Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl <h3>About the Journal</h3> <p>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian is an international scientific journal, double-blind peer-reviewed, open acces journal published monthly by CV. Riviera Publishing</p> <p>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian provides a means for ongoing discussion of relevant issues that fall within the focus and scope of the journal that can be empirically examined. This journal publishes research articles covering health sciences, which includes: communication, management, economics, culture, Education, law, Social Health and religion that belong to the Social Science context.</p> <p>Journal has become a member of Crossref (Prefix:<a href="https://search.crossref.org/?q=2829-7334&amp;from_ui=yes">10.36418</a>) with Online ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220512410981008" target="_blank" rel="noopener">2829-7334</a> and Print ISSN <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20220426131073047" target="_blank" rel="noopener">2829-5439</a><br /><strong>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian</strong> service holds SINTA 3 accreditation, effective from Volume 1, Number 10 (2022) through Volume 6, Number 9 (2027).</p> <p><strong>Publication Frequency: </strong>Monthly</p> <p><strong>Language: </strong>Indonesian<strong>, </strong>English</p> <p><strong>Level of Publication:</strong> National</p> <div>Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian is indexed and abstracted in the following databases:<br /><br /></div> <div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://search.crossref.org/?q=2829-7334&amp;from_ui=yes">Crossref</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://scholar.google.com/citations?user=XliyCXkAAAAJ&amp;hl=id">Google Scholar</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/journal/view/24840">Garuda</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://openurl.ebsco.com/results?bquery=2829-5439&amp;page=1&amp;link_origin=www.ebsco.com">EBSCO</a></strong></div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"> </div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;">The journal has been listed in:</div> <div style="box-sizing: border-box; -webkit-font-smoothing: antialiased; text-align: left;"><strong style="box-sizing: border-box; font-weight: bold; -webkit-font-smoothing: antialiased;">- <a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2829-7334">ROAD</a></strong></div> </div> en-US <p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p> <ul> <li>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA).</a> that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.</li> <li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.</li> </ul> <p>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.</p> [email protected] (Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian) [email protected] (Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian) Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Hubungan antara Angka Kuman Udara dalam Ruang Rumah terhadap Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru pada Pasien Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Timur Tahun 2024 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6178 <div><span lang="EN">Menurut Laporan Tuberkulosis Global 2023, Tuberkulosis merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, dimana Indonesia (10%) sebagai penyumbang peringkat kedua kasus global. Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021 Kasus TB di DKI Jakarta terdapat 263 kasus per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian ini menggambarkan angka kuman dalam ruang rumah terhadap kejadian TB Paru. Dengan variabel independen angka kuman dalam ruang dan variabel dependen kejadian TB Paru (BTA positif). Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Jumlah sampel 59 kasus (BTA positif) dan 59 kontrol (BTA negatif) diuji menggunakan Chi Square dan regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara angka kuman dalam ruang rumah dengan kejadian TB Paru dengan nilai OR=73,61(9,54 - 567,57). Selain itu terdapat variabel faktor lingkungan yang berisiko terjadinya TB Paru yaitu jenis lantai ruangan dengan nilai OR=0,65 (95% CI=0,10-4,07); jenis dinding ruangan dengan nilai OR=1,00 (95% CI=0,136-7,34); kepadatan hunian rumah dengan nilai OR=1,22 (95% CI=0,59-2,52); ventilasi ruangan dengan nilai OR=1,36 (95% CI=0,62-2,96); pencahayaan ruangan dengan nilai OR=2,01 (95% CI=0,91-4,40); suhu ruangan dengan nilai OR=2,01 (95% CI=1,68-2,42) dan kelembaban ruangan dengan nilai OR=1,87 (95% CI=0,89-3,91). Hasil penelitian menunjukkan responden yang tinggal di rumah dengan angka kuman dalam ruang tidak memenuhi standard berisiko 73,61 kali menderita TB Paru dibandingkan dengan responden yang tinggal di rumah dengan angka kuman yang memenuhi syarat. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi upaya promotif dan preventif dalam pengendalian faktor lingkungan </span></div> Nemi Muhaeminah, Ririn Arminsih Wulandari Copyright (c) 2026 Nemi Muhaeminah, Ririn Arminsih Wulandari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6178 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Tanggung Jawab Pemerintah terhadap Ujaran Kebencian atas Nama Agama di Ruang Digital Program Studi Magister Hukum Universitas Pattimura Ambon 2026 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6382 <p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah menciptakan ruang digital yang berfungsi sebagai arena baru bagi kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan hukum. Ruang digital ini menawarkan peluang luas kepada publik untuk mengakses informasi, mengekspresikan pendapat, berkomunikasi, dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan publik. Namun, perkembangan ini juga menimbulkan berbagai masalah hukum, salah satunya adalah penyebaran ujaran kebencian. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dasar konstitusional pertanggungjawaban kementerian dan lembaga dalam memantau dan membatasi ujaran kebencian berbasis agama di ruang digital. Studi ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, dengan memanfaatkan pendekatan hukum dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab pemerintah terkait pemantauan ujaran kebencian di ruang digital terpenuhi tidak hanya melalui penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga melalui perumusan peraturan, pemantauan dan pengawasan konten digital, serta pengawasan penyedia sistem elektronik. Hal ini melibatkan pembagian peran di antara berbagai lembaga—khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Badan Siber dan Kriptografi Nasional (BSSN), dan pemerintah daerah yang bekerja sama dengan Forum Kerukunan Beragama (FKUB). Studi ini menyimpulkan bahwa tanggung jawab pemerintah terkait ujaran kebencian di ruang digital mencakup langkah-langkah pengaturan, pencegahan, administrasi, koordinasi, fasilitasi, perlindungan, dan penindasan, sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh hukum.</p> Lendy Sapulette, Barzah Latupono, Julista Mustamu Copyright (c) 2026 Lendy Sapulette, Barzah Latupono, Julista Mustamu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6382 Wed, 23 Sep 2026 00:00:00 +0000 Plastic and Microplastic in The Karang Tirta Estuary, Pangandaran Regency: A DPSIR Overview https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6227 <p>Karang Tirta is an estuary formed by the Citumang and Sidamulih Rivers, located in Pangandaran Regency, West Java Province, Indonesia. Previous studies have identified microplastic pollution in the sediment and water column of this estuary, making it a relevant site for investigating the impacts of plastic pollution in tropical aquatic ecosystems. This study aimed to identify the sources and impacts of plastic and microplastic pollution in the Karang Tirta Estuary and to design effective waste management strategies to reduce microplastic contamination. Employing a non-experimental mixed-methods approach, data were collected through interviews, observations, and literature reviews, and subsequently analyzed using the Driver–Pressure–State–Impact–Response (DPSIR) framework. The findings revealed that plastic waste originated from three main sources: the tourism sector, household and municipal solid waste, and local agro-industrial activities. Waste leakage was exacerbated by limited public awareness and inadequate waste management services. The presence of plastic and microplastic pollution posed significant environmental risks, affecting aquatic biota, ecosystem functions, and surrounding communities. Based on these findings, the study proposed a series of preventive and corrective measures. Preventive measures included reducing plastic and microplastic use, implementing extended producer responsibility, strengthening environmental education and community participation, and applying incentives and sanctions in waste management. Corrective measures included installing trash barriers, organizing local cleanup initiatives, and applying biodegradation techniques to reduce existing plastic pollution.</p> Jasmine Priyanka Budiono, Zahidah Hasan, R Mochamad Candra Wirawan Arief, Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi, Titin Herawati, Heti Herawati Copyright (c) 2026 Jasmine Priyanka Budiono, Zahidah Hasan, R Mochamad Candra Wirawan Arief, Tri Dewi Kusumaningrum Pribadi, Titin Herawati, Heti Herawati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6227 Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0000 Change Management and Organizational Culture in the Port Management: Pelindo Post Merger https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6386 <div><span lang="EN-US">The 2021 merger of PT Pelabuhan Indonesia (Persero), which integrated Pelindo I, II, III, and IV, represented a large-scale organizational transformation involving not only the consolidation of organizational structures and business processes but also systematic change management and organizational culture harmonization. This study aimed to analyze the change management strategies, organizational culture formation process, and effects of both factors on the post-merger organizational performance of PT Pelabuhan Indonesia (Persero). The study employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and company document analysis involving five key informants holding positions at the director, group head, and department head levels. The data were analyzed using narrative analysis through transcription, coding, theme identification, and systematic interpretation. The results showed that Pelindo’s successful transformation was supported by structured change management based on Kotter’s eight-step change model, inclusive leadership, transparent communication, employee involvement, and organizational culture harmonization. The internalization of AKHLAK values, strengthened cross-entity collaboration, and various transformation programs helped reduce resistance and establish a more cohesive organizational identity. The study concluded that merger success depended not only on structural and business process changes but also on the organization’s ability to manage human factors, organizational culture, leadership, government policy support, and an integrated combination of transformational and transactional leadership</span></div> Meidya Rahayu Chandra, Sari Wahyuni Copyright (c) 2026 Meidya Rahayu Chandra, Sari Wahyuni https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6386 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Determinants of Government Performance Accountability Moderated by Electronic-Based Government System (Study on Construction Services Development Board) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6263 <p>This study analyzes the determinants of Government Performance Accountability, with the Electronic-Based Government System (SPBE) serving as a moderating variable within the Construction Services Development Board of the Ministry of Public Works. Amid the ongoing push toward digital transformation in Indonesia’s public sector, understanding how such systems influence accountability outcomes has become increasingly relevant to strengthening governance in non-structural public institutions. The factors examined in this study are grounded in Agency Theory and Institutional Theory and were formulated by considering the findings of relevant previous studies. This study employs a quantitative research approach using primary data. Data were collected through an online questionnaire distributed to 131 respondents at the Construction Services Development Board of the Ministry of Public Works and subsequently analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that governance, regulations and policies, human resources, leadership commitment, performance-based budgeting, and the Government Internal Control System (SPIP) each have a positive and significant effect on Government Performance Accountability. Furthermore, the findings reveal that the Electronic-Based Government System (SPBE) significantly strengthens the effects of these factors on Government Performance Accountability, confirming its role as an effective moderating variable. These results suggest that digitalization not only supports administrative efficiency but also reinforces the underlying mechanisms of institutional accountability. Therefore, to enhance accountability within non-structural public institutions, the implementation and utilization of SPBE should be further strengthened alongside continued improvements in governance practices, human resource capacity, and leadership commitment across relevant government agencies.</p> Sutri Rahayu, Roekhudin Roekhudin , Arum Prastiwi Copyright (c) 2026 Sutri Rahayu, Roekhudin Roekhudin , Arum Prastiwi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6263 Thu, 10 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Online Customer Review terhadap Purchase Wisatawan pada Hotel Luxury (Studi Kasus Capella Ubud, Bali) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6392 <p>Ulasan pelanggan daring telah menjadi sumber informasi penting bagi wisatawan karena jasa hotel bersifat tidak berwujud dan sulit dievaluasi sebelum pembelian, terutama pada segmen akomodasi mewah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ulasan pelanggan daring terhadap niat pembelian wisatawan pada Capella Ubud, Bali, melalui Booking.com. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Responden berusia minimal 25 tahun, pernah mengakses Booking.com, serta pernah membaca ulasan mengenai Capella Ubud. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert lima tingkat dan dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulasan pelanggan daring memperoleh penilaian sangat baik, dengan kredibilitas ulasan sebagai dimensi yang memperoleh penilaian tertinggi, sedangkan niat pembelian juga berada dalam kategori sangat tinggi. Ulasan pelanggan daring berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian, ditunjukkan oleh koefisien regresi sebesar 0,403, nilai t sebesar 14,263, dan p &lt; 0,001. Model penelitian mampu menjelaskan 67,5% variasi niat pembelian. Temuan ini menegaskan peran strategis informasi digital dalam keputusan wisatawan hotel mewah. Dengan demikian, ulasan daring yang kredibel, relevan, seimbang, dan bermanfaat secara substansial memperkuat niat wisatawan untuk mempertimbangkan, memilih, dan memesan akomodasi hotel mewah melalui platform digital.</p> I Putu Kusmawan Aditya, Irene Hanna H. Sihombing, Ni Wayan Chintia Pinaria Copyright (c) 2026 I Putu Kusmawan Aditya, Irene Hanna H. Sihombing, Ni Wayan Chintia Pinaria https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6392 Sat, 26 Sep 2026 00:00:00 +0000 Penatalaksanaan Mukokel Bibir Bawah melalui Eksisi Bedah dengan Anestesi Lokal pada Pasien Anak https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6070 <p>Mukokel adalah lesi pseudokistik pada mukosa mulut yang terbentuk akibat ekstravasasi atau retensi lendir dari kelenjar ludah minor, dengan bibir bawah sebagai lokasi yang paling umum, terutama menyerang anak-anak dan remaja. Trauma lokal akibat kebiasaan parafungsional atau iritasi mekanis oleh struktur anatomi seperti tepi gigi seri yang tajam merupakan faktor predisposisi yang sering terjadi. Laporan ini menyajikan kasus mukokel bibir bawah pada pasien anak yang ditangani dengan eksisi bedah di bawah anestesi lokal, dikombinasikan dengan penghilangan faktor predisposisi melalui pengasahan tepi gigi seri yang tajam. Seorang pasien laki-laki berusia 10 tahun 4 bulan datang dengan lesi persisten pada mukosa labial bawah kiri berukuran sekitar 6 mm, yang tidak kunjung sembuh setelah lima kali kunjungan observasi. Pada kunjungan keenam, lesi tersebut telah bertangkai, dan dilakukan eksisi bedah. Prosedur dilakukan dalam kondisi aseptik dengan anestesi infiltrasi yang diberikan melalui jarum suntik aspirasi. Penjepit arteri dipasang di dasar tangkai dan ditekan hingga iskemia lokal tercapai; lesi kemudian dieksisi di atas penjepit menggunakan gunting bedah. Penutupan dilakukan dengan jahitan 5-0 menggunakan dua simpul terputus, diikuti dengan penggerindaan tepi insisal gigi 21 yang tajam untuk menghilangkan faktor predisposisi. Prosedur berjalan lancar. Pemeriksaan tindak lanjut satu minggu menunjukkan penyembuhan jaringan yang baik dan jahitan dilepas. Pada pemeriksaan tindak lanjut satu bulan, mukosa telah sembuh sepenuhnya tanpa keluhan atau tanda-tanda kekambuhan. Eksisi bedah di bawah anestesi lokal yang dikombinasikan dengan penghilangan faktor predisposisi merupakan modalitas yang efektif dan aman untuk penanganan mukokel bibir bawah pada anak, memberikan hasil penyembuhan optimal dengan risiko kekambuhan yang rendah.</p> Intan Winari, Meirina Gartika Copyright (c) 2026 Intan Winari, Meirina Gartika https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6070 Wed, 23 Sep 2026 00:00:00 +0000 Peran Hukum Perusahaan dalam Mendukung Kepemimpinan Direksi untuk Mewujudkan Good Corporate Governance https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6309 <p>Hukum perusahaan di Indonesia memiliki peran strategis dalam mengatur tata kelola perusahaan, termasuk dalam mendukung kepemimpinan direksi untuk mewujudkan <em>Good Corporate Governance</em> (GCG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran hukum perusahaan, khususnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), dalam mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab direksi guna menciptakan tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif (yuridis normatif) dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UUPT memberikan landasan hukum yang kuat bagi peran direksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 92 yang mewajibkan direksi bertindak dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab, serta Pasal 97 yang mengatur kewajiban penyusunan laporan tahunan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, hukum perusahaan juga memperkuat penerapan prinsip-prinsip GCG, yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran (<em>fairness</em>), melalui pengaturan pembagian kewenangan antara direksi, dewan komisaris, dan pemegang saham, serta kewajiban pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan hukum perusahaan secara efektif tidak hanya melindungi kepentingan pemegang saham dan investor, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya iklim usaha yang sehat, beretika, dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kesadaran dan pemahaman hukum bagi para pelaku usaha, khususnya direksi, serta penguatan pengawasan terhadap penerapan GCG di perusahaan.</p> Deni Kurniati, Paramita Prananingtyas Copyright (c) 2026 Deni Kurniati, Paramita Prananingtyas https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6309 Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 +0000 Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus dengan Edema Anasarka, Anemia, dan Hipoalbuminemia pada Anak: Laporan Kasus https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6402 <div><span lang="EN-US">Glomerulonefritis akut pasca-streptokokus (GNAPS) merupakan penyebab tersering sindrom nefritik akut pada anak dan umumnya ditandai hematuria, edema, serta hipertensi yang muncul 1–3 minggu setelah infeksi Streptococcus ?-hemolitikus grup A. Sebagian besar kasus memiliki prognosis baik, tetapi komplikasi seperti cedera ginjal akut (acute kidney injury/AKI), hipervolemia, dan hipertensi berat dapat terjadi. Seorang anak laki-laki usia 5 tahun 10 bulan datang dengan keluhan bengkak seluruh tubuh hingga wajah sejak satu minggu, disertai buang air kecil berwarna merah gelap seperti air cucian daging, penurunan frekuensi buang air kecil, lemas, dan pucat. Pemeriksaan fisik menunjukkan hipertensi berat dengan tekanan darah 154/123 mmHg, edema anasarka, dan edema periorbital. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hematuria masif dengan eritrosit urin &gt;50/LPB, proteinuria, hipoalbuminemia dengan albumin 3,0 g/dL, anemia dengan hemoglobin 9,0 g/dL, serta peningkatan ureum progresif hingga 68,7 mg/dL dengan kreatinin relatif normal. Temuan klinis dan laboratorium mendukung diagnosis GNAPS dengan komplikasi AKI dan hipervolemia. Pasien mendapatkan tata laksana suportif berupa restriksi cairan, diuretik, antihipertensi, dan antibiotik serta pemantauan fungsi ginjal secara serial di PICU. Kondisi klinis membaik dengan resolusi edema dan perbaikan urinalisis selama tujuh hari perawatan. GNAPS dapat memberikan manifestasi berat dengan edema anasarka, hipoalbuminemia, dan gangguan fungsi ginjal. Diagnosis dini, pengendalian hipervolemia dan hipertensi, serta pemantauan fungsi ginjal penting untuk mencegah komplikasi dan menentukan kebutuhan rujukan nefrologi anak.</span></div> Alif Aditya Farandila Saedi, Aura Justitia Leonita Faradila Saedi, Lilia Dewiyanti Copyright (c) 2026 Alif Aditya Farandila Saedi, Aura Justitia Leonita Faradila Saedi, Lilia Dewiyanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6402 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Normatifikasi Pelarangan Circular Shareholder dalam Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6075 <div><span lang="EN">Penelitian ini berangkat dari rumusan masalah mengenai bagaimana kedudukan circular shareholder dalam skema tindak pidana pencucian uang di Indonesia serta bagaimana normatifikasi dan pelarangan praktik tersebut sebagai upaya pencegahan tindak pidana pencucian uang. Permasalahan ini muncul karena struktur kepemilikan saham sirkular dalam jaringan holding subsidiary berpotensi menyamarkan pemilik manfaat (beneficial owner) dan memutus rantai pertanggungjawaban pidana korporasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kedudukan pemilik saham sirkular dalam perspektif pertanggungjawaban pidana korporasi serta merumuskan bentuk normatifikasi yang tepat guna mencegah penyalahgunaan struktur kepemilikan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode doktrinal dengan menelaah peraturan perundang-undangan, doktrin hukum pidana korporasi, serta konsep transparansi pemilik manfaat dalam rezim pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif di Indonesia belum secara eksplisit melarang praktik circular shareholder, sehingga membuka celah penyelundupan hukum dalam struktur kepemilikan korporasi. Skema ini berpotensi mengaburkan identitas pengendali korporasi dan menyulitkan pembuktian mens rea dalam penegakan hukum tindak pidana pencucian uang. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi norma melalui pelarangan eksplisit atas kepemilikan saham sirkular yang bersifat manipulatif, penguatan transparansi pemilik manfaat, serta perluasan doktrin pertanggungjawaban pidana korporasi guna menutup celah impunitas dan meningkatkan efektivitas penegakan hukum</span></div> Farsya Azzahra, Rosmini Rosmini, Ivan Zairani Lisi Copyright (c) 2026 Farsya Azzahra, Rosmini Rosmini, Ivan Zairani Lisi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6075 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Marketplace Kingdom Leadership: Developing an Integrative Christian Leadership Model for Christian Professionals and Entrepreneurs in Indonesia https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6331 <p>Christian professionals and entrepreneurs increasingly operate in marketplaces shaped by ethical pressures, technological changes, intense competition, and demands for social responsibility. However, Christian leadership is often confined to ecclesiastical settings, leaving limited guidance for integrating faith with professional and entrepreneurial practices. This study aimed to develop Marketplace Kingdom Leadership as an integrative leadership model for Christian professionals and entrepreneurs in Indonesia. Using a qualitative library research method and conceptual-theological analysis, the study reviewed scholarly literature on faith–work integration, servant leadership, ethical and authentic leadership, workplace spirituality, spiritual leadership, entrepreneurship, and Christian marketplace ministry. The literature was analyzed through concept identification, thematic categorization, theological–practical synthesis, and conceptual model formulation. The findings produced five interrelated dimensions: spiritual integrity, vocational calling, servant influence, professional excellence, and kingdom impact. Spiritual integrity provides the moral foundation; vocational calling gives work transcendent meaning; servant influence promotes empowerment and humane relationships; professional excellence establishes credible witness through competence; and kingdom impact directs business and professional activities toward justice, social responsibility, and mission. The study concludes that Marketplace Kingdom Leadership bridges theological commitments and organizational leadership theory by offering a framework for church formation, professional development, Christian business education, and future empirical instrument development across diverse sectors in Indonesia.</p> Sulastri Copyright (c) 2026 Sulastri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6331 Thu, 24 Sep 2026 00:00:00 +0000 Manajemen Perforasi Bifurkasi Iatrogenik dan Apeks Terbuka Menggunakan Mineral Trioxide Aggregate pada Gigi Molar Pertama Atas: Laporan Kasus https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6406 <p>Perawatan gigi dengan apeks terbuka menjadi tantangan klinis, terutama jika disertai perforasi bifurkasi yang dapat menurunkan prognosis akibat keterlibatan jaringan periodontal. Laporan kasus ini bertujuan memaparkan penatalaksanaan apeksifikasi dengan Mineral Trioxide Aggregate (MTA) pada gigi molar permanen dengan komplikasi perforasi bifurkasi. Seorang pasien perempuan usia 12 tahun dengan diagnosis pulpitis irreversible pada gigi 16 mengalami perforasi bifurkasi iatrogenik saat ekskavasi karies. Penanganan segera dilakukan dengan penutupan perforasi menggunakan MTA. Perawatan dilanjutkan dengan pemberian kalsium hidroksida sebagai medikamen intrakanal, kemudian dilakukan apeksifikasi menggunakan MTA sebagai apical plug, diikuti obturasi saluran akar. Evaluasi klinis dan radiografis menunjukkan hasil yang baik tanpa tanda inflamasi lanjutan. Penggunaan MTA terbukti efektif dalam menutup perforasi sekaligus membentuk barier apikal. Keberhasilan perawatan ditentukan oleh penanganan yang cepat, kontrol infeksi, dan pemilihan material yang tepat. <span lang="EN-US">Penggunaan Mineral Trioxide Aggregate (MTA) pada kasus apeksifikasi dengan perforasi bifurkasi menunjukkan hasil klinis dan radiografis yang baik. Keberhasilan perawatan dipengaruhi oleh penanganan perforasi yang cepat, kontrol infeksi, serta pemilihan material yang tepat.</span></p> Hilma Khoerunnisaa, Meirina Gartika Copyright (c) 2026 Hilma Khoerunnisaa, Meirina Gartika https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6406 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Developing a Sustainable Business Model for Bio-Propylene Glycol Based on Crude Glycerol in Indonesia https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6083 <p>Indonesia remains dependent on imported propylene glycol despite the availability of crude glycerol from the biodiesel industry, creating an opportunity for domestic low-carbon chemical production. This study aimed to develop and evaluate a sustainable business model for crude glycerol-based bio-propylene glycol production at PT Kilang Pertamina Internasional. The study developed a Business Model Canvas and an Operating Model Canvas, integrated them with the Triple Bottom Line framework, assessed financial feasibility using discounted cash flow analysis, conducted sensitivity analysis, and validated the model through site visits, stakeholder discussions, and focus group discussions. The 30,000-ton-per-year Balongan project demonstrated financial feasibility, generating a net present value of USD 49.8 million, an internal rate of return of 18.14%, a profitability index of 1.50, and a discounted payback period of 10.87 years. Product selling price, crude glycerol price, and capital expenditure were identified as the most influential variables affecting project feasibility. Integration with the existing Balongan refinery could improve utility utilization and operational efficiency, while the proposed model could create economic value through import substitution, social value through employment generation, and environmental value through waste valorization. The study concluded that the project was strategically promising, provided that PT KPI secured long-term feedstock supply, prospective offtakers, technology transfer, investment efficiency, and workforce readiness to support successful and sustainable commercial implementation.</p> Pungki Prayuda Ferdian, I Nyoman Pujawan Copyright (c) 2026 Pungki Prayuda Ferdian, I Nyoman Pujawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6083 Thu, 24 Sep 2026 00:00:00 +0000 Dampak Pelaksanaan Program Daurah Tahfidz terhadap Pembentukan Karakter Religius dan Mandiri bagi Siswa MI Muhammadiyah Ajibarang Kulon Kabupaten Banyumas https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6345 <p>Menurunnya pengamalan nilai-nilai keagamaan dan kemandirian siswa menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui program sekolah yang terstruktur. Salah satu upaya yang dilaksanakan MI Muhammadiyah Ajibarang Kulon, Kabupaten Banyumas, adalah Program Daurah Tahfidz yang memadukan kegiatan menghafal Al-Qur’an, pembiasaan keagamaan, dan pengenalan kehidupan pesantren. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Program Daurah Tahfidz serta kontribusinya terhadap pembentukan karakter religius dan mandiri siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, koordinator program, siswa peserta, dan orang tua. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahannya diuji menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program yang dilaksanakan selama satu bulan tersebut berkontribusi positif terhadap karakter religius siswa, yang tercermin dalam peningkatan kedisiplinan salat wajib dan sunah, kebiasaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, keaktifan mengikuti kegiatan keagamaan, serta kesediaan menjadi tutor sebaya. Karakter mandiri terlihat dari kemampuan siswa mengatur waktu, merencanakan dan mengulang hafalan secara mandiri, menyelesaikan tanggung jawab, membantu teman, serta menjalankan peran sebagai imam, tutor Iqro, dan mubaligh muda. Program ini juga menjadi sarana pengenalan kehidupan pesantren. Dengan demikian, Program Daurah Tahfidz merupakan kegiatan pendidikan yang efektif dalam memperkuat karakter religius dan mandiri melalui pembelajaran yang intensif, terstruktur, dan berbasis pengalaman.</p> Ratwo Ratwo, Ibnu Hasan, Darodjat Darodjat Copyright (c) 2026 Ratwo Ratwo, Ibnu Hasan, Darodjat Darodjat https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6345 Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000 A Structural-Relational Taxonomy for Integrating Safety and Quality Cost Components for Indonesian Public Apartment Construction: A Validation Study https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6098 <p>Safety and quality costs are often managed separately in construction projects, although both domains involve shared resources related to planning, training, inspection, supervision, and documentation. This separation may result in duplicated budgeting, overlooked cost components, and limited expenditure traceability. This study aimed to develop and validate a structural-relational taxonomy for integrating safety and quality cost components in Indonesian public apartment construction. A qualitative, instrument-based, and artifact-oriented research design was employed. An initial inventory of 70 cost components was evaluated by six experts with 15–30 years of professional experience using the item-level content validity index. The retained components were paired and classified based on shared resources, outputs, and functions. The validation process retained 30 components, consisting of 20 safety-cost components and 10 quality-cost components, which generated 200 cross-domain relationships. The mapping identified 185 independent, 10 complementary, and five partial relationships, with no full relationships identified. The overlapping relationships were primarily concentrated in planning and documentation, inspection and appraisal, and training activities. These relationships were subsequently transformed into a 32-component cost breakdown structure. The findings demonstrate that integration should be implemented selectively rather than universally. Partial relationships should integrate only shared resources, complementary relationships should be coordinated while maintaining separate budgets, and independent components should remain separate to prevent double counting and maintain accountability.</p> Febriyan Kharisma Dewa, Rully Andhika Karim, Eko Kusumo Copyright (c) 2026 Febriyan Kharisma Dewa, Rully Andhika Karim, Eko Kusumo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6098 Mon, 07 Sep 2026 00:00:00 +0000 Register Dati Pendaftaran Tanah sebagai Bukti Kepemilikan Hak Atas Tanah https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6350 <p>Pendaftaran tanah merupakan instrumen penting untuk menjamin kepastian hukum dan melindungi hak atas tanah di Indonesia. Namun, kepemilikan tanah adat dati di Ambon dan Kepulauan Lease umumnya masih didasarkan pada Register Dati yang tidak memuat informasi lengkap mengenai letak, luas, dan batas tanah. Penelitian ini bertujuan mengkaji kedudukan hukum, kekuatan pembuktian, dan kepastian hukum Register Dati sebagai bukti kepemilikan dalam sistem pendaftaran tanah nasional. Penelitian hukum normatif ini bersifat deskriptif-analitis dengan menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Bahan hukum primer dan sekunder dianalisis secara kualitatif melalui penafsiran gramatikal, sistematis, dan teleologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Register Dati merupakan bukti tertulis penting yang menerangkan riwayat serta hubungan hukum masyarakat adat dengan tanah dati. Meskipun demikian, kedudukannya tidak dapat disamakan dengan sertipikat hak atas tanah karena sering kali tidak dilengkapi data fisik dan yuridis yang akurat. Register Dati hanya berfungsi sebagai bukti permulaan yang perlu diperkuat melalui penguasaan fisik, keterangan saksi, keterangan pemangku adat, putusan pengadilan, dan verifikasi lapangan. Penelitian menyimpulkan bahwa harmonisasi hukum adat dan hukum pertanahan nasional diperlukan. Tanah dati perlu diadministrasikan dan didaftarkan secara resmi tanpa menghilangkan karakter komunal serta nilai adatnya. Langkah ini dapat mencegah tumpang tindih klaim sekaligus memberikan perlindungan hukum yang lebih kuat bagi masyarakat adat.</p> Lukman Darmi, Barzah Latupono, Novyta Uktolseja Copyright (c) 2026 Lukman Darmi, Barzah Latupono, Novyta Uktolseja https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6350 Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000 Makna Sustainability dalam Persepsi Audiens terhadap Sejauh Mata Memandang di Platform Digital https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6102 <p>Pertumbuhan industri fesyen yang pesat telah memperbesar persoalan lingkungan sehingga mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dan <em>slow fashion</em>. Penelitian ini bertujuan menganalisis cara audiens digital memaknai nilai <em>sustainability</em> yang dikomunikasikan oleh Sejauh Mata Memandang sebagai merek fesyen berkelanjutan Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik berdasarkan kerangka Braun dan Clarke. Data primer terdiri atas 617 komentar dan ulasan audiens yang dikumpulkan dari Instagram, TikTok, Shopee, dan Tokopedia selama Juni 2025 hingga Juni 2026. Teks digital yang relevan diseleksi, dikodekan, serta diklasifikasikan berdasarkan sentimen dan delapan kategori tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi audiens terbentuk melalui nilai keberlanjutan, kualitas produk, identitas budaya, gaya hidup estetis, citra premium, kesesuaian harga, bukti sosial, dan keterikatan emosional terhadap merek. Instagram terutama membangun makna simbolik dan aspirasi identitas melalui narasi visual, sedangkan TikTok menonjolkan pengalaman pengguna, tren, dan <em>social proof</em>. Sementara itu, <em>marketplace</em> berfungsi sebagai ruang evaluasi pascapembelian, dengan kualitas produk sebagai tema paling dominan sebanyak 64 tanggapan. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa keberlanjutan tidak dimaknai secara terpisah, melainkan berkaitan dengan kualitas fungsional, nilai budaya, makna simbolik, dan karakteristik setiap platform. Penelitian menyimpulkan bahwa merek fesyen berkelanjutan perlu menerapkan strategi komunikasi yang autentik dan spesifik sesuai karakteristik platform untuk memperkuat pemahaman, kepercayaan, dan keterlibatan audiens dalam jangka panjang.</p> Fhajria Noer Andini, Deyang Augustya , Denanti Bella Artiani Copyright (c) 2026 Fhajria Noer Andini, Deyang Augustya , Denanti Bella Artiani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6102 Tue, 22 Sep 2026 00:00:00 +0000 The Feasibility Study of A8 Pit Project in PT XYZ https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6358 <p>PT XYZ, a coal mining company in East Kalimantan, faces a strategic decision regarding the development of Pit A8, a boundary area adjacent to PT MAG’s concession. This study aimed to evaluate the financial feasibility of three operational alternatives: full joint operation, self-managed mining, and joint operation with independent coal marketing. The analysis employed Discounted Cash Flow (DCF) methods, including Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period (PBP), complemented by sensitivity analysis and Monte Carlo simulation to assess project uncertainty. The results indicated that all alternatives were financially feasible, as reflected by positive NPV values and IRRs exceeding the required rate of return. Among the alternatives, the joint operation with independent marketing demonstrated the highest financial performance, achieving an NPV of USD 209.52 million, an IRR of 438%, and a payback period of 0.59 years. Sensitivity analysis identified coal price and gross calorific value (GCV) as the most significant value drivers, while Monte Carlo simulation with 10,000 iterations produced an expected NPV of USD 248.62 million with a positively skewed distribution, indicating greater upside potential despite existing downside risks. The findings suggested that a hybrid joint operation model provided the optimal balance between operational efficiency and value creation. To ensure project sustainability, risk mitigation strategies, including price hedging, cost control, and integrated mine planning, are essential.</p> Maharani Ayuningtyas, Yunieta Anny Nainggolan Copyright (c) 2026 Maharani Ayuningtyas, Yunieta Anny Nainggolan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6358 Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000 How Much Protamine is Enough? Current Evidence and Controversies: A Narrative Review https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6120 <p>Protamine sulfate remains the standard agent for reversing unfractionated heparin following cardiopulmonary bypass (CPB). Conventional reversal is typically based on a fixed protamine-to-heparin ratio of 1 mg per 100 IU of heparin. However, increasing evidence indicates that this empirical approach may not accurately reflect residual circulating heparin levels at the end of CPB and may result in either inadequate reversal or protamine overdose. Excess protamine administration has been associated with platelet dysfunction, impaired thrombin generation, coagulopathy, and increased postoperative bleeding. This narrative review summarizes current evidence on individualized protamine dosing and discusses major controversies and future directions in precision anticoagulation reversal. A literature search was conducted in PubMed/MEDLINE, Embase, and the Cochrane Library for English-language studies published between 2021 and 2026, with earlier landmark studies included when relevant. Priority was given to randomized controlled trials, pharmacokinetic–pharmacodynamic studies, systematic reviews, and meta-analyses.Current evidence consistently demonstrates that individualized protamine dosing reduces total protamine exposure compared with conventional fixed-ratio protocols while maintaining effective heparin neutralization. Heparin concentration-guided strategies and low-dose protamine protocols have achieved comparable reversal outcomes without increasing postoperative bleeding or transfusion requirements. Pharmacokinetic–pharmacodynamic modeling suggests that a protamine-to-heparin ratio of approximately 0.625:1 may be adequate for most patients, substantially lower than traditional recommendations. Meta-analytic evidence further indicates improved coagulation-related outcomes and fewer bleeding complications with concentration-guided management, although definitive benefits regarding mortality, re-exploration for bleeding, and thrombotic events remain uncertain. Individualized protamine dosing represents a promising approach to optimizing anticoagulation reversal after CPB. Nevertheless, further large, multicenter randomized trials evaluating patient-centered outcomes are required before individualized dosing strategies can be recommended as the universal standard of care.</p> Brillyan T. Jehosua, Anas Alatas Copyright (c) 2026 Brillyan T. Jehosua, Anas Alatas https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6120 Thu, 10 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pendampingan Pemanfaatan Taman Hortikultura Sayuran di Kelurahan Tlogo Mas Kecamatan Lowok Waru Kota Malang https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6367 <p>Pemanfaatan lahan terbatas melalui taman hortikultura sayuran berpotensi memperkuat ketahanan pangan keluarga dan menciptakan peluang ekonomi masyarakat perkotaan. Namun, taman hortikultura di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana budidaya maupun usaha bersama. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota PKK dalam budidaya sayuran, manajemen produksi, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan pemanfaatan pekarangan rumah. Pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, pemberian sarana produksi, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi berkala. Mitra dilibatkan secara partisipatif dalam seluruh tahapan, mulai dari pelatihan hingga pemeliharaan dan pemanenan tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 80% dari 50 anggota PKK yang diundang mengikuti pelatihan. Seluruh peserta yang hadir memperoleh pemahaman mengenai budidaya hortikultura, manajemen produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan. Setelah pendampingan selama dua bulan, 70% peserta menerapkan budidaya sayuran di pekarangan rumah, sedangkan 30% lainnya belum menerapkannya karena lebih memilih tanaman hias dan mudah memperoleh sayuran di pasar. Meskipun belum ada peserta yang mengomersialkan hasil panen, pemanfaatan pekarangan telah membantu mengurangi pengeluaran pangan keluarga. Program ini meningkatkan kapasitas peserta dan mendukung kemandirian pangan, tetapi memerlukan pendampingan berkelanjutan, teknologi hemat lahan, dan penguatan pemasaran agar berkembang menjadi usaha hortikultura yang produktif.</p> Gumoyo Mumpuni Ningsih, Nur Ocvanny Amir Copyright (c) 2026 Gumoyo Mumpuni Ningsih, Nur Ocvanny Amir https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6367 Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000 Evaluasi Layanan Aplikasi Jakarta Kini (JAKI) Menggunakan Pendekatan Perceived Benefit dan Perceived Sacrifice pada Value-Based Adoption Model https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6141 <div><span lang="EN">Teknologi informasi telah mendorong transformasi pelayanan publik melalui implementasi e-government guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Salah satu implementasinya adalah aplikasi Jakarta Kini (JAKI), yaitu platform terintegrasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyediakan berbagai layanan publik dalam satu aplikasi. Meskipun memiliki fitur yang komprehensif, tingkat adopsi dan kepuasan pengguna JAKI masih relatif rendah. Oleh karena itu, pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi niat pengguna untuk mengadopsi aplikasi ini menjadi penting dalam upaya mengetahui kualitas aplikasi dan tingkat pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat masyarakat dalam mengadopsi aplikasi JAKI dengan menggunakan Value-Based Adoption Model (VAM). Model penelitian meliputi variabel Perceived Value, Perceived Enjoyment, Facilitating Condition, Technicality, Risk, dan Perceived Usefulness. Penelitian ini menggunakan PLS-SEM sebagai pengolah dan pengujian data dengan perangkat lunak Smart-PLS. Data dikumpulkan melalui survei daring dengan jumlah responden valid sebanyak 150 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Value adalah Facilitating Condition dan Perceived Enjoyment, sedangkan Risk dan Technicality menjadi faktor yang menurunkan persepsi nilai. Kemudian Perceived Usefulness belum menjadi faktor yang signifikan dalam membentuk Perceived Value, sehingga peningkatan jumlah fitur saja belum cukup tanpa diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pengguna</span></div> Ivan Prayoga Prawiro, Gunawan Wibisono Copyright (c) 2026 Ivan Prayoga Prawiro, Gunawan Wibisono https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6141 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Efektivitas Pembiayaan Murabahah dan Musyarakah dalam Mendukung Pengembangan Sektor Bisnis: Sebuah Kajian Konseptual untuk UMKM di Indonesia https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6371 <p>Artikel ini mengkaji sejauh mana pembiayaan murabahah dan musyarakah mampu mendukung pengembangan sektor bisnis, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui kajian literatur terhadap sejumlah penelitian terdahulu, artikel ini membandingkan karakter akad, tingkat risiko, dan dampaknya terhadap kinerja usaha, lalu menyusun sebuah kerangka konseptual pemilihan akad. Berbeda dari anggapan umum bahwa murabahah selalu mendominasi, data Statistik Perbankan Syariah OJK menunjukkan porsi musyarakah pada perbankan syariah nasional kini setara bahkan melampaui murabahah di tingkat agregat, sementara dominasi murabahah lebih terlihat pada segmen konsumtif dan mikro. Pola yang muncul cukup konsisten: murabahah unggul dari sisi kepastian angsuran, kesederhanaan implementasi, dan risiko yang terukur, sehingga sesuai untuk kebutuhan modal kerja rutin; musyarakah lebih menonjol dalam mendorong pertumbuhan usaha karena mengandalkan kemitraan dan pembagian risiko, meskipun menuntut pendampingan dan tata kelola yang lebih matang. Beberapa studi yang dirujuk, termasuk kajian pada Bank Syariah Indonesia di Metro dan Bandar Lampung, memperlihatkan kenaikan pendapatan dan kapasitas produksi UMKM setelah pembiayaan musyarakah disalurkan, terutama pada konteks pemulihan ekonomi pascapandemi. Namun sejumlah kajian juga mencatat bahwa skema bagi hasil belum diterapkan luas karena kompleksitas pengawasan dan risiko asimetri informasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa kedua akad sebaiknya diposisikan sebagai instrumen yang saling melengkapi sesuai karakter usaha dan tahap pertumbuhannya, serta mengusulkan kerangka dan proposisi yang dapat diuji secara empiris pada penelitian lanjutan.</p> Susi Marni, Tirton Nefianto, Danny Kunto Wibisono, Nani Cahyani, Andre Suryaningprang Copyright (c) 2026 Susi Marni, Tirton Nefianto, Danny Kunto Wibisono, Nani Cahyani, Andre Suryaningprang https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6371 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Analysis of The Relationship Between Safety Climate and Safety Behavior Among Construction Workers at PT X in 2026 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6165 <p>The construction industry in the oil and gas sector involves a high level of occupational safety risk due to its complex and dynamic work activities, involvement of multiple parties, and changing site conditions. In addition to the implementation of safety systems and procedures, a favorable safety climate is essential to support workers’ safety behavior. Therefore, this study aimed to analyze the relationship between safety climate and safety behavior, as well as individual factors, among construction workers at PT X in 2026. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design involving 230 workers selected through proportional random sampling. Safety climate was measured using the Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-50), while safety behavior was assessed using the Safety Behavior Scale. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses, including the Chi-square test, odds ratios (ORs), and 95% confidence intervals (CIs). The results showed that the mean safety climate score was 3.45 and the mean safety behavior score was 3.41 on a 1–4 scale. Based on the median cut-off value, 52.6% of respondents had an unfavorable safety climate, and 51.3% had unfavorable safety behavior. All dimensions of safety climate were significantly associated with safety behavior (p &lt; 0.001). Workers with an unfavorable safety climate had 16.94 times higher odds of exhibiting unfavorable safety behavior compared with workers with a favorable safety climate. The strongest association was found in Dimension 6, namely safety communication, learning, and trust in co-workers’ safety competence (OR = 18.00). A work tenure of 1–3 years was also significantly associated with safety climate (p = 0.049; OR = 1.94). This study concludes that strengthening safety behavior requires improvements in safety communication and learning, management commitment, supervisory roles, consistent implementation of safety procedures, and targeted development programs for workers with 1–3 years of tenure while continuing to consider the needs of other worker groups.</p> Siti Malikah Ningsih, Mila Tejamaya Copyright (c) 2026 Siti Malikah Ningsih, Mila Tejamaya https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6165 Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pelaksanaan Otonomi Daerah Terkait Pembentukan Administrasi Wilayah Distrik di Kabupaten Manokwari Selatan https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6377 <p>enelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Manokwari Selatan terkait pembentukan wilayah administrasi distrik serta faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 tentang Kecamatan sebagai variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama bagi daerah hasil pemekaran terletak pada kemampuan untuk mendanai dan mengelola keuangan secara mandiri. Dalam dua tahun, kabupaten/kota baru diharapkan mampu mengurangi ketergantungan finansial terhadap daerah induk dan provinsi. Dari segi regulasi, pemekaran daerah dimungkinkan sejak era Orde Baru hingga pasca Orde Baru, dengan perbedaan signifikan pada proses pengusulan pemekaran. Di masa Orde Baru, pemerintah pusat berperan dominan dalam menyiapkan pembentukan daerah otonom. Sementara itu, di era pasca Orde Baru, regulasi menekankan pada usulan pemekaran dari daerah sendiri, dengan proses penyaringan yang mempertimbangkan kapasitas daerah yang akan dibentuk. Selain pemekaran, penggabungan beberapa daerah juga menjadi opsi dalam pembentukan daerah otonom. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, pembentukan daerah bertujuan untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Pemekaran wilayah diharapkan mendekatkan layanan pemerintahan kepada masyarakat yang sebelumnya terabaikan. Temuan ini menekankan pentingnya pemenuhan syarat administratif, teknis, dan fisik dalam proses pembentukan kecamatan sesuai dengan peraturan yang ada.</p> Anthon Hendrikus Rumbruren, Max Bonsapia Copyright (c) 2026 Anthon Hendrikus Rumbruren, Max Bonsapia https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6377 Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0000 Konsep Rezeki Dalam Ta'lim Al-Muta'allim dan Relevansinya dengan Selfdetermination Theory: Menuju Model Transcendent Self-Determination Theory (T-Sdt) untuk Motivasi Belajar di Era Digital https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6179 <div><span lang="EN">Penelitian ini mengkaji konsep rezeki (rezeki ilahi) sebagaimana diartikulasikan dalam teks pedagogis Islam klasik Ta'lim al-Muta'allim oleh Burhan al-Din al-Zarnuji, dan relevansi teoretisnya dengan Teori Penentuan Nasib Sendiri (SDT) sebagai kerangka pemahaman motivasi belajar di era digital. Terlepas dari ekspansi pesat platform pembelajaran digital di Indonesia, paradoks tetap ada: penurunan motivasi di kalangan siswa Muslim terus dilaporkan bahkan ketika akses ke teknologi pendidikan meningkat, menunjukkan bahwa kerangka psikologis sekuler saja mungkin tidak sepenuhnya memenuhi kebutuhan motivasi siswa yang tertanam dalam agama. Penelitian ini menganalisis bagaimana wacana al-Zarnuji tentang rezeki – yang meliputi keikhlasan niat (niyat), ketekunan dan tinjauan (mujahadah dan murajaah), penghormatan terhadap ilmu dan guru (ta'dzim al-'ilm wa al-'ulama'), dan berkah ilahi (barakah)—sesuai dengan dan memperluas tiga kebutuhan psikologis dasar SDT, yaitu otonomi, kompetensi, dan keterhubungan. Dengan menggunakan desain penelitian perpustakaan kualitatif dengan pendekatan analitis-komparatif, penelitian ini mengkaji sumber primer (teks asli Ta'lim al-Muta'allim dan komentarnya, selain literatur SDT dasar) dan sumber sekunder dari jurnal nasional dan internasional terakreditasi (2019–2026) melalui analisis konten dan hermeneutika komparatif. Temuan ini menunjukkan bahwa konsepsi al-Zarnuji tentang rezeki berfungsi secara struktural sejajar dengan tiga kebutuhan dasar SDT sambil memperkenalkan dimensi transenden keempat yang tidak ada dalam teori asli: hubungan yang dirasakan orang percaya dengan Tuhan sebagai sumber utama penyediaan dan pengetahuan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan Transcendent Self-Determination Theory (T-SDT) sebagai perpanjangan teoritis SDT bagi pelajar Muslim, di mana transendensi spiritual beroperasi sebagai kebutuhan psikologis dasar keempat selain otonomi, kompetensi, dan keterhubungan.</span></div> Zainul Hakim, Jaja Suteja, Naeila Rifatil Muna Copyright (c) 2026 Zainul Hakim, Jaja Suteja, Naeila Rifatil Muna https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6179 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 The Legal Framework for Using Carbon Credits as Collateral in Indonesia: Validity, Enforceability, and Perfection of Security Interests https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6383 <div><span lang="EN-US">The development of carbon trading in Indonesia has transformed carbon credits from environmental policy instruments into emerging economic assets with potential applications in sustainable finance. This article examines the legal status and characteristics of carbon credits under Indonesian law, particularly their classification as intangible, transferable assets that may serve as objects of fiduciary security. Employing a normative juridical approach, this study analyzes the relevant provisions of Indonesian security law, particularly Law No. 42 of 1999 on Fiduciary Security, together with the carbon regulatory framework established under Presidential Regulation No. 110 of 2025 on the Administration of Carbon Economic Value Instruments and the Control of National Greenhouse Gas Emissions. The analysis demonstrates that carbon credits possess characteristics consistent with those of intangible, transferable assets and, in principle, may satisfy the legal requirements for fiduciary security because they are identifiable, transferable, and capable of being recorded through digital carbon registry mechanisms. Nevertheless, the absence of specific rules governing the use of carbon credits as collateral creates substantial legal uncertainty regarding their classification, valuation, registration, monitoring, and enforcement, which may undermine their bankability and acceptance by financial institutions. Accordingly, regulatory reform is required to establish a comprehensive framework governing the use of carbon credits as collateral, thereby strengthening creditor protection, facilitating sustainable financing, and supporting the development of Indonesia’s carbon market and broader climate policy objectives</span></div> Patrick Martin, Viyoneta Purnama Copyright (c) 2026 Patrick Martin, Viyoneta Purnama https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6383 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Model Penilaian Bahaya Konstruksi Berbasis Linguistik: Pengembangan Construction Project Hazard Index (CPHI) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6231 <p>Industri konstruksi minyak dan gas memiliki tingkat bahaya tinggi akibat kompleksitas pekerjaan multidisiplin, sistem proses, penggunaan alat berat, dan kondisi lapangan yang dinamis. Penilaian berbasis matriks risiko konvensional belum mampu merepresentasikan profil bahaya proyek secara hierarkis dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi <em>Construction Project Hazard Index</em> (CPHI) sebagai model penilaian bahaya berbasis linguistik pada proyek konstruksi migas. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan pengembangan model ini mengidentifikasi delapan komponen dan 24 atribut bahaya, kemudian menerapkannya pada Proyek EPF X di Sumatera Selatan. Tiga pemangku kepentingan menilai severity dan frequency setiap atribut. Penilaian linguistik dikonversi menggunakan <em>Trapezoidal Fuzzy Number </em>dan<em> Fuzzy Risk Index</em>, dibobotkan melalui <em>Analytical Hierarchy Process</em>, lalu diagregasi dengan <em>Choquet fuzzy integral</em> dalam kerangka <em>Multi-Criteria Decision Making</em>. Hasil menunjukkan nilai CPHI sebesar 0,5373 dalam kategori tinggi. <em>Process and System Complexity</em> memberikan kontribusi terbesar, sedangkan metode pelaksanaan dan ketidaksesuaian prosedur kerja memiliki nilai risiko atribut tertinggi sebesar 0,7144. Validasi <em>expert judgment</em> menghasilkan skor rata-rata 4,70 atau sangat valid. Analisis sensitivitas menunjukkan model stabil terhadap perubahan bobot global hingga ±10%, meskipun paling sensitif terhadap komponen <em>Process and System Complexity</em>. Disimpulkan bahwa CPHI layak digunakan sebagai alat penilaian untuk memprioritaskan pengendalian bahaya, inspeksi, dan alokasi sumber daya keselamatan pada proyek konstruksi migas.</p> Iqbal Prasetya Barrelvi, Tri Joko Wahyu Adi Copyright (c) 2026 Iqbal Prasetya Barrelvi, Tri Joko Wahyu Adi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6231 Mon, 07 Sep 2026 00:00:00 +0000 The Effect of Work Motivation and Workload on Employee Performance Mediated by Work Productivity in Employees of PT Bio Farma (Persero) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6388 <p>Global health uncertainty and increasing vaccine demand require PT Bio Farma (Persero) to maintain optimal employee performance. However, internal assessments indicate that performance targets have not yet been achieved optimally. This study examined the effects of work motivation and workload on employee performance and evaluated the mediating role of work productivity. A quantitative, descriptive-verificative, cross-sectional research design was applied. Primary data were collected through five-point Likert-scale questionnaires distributed to 326 employees selected from a population of 1,752 using simple random sampling. Data were analyzed using descriptive statistics and partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) with SmartPLS and 5,000 bootstrap resamples. The results showed that work motivation, workload, work productivity, and employee performance were rated as high to very high. Work motivation and workload significantly improved work productivity (? = 0.419 and ? = 0.452; p &lt; 0.001). Work productivity (? = 0.490; p &lt; 0.001) and work motivation (? = 0.345; p &lt; 0.001) significantly enhanced employee performance, whereas workload did not have a significant direct effect (? = 0.017; p = 0.365). Work productivity significantly mediated the effects of both work motivation and workload on employee performance. Therefore, strengthening employee motivation, managing workload proportionally, and fostering productivity were essential strategies for improving employee performance and organizational readiness.</p> Dendi Nurul Fadillah, Ferikawita Magdalena Sembiring Copyright (c) 2026 Dendi Nurul Fadillah, Ferikawita Magdalena Sembiring https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6388 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0000 Menakar Keberhasilan Kebijakan Ketahanan Pangan pada Pengelolaan Dana Desa dalam Pemberdayaan Masyarakat https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6268 <p>Ketahanan pangan merupakan isu strategis yang berkaitan erat dengan kemandirian desa dan kesejahteraan masyarakat. Dana Desa telah diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan, tetapi keberhasilannya masih dipengaruhi oleh kapasitas pengelola, kondisi wilayah, dan keberlanjutan kebijakan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keberhasilan kebijakan ketahanan pangan dalam pengelolaan Dana Desa serta mengidentifikasi faktor penghambat dan dampaknya terhadap pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Jembrana. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus ekstrem dan multilokus di Desa Yehembang dan Desa Candikusuma. Data diperoleh melalui wawancara semiterstruktur terhadap 15 informan, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Evaluasi kebijakan mengacu pada enam kriteria William N. Dunn, sedangkan pemberdayaan dianalisis menggunakan teori Julian Rappaport. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan telah berjalan cukup efektif, efisien, merata, responsif, dan tepat serta mampu meningkatkan partisipasi, kapasitas usaha, akses terhadap sumber daya produktif, dan peran BUMDes. Penyerapan anggaran Desa Yehembang meningkat dari 63,27% pada 2024 menjadi 99,33% pada 2025. Namun, program belum optimal dalam menghasilkan Pendapatan Asli Desa karena keterbatasan sumber daya manusia, pendampingan, infrastruktur, akses pemasaran, fluktuasi harga ternak, tingginya biaya pakan, dan perubahan prioritas anggaran. Disimpulkan bahwa kebijakan mendukung pemberdayaan masyarakat, tetapi memerlukan pendampingan, penguatan tata kelola BUMDes, dan kepastian pendanaan berkelanjutan.</p> Made Agus Adi Indrawan, Agus Fredy Maradona Copyright (c) 2026 Made Agus Adi Indrawan, Agus Fredy Maradona https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6268 Mon, 07 Sep 2026 00:00:00 +0000 The Influence of Load Imbalance, Market Structure Distortion, and Logistics Digitalization as Determinants of Truck Transportation Costs Through Supply Chain Collaboration: Empirical Evidence From the Logistics Industry in Indonesia https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6393 <div><span lang="EN-ID">The logistics transportation sector plays a critical role in supporting economic activities; however, the trucking industry in Indonesia continues to face challenges related to high transportation costs caused by load imbalance, market structure distortion, limited digital integration, and weak supply chain coordination. This study aimed to analyze the influence of load imbalance, market structure distortion, and logistics digitalization on truck transportation costs through supply chain collaboration as a mediating variable in the Indonesian logistics industry. The research employed a quantitative approach with an explanatory research design using a cross-sectional method. Data were collected from 203 respondents involved in distribution and transportation activities at PT Putera Sarana Usaha (PSU Expedisi) using purposive sampling. The data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM–PLS). The findings indicated that logistics digitalization, market structure distortion, load imbalance, and supply chain collaboration significantly influenced truck transportation costs. Logistics digitalization demonstrated the strongest effect on supply chain collaboration (? = 0.844), while supply chain collaboration contributed to reducing load imbalance and improving transportation efficiency. The structural model demonstrated strong predictive capability, with an R² value of 0.737 for truck transportation costs. This study implies that improving trucking efficiency requires integrated digital transformation, stronger collaboration among supply chain actors, reduction of empty backhaul movements, and the development of a more transparent and competitive logistics market structure</span></div> Arumdita Dian Kusumawati, Agus Purnomo , Maniah Maniah Copyright (c) 2026 Arumdita Dian Kusumawati, Agus Purnomo , Maniah Maniah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6393 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Analisis Strategi Komunikasi Rinso terhadap Konsumen Anak melalui Evaluasi Consumer-Based Brand Equity https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6072 <p>Persaingan industri barang konsumsi bergerak cepat menuntut merek untuk mengomunikasikan bukan hanya manfaat fungsional, tetapi juga makna dan pengalaman yang konsisten. Anak merupakan penerima pesan penting karena paparan merek sejak dini dapat membentuk kesadaran, persepsi, dan hubungan masa depan dengan merek. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi Rinso kepada konsumen anak menggunakan kerangka <em>Consumer-Based Brand Equity</em> (CBBE) Keller. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima anak yang menjadi sasaran komunikasi merek Rinso. Identitas partisipan disamarkan menjadi A1–A5, sedangkan pertanyaan disederhanakan sesuai perkembangan kognitif dan bahasa mereka. Data dikelompokkan dan diinterpretasikan berdasarkan enam dimensi CBBE: <em>brand salience, brand performance, brand imagery, consumer judgment, consumer feelings, </em>serta<em> consumer-brand resonance.</em> Hasil menunjukkan bahwa mayoritas partisipan mengenali Rinso sebagai deterjen, sementara seluruh partisipan memahami fungsi utamanya sebagai pembersih pakaian. Citra merek yang muncul berpusat pada kegiatan mencuci, kebersihan, keharuman, dan bentuk produk. Secara umum, partisipan memberikan penilaian dan respons emosional positif terhadap kinerja serta iklan Rinso. Namun, <em>consumer-brand resonance </em>belum konsisten: semua partisipan bersedia menggunakan Rinso, tetapi hanya tiga yang bersedia membicarakan atau merekomendasikannya. Penelitian menyimpulkan bahwa komunikasi Rinso efektif membangun kesadaran, pemahaman fungsional, dan persepsi positif pada anak, meskipun keterlibatan emosional perlu diperkuat untuk mendorong advokasi merek aktif.</p> Pandu Dwi Putranto, Bagas Moehammad Bramarsa F , Via Damayanti Agustin Copyright (c) 2026 Pandu Dwi Putranto, Bagas Moehammad Bramarsa F , Via Damayanti Agustin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6072 Mon, 07 Sep 2026 00:00:00 +0000 Behavior Guidance Considerations in a Preschool Child with Multiple Caries and Hyperactive Gag Reflex: A Case Report https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6315 <p>Managing dental treatment in preschool children with multiple carious lesions can be challenging, particularly when behavioral difficulties and physiological responses, such as an exaggerated gag reflex, interfere with clinical procedures. Effective behavior guidance strategies are essential to achieve successful treatment outcomes while maintaining the child’s comfort, cooperation, and psychological well-being. This case report aimed to describe the considerations and application of behavior guidance approaches in managing a preschool child with multiple carious lesions and a hyperactive gag reflex during dental treatment. A preschool-aged child presented with multiple dental caries requiring comprehensive restorative treatment. The treatment process was complicated by limited cooperation, dental anxiety, and an exaggerated gag reflex that interfered with intraoral examination and clinical procedures. An individualized behavior guidance approach was implemented, including communication techniques, gradual exposure, positive reinforcement, distraction techniques, and modification of clinical procedures according to the child’s tolerance. The treatment plan was adjusted based on the child’s behavioral responses and physiological limitations to minimize discomfort and improve cooperation. The implementation of individualized behavior guidance techniques improved the child’s acceptance of dental procedures and facilitated the progressive completion of required treatments. The approach reduced treatment-related anxiety and enabled clinicians to manage the gag reflex more effectively during dental care. Successful dental management of preschool children with multiple caries and a hyperactive gag reflex requires comprehensive assessment, individualized behavior guidance strategies, and appropriate adaptation of treatment procedures. A patient-centered approach can enhance cooperation, improve treatment feasibility, and promote positive dental experiences in young children.</p> Tifanny Yuliarti Pelawi, Iwan Ahmad Musnawirman, Asep Kemal Pasha Copyright (c) 2026 Tifanny Yuliarti Pelawi, Iwan Ahmad Musnawirman, Asep Kemal Pasha https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6315 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 How Digital Upskilling and Cognitive Load Shape Techno Fatigue: The Mediating Role of Work Autonomy https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6403 <p>This study analyzed the effects of digital upskilling and cognitive load on techno fatigue, both directly and indirectly through work autonomy, among technical employees of a central bank undergoing digital transformation. A quantitative explanatory design with a cross-sectional survey approach was applied. The population consisted of 284 technical employees from the Digital Technology Work Unit of Bank Indonesia, with 150 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using an online closed-ended questionnaire consisting of 40 five-point Likert-scale items and analyzed using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4, employing 5,000 bootstrap subsamples. The analysis was complemented by PLSpredict and importance-performance map analysis (IPMA). All seven hypotheses were supported. Digital upskilling reduced techno fatigue (? = ?0.181; p = 0.015) and increased work autonomy (? = 0.533; p &lt; 0.001), whereas cognitive load increased techno fatigue (? = 0.371; p &lt; 0.001) and reduced work autonomy (? = ?0.205; p = 0.005). Work autonomy reduced techno fatigue (? = ?0.424; p &lt; 0.001) and served as a complementary partial mediator for both digital upskilling (? = ?0.226; p &lt; 0.001) and cognitive load (? = 0.087; p = 0.010). The model explained 64.8% of the variance in techno fatigue. Digital competence reduced technology-related fatigue primarily by enhancing employees’ control over their work, whereas cognitive load operated predominantly through a direct strain pathway. Therefore, digital training programs should be accompanied by appropriate delegation of authority, while reducing unnecessary cognitive demands should be prioritized in intervention strategies.</p> Aliya Savitri, Nia Kusuma Wardhani Copyright (c) 2026 Aliya Savitri, Nia Kusuma Wardhani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6403 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Reciprocal Teaching as a Catalyst for Cognitive Transformation: Enhancing Reading Comprehension and Critical Thinking Among Indonesian Pre-College Students https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6078 <p>This quasi-experimental study investigated the effect of the Reciprocal Teaching Strategy (RTS) on the reading comprehension abilities and critical thinking skills of Indonesian pre-college students in Kecamatan Ampek Angkek, West Sumatera. Against a national backdrop in which only 6.06% of Indonesian students demonstrate reading proficiency, this study addressed a critical educational need. A sample of 42 students was divided into experimental and control groups. Pre- and post-test instruments assessed both reading comprehension (20 multiple-choice items) and critical thinking (open-ended HOTS items aligned with Bloom's Taxonomy levels C4–C6). Statistical analyses included Shapiro–Wilk normality tests, Levene's homogeneity tests, paired-samples t-tests, independent-samples t-tests, and multivariate analysis of variance (MANOVA). For reading comprehension, the experimental group's mean score increased from 47.75 to 65.50 (t = ?6.427, p &lt; .001), while the control group achieved a mean score of 65.3 compared with 78.5 for the experimental group (t = 4.223, p = .001). For critical thinking, mean scores increased from 48.25 to 64.75 (t = ?7.422, p &lt; .001), with the experimental group outperforming the control group by 11.8 points (t = 5.690, p &lt; .001). Multivariate analysis (MANOVA; Wilks' ? = .018, F = 616.06, p &lt; .001) confirmed a robust and statistically significant effect of RTS on both outcomes simultaneously. These findings provide compelling evidence that RTS is a transformative pedagogical intervention capable of fostering higher-order literacy skills in high-stakes pre-college contexts. The implications for curriculum integration, teacher professional development, and national literacy policy in Indonesia are discussed.</p> Fatimah Firdaus, Absharini Kardena , Melyann Melani , Widya Syafitri Copyright (c) 2026 Fatimah Firdaus, Absharini Kardena , Melyann Melani , Widya Syafitri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6078 Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0000 Penatalaksanaan Maloklusi Skeletal Kelas III dengan Reverse Twin Block dan 2×4 Orthodontic (Evaluasi 6 Bulan): Laporan Kasus https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6332 <p>Maloklusi skeletal Kelas III pada anak merupakan kelainan dentofasial yang ditandai oleh hubungan sagital mandibula yang lebih maju terhadap maksila dan sering disertai crossbite anterior. Intervensi ortodontik dini pada fase pertumbuhan sangat penting untuk memodifikasi pertumbuhan rahang serta memperbaiki hubungan oklusi dan estetik. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan penatalaksanaan maloklusi skeletal Kelas III pada pasien anak menggunakan kombinasi alat ortopedik fungsional reverse twin block dan perawatan ortodontik sederhana 2×4. Pasien anak perempuan berusia 10 tahun datang dengan keluhan gigi depan bawah lebih maju dibandingkan gigi depan atas. Pemeriksaan klinis menunjukkan profil wajah datar, crossbite anterior, serta hubungan molar Kelas III. Analisis sefalometri mengindikasikan hubungan skeletal Kelas III. Perawatan dilakukan dengan penggunaan alat ortopedik reverse twin block untuk mengoreksi hubungan sagital rahang dan memodifikasi pertumbuhan mandibula, disertai pemasangan ortodontik cekat sederhana sistem 2×4 pada gigi anterior untuk memperbaiki posisi gigi dan koreksi crossbite anterior. Setelah periode perawatan, diperoleh perbaikan hubungan oklusi anterior, koreksi crossbite, serta hubungan skeletal yang lebih harmonis, disertai peningkatan estetik wajah dan fungsi oklusal. Kombinasi reverse twin block dan ortodontik 2×4 memberikan efek sinergis dalam penatalaksanaan maloklusi skeletal Kelas III pada anak. Reverse twin block berperan dalam modifikasi pertumbuhan rahang secara ortopedik, sedangkan sistem 2×4 memungkinkan pergerakan gigi anterior secara terkontrol untuk mencapai hubungan oklusi yang optimal Kombinasi reverse twin block dan ortodontik 2×4 merupakan pendekatan interseptif yang efektif dalam penatalaksanaan maloklusi skeletal Kelas III pada anak dalam fase pertumbuhan.</p> Rima Nur Lesmanawati, Meirina Gartika Copyright (c) 2026 Rima Nur Lesmanawati, Meirina Gartika https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6332 Wed, 23 Sep 2026 00:00:00 +0000 Brand Image dan Self-Congruity dalam Konten TikTok: Analisis Konten Akun Resmi dan User-Generated Content pada FitHub, FTL Gym, dan Celebrity Fitness Indonesia https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6088 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana <em>brand image</em> dari tiga merek gym nasional---FitHub, FTL Gym, dan <em>Celebrity Fitness</em>---dikonstruksi melalui platform media sosial TikTok, serta sejauh mana citra yang diproyeksikan oleh akun resmi masing-masing merek selaras dengan citra yang direpresentasikan oleh para anggotanya melalui <em>user-generated content</em> (UGC). Dengan menggunakan kerangka teori <em>brand identity--brand image</em> dari Kapferer (1992) dan teori <em>self-congruity</em> dari Sirgy (1982), penelitian ini menerapkan analisis konten dua lapis, yaitu lapis tematik dan lapis performatif, terhadap total 600 konten yang terdiri dari 300 konten akun resmi dan 300 konten UGC, di mana 213 di antaranya merupakan UGC member murni setelah melalui proses penyaringan. Seluruh konten tersebut kemudian dikoding ke dalam lima tema citra yang ditautkan pada konsep diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga merek memproyeksikan citra yang berbeda satu sama lain: FitHub lebih menekankan pada tema ekspertise dan aksesibilitas, FTL Gym lebih menonjolkan tema aksesibilitas dan aspirasi, sedangkan <em>Celebrity Fitness</em> didominasi oleh tema komunitas. Namun demikian, pada ketiga merek tersebut, citra resmi yang diproyeksikan tidak sepenuhnya menjelma menjadi citra yang dihidupi oleh para member; aksesibilitas menjadi satu-satunya tema jembatan yang secara konsisten muncul pada kedua lapis analisis. Dengan demikian, <em>self-congruity</em> yang terbentuk bersifat parsial, dengan pola yang khas pada masing-masing merek---adopsi tagar kampanye pada FitHub hampir nihil, sementara member <em>Celebrity Fitness</em> justru tampil lebih aspiratif dibandingkan feed resminya. Temuan ini memperluas pendekatan analisis konten official--UGC ke ranah pengujian <em>self-congruity</em>, sekaligus menawarkan instrumen yang dapat digunakan oleh para praktisi untuk menilai sejauh mana internalisasi citra merek telah terjadi di kalangan konsumennya.</p> Aldy Pratama, Alfin Andrean Sulaeman Copyright (c) 2026 Aldy Pratama, Alfin Andrean Sulaeman https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6088 Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0000 Protective Stabilization for Dental Management in a Child with Developmental Language Disorder: A Case Report https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6348 <div><span lang="EN-US">Children with Special Health Care Needs (SHCN) often present behavioral and developmental challenges, including Autism Spectrum Disorder (ASD), a neurodevelopmental condition characterized by deficits in social communication and restricted, repetitive patterns of behavior. ASD may also involve persistent difficulties in understanding and using spoken language, which can complicate oral health care. General Anesthesia (GA) is commonly used for full-mouth rehabilitation in uncooperative children with SHCN; however, parental concerns regarding safety, cost, or cultural beliefs may limit its acceptability. Protective Stabilization (PS), including the use of a papoose board, is a non-pharmacological alternative recommended by the American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). A 7-year-old boy with ASD and associated speech and language delay presented with recurrent discomfort during eating, frequent food impaction, and difficulty expressing pain. The family, who resided in Saudi Arabia, was visiting Indonesia and sought care at the Pediatric Dentistry Clinic, Universitas Padjadjaran Dental Hospital, Bandung. Although GA is commonly used for dental rehabilitation in Saudi Arabia, the parents declined this approach due to cultural and familial concerns regarding their child “falling asleep” during GA and provided consent for PS. Clinical findings included generalized calculus and reversible pulpitis involving multiple primary molars. No carious lesions with pulpal involvement were detected. This case illustrates the challenges of providing dental treatment for children with ASD, in whom communication barriers may hinder cooperation. PS enabled safe and effective dental care, resolving food impaction and improving oral comfort. The literature regarding PS use in children with ASD remains limited, highlighting the need for further clinical reports. PS provided a safe and effective alternative to GA in this child with Developmental Language Disorder (DLD), emphasizing the importance of individualized, family-centered, non-pharmacological approaches</span></div> Marta Ulina Naibaho, Ratna Indriyanti Copyright (c) 2026 Marta Ulina Naibaho, Ratna Indriyanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6348 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Factors that Affect Customer Trust with Intent Using Veronika's Generative-Based Chatbot on Providers Telecommunications https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6099 <p>The rapid development of generative artificial intelligence (AI) has transformed customer service interactions, including Telkomsel’s implementation of the Veronika chatbot as a digital service solution. However, maintaining customer trust and continued usage intention remains challenging because of variations in information accuracy, usability, and perceived benefits. This study examines the effects of chatbot information quality on perceived ease of use, perceived usefulness, customer trust, and continued usage intention toward Veronika, Telkomsel’s generative AI-based chatbot. This study employed a quantitative approach using partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). Data were collected from 397 Telkomsel customers who had interacted with the chatbot. The findings indicate that chatbot information quality significantly affects perceived ease of use and perceived usefulness, which, in turn, increase customer trust. Furthermore, trust plays a significant role in determining users’ intention to continue using Veronika. The results also demonstrate that perceived ease of use, perceived usefulness, and trust mediate the relationship between information quality and continued usage intention. These findings imply that improving the accuracy, relevance, and responsiveness of chatbot information, as well as the chatbot’s usability, is essential for strengthening customer trust and encouraging the sustained adoption of AI-based customer service platforms.</p> Herta Karunia Ellafonsa, Eric Harianto , Fahrul Riza Copyright (c) 2026 Herta Karunia Ellafonsa, Eric Harianto , Fahrul Riza https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6099 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0000 Perbedaan Pertumbuhan Varietas Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6351 <p>Produktivitas kelapa sawit (<em>Elaeis guineensis Jacq.)</em> sangat ditentukan oleh keunggulan genetik dan kualitas fisik komponen buahnya. Pemilihan varietas yang tepat menjadi faktor krusial dalam upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi produksi minyak sawit secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi serta menganalisis perbedaan pertumbuhan morfologi dan karakteristik fisik di antara empat varietas unggul komersial kelapa sawit produksi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), yaitu Simalungun, PPKS 718, Avros, dan Langkat, dengan kelompok non varietas sebagai kontrol. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengamati tiga parameter fisik utama, yaitu berat sampel, diameter buah, dan panjang buah, yang berperan penting dalam menentukan kualitas dan rendemen minyak yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kontras yang cukup nyata pada keragaman dimensi fisik di antara kelompok yang diuji di bawah kendali genetik yang kuat. Varietas PPKS 718 menunjukkan performa fisik paling dominan dengan mencatatkan rata-rata berat sampel tertinggi sebesar 22,00 kg dan dimensi buah terpanjang mencapai 3,75 cm, yang mengindikasikan efisiensi metabolisme unggul dalam akumulasi asimilat. Sebaliknya, varietas Simalungun dan Langkat menunjukkan karakteristik buah yang lebih kompak dengan bobot masing-masing sebesar 9,00 kg dan 9,60 kg. Sementara itu, kelompok non varietas menunjukkan bobot yang cukup tinggi, yaitu 14,80 kg, yang secara agronomis dapat menyesatkan karena berkorelasi dengan struktur cangkang yang tebal, bukan kandungan minyak yang tinggi, sehingga penilaian produktivitas tidak dapat hanya didasarkan pada bobot semata. Dengan demikian, penggunaan varietas unggul bersertifikat memberikan kepastian morfologi buah yang seragam dan terprediksi, yang berfungsi sebagai parameter acuan vital untuk mengoptimalkan efisiensi ekstraksi minyak pasca panen di pabrik pengolahan kelapa sawit.</p> Catur Prayoga, Filli Pratama, Merynda Indriyani Syafutri Copyright (c) 2026 Catur Prayoga, Filli Pratama, Merynda Indriyani Syafutri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6351 Thu, 10 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh CSR Disclosure, Intellectual Capital, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Consumer Non-Cyclicals di Bursa Efek Indonesia Periode 2020–2024 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6108 <p>Nilai perusahaan merupakan cerminan prospek sebuah emiten. Pada sektor <em>Consumer Non-Cyclicals</em>, nilai perusahaannya berfluktuasi selama 2020–2024 yang mengindikasikan bahwa penilaian investor bukan hanya melalui kinerja keuangan saja, tetapi juga oleh informasi nonkeuangan yang dipublikasikan perusahaan, seperti <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) <em>Disclosure, Intellectual Capital</em>, dan Ukuran Perusahaan. Namun hasil penelitian sebelumnya masih beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh CSR Disclosure, Intellectual Capital, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Dengan metode kuantitatif, data diperoleh dari informasi keuangan emiten. Sampelnya diambil melalui purposive sampling dan menghasilkan 44 unit sampel dengan 220 observasi. Analisis datanya memakai regresi data panel dengan <em>Random Effect Model</em>. Hasilnya mengungkapkan bahwa <em>CSR Disclosure, Intellectual Capital</em>, dan Ukuran Perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Secara parsial, ketiga variabel tersebut berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Temuan ini memberikan kontribusi empiris terhadap kajian faktor-faktor yang memengaruhi nilai perusahaan serta menjadi masukan bagi perusahaan untuk mengoptimalkan pengelolaan tanggung jawab sosial, modal intelektual, dan aset perusahaan. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi investor dalam mempertimbangkan informasi perusahaan secara lebih komprehensif sebelum mengambil keputusan investasi.</p> Haura Muthi Fitrian, Khairunnisa Khairunnisa Copyright (c) 2026 Haura Muthi Fitrian, Khairunnisa Khairunnisa https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6108 Thu, 17 Sep 2026 00:00:00 +0000 Early Recurrence of Lower Lip Mucocele After Surgical Excision in an Adolescent: Clinical Pitfalls and Preventive Consideration https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6359 <div><span lang="EN-US">Mucocele is a common benign lesion of the oral mucosa in pediatric populations, typically managed through surgical excision. However, early recurrence remains a clinical challenge, particularly among adolescents. This case report describes the clinical presentation, surgical management, and follow-up of a 15-year-old boy with recurrent lower lip mucocele based on history taking, clinical and photographic examinations, and a literature review. A 15-year-old boy presented with swelling on the right lower lip following accidental trauma. Clinical examination suggested a mucocele, and surgical excision was performed. Initial healing was uneventful; however, recurrence occurred within two weeks at the same site. A second surgical intervention resulted in complete resolution without further recurrence. Early recurrence may be associated with factors such as incomplete removal of adjacent minor salivary gland tissue, persistent local trauma, and patient-related behavioral habits. Adolescents may have an increased risk due to parafunctional habits and variations in tissue response. This case highlights that early recurrence of mucocele can occur despite apparently successful initial treatment. Meticulous surgical technique, including complete removal of the involved glandular tissue, combined with patient education and close postoperative monitoring, is essential to minimize recurrence</span></div> Rima Fidayani Rizki, Asep Kemal Pasha, Arlette Suzy Setiawan Copyright (c) 2026 Rima Fidayani Rizki, Asep Kemal Pasha, Arlette Suzy Setiawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6359 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Livestream Commerce and Trust Transfer in High-Involvement Property Purchase Decisions: Evidence from a Regional Indonesian Housing Brand https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6122 <p>Livestream commerce research in Indonesia has largely examined low-involvement products, such as fashion and cosmetics, for which purchase decisions tend to be more impulsive and involve lower perceived risk. Property, by contrast, is a high-involvement product characterized by high costs, infrequent purchases, and extensive information search before decision-making. This study examines an anomalous case in which a housing brand in Tanjung Enim, a nonmetropolitan Indonesian market, sold dozens of housing units within six months through routine livestreaming, a pattern that departs from prevailing industry practice, in which property marketing on social media typically functions primarily as a lead-generation channel. Employing a qualitative single-case study design, this research draws on the Elaboration Likelihood Model and trust transfer theory to examine how peripheral cues in livestream interactions facilitate central-route processing of property information and how parasocial trust in the host transfers to the developer and the property product. Data were collected through semistructured interviews with buyers who converted through the livestreaming process, the livestream host, and developer representatives, supplemented by netnographic observation of livestream sessions. The findings indicate that peripheral cues function as an entry point rather than a substitute for elaboration on central product information; that trust transfer from the host to the brand operates through a two-stage mechanism reinforced by real-time responsiveness; and that community embeddedness within the small-town context amplifies the credibility of the livestream host beyond what platform affordances alone would produce. This study contributes to the livestream commerce literature by extending the Elaboration Likelihood Model to high-involvement, high-risk purchase categories and by situating trust transfer dynamics within an underrepresented nonmetropolitan market context.</p> Pryanka Ramadini, Muhammad Naufal Ramadhan Copyright (c) 2026 Pryanka Ramadini, Muhammad Naufal Ramadhan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6122 Thu, 17 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pengaruh Variasi Temperatur Normalizing terhadap Struktur Mikro dan Sifat Mekanik Paduan Silicon Manganese (SiMn) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6368 <p>Paduan <em>Silicon Manganese</em> (SiMn) berperan penting sebagai deoksidator dan unsur paduan dalam pembuatan baja, tetapi proses peleburan dan pengecoran dapat menghasilkan struktur mikro tidak homogen yang memengaruhi sifat mekaniknya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi temperatur <em>normalizing</em> terhadap struktur mikro, kekerasan, dan estimasi kekuatan tarik paduan SiMn. Penelitian eksperimental kuantitatif dilakukan menggunakan spesimen tanpa perlakuan panas serta spesimen yang dinormalisasi pada temperatur 700°C, 800°C, dan 900°C dengan holding time 15 menit dan pendinginan udara. Struktur mikro diamati menggunakan mikroskop metalografi pada perbesaran 200× dan 500×, sedangkan kekerasan diuji menggunakan metode Micro Vickers dengan beban 300 gf selama 10 detik pada lima titik indentasi. Nilai Ultimate Tensile Strength (UTS) diestimasi melalui persamaan empiris berdasarkan kekerasan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peningkatan temperatur <em>normalizing</em> menghasilkan distribusi struktur mikro yang semakin homogen. Kekerasan rata-rata meningkat dari 478,0 HV0.3 pada 700°C menjadi 574,8 HV0.3 pada 800°C dan 621,2 HV0.3 pada 900°C. Estimasi UTS juga meningkat berturut-turut menjadi 1.577,4 MPa, 1.896,8 MPa, dan 2.050,0 MPa. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa temperatur yang lebih tinggi mendukung difusi atom dan homogenisasi struktur serta mengurangi ketidakseragaman sifat material akibat proses solidifikasi selama pengecoran. Dengan demikian, <em>normalizing </em>pada 900°C menghasilkan karakteristik mikrostruktur dan sifat mekanik terbaik dalam rentang temperatur yang diteliti.</p> Ferry Wahyu Ramadhan, Margono Sugeng Copyright (c) 2026 Ferry Wahyu Ramadhan, Margono Sugeng https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6368 Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0000 Prioritisasi Lokasi Program Dedieselisasi Pembangkit Listrik di Maluku dan Maluku Utara Menggunakan Fuzzy Ahp-Topsis dengan Analisis Pareto Frontier https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6162 <div><span lang="EN">Penelitian ini bertujuan menyusun peta jalan tahapan investasi konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel ke energi terbarukan (dedieselisasi) yang optimal di Maluku dan Maluku Utara dengan mengintegrasikan dimensi finansial, teknis-operasional, dan lingkungan, sehingga prioritas lokasi ditetapkan secara objektif dan menyeimbangkan efisiensi anggaran investasi jaringan dengan dampak pengurangan emisi. Evaluasi mencakup 156 lokasi PLTD pada skema pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya oleh produsen listrik swasta, dinilai melalui enam sub-kriteria. Pendekatan hibrida memadukan Fuzzy Analytic Hierarchy Process untuk pembobotan kriteria berbasis preferensi lima pakar, Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution untuk menghitung skor preferensi multikriteria, kemudian analisis dual Pareto Frontier untuk memetakan solusi efisien dari perspektif anggaran jaringan dan reduksi emisi. Pembobotan menempatkan emisi karbon dan biaya pokok penyediaan sebagai faktor paling dominan. Sintesis dual Pareto mengklasifikasikan seluruh lokasi ke dalam tiga fase investasi. Fase 1 (Quick Wins) ditempati tunggal oleh PLTD Olong, yang menggerakkan 4,53 persen total potensi reduksi emisi hanya dengan 0,58 persen kebutuhan investasi jaringan. Fase 2 (Strategis) beranggotakan enam lokasi, yaitu PLTD Kobisonta, PLTD SW Weda, PLTD Moa, PLTD Saparua, PLTD Umiyal, dan PLTD Pulau Gala, sedangkan 149 lokasi lainnya dipetakan ke Fase 3 (Jangka Panjang) yang dieksekusi bertahap sesuai ketersediaan pembiayaan. Struktur prioritas ini terbukti robust terhadap variasi bobot kriteria. Kontribusi utama penelitian adalah model keputusan multikriteria yang menyaring solusi non-dominan untuk menyeimbangkan efisiensi anggaran dan dampak iklim secara bertahap</span></div> David Masalle Bua, Mahendrawathi Mahendrawathi Copyright (c) 2026 David Masalle Bua, Mahendrawathi Mahendrawathi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6162 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Analisis Pelaksanaan Service Recovery terhadap Kepuasan dan Loyalitas Pasien di Rumah Sakit Royal Prima Medan https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6372 <p>Kegagalan pelayanan rumah sakit dapat menurunkan kepuasan, kepercayaan, dan loyalitas pasien apabila tidak ditangani melalui pemulihan layanan yang cepat, adil, empatik, dan solutif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan <em>service recovery</em> serta pengaruh langsung dan tidak langsungnya terhadap loyalitas melalui kepuasan pasien di Rumah Sakit Royal Prima Medan. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang ini melibatkan 390 pasien rawat jalan dan rawat inap yang dipilih menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat, korelasi Pearson, dan analisis jalur dengan SPSS versi 25. Hasil menunjukkan bahwa 89,5% responden menilai <em>service recovery</em> baik, sedangkan 87,9% memiliki kepuasan tinggi dan 90,0% memiliki loyalitas tinggi. <em>Service recovery</em> berhubungan positif dengan kepuasan (r = 0,497; p &lt; 0,001) dan loyalitas pasien (r = 0,676; p &lt; 0,001). Analisis jalur menunjukkan pengaruh langsung <em>service recovery </em>terhadap loyalitas sebesar 0,488, pengaruh melalui kepuasan sebesar 0,188, dan pengaruh total sebesar 0,676. <em>Service recovery</em> dan kepuasan menjelaskan 56,4% variasi loyalitas. Disimpulkan bahwa <em>service recovery</em> yang efektif meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien, dengan pengaruh langsung yang lebih dominan. Rumah sakit perlu menstandarkan penanganan keluhan, mempercepat respons, serta memperkuat komunikasi dan empati petugas secara berkelanjutan seluruh unit dan waktu pelayanan rumah sakit.</p> Umi Fadilah Siregar, Sri Lestari Ramadhani Nasution, Alexander Angkasa, Juli Elisabet Mayen Copyright (c) 2026 Umi Fadilah Siregar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6372 Tue, 22 Sep 2026 00:00:00 +0000 Construct Validity of The Values in Action Inventory Strengths-Revised (VIA IS-R) Instrument Among College Students: A Confirmatory Factor Analysis (CFA) Approach https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6170 <p>Character strengths are essential psychological resources that support students’ resilience, adjustment, well-being, and academic performance. However, the construct validity of the Indonesian version of the Values in Action Inventory of Strengths-Revised (VIA-IS-R) has not been formally established among university students. This study aimed to validate its three-factor structure—Inquisitiveness, Caring, and Self-Control—and assess its internal consistency. A quantitative psychometric design was employed involving 425 university students from the Special Region of Yogyakarta, Indonesia, recruited through convenience sampling. The 192-item instrument was adapted through forward translation, reconciliation, backward translation, expert review, harmonization, pretesting, and cognitive debriefing. Data were analyzed using confirmatory factor analysis (CFA) with the lavaan package in RStudio, while reliability was assessed using McDonald’s omega. The model demonstrated excellent fit: ?²(249) = 274.542, ?²/df = 1.102, p = .128, RMSEA = .016, CFI = .995, and SRMR = .031. All 24 first-order character-strength indicators demonstrated acceptable standardized factor loadings ranging from .595 to .856. Reliability was high for Inquisitiveness (? = .932), Caring (? = .902), and Self-Control (? = .857), with an overall reliability coefficient of .967. These findings confirm that the Indonesian VIA-IS-R is a valid, reliable, and psychometrically robust instrument for assessing character strengths among Indonesian university students and supporting strengths-based educational interventions and counseling practices.</p> Ermawaty Puspitaningrum, Nanang Erma Gunawan Copyright (c) 2026 Ermawaty Puspitaningrum, Nanang Erma Gunawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6170 Mon, 07 Sep 2026 00:00:00 +0000 Analisis Kuat Tekan Beton Mutu K-175 dengan Variasi Substitusi Agregat Kasar Menggunakan Serbuk Kayu Besi Fakfak https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6381 <p>Ketersediaan agregat kasar berkualitas di wilayah Fakfak, Papua Barat, masih terbatas, sementara limbah serbuk kayu besi (<em>Eusideroxylon zwageri</em>) dari industri penggergajian setempat melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini melatarbelakangi dilakukannya program eksperimental untuk mengevaluasi potensi pemanfaatan limbah serbuk kayu besi sebagai substitusi parsial agregat kasar pada beton mutu K-175. Penelitian menggunakan dua variasi kadar substitusi, yaitu 5% dan 10% dari total berat agregat kasar. Sebelum perancangan campuran beton, dilakukan karakterisasi agregat lokal mengikuti prosedur SNI dan ASTM, sedangkan proporsi campuran dirancang berdasarkan ketentuan SK SNI T-15-1990-03. Sebanyak 24 spesimen silinder beton berukuran 15×30 cm dibuat dengan tiga replikasi untuk setiap kombinasi perlakuan, kemudian diuji kuat tekannya secara berkala pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari untuk mengamati perkembangan kekuatan beton seiring waktu. Hasil pengujian pada umur 28 hari menunjukkan bahwa beton dengan substitusi 5% menghasilkan rerata kuat tekan sebesar 175,11 kg/cm², sedangkan substitusi 10% hanya mencapai 153,14 kg/cm². Dengan demikian, hanya variasi substitusi 5% yang mampu memenuhi target mutu K-175, sementara peningkatan kadar substitusi menjadi 10% justru menurunkan kinerja tekan beton. Temuan ini mengindikasikan adanya batas kadar substitusi yang dapat diterapkan tanpa mengorbankan kekuatan struktural beton. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi pemanfaatan limbah industri penggergajian kayu besi sebagai material alternatif dalam campuran beton struktural ringan, khususnya di wilayah seperti Fakfak yang menghadapi keterbatasan agregat konvensional namun memiliki potensi limbah kayu yang besar. Pemanfaatan limbah ini mendukung upaya pengelolaan limbah kayu secara berkelanjutan serta penyediaan material konstruksi alternatif yang lebih ramah lingkungan di wilayah tersebut.</p> Desi Lembang Copyright (c) 2026 Desi Lembang https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6381 Fri, 18 Sep 2026 00:00:00 +0000 Optimasi Waktu dan Biaya Proyek Shoring Protection Menggunakan Integrasi Time Cost Trade Off dan Simulasi Monte Carlo https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6182 <p>Keterlambatan proyek konstruksi dapat meningkatkan biaya, mengganggu arus kas, dan menurunkan kinerja proyek. Permasalahan ini terjadi pada Proyek Shoring Protection sepanjang 2.000 meter di Tanah Grogot, Kalimantan Timur, akibat rendahnya produktivitas pemancangan, keterlambatan pasokan spun pile, dan ketidakpastian cuaca. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan waktu dan biaya proyek serta menentukan skenario percepatan yang paling realistis melalui integrasi metode <em>Time–Cost Trade-Off</em> (TCTO) dan Simulasi <em>Monte Carlo</em>. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan eksperimen simulatif berdasarkan data sekunder berupa jadwal pelaksanaan, <em>Work Breakdown Structure</em>, biaya proyek, nilai kontrak, dan produktivitas aktual. Aktivitas kritis diidentifikasi menggunakan <em>Critical Path Method</em>, kemudian dianalisis melalui TCTO dengan QM <em>for Windows</em>. Ketidakpastian durasi dimodelkan menggunakan distribusi triangular melalui 10.000 iterasi pada <em>Oracle Crystal Ball</em>. Hasil TCTO menunjukkan bahwa tanpa percepatan, proyek memerlukan total durasi 709 hari dengan biaya Rp160,53 miliar. Skenario pemulihan jadwal kontrak menghasilkan durasi total 491 hari dengan biaya Rp161,51 miliar dan probabilitas pencapaian sekitar 40%. Skenario percepatan maksimum menghasilkan durasi total 462 hari dengan biaya tertinggi sebesar Rp162,53 miliar, tetapi memiliki probabilitas pencapaian yang sangat rendah. Sementara itu, skenario optimum menghasilkan total durasi 612 hari dengan biaya terendah sebesar Rp160,57 miliar dan probabilitas pencapaian mendekati 100%. Dengan demikian, integrasi TCTO dan Simulasi <em>Monte Carlo</em> menghasilkan keputusan percepatan yang lebih komprehensif karena mempertimbangkan waktu, biaya, dan risiko secara simultan. Skenario optimum direkomendasikan sebagai alternatif paling efisien dan andal untuk penyelesaian proyek.</p> Adi Eka Pranata, Tri Joko Wahyu Adi Copyright (c) 2026 Adi Eka Pranata, Tri Joko Wahyu Adi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6182 Tue, 15 Sep 2026 00:00:00 +0000 Praperadilan sebagai Upaya Perlindungan Hak Asasi Manusia bagi Tersangka dalam Proses Penyidikan https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6385 <p>Pengadilan Negeri memegang wewenang tambahan berupa praperadilan guna menilai penerapan tindakan paksa, seperti penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan yang dilakukan oleh aparat. Kewenangan ini semakin berkembang berkat Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 21/PUU-XII/2014 yang memasukkan penetapan tersangka sebagai bagian dari objek praperadilan. Fokus penelitian ini berpusat pada analisis peran dan fungsi praperadilan sebagai instrumen perlindungan HAM bagi tersangka di tahap penyidikan. Selain itu, penelitian ini juga menguraikan implikasi yang timbul dari Putusan Praperadilan Nomor 14/Pid.Pra/2024/PN.Amb serta Nomor 5/Pid.Pra/2025/PN.Amb bagi hak-hak tersangka. Studi ini menggunakan pendekatan hukum normatif yang mencakup analisis undang-undang, pendekatan konsep, serta kasus. Data penelitian bersumber dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang seluruhnya dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan temuan penelitian, terdapat dua kesimpulan mendasar. Poin pertama yaitu praperadilan berfungsi membentengi HAM tersangka dengan menjamin legalitas proses tindakan paksa dalam penyidikan, meliputi penangkapan, penahanan, penggeledahan, sampai penetapan tersangka, sehingga mencegah terjadinya penyimpangan wewenang oleh aparat. Kedua, meskipun praperadilan berperan penting dalam menjamin keadilan, ketertiban, dan kepastian hukum bagi tersangka, dalam praktiknya penyidik kerap mengabaikan putusan praperadilan yang telah dikabulkan dan berkekuatan hukum tetap. Sikap pengabaian ini berdampak negatif terhadap efektivitas perlindungan HAM tersangka, sekaligus menunjukkan lemahnya kepatuhan aparat penegak hukum terhadap keputusan lembaga peradilan yang seharusnya bersifat mengikat.</p> Viktor Ratuanik, Sherly Adam, Iqbal Taufik Copyright (c) 2026 Viktor Ratuanik, Sherly Adam, Iqbal Taufik https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6385 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0000 Perumusan Model Integrasi Sistem MEP dalam Mendukung Fungsi dan Konservasi Bangunan Cagar Budaya Studi Kasus: Museum Bank Indonesia, Jakarta https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6251 <p>Bangunan cagar budaya yang dialihfungsikan menjadi museum menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan sistem Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) tanpa mengurangi nilai historis dan arsitektural yang melekat pada bangunan. Sistem MEP diperlukan untuk menunjang fungsi ruang, kenyamanan pengunjung, keamanan koleksi, kualitas pencahayaan, ventilasi, pengendalian kelembapan, sanitasi, serta keberlanjutan operasional bangunan. Namun, instalasi sistem tersebut berpotensi menyebabkan perubahan fisik pada elemen arsitektur utama seperti dinding, lantai, dan plafon, sehingga diperlukan strategi integrasi yang mampu menyeimbangkan kebutuhan utilitas dan prinsip konservasi. Penelitian ini bertujuan merumuskan model integrasi sistem MEP dalam mendukung fungsi operasional sekaligus menjaga nilai konservasi bangunan cagar budaya dengan studi kasus Museum Bank Indonesia, Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui observasi lapangan, inventarisasi perangkat MEP, dokumentasi visual, serta pengukuran tingkat intervensi pada delapan ruang sampel. Analisis dilakukan dengan mengukur tiga parameter utama, yaitu Intervensi Dinding (ID), Intervensi Lantai (IL), dan Intervensi Plafon (IP), yang kemudian dikembangkan menjadi Model Intervensi MEP (MI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa plafon merupakan elemen dengan tingkat intervensi tertinggi akibat kebutuhan instalasi utilitas, sedangkan lantai menunjukkan tingkat intervensi paling rendah. Ruang dengan kebutuhan teknis yang lebih kompleks memiliki kecenderungan tingkat intervensi lebih besar. Model integrasi MEP dirumuskan melalui persamaan IMEP = f(E, P, T, H, A, C, R), yang menghubungkan aspek utilitas, performa ruang, konservasi, dan regulasi. Model ini menegaskan bahwa penerapan prinsip minimum intervention, reversibility, dan authenticity menjadi pendekatan penting dalam perencanaan integrasi MEP pada bangunan cagar budaya yang berfungsi sebagai museum.</p> Ariawan, Martinus Bambang Susetyarto Copyright (c) 2026 Ariawan, Martinus Bambang Susetyarto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6251 Wed, 23 Sep 2026 00:00:00 +0000 Implementasi Teknologi Pengolahan Sampah Plastik menjadi Paving Block: Studi Kasus Pemberdayaan Masyarakat dan Digitalisasi Manajemen di Bank Sampah Dupa Mandiri, Jakarta Barat https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6389 <p>Permasalahan sampah plastik di kawasan urban Jakarta Barat telah mencapai titik kritis yang memerlukan pendekatan multidisiplin. Bank Sampah Dupa Mandiri (BSDM) sebagai mitra strategis menghadapi degradasi operasional akibat kerusakan infrastruktur teknis dan sistem administrasi yang tertinggal. Artikel ini mendokumentasikan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan merevitalisasi BSDM melalui integrasi teknologi mesin briket untuk konversi sampah plastik menjadi paving block serta implementasi digitalisasi manajemen operasional. Metodologi yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan pendampingan teknis dan manajerial secara kontinu. Hasil intervensi menunjukkan efisiensi konversi material sebesar 93,4% dengan kualitas paving block yang memenuhi standar estetika dan fungsionalitas taman. Digitalisasi sistem tabungan nasabah berhasil mereduksi waktu pemrosesan data hingga 85%. Program ini membuktikan bahwa sinergi antara teknologi tepat guna dan manajemen modern mampu menciptakan model ekonomi sirkular yang berkelanjutan di tingkat komunitas.</p> Muniroh, Pawenary, Arief Suwandi, Nani Cahyani, Dadan Abdul Aziz Mubarok Copyright (c) 2026 Muniroh, Pawenary, Arief Suwandi, Nani Cahyani, Dadan Abdul Aziz Mubarok https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6389 Wed, 23 Sep 2026 00:00:00 +0000 The Role of Human Resource Management in Improving the Quality of Teaching Staff at SMK Prshanti Nilayam Kuta https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6277 <p>Teacher quality is a critical determinant of vocational education outcomes because teachers must integrate pedagogical competence, technological proficiency, and industry-relevant expertise. However, staff shortages at SMK Prshanti Nilayam Kuta have required several teachers to perform additional administrative duties, potentially increasing workloads and reducing instructional effectiveness. This study aimed to examine teacher resource planning, the implementation of human resource management, and the principal’s efforts to improve teaching staff quality. A qualitative descriptive design was employed. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation involving purposively selected teachers, students, and parents. The data were transcribed, categorized, thematically interpreted, and validated through source and technique triangulation. The findings showed that teacher resource planning encompassed needs analysis, competency-based recruitment and placement, continuous training, performance appraisal, and career planning. Human resource management was implemented as an interconnected cycle involving workforce planning, recruitment, professional development, evaluation, motivation, and welfare management. The principal enhanced teacher quality through in-house training, Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) workshops, industry internships, competency certification, academic supervision, professional learning communities, digital learning facilities, and reward systems. In conclusion, integrated human resource management improved teacher professionalism and instructional relevance, although staffing shortages and excessive additional duties remained significant constraints that required strategic recruitment and clearer workload distribution.</p> Ni Nyoman Wulan Antari Copyright (c) 2026 Ni Nyoman Wulan Antari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6277 Thu, 24 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pembuktian Pemufakatan Jahat dalam Tindak Pidana Korupsi (Studi Putusan Pengadilan Tipikor dalam Putusan Nomor 1/PID.SUS.TPK/2020/PT DPS) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6399 <p>Tindak pidana korupsi sering melibatkan tindakan terkoordinasi sehingga pembedaan antara penyertaan dan pemufakatan jahat diperlukan untuk menjamin kepastian hukum. Penelitian ini bertujuan mengkaji pertimbangan hakim dalam pembuktian pemufakatan jahat serta menjelaskan kerangka penegakan hukumnya dalam perkara korupsi dengan berfokus pada Putusan Nomor 1/Pid.Sus.TPK/2020/PT DPS. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Bahan hukum primer dan sekunder berupa peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan literatur hukum dikumpulkan melalui studi dokumen, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan penafsiran hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, koordinasi, keterlibatan, pembagian peran, atau tindakan bersama tidak dapat membuktikan pemufakatan jahat. Pembuktian mensyaratkan alat bukti sah yang menunjukkan adanya kesepakatan kehendak antara dua orang atau lebih untuk melakukan tindak pidana korupsi tertentu. Dalam perkara yang dikaji, keterlibatan para pihak dalam pengajuan dan penggunaan fasilitas Kredit Ketahanan Pangan dan Energi merupakan keadaan relevan, tetapi tidak otomatis membuktikan pemufakatan jahat. Penyidik, penuntut umum, dan hakim harus menghubungkan kehendak bersama, tindakan, peran, alat bukti, serta tindak pidana yang dituju dan membedakan pemufakatan jahat dari penyertaan, pembantuan, serta kerja sama administratif. Kesimpulannya, penerapan Pasal 15 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi memerlukan pembuktian selektif, menyeluruh, dan proporsional untuk mendukung pencegahan korupsi sekaligus melindungi asas legalitas, kepastian hukum, serta pertanggungjawaban pidana individual.</p> Magdalena Yuni Tahalele, Deassy J A. Hehanussa Hehanussa, Elsa R M. Toule Copyright (c) 2026 Magdalena Yuni Tahalele, Deassy J A. Hehanussa Hehanussa, Elsa R M. Toule https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6399 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 The Implementation of Bloom's Taxonomy in Islamic Religious Education Learning During the Merdeka Curriculum Era: A Systematic Literature Review https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6073 <div><span lang="EN-US">The implementation of Bloom’s Taxonomy has become increasingly important in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam / PAI) following the adoption of the Merdeka Curriculum, which emphasizes competency-based learning, character development, and Higher Order Thinking Skills (HOTS). However, previous studies have generally examined Bloom’s Taxonomy from limited perspectives, such as HOTS, assessment, learning models, or educational technology, while comprehensive reviews remain limited. This study aims to examine the application of Bloom’s Taxonomy in Islamic Religious Education instruction and identify significant trends related to the Merdeka Curriculum. Employing a Systematic Literature Review (SLR) methodology, this library research reviewed twelve journal articles published between 2025 and 2026, which were obtained through Google Scholar. The data were analyzed using thematic, comparative, and critical analysis approaches. The findings revealed four major trends. First, the cognitive domain was primarily implemented through HOTS-oriented learning, active learning, and problem-solving strategies. Second, the affective domain was developed through religious character education, value internalization, and affective assessment. Third, the psychomotor domain was strengthened through practice-based and experiential learning activities. Fourth, technology integration supported interactive learning, digital assessment, and the development of higher-order thinking skills. The study concludes that the effective implementation of Bloom’s Taxonomy in Islamic Religious Education requires the integration of cognitive, affective, psychomotor, and technological dimensions. This study contributes a conceptual framework that can support curriculum implementation, instructional design, and assessment practices in Islamic Religious Education within the Merdeka Curriculum context</span></div> Laode Muhamad Khalifah, Retno Ayupi Jaya Copyright (c) 2026 Laode Muhamad Khalifah, Retno Ayupi Jaya https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6073 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Understanding Human Factors in Aviation Accidents: A Systematic Literature Review and Bibliometric Analysis https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6318 <p>Human factors remain significant contributors to aviation accidents despite continued advances in aircraft technology, automation, and safety management systems. However, existing evidence remains fragmented across operational contexts, analytical frameworks, and methodological approaches. This study aimed to synthesize research on human factors in aviation accidents, identify dominant research themes and publication trends, examine methodological developments, and formulate future research directions. A systematic literature review based on the PRISMA 2020 framework was combined with bibliometric analysis. Scopus-indexed, English-language, open-access journal articles published between 2016 and 2026 were screened, resulting in 40 eligible studies from 668 initial records. Bibliometrix and VOSviewer were employed to analyze publication trends, author and country contributions, source distributions, citation patterns, and keyword co-occurrence networks, while thematic synthesis was conducted to interpret the findings. The results indicated increasing scholarly attention to human factors in aviation accidents, with China identified as the leading contributing country and aircraft accidents, aviation safety, human factors, and safety emerging as dominant research concepts. Five major themes were identified: pilot-related factors; organizational and operational factors; human-error analysis frameworks; emerging research trends; and future research priorities. The literature demonstrated a transition from descriptive accident investigation toward predictive approaches incorporating Human Factors Analysis and Classification System (HFACS), Bayesian networks, artificial intelligence, and machine learning. In conclusion, research on human factors in aviation accidents is becoming increasingly multidisciplinary and data-driven, requiring stronger integration of real-time data, organizational resilience, and human–technology interaction to enhance predictive and adaptive safety management.</p> Ahmad Hariri, Inda Tri Pasa, Yani Yudha Wirawan, Zusnita Hermala, Siti Salbiah Ristumanda Copyright (c) 2026 Ahmad Hariri, Inda Tri Pasa, Yani Yudha Wirawan, Zusnita Hermala, Siti Salbiah Ristumanda https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6318 Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000 Dari Government ke Governance: Analisis Kebijakan Publik atas Kolaborasi Multi-stakeholder dalam Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kepulauan Nias https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6404 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan percepatan pembangunan daerah tertinggal melalui perspektif collaborative governance serta mengidentifikasi policy learning yang dapat diperoleh dari pengalaman pembangunan antar kabupaten di Kepulauan Nias untuk mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Nias Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder melalui studi dokumentasi. Data bersumber dari peraturan perundang-undangan, dokumen kebijakan pemerintah pusat dan daerah, publikasi Badan Pusat Statistik, dokumen perencanaan pembangunan daerah, serta laporan lembaga pembangunan internasional. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan menggunakan perspektif collaborative governance untuk mengidentifikasi keterlibatan aktor, koordinasi, integrasi kebijakan, pemanfaatan sumber daya, dan hasil antara dari proses pembangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan status daerah tertinggal tidak dapat dijelaskan hanya berdasarkan satu indikator pembangunan. Meskipun Kabupaten Nias Utara mengalami peningkatan indikator pembangunan, termasuk Indeks Pembangunan Manusia yang mencapai 67,38 pada 2025, kabupaten tersebut masih menghadapi persoalan pembangunan yang bersifat multidimensional. Perbandingan dengan tiga kabupaten lainnya menunjukkan pentingnya integrasi kebijakan lintas sektor, koordinasi antar pemerintahan, penguatan kapasitas kelembagaan, serta keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pergeseran dari government menuju governance tidak sekadar perubahan terminologi, tetapi menuntut perubahan cara pemerintah mengelola persoalan pembangunan melalui kolaborasi dan konsolidasi sumber daya. Penelitian menyimpulkan bahwa pengalaman pembangunan Kabupaten Nias, Nias Selatan, dan Nias Barat dapat menjadi sumber policy learning bagi Kabupaten Nias Utara, bukan dalam bentuk replikasi kebijakan secara langsung, tetapi melalui adaptasi praktik koordinasi, integrasi program, dan penguatan kolaborasi yang sesuai dengan karakteristik lokal. Dengan demikian, percepatan pembangunan daerah tertinggal perlu diarahkan tidak hanya pada pencapaian perubahan status administratif, tetapi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.</p> Totok Priyo Husodo, Abdullah Copyright (c) 2026 Totok Priyo Husodo, Abdullah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6404 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0000 Tinjauan Yuridis terhadap Kepastian Hukum dalam Sengketa Pengelolaan Wakaf Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6079 <p>Aset wakaf mendukung pelayanan publik berkelanjutan, tetapi konflik kelembagaan dapat menimbulkan ketidakpastian mengenai status hukum dan kewenangan pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepastian hukum dalam sengketa pengelolaan Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap, mengidentifikasi penyebabnya, dan merumuskan upaya penyelesaian yang tepat. Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan historis. Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dikumpulkan melalui studi kepustakaan serta analisis dokumen, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan penafsiran gramatikal, sistematis, historis, dan teleologis, silogisme hukum, serta teori Gustav Radbruch mengenai kepastian, keadilan, dan kemanfaatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa tidak bersumber dari kekosongan hukum ataupun perubahan status aset sebagai harta wakaf, melainkan dari persoalan representasi hukum dan legitimasi pengelolaan akibat tumpang tindih peran yayasan dan nazhir, dualisme kelembagaan, lemahnya sinkronisasi administrasi, serta belum efektifnya pengawasan preventif. Litigasi baru menghasilkan kepastian hukum formal secara parsial karena putusan belum diikuti harmonisasi kelembagaan dan administrasi yang terpadu. Konflik berkepanjangan akhirnya menghambat tata kelola rumah sakit dan mengurangi kemanfaatan sosial wakaf produktif bagi pelayanan kesehatan masyarakat. Penelitian menyimpulkan bahwa kepastian hukum substantif memerlukan pemisahan tegas aset wakaf dari kekayaan yayasan, penetapan nazhir yang sah, penguatan mediasi dan pengawasan BWI, serta koordinasi pascaputusan antara Kementerian Agama dan BPN secara efektif, terpadu, dan berkelanjutan.</p> Achmad Sofyan, Fernando Silalahi, Diana Ria Winanti Napitupulu Copyright (c) 2026 Achmad Sofyan, Fernando Silalahi, Diana Ria Winanti Napitupulu https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6079 Thu, 24 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pengalaman Komunikasi Gender dalam Persepsi Pernikahan pada Mahasiswa Perempuan Tingkat Akhir: Studi Fenomenologi Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6334 <p>Persepsi mahasiswi tingkat akhir terhadap pernikahan mengalami perubahan seiring meningkatnya akses pendidikan, aspirasi karier, dan paparan nilai gender melalui berbagai lingkungan komunikasi. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman komunikasi gender yang membentuk persepsi pernikahan pada mahasiswi tingkat akhir Universitas Bhakti Kencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan empat informan berusia 21–25 tahun yang dipilih melalui purposive sampling hingga mencapai kejenuhan data. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semiterstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui pengumpulan, kondensasi, penyajian, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Temuan menghasilkan lima tema utama, yaitu pengalaman awal memaknai pernikahan, pengalaman komunikasi gender, negosiasi makna, hubungan karier dan kesiapan diri dengan keputusan menikah, serta makna pernikahan. Keluarga, teman sebaya, pasangan, lingkungan pendidikan, dan media sosial menjadi sumber nilai dan pengalaman yang ditafsirkan secara aktif oleh informan. Dalam perspektif Interaksionisme Simbolik, persepsi pernikahan terbentuk melalui proses interaksi, refleksi, dan negosiasi makna, bukan melalui penerimaan norma secara pasif. Penelitian menyimpulkan bahwa pernikahan dimaknai sebagai proses membangun kehidupan bersama yang memerlukan komitmen, komunikasi, tanggung jawab, serta kesiapan psikologis, emosional, ekonomi, pendidikan, dan profesional; sedangkan penundaan pernikahan dipandang sebagai upaya mempersiapkan diri secara matang sebelum menjalani kehidupan keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa makna pernikahan bersifat dinamis dan kontekstual.</p> Yuniar Rahmawati, Mufti Fauzi Rahman Copyright (c) 2026 Yuniar Rahmawati, Mufti Fauzi Rahman https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6334 Wed, 16 Sep 2026 00:00:00 +0000 Peningkatan Kemampuan Siswa terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur'an melalui Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDIT Annimah Kabupaten Bandung https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6097 <div><span lang="EN">Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti kemampuan guru Pendidikan Agama Islam di SDIT Annimah Kabupaten Bandung dalam meningkatkan kemampuan peserta didik terhadap baca tulis Al-Qur’an, Analisis ini menguraikan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat, beserta usulan solusi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, studi dokumentasi, dan wawancara dengan tiga orang guru Pendidikan Agama Islam di SDIT Annimah, Kabupaten Bandung. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa: 1) kompetensi guru PAI teraktualisasi melalui perancangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan Kurikulum 2013; 2) metode pembelajaran yang diterapkan adalah Metode Ummi, menggunakan pendekatan Talaqqi, dan mencakup jilid 1–6 dengan prinsip "sedikit namun dikuasai"; 3) faktor pendukung meliputi peran guru, partisipasi siswa, dan lingkungan sekolah; 4) kendala yang dihadapi termasuk keterbatasan waktu pembelajaran hanya dua jam pelajaran, kurangnya media pendukung, serta keragaman latar belakang siswa; 5) solusi yang diajukan adalah optimalisasi Metode Ummi melalui pemanfaatan media audio-visual dan penambahan durasi waktu belajar.</span></div> Try Juliansyah, Lulu Maisun Labibah Copyright (c) 2026 Try Juliansyah, Lulu Maisun Labibah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6097 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Penerapan Prinsip Good Corporate Governance dalam Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham oleh Direksi Perseroan Terbatas https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6349 <div><span lang="EN">Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) merupakan organ tertinggi dalam perseroan terbatas yang menjadi forum utama pertanggungjawaban Direksi kepada pemegang saham. Penerapan prinsip <em>Good Corporate Governance</em> (<em>GCG</em>), khususnya transparansi dan akuntabilitas, dalam penyelenggaraan RUPS menjadi indikator penting sehat atau tidaknya tata kelola perusahaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas oleh Direksi dalam penyelenggaraan RUPS berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, beserta peraturan pelaksana di bidang pasar modal. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (<em>statute approach</em>) dan pendekatan konseptual (<em>conceptual approach</em>), berbasis bahan hukum sekunder yang dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum Indonesia secara normatif telah cukup lengkap mengatur kewajiban Direksi untuk menerapkan transparansi sejak tahap pemanggilan RUPS, penyediaan dokumen material, hingga pengumuman hasil keputusan rapat, serta kewajiban akuntabilitas melalui penyampaian laporan tahunan dan laporan keuangan yang dapat dievaluasi pemegang saham. Namun ditemukan kesenjangan (gap) antara norma hukum (das sollen) dan praktik (das sein), karena penerapan prinsip GCG dalam RUPS pada sejumlah perusahaan masih cenderung bersifat formalitas administratif ketimbang substansi tata kelola, sebagaimana tampak pada berbagai kasus ketidakpatuhan penyelenggaraan RUPS dan asimetri informasi antara Direksi dan pemegang saham. </span></div> Gloria Gracia Noija, Merry Tjoanda, Theresia Louize Pesulima Copyright (c) 2026 Gloria Gracia Noija, Merry Tjoanda, Theresia Louize Pesulima https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6349 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 From Beliefs to Action: Structural Pathways Influencing Household Waste Sorting Behavior in Pontianak City, Indonesia https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6101 <p>Household waste sorting is a critical behavioral component of sustainable urban waste management; however, its adoption often depends on complex interactions among beliefs, perceptions, social influences, and individual intentions. This study examines the structural pathways through which social, psychological, and environmental factors influence household waste sorting behavior in Pontianak Kota District, Indonesia. Grounded in an Extended Theory of Planned Behavior framework, this study employed a quantitative explanatory design involving 395 household respondents. Data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with bootstrapping to assess the significance of structural relationships. The findings show that intention is the strongest direct predictor of household waste sorting behavior, with a path coefficient of 0.775 and a T-statistic of 33.613. Behavioral beliefs significantly influenced both perception and attitude, while normative beliefs strongly shaped social norms. Social norms, perception, and attitude were also found to significantly influence intention, indicating that household waste sorting behavior emerges through interconnected cognitive and social pathways. Knowledge significantly influenced attitude but did not directly strengthen intention, suggesting that information-based interventions alone may be insufficient without motivational and social reinforcement. These findings highlight the importance of transforming beliefs into positive attitudes, perceived benefits, supportive norms, and strong behavioral intentions. The study contributes to the pro-environmental behavior literature by clarifying how belief-based constructs translate into household waste sorting actions within an urban Indonesian context.</p> Muhammad Sami Al Haddad, Rukmini A.R , Silviani Silviani , Radjali Amin , Agus Suyanto Copyright (c) 2026 Muhammad Sami Al Haddad, Rukmini A.R , Silviani Silviani , Radjali Amin , Agus Suyanto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6101 Mon, 07 Sep 2026 00:00:00 +0000 Evaluating the Governance Execution Gap in the Customer Onboarding Process at PT XYZ: An Integrated Coso and three Lines Model Approach https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6357 <p>This study aimed to evaluate the implementation of internal control based on the COSO Internal Control–Integrated Framework (IC-IF) 2013 and the Three Lines Model (TLM) at PT XYZ, a BAPPEBTI-licensed futures brokerage company. The research was motivated by recurring procedural violations during 2022–2024, including non-WPB marketing personnel performing WPB functions, fund transfers prior to verification, unauthorized trading activities, and cash deposits. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with nine cross-line informants (marketing, WPB, compliance, SPI, and the compliance director), document analysis, and limited observations. A gap analysis was conducted by comparing ideal conditions based on BAPPEBTI regulations, standard operating procedures (SOPs), COSO principles, and TLM principles with actual implementation conditions.The results showed that PT XYZ’s internal control system remained inadequate. Of the 11 main SOP procedures evaluated, five were consistently and repeatedly violated. All five COSO components demonstrated significant weaknesses. The implementation of the Three Lines Model was also ineffective: Line One was weakened by business target pressures, Line Two functioned primarily in an administrative capacity, and Line Three lacked consistency, with no routine coordination among the lines. The study identified 12 Design Gaps (including the absence of compliance KPIs, written sanction policies, a risk register, a whistleblowing system, and IMS alert features) and five Implementation Gaps (including non-WPB marketing personnel performing WPB functions, transfers before verification, unauthorized trading, cash deposits, and WPB accompaniment control gaps).The recommendations include redesigning KPIs with compliance-based weighting, implementing tiered sanctions, establishing a risk register, providing a whistleblowing system, developing IMS alert features, and strengthening top management commitment and cross-line accountability.</p> Hanifa Shabila Putri Zulachir, Vera Diyanty Copyright (c) 2026 Hanifa Shabila Putri Zulachir, Vera Diyanty https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6357 Mon, 28 Sep 2026 00:00:00 +0000 Penerapan Sanksi Pidana dan Restitusi bagi Korban Kekerasan Seksual Berdasarkan UU TPKS dalam Perspektif Pembaharuan Hukum Pidana https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6116 <p>Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) merupakan tonggak transformatif dalam sistem peradilan pidana Indonesia dan wujud nyata pembaharuan hukum pidana. Penelitian ini menganalisis efektivitas penerapan sanksi pidana dan mekanisme restitusi bagi korban kekerasan seksual berdasarkan UU TPKS, serta meninjaunya dari perspektif keadilan restoratif dan pembaharuan hukum pidana yang berorientasi pada perlindungan korban. Menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini mengkaji substansi hukum dan reformasi struktural yang dihadirkan undang-undang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU TPKS menghadirkan pergeseran paradigma dalam hukum pidana materiil dan formil melalui sistem pemidanaan dua jalur yang mengintegrasikan pidana pokok, pidana tambahan, dan tindakan rehabilitatif. Selain itu, undang-undang ini merevolusi hak restitusi korban dengan mengubahnya dari kompensasi perdata opsional menjadi kewajiban publik yang terintegrasi dalam putusan pengadilan, didukung mekanisme sita jaminan dan Dana Bantuan Korban untuk mengatasi ketidakmampuan pelaku. Meskipun kerangka hukumnya progresif, tantangan implementasi masih ditemukan berupa ego sektoral aparat penegak hukum, keterbatasan regulasi turunan, dan kompleksitas birokrasi penaksiran kerugian korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa UU TPKS telah berhasil mengorientasikan ulang hukum pidana Indonesia dari keadilan retributif menuju paradigma restoratif dan rehabilitatif, meskipun efektivitas optimal masih bergantung pada kesiapan kelembagaan, komitmen aparat, dan percepatan penyusunan peraturan pelaksana. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kebijakan dan reformasi hukum berkelanjutan yang memperkuat perlindungan korban di Indonesia.</p> Nadila Achmad Copyright (c) 2026 Nadila Achmad https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6116 Mon, 07 Sep 2026 00:00:00 +0000 Evaluasi Efektivitas Pengendalian Internal Persediaan pada Toko Ritel Multibrand: Studi Kasus PT ABC https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6364 <div><span lang="EN-US">Persediaan merupakan aset yang rentan terhadap risiko kehilangan, kesalahan operasional, dan penyalahgunaan pada industri ritel multibrand. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pengendalian internal persediaan pada tingkat operasional toko PT ABC berdasarkan Internal Control–Integrated Framework COSO (2013) serta menganalisis pengaruh faktor perilaku karyawan berdasarkan Theory of Planned Behavior. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal persediaan pada tingkat operasional toko PT ABC telah berjalan efektif yang didukung oleh budaya kepatuhan, penerapan SOP, komunikasi yang efektif, dan pengawasan yang berkelanjutan. Selain itu, perilaku kepatuhan karyawan dipengaruhi oleh sikap positif terhadap pengendalian internal, pengaruh Store Leader dan lingkungan kerja, serta keyakinan karyawan terhadap kemampuannya dalam menjalankan prosedur. Penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pengendalian internal persediaan dipengaruhi oleh faktor struktural dan faktor perilaku yang saling melen</span></div> Arina Arina, Indah Melati Copyright (c) 2026 Arina Arina, Indah Melati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6364 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 Nilai-Nilai Konseling dalam Kitab Syawariqul Anwar Karya Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6133 <p>Kitab-kitab dzikir seperti kitab Syawariqul Anwar karya Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dalam tradisi pesantren memiliki peran penting tidak hanya sebagai media ibadah, tetapi juga sebagai sumber nilai-nilai konseling Islam yang bersifat spiritual dan terapeutik. Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pendekatan kesehatan mental yang selaras dengan nilai-nilai keislaman, kajian terhadap khazanah kitab klasik semacam ini menjadi semakin relevan untuk digali secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai konseling Islam dalam kitab Syawariqul Anwar tersebut serta mengkaji relevansinya terhadap pembentukan kesehatan mental dan spiritual individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang diperkuat dengan data wawancara. Sumber data utama adalah kitab Syawariqul Anwar, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur pendukung dan wawancara dengan pengasuh pesantren, guru, serta ketua kamar, guna memperoleh pemahaman kontekstual mengenai praktik pengamalan nilai-nilai tersebut di lingkungan pesantren. Analisis data dilakukan secara mendalam menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Syawariqul Anwar mengandung tujuh nilai utama konseling Islam, yaitu sabar, tawakal, ikhlas, muhasabah, tazkiyah al-nafs, ketenangan batin, dan raja' (harapan). Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai mekanisme spiritual coping yang berperan dalam pengelolaan emosi, penguatan resiliensi, peningkatan kesadaran diri, serta pembentukan stabilitas psikologis dan spiritual. Temuan ini menegaskan bahwa kitab Syawariqul Anwar tidak hanya berfungsi sebagai kumpulan dzikir dan doa, tetapi juga sebagai media konseling berbasis tasawuf yang relevan dalam pengembangan psikoterapi Islam kontemporer, sekaligus memperkaya khazanah kajian tasawuf dalam konteks keilmuan modern.</p> Royatul Khairiyah, Yohandi Yohandi, As'ad As'ad , Abdul Haqqi Copyright (c) 2026 Royatul Khairiyah, Yohandi Yohandi, As'ad As'ad , Abdul Haqqi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6133 Tue, 08 Sep 2026 00:00:00 +0000 Implementation of One-Stop Integrated Services (PTSP) in Improving the Quality of Public Services (Case Study in Cipayung District, East Jakarta City, DKI Province) https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6370 <p>Public service reform requires integrated, accessible, transparent, and responsive administrative services to meet the increasing expectations of citizens and business actors. This study aimed to examine the implementation of the One-Stop Integrated Service (<em>Pelayanan Terpadu Satu Pintu</em> [PTSP]) policy at the Investment and One-Stop Integrated Services Management Unit of Cipayung District, East Jakarta, and to identify its supporting and inhibiting factors. The study employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through direct observation, interviews with district and service-unit officials, documentation, and a literature review, and were analyzed using Edward III’s policy implementation framework, which comprises communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The findings indicated that the policy had improved licensing and nonlicensing services through administrative coordination, service supervision, face-to-face assistance, and the JakEVO digital platform. Its implementation was supported by leadership commitment, positive implementer attitudes, officer professionalism, clear service procedures, and digital facilities. Nevertheless, service quality remained constrained by unclear policy communication, limited staff numbers and competencies, network and server disruptions, inadequate supporting equipment, applicants’ limited understanding of digital procedures, and coordination barriers with technical agencies. The study concluded that the policy had functioned effectively but required stronger authority delegation, employee training, infrastructure improvement, public assistance, interagency coordination, and continuous monitoring to ensure sustainable, inclusive, and accountable service delivery.</p> Ngalimun Ngalimun, Ika Sartika, Margaretha Rumbekwan Copyright (c) 2026 Ngalimun Ngalimun, Ika Sartika, Margaretha Rumbekwan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6370 Tue, 22 Sep 2026 00:00:00 +0000 Pendampingan Peralihan Transaksi Konvensional ke Transaksi Elektronik kepada Pedagang Pinang di Kota Jayapura https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6163 <div><span lang="EN">Kota Jayapura merupakan Kota dengan jumlah penduduk yang banyak dan merupakan pusat pemerintahan. Masyarakat yang hidup di Papua sangat terikat dengan adat istiadat atau budaya, hal ini mengakibatkan aktivitas hidup kesehariannya dan budaya saling melekat. Dalam budaya papua ada wilayah adat dimana didalamnya terdapat flora fauna adat. Flora atau tumbuhan adat antara lain, pinang, sagu, kelapa,dll. Fauna atau hewan adat adalah, Cenderawasih, Babi, beberapa jenis ikan seperti ikan gabus. Yang menjadi fokus dalam pengabdian ini adalah tingginya konsumen yang mengkonsumsi buah pinang. Adanya banyak konsumen mengakibatkan berdagang pinang menjadi alternatif ekonomi yang cukup menjanjikan dalam hal profit. Harga pinang dijual dengan harga Rp. 2000 untuk pinang ojek, Rp.5000 dan Rp.10.000. Perkembangan teknologi di bidang ekonomi mengakibatkan munculnya alat transaksi baru yang dapat menggantikan alat transaksi konvensional yang berupa uang kertas menjadi uang elektronik. Hal ini mengakibatkan pelaku ekonomi diperhadapkan tawaran untuk melakukan adaptasi dengan perkembangan sistem dan alat transaksi yang baru. Target dari pengabdian ini adalah 10 pedagang pinang di Kota Jayapura memiliki bar code Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk sekma pembayaran transaksi penjualan pinang</span></div> Grace Colombine Lentari Rumbiak, Rani Yunita Safitri , Riano Martez Rumbiak Copyright (c) 2026 Grace Colombine Lentari Rumbiak, Rani Yunita Safitri , Riano Martez Rumbiak https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6163 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000 The Influence of Hospital Branding on Healthcare Reputation and Patient Loyalty: A Customer-Based Brand Equity (CBBE) Approach https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6375 <p>This study examined the influence of hospital branding on healthcare reputation and patient loyalty using the proposed Customer-Based Brand Equity (CBBE) framework. A quantitative explanatory research design was employed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data were collected from 150 patients at private hospitals using a structured Likert-scale questionnaire and analyzed with SmartPLS software through a two-stage evaluation of the measurement and structural models. The results showed that hospital branding had a significant positive effect on healthcare reputation (? = 0.72, p &lt; 0.001) and patient loyalty (? = 0.30, p &lt; 0.01). Furthermore, healthcare reputation significantly influenced patient loyalty (? = 0.65, p &lt; 0.001) and partially mediated the relationship between hospital branding and patient loyalty, jointly explaining 52% and 68% of the variance in healthcare reputation and patient loyalty, respectively. These findings highlight the strategic importance of branding in strengthening hospital competitiveness and patient retention. This study contributes to the healthcare marketing literature by extending the application of CBBE to healthcare services and provides practical guidance for hospital managers seeking to develop reputation-driven loyalty strategies in an increasingly competitive healthcare market in developing countries.</p> Cory Rozalina, Firman Pribadi Copyright (c) 2026 Cory Rozalina, Firman Pribadi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl/article/view/6375 Tue, 29 Sep 2026 00:00:00 +0000