembagaan yang berpusat pada korban serta berkelanjutan.</p>Agung PrawestiBinahayati Rusyidi
Copyright (c) 2026 Agung Prawesti, Binahayati Rusyidi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-162026-10-165109066907910.58344/locus.v5i10.6405Kepemimpinan Instruksional Berbasis AI: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Model-Model yang Muncul dalam Manajemen Pendidikan
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6270
<p>Kecerdasan buatan secara pesat tengah mengubah wajah manajemen pendidikan, Tinjauan literatur sistematis ini mengkaji model-model yang muncul di persimpangan antara AI dan kepemimpinan instruksional dalam kurun waktu 2020 hingga 2025. Dengan membedakan secara analitis antara AI prediktif (analitik pembelajaran dan <em>educational data mining</em>) dan AI generatif (model bahasa besar), tinjauan ini melakukan sintesis terhadap bukti-bukti terbaru mengenai bagaimana kedua keluarga teknologi tersebut dapat—secara terpisah maupun secara terintegrasi—mendukung pengambilan keputusan instruksional, supervisi guru, serta pengembangan profesional yang berkelanjutan. Tinjauan ini juga secara eksplisit membahas risiko-risiko kritis yang sering diabaikan dalam wacana <em>techno-optimist</em>, termasuk potensi deskilling profesional guru, <em>over-surveillance algoritmik</em>, dan disonansi semantik kebijakan yang melingkupi istilah "<em>Deep Learning</em>" dalam Kurikulum Merdeka. Dengan berpedoman pada panduan PRISMA dan menerapkan kriteria operasional AI yang ketat, tinjauan ini berhasil mengidentifikasi tren-tren utama, kerangka kerja kepemimpinan, pertimbangan etis, serta tantangan-tantangan implementasi yang berkaitan dengan kepemimpinan instruksional berbasis AI. Temuan-temuan menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, terdistribusi, dan adaptif paling sering dikaitkan dengan keberhasilan integrasi AI yang berkeadilan, sementara gaya teknokratis atau transaksional cenderung membatasi potensi AI hanya pada tataran efisiensi administratif. Tinjauan ini mengajukan kerangka kerja konseptual lima dimensi yang telah direvisi, yang secara eksplisit membedakan implikasi manajerial AI prediktif dan generatif sekaligus mengintegrasikan dimensi keselarasan terminologis kebijakan sebagai elemen kunci dari mediasi kontekstual. Implikasi bagi kebijakan, praktik, dan riset masa depan dibahas secara mendalam, dengan memberikan perhatian khusus terhadap keterbatasan sumber daya dan kekhasan konteks pendidikan Indonesia, termasuk usulan "Lima Pengaman Kepemimpinan Instruksional Berbasis AI" sebagai perangkat mitigasi praktis terhadap risiko-risiko yang teridentifikasi.</p>Himam Nur WahidinMardalena Mardalena Iwan Aprianto
Copyright (c) 2026 Himam Nur Wahidin, Mardalena Mardalena , Iwan Aprianto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-162026-10-165109162918110.58344/locus.v5i10.6270Pengaruh Pelatihan, Pengembangan Karir, serta Efikasi Diri terhadap Kinerja Mandor I PTPN IV Regional III dengan Mediasi Kepuasan Kerja
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6411
<p>Kinerja karyawan menjadi penentu penting keberhasilan organisasi, namun data kinerja Mandor I di PTPN IV Regional III periode 2020–2024 masih didominasi kategori cukup, bahkan tergolong sangat buruk pada 2021 dan 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan, pengembangan karir, dan efikasi diri terhadap kinerja Mandor I, baik secara langsung maupun melalui mediasi kepuasan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner online (<em>Google Form</em>) yang disebar kepada 84 responden menggunakan teknik saturated sampling pada seluruh Mandor I di unit kerja Provinsi Riau dan Sumatera Utara. Data dianalisis menggunakan <em>Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares </em>(SEM-PLS) dengan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan, pengembangan karir, efikasi diri, dan kepuasan kerja masing-masing berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja, sementara pelatihan, pengembangan karir, dan efikasi diri juga berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja. Selain itu, kepuasan kerja terbukti memediasi secara parsial hubungan ketiga variabel independen tersebut terhadap kinerja. Temuan ini mendukung relevansi goal setting theory dan menegaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi, pengembangan karir yang transparan, serta peningkatan efikasi diri melalui coaching menjadi strategi penting untuk meningkatkan kinerja Mandor I di PTPN IV Regional III.</p>Tri Putra Roito PasaribuArianto MuditomoRini Dwiyani Hadiwidjaja
Copyright (c) 2026 Tri Putra Roito Pasaribu, Arianto Muditomo, Rini Dwiyani Hadiwidjaja
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-192026-10-195109182920010.58344/locus.v5i10.6411Otoritas Hadis dalam Ritual Kematian Lokal: Analisis Kritis atas Dalil Pembacaan Al-Fatihah dan Keutamaan Lokasi Pemakaman
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6284
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna sosial-keagamaan praktik pembacaan Surah Al-Fatihah untuk jenazah dan pemilihan lokasi pemakaman di dekat masjid, pesantren, atau lingkungan orang saleh, serta mengkaji kualitas sanad dan matan hadis yang dijadikan dasar legitimasi praktik tersebut, dan menjelaskan posisinya dalam perspektif kritik hadis, ma?la?ah, ‘urf, dan living hadith. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumen, serta analisis takhrij hadis dan analisis tematik refleksif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Al-Fatihah telah menjadi ritual komunal yang berfungsi sebagai doa kolektif, penguat solidaritas sosial, dan sarana penghiburan emosional bagi keluarga duka. Pemilihan lokasi pemakaman dimaknai sebagai upaya memperoleh keberkahan melalui kedekatan dengan ruang religius. Secara tekstual, hadis yang digunakan sebagai dasar praktik berada pada kategori lemah (da‘if) dan palsu (mawdu’) serta tidak didukung matan yang kuat dalam sumber hadis sahih, sementara secara sosial praktik tersebut tetap memiliki legitimasi melalui otoritas kiai, ma?la?ah, ‘urf, dan living hadith. Penelitian ini menyimpulkan adanya transformasi otoritas dari validitas tekstual menuju otoritas praksis sosial dalam ritual kematian masyarakat Muslim Indonesia. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi living hadith dengan menjelaskan mekanisme re-otorisasi hadis lemah dalam praktik keagamaan berbasis budaya lokal.</p>Zhahratul AnnisyaNurul Budi Murtini
Copyright (c) 2026 Zhahratul Annisya, Nurul Budi Murtini
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108715873210.58344/locus.v5i10.6284Analisis Pengukuran Efisiensi Pemanfaatan Sumber Daya Unit Rawat Inap Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan Analisis Slack di RSUD Cut Meutia
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6416
<p>Pemanfaatan sumber daya yang optimal pada unit rawat inap merupakan faktor penting dalam meningkatkan efisiensi pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi teknis pemanfaatan sumber daya pada unit rawat inap kelas III <em>non-intensive care</em> di RSUD Cut Meutia menggunakan metode <em>Data Envelopment Analysis</em> (DEA) model <em>Banker, Charnes, and Cooper</em> (BCC) berorientasi input, serta mengidentifikasi sumber ketidakefisienan melalui analisis <em>slack</em>, <em>reference set</em>, dan target perbaikan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder tahun 2025 yang meliputi jumlah tenaga perawat dan jumlah tempat tidur sebagai variabel input, serta jumlah pasien rawat inap sebagai variabel output. Sebanyak 10 unit rawat inap digunakan sebagai <em>Decision Making Unit</em> (DMU) dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Win4DEAP2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 4 DMU telah mencapai efisiensi penuh dengan nilai efisiensi 1,000, sedangkan 6 DMU lainnya masih belum efisien dengan nilai efisiensi berkisar antara 0,782–0,941. Nilai rata-rata efisiensi sebesar 0,9347 menunjukkan bahwa secara umum tingkat efisiensi unit rawat inap telah mencapai 93,47%, namun masih terdapat potensi peningkatan efisiensi sebesar 6,53%. Analisis slack mengidentifikasi adanya kelebihan penggunaan tenaga perawat dan tempat tidur pada beberapa DMU serta kekurangan output pada satu DMU. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan meningkatkan efisiensi pelayanan rawat inap.</p>Karina KarinaSri Meutia Fatimah Fatimah
Copyright (c) 2026 Karina Karina, Sri Meutia , Fatimah Fatimah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109254927010.58344/locus.v5i10.6416Quality by Design and Operational Excellence in Pharmaceutical R&D: A Systematic Literature Review of Lean Six Sigma Integration
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6196
<p>Quality by Design (QbD), established through the International Council for Harmonisation (ICH) Q8(R2), Q9, and Q10 guidelines, provides a science-based framework for proactive quality assurance. Lean and Six Sigma, collectively referred to as Lean Six Sigma (LSS), offer complementary methodologies for waste elimination and process variability reduction, respectively. This systematic literature review critically analyzes the theoretical foundations and empirical evidence supporting the integration of QbD with Lean Six Sigma in pharmaceutical R&D, identifies methodological gaps in existing research, and proposes a conceptual direction for an integrated operational excellence framework. Following the PRISMA 2020 guidelines, a systematic search was conducted across the Scopus, PubMed, and ResearchGate databases using predefined inclusion and exclusion criteria. Studies published between 2015 and 2026 were considered. Twelve articles met the full eligibility criteria and were included in the final synthesis. All included studies demonstrated the strategic and operational compatibility of QbD with Lean and Six Sigma methodologies. The primary integration mechanisms identified were Design of Experiments (DoE), Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), process capability indices (Cp and Cpk), and structured problem-solving methodologies, including Define, Measure, Analyze, Improve, and Control (DMAIC) and Design for Six Sigma (DFSS). Reported benefits included reduced batch failures, shorter development cycles, improved regulatory compliance, and measurable cost savings. However, a significant research gap was identified: none of the reviewed studies proposed a formal, validated, end-to-end integrated framework that operationalizes QbD and Lean Six Sigma throughout the entire pharmaceutical R&D lifecycle. The integration of QbD with Lean and Six Sigma is theoretically coherent and empirically supported. The primary opportunity for novelty in this field lies in developing and validating a unified framework that embeds LSS operational tools within the regulatory structure of QbD across all stages of pharmaceutical R&D.</p>Revinta Kurnia SeptantiAkbar Adhiutama
Copyright (c) 2026 Revinta Kurnia Septanti, Akbar Adhiutama
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-132026-10-135108636865110.58344/locus.v5i10.6196Integration of Science and Religion: Analysis of Physics Teachers' Professional Competence in Strengthening the Islamic Character of Madrasah Aliyah Students in South Kalimantan
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6291
<p>This study aimed to analyze the professional competence of physics teachers and its role in strengthening the Islamic character of Madrasah Aliyah (MA) students in South Kalimantan. The study employed a mixed-methods approach, with quantitative and qualitative data collected concurrently through questionnaires, interviews, and documentation involving 12 physics teachers and 357 students from 10 MAs. The quantitative findings indicated that both teachers' professional competence and students' Islamic character were categorized as high, with a very strong positive correlation between the two variables (r = 0.800). The qualitative findings further showed that teachers' professional competence was reflected in their ability to integrate Islamic values, such as fathanah and environmental stewardship, into physics instruction. Nevertheless, several challenges remained, including the limited availability of integrated teaching materials and the presence of teachers whose academic qualifications were not aligned with physics education. The study concluded that the professional competence of physics teachers plays an important role in strengthening students' Islamic character and can be further enhanced through the development of integrated science–Islam lesson plans and the incorporation of local wisdom into physics instruction.</p>Sitti RahmasariFaqih El Wafa
Copyright (c) 2026 Sitti Rahmasari, Faqih El Wafa
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108978899510.58344/locus.v5i10.6291Perempuan Berkarya, Perempuan Berdaya: Studi Fenomenologi mengenai Makna Perempuan Karier di Komunitas Dikara Creative
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6422
<p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna perempuan karier berdasarkan pengalaman hidup anggota Komunitas Dikara Creative melalui perspektif fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi Alfred Schutz. Informan penelitian terdiri atas lima anggota Komunitas Dikara Creative di Kota Bandung yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña dengan mengacu pada konsep because motive dan in-order-to motive. Hasil penelitian menunjukkan enam tema utama, yaitu pengalaman dalam komunitas, makna perempuan karier, kesuksesan dan pengembangan potensi, karier dan pernikahan, perempuan berkarya dan berdaya, serta keseimbangan hidup. Pengalaman berkomunitas membentuk pemaknaan perempuan karier sebagai proses aktualisasi potensi, pengembangan diri, kebermanfaatan, serta keseimbangan antara kehidupan profesional, keluarga, sosial, dan spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa makna perempuan karier tidak terbentuk secara individual, melainkan dikonstruksi melalui pengalaman hidup dalam komunitas pemberdayaan perempuan yang mendukung pengembangan kapasitas, dukungan sosial, dan penguatan spiritual. Temuan ini memperkaya kajian fenomenologi Alfred Schutz mengenai pembentukan makna perempuan karier dalam konteks komunitas pemberdayaan perempuan.</p>Bella Putri LestariSiti Nur’aeni
Copyright (c) 2026 Bella Putri Lestari, Siti Nur’aeni
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108821883310.58344/locus.v5i10.6422Claim Submission Strategy for Jakarta Sewerage System Development Project Based on Standard Contract Management Body of Knowledge (CMBOK) Study Case PT.XYZ
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6204
<p>The implementation of construction work, particularly utility network installation, is generally required to comply with the provisions established in regulations stipulated by the local government. However, considering the actual conditions at the project site, several contractual clauses tend to be burdensome and cannot be fully complied with by the Contractor, thereby creating the potential for disputes and claims not only between the contracting parties but also among internal parties that had previously formed a Joint Venture. The highly complex and dynamic characteristics of construction work may increase potential risks related to cost and time and hinder the timely completion of the work. Therefore, an effective claim administration and documentation system is required to address these issues. This research aims to assist the Contractor in obtaining approval for claims related to additional costs and extensions of time as a means of mitigating the risk of claim rejection. The findings will subsequently be developed into a Standard Operating Procedure (SOP) for Joint Venture claim administration based on the Contract Management Body of Knowledge (CMBOK). Accordingly, this study employs a case study method to formulate strategic measures for minimizing claim rejection by analyzing the factors that predominantly contribute to claim disapproval, as identified in previous studies. By identifying the dominant risk factors in the implementation of the Joint Venture Integrated Project, the findings are expected to provide key measures for mitigating the risk of claim rejection.</p>Jaliyul MasmaroParwadi Moengin
Copyright (c) 2026 Jaliyul Masmaro, Parwadi Moengin
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-072026-10-075108443845310.58344/locus.v5i10.6204Evaluating User Satisfaction with the e-Kinerja Website Using Web Qual 4.0, PLS-SEM, and IPMA
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6297
<p>Digital performance management for civil servants requires an electronic government (e-government) website that is user-friendly, informative, secure, and reliable. This study evaluated user satisfaction with the e-Kinerja website at the Department of Industry, Transmigration, and Manpower of Tegal Regency by integrating WebQual 4.0, partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM), and importance–performance map analysis (IPMA). A quantitative survey using a census sampling approach included all 75 civil servants who used the website. Data were collected using a questionnaire that measured usability quality, information quality, service interaction quality, and user satisfaction on a five-point Likert scale. Descriptive analysis indicated that all constructs were rated highly, with mean scores of 3.964 for usability quality, 3.944 for information quality, 4.060 for service interaction quality, and 4.060 for user satisfaction. The structural model explained 77.1% of the variance in user satisfaction (R² = 0.771). The estimated path coefficients were positive for usability quality (? = 0.516), service interaction quality (? = 0.306), and information quality (? = 0.191). The IPMA results identified usability quality as the most influential construct, while indicators USQ3, USQ1, SIQ1, INQ1, and INQ2 emerged as key priorities for improvement. However, several measurement indicators did not fully satisfy the recommended convergent validity and reliability criteria, and bootstrapping results were unavailable to establish the statistical significance of the structural relationships. Consequently, the structural findings should be interpreted as exploratory rather than confirmatory. Overall, the findings provide practical recommendations for improving workflow clarity, ease of learning, system accessibility and stability, and information accuracy to enhance user satisfaction with the e-Kinerja website.</p>Suci LarasatiAji Supriyanto
Copyright (c) 2026 Suci Larasati, Aji Supriyanto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108958896810.58344/locus.v5i10.6297Conversion to Thoracotomy After Neoadjuvant Immune Checkpoint Inhibitor Therapy for Resectable Non-Small Cell Lung Cancer: A Systematic Review and Meta-Analysis of Predictors, Technical Complexity, and Perioperative Outcomes
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6429
<p>Neoadjuvant chemoimmunotherapy has become an established treatment option for selected patients with resectable non-small cell lung cancer (NSCLC), although treatment-associated hilar fibrosis may increase surgical complexity. Conversion from minimally invasive surgery to open thoracotomy is an important indicator of technical difficulty; however, it has generally been reported as a secondary outcome and has not been comprehensively synthesized as a primary endpoint. This systematic review and meta-analysis aimed to estimate the incidence of conversion to thoracotomy following neoadjuvant immune checkpoint inhibitor (ICI)-based therapy and identify factors contributing to variability across studies. PubMed, Embase, Scopus, Web of Science, and the Cochrane Central Register of Controlled Trials (CENTRAL) were searched from database inception through September 19, 2026. Two independent reviewers screened studies, extracted data, and assessed methodological quality, resolving disagreements through discussion. Full-text articles were reviewed to determine eligibility. Studies were included if they enrolled adults with resectable NSCLC who received neoadjuvant ICI-based therapy, underwent an attempted minimally invasive pulmonary resection, and reported sufficient data to determine conversion events and the corresponding denominator. Conversion proportions were pooled using the Freeman–Tukey double-arcsine transformation and a DerSimonian–Laird random-effects model. The certainty of evidence was assessed using the Grading of Recommendations Assessment, Development and Evaluation (GRADE) approach. Twenty studies comprising 1,221 attempted minimally invasive resections reported 164 conversions to thoracotomy. The pooled conversion rate was 12.2% (95% confidence interval [CI]: 9.0%–15.8%), with moderate between-study heterogeneity (I² = 51.7%) and a 95% prediction interval of 3.2%–24.9%. Surgical approach was associated with significant variation in conversion rates, which were 1.9% in robotic-assisted thoracic surgery (RATS) series, 12.4% in video-assisted thoracoscopic surgery (VATS) series, and 14.6% in series involving mixed surgical approaches (p = 0.006). Overall, approximately one in eight attempted minimally invasive pulmonary resections following neoadjuvant ICI-based therapy required conversion to open thoracotomy. Surgical approach was associated with differences in conversion rates across studies, whereas geographic location and cohort size were not identified as significant sources of variation.</p>Stevano MengkoPedro SutrisnoElia Afry Parlindungan Hutapea
Copyright (c) 2026 Stevano Mengko, Pedro Sutrisno, Elia Afry Parlindungan Hutapea
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-152026-10-155109029904610.58344/locus.v5i10.6429Analisis Kinerja Condenssor pada Mesin Pendingin Bahan Makanan di Atas Kapal MV. Noah Safira
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6217
<p>Mesin pendingin merupakan salah satu pesawat yang tidak kalah penting dalam menunjang kelancaran pengoperasian kapal, khususnya dalam pendinginan bahan makanan. Salah satu sistem yang banyak digunakan di atas kapal adalah system multievaporator, yang berfungsi menyimpan bahan makanan dan minuman sesuai dengan suhu penyimpanan yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab tidak normalnya suhu pada ruang pendingin bahan makanan beserta cara penanganannya, dengan fokus khusus pada penyebab, konsekuensi, dan solusi terhadap turunnya temperatur kondensor pada sistem pendingin udara. Penelitian dilaksanakan di atas kapal MV. Noah Safira milik PT. Solusi Pelayaran Nusantara pada tanggal 02 hingga 04 Agustus 2024.Hasil penelitian menunjukkan bahwa endapan pada pipa kondensor dan adanya udara di dalam kondensor menjadi penyebab utama turunnya temperatur kondensor mesin pendingin. Selain itu, air pendingin yang kotor mengakibatkan penurunan jumlah freon yang berhasil dikondensasikan, sementara kurangnya perawatan dan pengawasan turut memperparah kondisi komponen. Ditemukan pula bahwa penyumbatan pada filter serta katup ekspansi (expansion valve) yang tidak berfungsi secara sempurna menyebabkan suhu tidak normal pada mesin pendingin bahan makanan. Dampak dari kondisi ini adalah suhu ruangan yang tidak tercapai, karena freon yang seharusnya berubah menjadi zat cair saat memasuki kondensor justru mengalami kekurangan akibat endapan tersebut, sehingga kinerja mesin secara keseluruhan menurun.Sebagai upaya penanganan, dilakukan pembersihan kotoran pada pipa-pipa kapiler menggunakan sikat (brush), penyemprotan air ke dalam pipa-pipa kondensor, serta pembersihan tube kondensor menggunakan besi panjang. Selain itu, perawatan rutin sesuai dengan Plan Maintenance System (PMS) perlu dilaksanakan secara konsisten guna mencegah terulangnya gangguan serupa di kemudian hari.</p>Carles Y.A NalleYudhiyono YudhiyonoDermawan H Tangke Isman Rhomadi
Copyright (c) 2026 Carles Y.A Nalle, Yudhiyono Yudhiyono, Dermawan H Tangke, Isman Rhomadi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-052026-10-055108286829610.58344/locus.v5i10.6217Strategi Pengembangan Karakter Empati dan Kesadaran Sosial pada Santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kabupaten Tegal
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6305
<p>Pengembangan karakter empati dan kesadaran sosial menjadi salah satu tantangan pendidikan Islam di tengah meningkatnya kecenderungan individualisme pada remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan karakter empati dan kesadaran sosial santri serta mengungkap mekanisme internalisasi nilai yang berlangsung dalam budaya pesantren di Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan pimpinan pesantren, musyrif, ustaz, dan santri yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking untuk meningkatkan kredibilitas temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karakter empati dan kesadaran sosial dibangun melalui empat mekanisme utama, yaitu (1) internalisasi nilai melalui budaya pesantren berbasis pembiasaan, (2) keteladanan kolektif yang melibatkan pimpinan, ustaz, musyrif, santri senior, dan teman sebaya, (3) penguatan interaksi sosial yang menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, dan kerja sama, serta (4) transformasi karakter yang ditandai oleh meningkatnya empati, kesadaran sosial, kemampuan menyelesaikan konflik, dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya pesantren berfungsi sebagai ekosistem pendidikan karakter yang mengintegrasikan pembiasaan, keteladanan, interaksi sosial, dan internalisasi nilai-nilai Islam secara berkelanjutan sehingga empati berkembang sebagai pengalaman hidup sekaligus karakter yang terinternalisasi dalam diri santri. Temuan ini memperluas kajian pendidikan karakter Islam dengan menawarkan perspektif mengenai budaya pesantren sebagai mekanisme integratif dalam pembentukan empati dan kesadaran sosial.</p>Muhammad DanuwiyotoIbnu Hasan
Copyright (c) 2026 Muhammad Danuwiyoto, Ibnu Hasan
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108926893610.58344/locus.v5i10.6305The Effect of The RADEC Model on Students' Conceptual Understanding and Critical Thinking Skills in Animalia Classification
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6433
<p>This study was motivated by the prevalence of teacher-centered instruction in biology classrooms, which limits students' conceptual understanding and hinders the development of critical thinking skills. These challenges are particularly evident in animal classification, which involves complex taxonomic concepts and requires systematic reasoning. Therefore, a more structured and student-centered instructional approach is needed. This study aimed to examine the effects of the Read, Answer, Discuss, Explain, and Create (RADEC) learning model on students' conceptual understanding and critical thinking skills in animal classification. A quasi-experimental design was employed, involving 70 tenth-grade students from SMA Negeri 18 Jakarta who were assigned to experimental and control groups. Data were collected using essay-based written assessments designed to measure conceptual understanding and critical thinking skills. Preliminary statistical analyses included the Shapiro–Wilk test for normality, Levene's test for homogeneity of variance, and Box's M test for equality of covariance matrices. The results indicated that the relevant statistical assumptions were satisfied. Subsequently, multivariate analysis of variance (MANOVA) was performed, followed by univariate analyses to examine differences between the groups. The findings revealed statistically significant differences in learning outcomes between the experimental and control groups. Overall, the implementation of the RADEC learning model had a significant positive effect on students' conceptual understanding and critical thinking skills in animal classification.</p>Arief NurdiyantonoDiana Vivanti SigitRizhal Hendi Ristanto
Copyright (c) 2026 Arief Nurdiyantono, Diana Vivanti Sigit, Rizhal Hendi Ristanto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109387940210.58344/locus.v5i10.6433Analysis of Junior High School Students’ Critical Thinking Skill Profile on Ecosystem Topic
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6230
<p>This study aims to describe junior high school students’ critical thinking skills in the context of the ecosystem topic and examine the relationship between the use of website-based learning media and students’ critical thinking skills. Data were collected using critical thinking skills tests and questionnaires assessing students’ responses to website-based learning. Both qualitative and quantitative data analysis techniques were employed. The results revealed that students demonstrated the lowest performance on the basic support indicator, with a score of 27%. The questionnaire results indicated that 46% of students agreed and 29% strongly agreed that website-based learning could enhance their learning motivation and contribute to the development of their critical thinking skills. These findings suggest that students’ critical thinking skills remain relatively low and require further improvement. One potential approach is to integrate problem-based learning with website-based learning media to create a more engaging learning environment, facilitate students’ understanding of ecosystem concepts, and support the development of their critical thinking skills.</p>Nimas ArumningtyasSukarmin Sukarmin Mohammad Budiyanto
Copyright (c) 2026 Nimas Arumningtyas, Sukarmin Sukarmin , Mohammad Budiyanto
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109431943910.58344/locus.v5i10.6230Efektivitas Permainan Bola Warna Memori terhadap Fungsi Kognitif dan Tingkat Kebahagiaan Lansia di Panti Werdha X
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6320
<p>Panti Werdha X adalah lembaga pelayanan sosial yang memberikan tempat tinggal, perawatan, pembinaan, serta pelayanan sosial kepada lansia agar tetap memperoleh kesejahteraan dan kehidupan yang layak. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan peneliti terhadap lansia di Panti X, sebagian lansia mengeluhkan bahwa mereka menjadi lebih mudah lupa, sulit mengingat suatu informasi, serta mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi. Kondisi tersebut membuat beberapa lansia merasa sedih dan khawatir tentang kemampuan mereka seiring bertambahnya usia. Penurunan pada aspek memori mencerminkan adanya penurunan fungsi kognitif. Selain itu, penurunan fungsi kognitif juga dapat berdampak pada tingkat kebahagiaan lansia. Temuan tersebut menjadi dasar bagi peneliti untuk mengkaji upaya yang dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif dan tingkat kebahagiaan lansia melalui intervensi permainan bola warna memori. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, jenis one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah para lansia di Panti X yang memiliki skor tinggi pada indikator mudah lupa dan sulit berkonsentrasi. Populasi pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur fungsi kognitif adalah SPMSQ (Short Portable Mental Status Questionnaire), dan untuk mengukur tingkat kebahagiaan menggunakan SHS (Subjective Happiness Scale). Intervensi dilakukan sebanyak 2 sesi dengan menggunakan permainan bola warna memori, yaitu aktivitas yang dilakukan untuk melatih kemampuan memori dengan cara mengamati, mengingat, dan menyusun kembali urutan bola berdasarkan warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi permainan bola warna memori tidak terdapat perbedaan yang signifikan terhadap fungsi kognitif lansia berdasarkan uji Wilcoxon signed-rank test (Z = -1,832; p = 0,067).</p>Ika Puspita Putri Jihaan Nahaary
Copyright (c) 2026 Ika Puspita Putri, Jihaan Nahaary
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109246925310.58344/locus.v5i10.6320Interaksi Parasosial AI Karakter dalam Game Otome Indonesia
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6444
<p>Kecerdasan buatan (AI) telah berkembang hingga bisa digunakan untuk berperan sebagai karakter dari berbagai media, yang dapat berinteraksi dengan penggunanya dan membentuk hubungan trans-parasosial. Penelitian sebelumnya tentang hubungan parasosial (PSR) sebagian besar berfokus pada figur media manusia, dengan perhatian terbatas pada karakter yang digerakkan oleh AI dalam konteks game Otome, terutama dalam konteks budaya non-Barat. Studi dengan <em>mixed-method</em> ini menunjukkan dinamika hubungan tersebut di dalam komunitas pemain game Otome di Indonesia. Peneliti ini merekrut 674 partisipan dalam komunitas game Otome dan mengukur fanatisme, hubungan para-sosial, bersama dengan pertanyaan kualitatif mengapa pemain menciptakan hubungan parasosial dengan tokoh AI. Temuan studi ini menunjukkan tiga alasan utama penggunaan AI untuk memperpanjang hubungan PSR: interaksi sosial (61,8% respons), eksplorasi naratif dan kreatif (28,4%), dan rekreasi secara umum (9,8%). Dalam tema utama interaksi sosial, partisipan menekankan keterkaitan AI sebagai partner relasi: maleabilitas, ketersediaan yang terus menerus, dan perbandingan antara hubungan PSR dengan AI dan relasi pada umumnya dengan manusia lain. Secara kuantitatif, pengguna Character AI (CAI) melaporkan skor PSR yang jauh lebih tinggi (M = 104,675, SD = 11,68) dibandingkan non-pengguna (M = 98,826, SD = 14,774; t(672) = 5,697, p < 0,001) dan skor fanatisme yang jauh lebih tinggi (M = 53,101, SD = 10,725 vs. M = 48,723, SD = 10,160; t(672) = 5,442, p < 0,001). Studi ini menyimpulkan bahwa hubungan parasosial yang dimediasi AI berfungsi sebagai alternatif fungsional bagi pemain yang mencari pengalaman relasional yang fleksibel dan tidak menghakimi.</p>Gary Collins Brata WinardySanty Yanuar PranawatiPratiwi HozengPuti AuriraPingkan C.B. Rumondor
Copyright (c) 2026 Gary Collins Brata Winardy, Santy Yanuar Pranawati, Pratiwi Hozeng, Puti Aurira, Pingkan C.B. Rumondor
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-162026-10-165109120913410.58344/locus.v5i10.6444Sinergitas Antara Satuan Intelkam dan Satuan Reskrim Polres Nabire dalam Pengungkapan Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor di Wilayah Hukum Polres Nabire
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6236
<p>Samuel Dominggus Tatiratu C2412017 dengan judul “Sinergitas Antara Satuan Intelkam Dan Satuan Reskrim Polres Nabire Dalam Pengungkapan Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor Di Wilayah Hukum Polres Nabire. Dibawah bimbingan Fitriyah Ingratubun sebagai pembimbing I dan Yohanis Sudiman Bakti sebagai pembimbing II.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk sinergitas antara Satuan Intelijen Keamanan (Intelkam) dan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) dalam pengungkapan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Nabire, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas sinergitas tersebut.Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis empiris. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan personel Sat Intelkam, Sat Reskrim, korban, dan pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur, jurnal ilmiah, dan dokumen kepolisian. Seluruh data dianalisis secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif analitis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas antara Satuan Intelkam dan Satuan Reskrim diwujudkan melalui koordinasi, pertukaran informasi intelijen, dukungan operasional, dan pelaksanaan operasi bersama yang mendukung efektivitas penyelidikan dan penyidikan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Efektivitas sinergitas dipengaruhi oleh faktor internal yang meliputi komunikasi, koordinasi, profesionalisme personel, pemahaman tugas dan fungsi, serta kepercayaan antar personel. Selain itu, terdapat faktor eksternal berupa ketersediaan sarana dan prasarana, kondisi geografis wilayah hukum, perkembangan modus operandi pelaku, dan partisipasi masyarakat.Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergitas antara Satuan Intelkam dan Satuan Reskrim di Polres Nabire telah berjalan cukup efektif dalam mendukung pengungkapan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Namun, peningkatan koordinasi, penguatan sistem pertukaran informasi, peningkatan kompetensi personel, serta pemenuhan sarana dan prasarana masih diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas penegakan hukum.</p>Samuel Dominggus TatiratuFitriyah IngratubunYohanis Sudiman Bakti
Copyright (c) 2026 Samuel Dominggus Tatiratu, Fitriyah Ingratubun, Yohanis Sudiman Bakti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-082026-10-085108543855310.58344/locus.v5i10.6236Employee Awareness of Food Waste, Waste Separation and Recycling Practices, and Organizational Sustainability Performance: A Systematic Literature Review
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6333
<p>Food waste has become a critical sustainability issue affecting organizational efficiency, environmental quality, and long-term sustainable development, particularly within the hospitality industry. Although food waste management has been widely studied, the relationships among Employee Awareness of Food Waste (EAFW), Waste Separation and Recycling Practices (WSRP), and Organizational Sustainability Performance (OSP) remain fragmented in the existing literature. This study conducts a Systematic Literature Review (SLR) to identify research trends, thematic patterns, theoretical perspectives, methodological approaches, and research gaps related to these constructs. Following the PRISMA 2020 guidelines, 365 records were identified, of which 48 peer-reviewed journal articles published between 2020 and 2025 met the inclusion criteria. Bibliometric analysis using VOSviewer and thematic synthesis were employed to examine the selected studies. The findings indicate that employee awareness of food waste promotes waste separation and recycling practices, which, in turn, contribute to organizational sustainability performance. However, existing studies have largely examined these constructs independently, with limited research integrating them into a comprehensive conceptual framework, particularly within the hospitality industry. This review contributes to the literature by synthesizing current knowledge, identifying critical research gaps, and proposing directions for future research aimed at developing integrated food waste management strategies that enhance organizational sustainability performance.</p>Ahmad Zaeni Z.MIndra Siswanti Yanto RamliAgustinus Hariadi Djoko
Copyright (c) 2026 Ahmad Zaeni Z.M, Indra Siswanti Yanto Ramli, Agustinus Hariadi Djoko
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-072026-10-075108467847710.58344/locus.v5i10.6333Effectiveness of Kaizen-Based Programmes in Improving Patient Safety Incident Reporting: A Systematic Review Protocol with Monte Carlo Validation
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6458
<p>Incident reporting is a fundamental component of organizational learning in patient safety. However, Kaizen-based continuous improvement programs designed to strengthen incident reporting are often evaluated using report counts, which cannot distinguish improvements in reporting culture from increases in actual patient harm. This study aimed to develop and validate an analytical framework that differentiates these effects and establish a systematic review protocol for its application. The observed reporting rate was decomposed into three components: exposure, the true incident rate, and reporting propensity. A severity-stratified Reporting Propensity Index (RPI) was developed using partial identification bounds, alongside a behavioral reporting model, an assessment of bias in before-and-after study designs, and a sustainability half-life measure. Four Monte Carlo simulation studies encompassing 52 scenarios were conducted to evaluate estimator performance, and a systematic review protocol was developed in accordance with the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020 guidelines. Under the specified assumptions, the RPI estimator was unbiased and achieved nominal confidence interval coverage, whereas the conventional total-count estimator exhibited bias of up to ?0.35 log units. When assumptions were violated, the partial identification bounds contained the true parameter in at least 97.4% of simulation replications. Uncontrolled before-and-after designs overestimated intervention effects, consistent with theoretical predictions, while reusing baseline-period data in moderator analyses increased the false-positive rate to 20.7%. These findings suggest that severity-stratified incident reporting, analyzed using the RPI framework, may provide hospitals with a more reliable measure of reporting propensity and support evidence-based decisions regarding the implementation and evaluation of Kaizen-based patient safety improvement programs.</p>Andan Suryo WardaniDyah Wiji Puspita SariDwi Heppy RochmawatiMuh. Abdurrouf
Copyright (c) 2026 Andan Suryo Wardani, Dyah Wiji Puspita Sari, Dwi Heppy Rochmawati, Muh. Abdurrouf
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109415943010.58344/locus.v5i10.6458Pendampingan Pelaporan SPT Tahunan Badan melalui Coretax pada Perusahaan Konstruksi Berbasis SAK ETAP
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6244
<p>Sistem administrasi perpajakan Coretax resmi diberlakukan Direktorat Jenderal Pajak pada 1 Januari 2025 sebagai bagian dari Proyek Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP). Perubahan ini berdampak besar pada pelaporan pajak badan, khususnya perusahaan jasa konstruksi yang dikenakan Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat (2). Kegiatan pengabdian ini memberikan pendampingan teknis kepada PT A, perusahaan konstruksi berbasis SAK ETAP, dalam menyusun dan menyampaikan SPT Tahunan Badan Tahun Pajak 2025 melalui Coretax. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan konsultatif, meliputi analisis rekonsiliasi fiskal serta sinkronisasi data internal dengan basis data Coretax. Asesmen pemahaman berupa pre-test dan post-test diberikan kepada satu staf akuntansi dan satu staf perpajakan. Selama proses, ditemukan ketidaksesuaian pengakuan PPh Final Pasal 4 ayat (2) pada tiga transaksi perpindahan di tahun 2024: faktur PPN dan Berita Acara Penyelesaian terbit pada 2024 sesuai prinsip tingkat penyelesaian SAK ETAP Bab 20, sedangkan Coretax mencatat penghasilannya pada 2025 mengikuti tanggal penerbitan e-bupot. Seluruh selisih berhasil direkonsiliasi dan SPT disampaikan tepat waktu. Rata-rata skor pemahaman staf naik dari 60 menjadi 90. Temuan ini menegaskan adanya perbedaan waktu struktural antara pengakuan akrual SAK ETAP dan mekanisme pencatatan Coretax.</p>Suci Ramadhanti AhadRio Pratama Oscari Agus Munandar
Copyright (c) 2026 Suci Ramadhanti Ahad, Rio Pratama Oscari , Agus Munandar
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-062026-10-065108350835710.58344/locus.v5i10.6244Analisis Risiko pada Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah di Provinsi Nusa Tenggara Barat
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6354
<p>Proyek rehabilitasi dan renovasi madrasah memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi karena dilaksanakan pada bangunan eksisting sehingga berpotensi menimbulkan risiko yang memengaruhi waktu, biaya, mutu, dan keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor risiko, menentukan prioritas risiko, serta menyusun strategi mitigasi untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan proyek. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif melalui penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan menggunakan Indeks Kepentingan Relatif (IKR) untuk menentukan peringkat faktor risiko, dilengkapi uji validitas dan reliabilitas, <em>Severity Index</em> (SI) untuk penilaian risiko, serta analisis tingkat penerimaan risiko berdasarkan nilai kemungkinan dan konsekuensi. Hasil analisis digunakan untuk mengidentifikasi risiko yang termasuk kategori <em>unacceptable</em> dan <em>undesirable</em>. Hasil analisis menunjukkan bahwa teridentifikasi 48 faktor risiko yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan. Berdasarkan analisis menggunakan metode Indeks Kepentingan Relatif (IKR), faktor-faktor risiko tersebut dikelompokkan menjadi 2 faktor risiko sangat berpengaruh, 39 faktor risiko berpengaruh, dan 7 faktor risiko kurang berpengaruh. Faktor risiko yang paling dominan adalah desain awal tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan dengan nilai rata-rata 3,57, diikuti oleh kesalahan desain dengan nilai rata-rata 3,51. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek perencanaan dan desain merupakan faktor yang paling menentukan keberhasilan pelaksanaan proyek.</p>Akhmad Nurib HarjanHariyadi Hariyadi Buan Anshari
Copyright (c) 2026 Akhmad Nurib Harjan, Hariyadi Hariyadi , Buan Anshari
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-202026-10-205109332934210.58344/locus.v5i10.6354Impact of Special Allocation Fund for Irrigation and Agriculture on Rice Production in Indonesia
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6252
<p>Indonesia's rice production ranks among the largest in the world; however, it remained relatively stagnant, averaging 54.60 million tons per year from 2019 to 2022. One government policy aimed at increasing rice production is the Special Allocation Fund (Dana Alokasi Khusus [DAK]) for irrigation and agriculture. This fund is transferred from the central government to local governments and is intended to strengthen food security. This study aims to examine the effects of DAK for irrigation and agriculture on rice production while considering the expenditure authority of local governments across Indonesia. The units of observation comprise 441 regencies and cities that meet the criteria of having rice fields, maintaining continuous rice production, and receiving DAK for irrigation or agriculture during the 2019–2021 period. The methodology employed in this study is a fixed-effects model with panel-corrected standard errors (PCSE). The results indicate that only DAK for irrigation under regency/city authority has a positive and statistically significant effect on rice production, whereas the other examined factors do not show significant effects. Therefore, this study recommends optimizing the use of DAK for irrigation to support agricultural production. Additionally, the study recommends developing new rice-field areas outside Java; however, further technical and feasibility studies are required before new rice fields are established</p>Fikri NaufalBenedictus Raksaka Mahi
Copyright (c) 2026 Fikri Naufal, Benedictus Raksaka Mahi, Benedictus Raksaka Mahi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108969897710.58344/locus.v5i10.6252Optimalisasi Penjualan Produk Sayuran Organik dengan Pendekatan Analisis Asosiasi
https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6366
<p>Perusahaan distribusi sayuran organik sangat menghindari terjadinya produk yang tidak segar dikarenakan penyimpanan produk yang terlalu lama, khususnya pada perusahaan distribusi sayuran di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur ini. Dalam 3 tahun terakhir perusahaan mengalami penurunan transaksi yang dapat mengakibatkan produk-produk tersimpan terlalu lama, sehingga perusahan perlu meningkatkan penjualan dengan merekomendasikan produk kepada pelanggan. Berdasarkan data transaki-transaksi sebelumnya diharapkan dapat diolah untuk dapat membuat rekomendasi produk sesuai produk pertama yang diambil oleh pelanggan. Pada penelitian sebelumnya terdapat algoritma untuk menemukan aturan asosiasi yaitu metode Apriori, FP-Growth dan Eclat. Pada penelitian ini akan membandingkan metode asosiasi terlebih dahulu untuk menemukan aturan asosiasi yang terbaik berdasarkan data histori yang ada, dengan jumlah data sebanyak 120.642 data yang terjadi antara Juni 2020 sampai November 2022. Indeks yang digunakan untuk mengukur kebaikan association rule yang ditemukan meliputi support, confidence, dan lift. Selanjutnya jika sudah ditemukan algoritma terbaik maka akan dilakukan proses analisis asosiasi, diharapkan dapat menemukan aturan asosiasi dalam bentuk mapping yang dapat diimplementasikan untuk merekomendasikan produk yang tepat kepada pelanggan. Dalam proses mengolah data mining akan menggunakan metode CRISP-DM. CRISP-DM digunakan sebagai kerangka kerja standar untuk proses data mining yang digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi yang bermanfaat bagi perusahaan dalam mengatasi tantangan dalam menjaga kesegaran produk sayuran organik serta meningkatkan penjualannya.</p>Abdul HafizhFahri Muhamad KasypurohmanImelda Imelda
Copyright (c) 2026 Abdul Hafizh, Fahri Muhamad Kasypurohman, Imelda Imelda
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-10-142026-10-145108767878610.58344/locus.v5i10.6366